by Marina Fomina
No title available
No title available

Janaina Medeiros
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

#extradirty
we're not kids anymore.
tumblr dot com

祝日 / Permanent Vacation
Today's Document
🪼
Xuebing Du
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
h
occasionally subtle

Love Begins

oozey mess
Show & Tell
YOU ARE THE REASON

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Philippines
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from Spain
seen from Türkiye
seen from United States
seen from South Korea

seen from United Kingdom
seen from Russia
@thaluulaatouile
by Marina Fomina
Sayangku
Cintaku
Buah hatiku
Hidup matiku
Both of you, the reason i smile
Belakangan guntreng mulu sm dia. Dr hal yg ga penting sampe ga penting bgt. Gatau gue yg lg sensitif apa dia nih. Sebeeeeel bgt pas lg guntreng ngeliat dia tuh. Tp Allah Maha Mengetahui, Maha Membolak-balikan keadaan sih ya. Salah satu company yg dia apply tiba2 nelfon, interview, dan dia keterima dong. Tp penempatan di site dan itupun pindah2. Dari sana gue dan dia langsung ngobrolin ke depannya mau kaya gmn. Beres ngobrolin ina dan ininya, gue mellow dooongggg. Tiap inget2 kalo nanti bakalan LDR buat sementara jd nangissss. Ternyata gue sesayang ituuuu sm dia hiksss (yaiyalah kalo ga ya engga kawin dong bu). Kebayang malem2 ga denger suara motor dateng, ga nungguin buka pintu, pagi2 ga ada yg nyahut “5 menit lg yang” kalo dibangunin. Ahhhh, masih banyak hal yg gabisa disebutin yg kita lakuin bareng2, ga sanggup ih aku giteeeeee 😭😭😭😭😭😭
I love you sayang, i really do 💕
I love you, sayangkuuu 🥰🥰
I love you, sayangkuuuuu 🥰❤️
Alhamdulillah, Ya Allah :”)
Hari itu, untuk pertama kalinya ngerasain lagi dong sakit perut yang teramat sangat, dari yg semua isi perut keluar sampe yg ga ada dikeluarin lg tetep aja pengen muntah.
Hari itu, sempet kepikiran itu hari terakhir idup apa bukan ya huhuhu karna bener2 ngerasa eungap. Tadinya ga akan ngelapor ke Agit kalo lagi muntah2 gitu. Tapi lama kelamaan jadinya makin parah. Karna kondisinya lagi di luar, sebelumnya udah nyoba pesen taksi online untuk dianter ke rumah. Tapi karna daerah rumah zona merah, jadinya ga ada yg berani untuk pick up. Sedih banget asli, itu keringet dingin udah ngucur, badan udah gemeter.
Sampe akhirnya minta tolong Maryam buat nelfon Agit, buat minta dijemput. Alhamdulillah punya suami siaga betul. Langsung dateng dong dia, aku dilariin ke IGD Graha Bunda. Di sana dicek dulu perutnya, disuntik dikasih obat buat ga nyeri perut, abis itu rekam jantung bayi (takutnya kenapa2).
Alhamdulillah, setelah dicek semuanya ga kenapa2. Aku udah mendingan, anakku sehat. Aku ditungguin terus dianter pulang, di rumah ditungguin sampe maghrib. Setelah semuanya dirasa membaik, dia balik lagi ke kantor.
Suka ngerasa sedih kadang kalo lagi emosi suka ngelawan sama suami tuh, sementara dia baik banget pas akunya lagi kaya gini :(((
Alhamdulillah sama Allah dikasih suami baiiikkkk banget kaya dia, yg sayang bgt sm keluarganya, yg ga akan ngebiarin anak istrinya kenapa2, yg siang malem nyari rejeki. Jadi mellow deh ah :”(
