Selamat berhujan-hujan. Demi janji dan spekulasi masa depan yang hanya terpisah sedetik di depan mata. Rintihan rintik seperti menyeruak seketika, sementara sebelah sana mendung belum memberi jawaban tentang harap. Duhai hati yang sekenanya bercerita tentang jawaban ketakutan. Ada cara menenangkannya. Aku tau satu cara, dengan mendengarkan, dan mengarahkannya untuk lebih tenang, kan? Ya. Jawabmu. Alih-alih punya jawaban pasti, kupastikan sedetik kemudian segalanya menjadi masa lalu. Duhai hujan, terima kasih sudah membuatku basah kuyub. Kemarin.