Dear Sigit Priyambudhi, terima kasih untuk semua cinta dan kasih sayangmu, rasanya tiap hari ga pernah lewat untuk peluk dan cium dari kamu tuh, semoga rejekimu lancar terus yah. Semua urusannya dimudahkan sama Allah, diberi kesehatan yang bagus, makin jadi pemimpin keluarga yg sholeh buat aku sama anak.
Ps; di luar lagi hujan, semoga doaku dikabul sama Allah yaa, aamiin
Dua Puluh: Maryam
Terus terang, semakin banyak mendengar kisah dan penjelasan, semakin tampaklah saya sebagai seorang yang sangat cupu soal pegangan hidup; yaitu Al-Qur'an dan As-Sunnah (yang terangkum dalam Siroh Nabawiyah). Betul. Terasa cupuuu sekali… T_TMaka betul sekali, belajar adalah cara terbaik kita untuk mengenali kelemahan diri. Bukan malah sebaliknya; ajang pamer level intelektualitas dan kekerenan diri. Astaghfirullaah, na'udzubillaahi min dzaalik.
Baiklah, tanpa perlu berpanjang lebar lagi, langsung aja kita fokus ke inti.
Bismillaah…
***
Ternyata setidaknya, ada 20 figur perempuan yang terabadikan di dalam Al-Qur'an. Sebanyak 19% adalah figur pribadi muslimah (single, lajang, gadis), 54% adalah figur istri, dan 27% adalah figur ibu. (Mohon di-highlight, persentase terbesar adalah sebagai apa)
Dari 20 potret tersebut, hanya ada 1 orang yang disebutkan namanya secara gamblang oleh Allaah. Siapakah dia?
Dialah Maryam.
Bahkan hebatnya lagi, namanya diabadikan pula sebagai satu-satunya perempuan yang dijadikan nama surat dalam Al-Qur'an.
Kenapa ya?
Ternyata…
Faktanya, Allaah menciptakan Maryam sebagai figur perempuan yang sempurna, sehingga Allaah mengabadikan namanya untuk menunjukkan dan mengajarkan kepada kita tentang kemuliaan dirinya.
Jadi, kalau ada yang bilang, “Mana ada sih perempuan yang sempurna…”
Jawabannya ADA!
Bahkan Rasulullaah sendiri mengakui kesempurnaannya,
“Orang yang sempurna dari kalangan laki-laki banyak jumlahnya, namun yang sempurna dari kalangan perempuan tidak ada, kecuali Maryam putri Imran dan Asiyah istri Fir'aun…” (cek haditsnya)
Kali ini kita fokus dulu sama Maryam.
Kemuliaan yang ada dalam diri beliau setidaknya terangkum dalam 5 sebab, yaitu:
1. Maryam dilahirkan dari keturunan “orang biasa” (bukan Nabi atau Rasul), tetapi shalih (Imran dan Hannah, keduanya profil ayah dan ibu yang shalih. Bahkan ga tanggung-tanggung, Al-Qur’an mengisahkan secara khusus tentang keluarga Imran ini, sehingga kemudian keluarga Imran diangkat dengan penuh penghormatan menjadi satu-satunya nama surat berlatar belakang keluarga –Ali Imran–) –> poin penting: betapa pentingnya keshalihan nasab untuk keshalihan generasinya.
2. Maryam dibesarkan oleh orang yang shalih. Imran dan Hannah wafat ketika Maryam masih kecil, kemudian beliau diasuh oleh Zakaria; paman dari pihak ibu yang tidak lain adalah seorang Nabi yang sangat bertawakkal kepada Allaah. Ingat kalimat ini? “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu.” Ini doa Nabi Zakaria ketika memohon diberi keturunan di usianya yang sudah TUA dan MANDUL –> poin penting: betapa pentingnya memilihkan pengasuh dan pendidik yang shalih (ini meluruskan konsep “asisten rumah tangga”, tempat penitipan anak (daycare), juga panti asuhan yang ada selama ini).
3. Maryam ketika tumbuh menjadi seorang gadis, ia adalah seorang yang sangat menjaga kehormatan dirinya (Maryam memang pernah didoakan Hannah sewaktu masih dalam kandungan agar menjadi ahli ‘ibadah/taat). Maryam malu, risih, dan khawatir kalau sering keluar rumah, karena pada masa itu kemaksiatan begitu merajalela. Ia khawatir jika lingkungan akan “mencemari” kesucian dirinya) –> poin penting: rumah adalah tempat teraman dan ternyaman bagi wanita (ingat, bahkan shalat terbaiknya wanita adalah di rumahnya – bahkan ini untuk urusan SHOLAT loh, perkara primer T_T). Jangan diterjemahkan juga dengan “full 100% ngendon di rumah aja”, namun hikmah dari kisah Maryam adalah: MINIMALISIR keluar rumah untuk keperluan yang kurang penting dan bermanfaat. Salah satu contoh keluar rumah yang bermanfaat adalah untuk keperluan mendatangi majelis ilmu.
4. Maryam memiliki kesabaran yang dahsyat dalam menghadapi ujian dari Allaah (ketika hamil tanpa suami, kemudian ia pun menjadi seorang single parent) –> poin penting (dibagi lagi menjadi beberapa poin, saking memang dahsyat sekali kisah Maryam ini, maa syaa Allaah)
a. “Orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allaah, niscaya Allaah akan menunjukkan jalan-Nya.” (QS. Al-Ankabut: 69) –> jalan menuju keridhaan Allaah itu takkan pernah semulus jalan tol, GA AKAN! *bahkan jalan tol aja bisa macet kaaan* Jangan mudah terbuai KEMAPANAN! *sori dipakein kepslok dan tanda seru, biar menimbulkan efek jleb buat diri sendiri aja sih*
b. Selempeng apapun kita dan hidup kita, PASTI bakal ada yang NYINYIR. Lihat gimana respon masyarakat sekitar saat tau Maryam hamil. Dituduh berzinalah, pelacur-lah *astaghfirullaah* Padahal sudah jelas kan bahwa Maryam itu seorang Qonitaat – wanita yang taat. (kembali ke pasal (a) ya, jangan berandai-andai jalan tol. Setiap hamba pasti akan menemui ujiannya masing-masing. Bersiap siagalah –dengan bekal iman dan taqwa–).
c. Perhatikan respon Maryam saat menghadapi nyinyiran. Perhatikan pula sikap Maryam saat merawat kandungannya seorang diri. Disitu akan kita temukan bahwa ketawakkalan Zakaria telah diwarisi Maryam, bi 'idznillaah.
5. Maryam, meski single parent –atas izin dan petunjuk dari Allaah– ia telah sukses mendidik seorang anak lelaki bernama 'Isa, yang di kemudian hari putra kesayangannya itu diutus Allaah menjadi Nabi. Sekali lagi, semua itu terjadi atas pertolongan Allaah.
***
Baiklah, kembali ke pertanyaan awal. Maaf kemana-mana ceritanya. Saya hanya betul-betul takjub sekaligus mengasihani diri, hiks (semoga kisah-kisah dahsyat yang sampai kepada kita tak berhenti di level takjub, melainkan lanjut pada APLIKASI). Nah.
Dari 20 potret tersebut, hanya ada 1 orang yang disebutkan namanya secara gamblang oleh Allaah. Mengapa? Ada apa dengan 19 lainnya? Mengapa yang lain “disembunyikan” namanya?
Ternyata…
“Tersembunyinya” nama kesembilan belas lainnya adalah karena aib yang pernah ada dalam dirinya maupun keluarganya. Maka dengan itu Allaah bermaksud menyembunyikan namanya. Untuk melindunginya. Untuk menutupi aibnya. Untuk tetap menjaga harga dirinya, sebagai perempuan.
Jadi begitulah cara Islam memuliakan wanita. Begitulah cara Allaah melindungi wanita.
*Salam hangat buat para Feminis.
Sekian dan terimakasih. Sekiranya bermanfaat silakan disebarkan. Allaahu a’lam.
–cuplikan faedah materi Usth. Poppy Yuditya
O : aku pengen bareng2 terus sama kamu
A : *sambil merem geleng2 senyum2 becandain
O : ....sampe nanti
A : sampe jannah
O : aamiiiin
Prestasi
Kitab biografi Khadijah dan ‘Aisyah (radhiyallaahu ‘anhuma) lebih tebal mana?
Ternyata lebih tebal biografi 'Aisyah.
Mengapa? (1)
Karena, sejarah (dalam hal ini adalah peran ulama’) telah merekam jejak dan karya 'Aisyah dalam ranah ilmiah memang sangat banyak.
Mengapa? (2)
Karena…
Rasulullaah wafat di saat beliau masih berusia 18 tahun. Beliau masih sangat belia, dan kala itu belum dikaruniai buah hati. Yap, bersama 'Aisyah, Rasulullaah memang tak dianugerahi keturunan –dan itu tak mengurangi kemuliaan beliau sebagai Ummahatul Mukminin–
Di tengah “kesendiriannya”, apakah kemudian beliau larut dalam kegalauan hebat?
Ternyata tidak.
'Aisyah memilih untuk fokus berkarya, mewariskan prasasti ilmiah yang diwariskan oleh suaminya sendiri; Rasulullaah. Beliau berkhidmat menjadi oase kedua bagi masyarakat di sekitarnya, melalui karya-karya ilmiah. Maka tak heran, ibunda 'Aisyah pun mampu mengukir prestasi sebagai satu-satunya perempuan yang menduduki posisi keempat dalam jajaran “The Big Seven Perawi Hadits Terbanyak”.
(Ummu Salamah termasuk istri yang juga banyak meriwayatkan hadits Nabi, namun tak sebanyak 'Aisyah –dan itu tak mengurangi kemuliaan beliau sebagai Ummahatul Mukminin–)
Maka kemudian, karena prestasi ilmiah beliau inilah yang membuat biografinya terhimpun lebih kompleks dibanding Khadijah. Padahal Khadijah pernah disebut Rasulullaah sebagai sebaik-baik wanita ahli surga. Hal ini sampai pernah membuat 'Aisyah cemburu.
Nah jadi, mengapa? (3)
Mengapa kisah Khadijah tak setebal kisah 'Aisyah?
Karena…
Karya dan prestasi beliau adalah fokus mendidik anak.
Nah jadi…
Kemuliaan seorang perempuan itu memang tak pernah diukur dari sehebat apa ia berkarir. Khadijah dan 'Aisyah, keduanya adalah perempuan istimewa di bawah didikan lelaki istimewa pula. Entah menjadi seorang ibu ataukah istri (karena belum dianugerahi buah hati), keshalihannya tetap memancar kuat.
Dalam Al-Qur’an pun, peran wanita setidaknya terbagi menjadi 3 (lebih lengkapnya in syaa Allaah disambung di kuliah 3 atau seterusnya), yaitu:
1. Sebagai pribadi muslimah – lajang (yang sepenuhnya masih menjadi “milik orangtuanya), maka dia pun memiliki kewajiban untuk fokus berbakti kepadanya.
2. Sebagai seorang istri (ternyata porsi inilah yang prosentasenya disebutkan paling banyak di dalam Al-Qur’an) – fokus mengupayakan keridhaan suami.
3. Sebagai seorang ibu (prosentase terbesar kedua) – fokus mendidik anak.
Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita memahami esensi peran kita sebagai muslimah, sebagai hamba Allah.
“Setiap upaya kesungguhan untuk mendapatkan ridha-Nya, pasti akan menuai ujian dimana-mana – bagaimanapun bentuknya. Tugas kita bukan menghindar atau mencari-cari alasan, namun menguatkan kesabaran.”
Sebagai apapun kita kelak, wanita shalihah akan tetap istimewa. Mari mulai berbenah. :)
–Tulisan ini disarikan dari materi Ust. Budi Ashari, Lc dalam Stadium General Akademi Keluarga Parenting Nabawiyah di Semarang
Dari dulu sampe skrg, yg ga pernah berubah untuk selalu mau anterin ato jemput walopun itu lokasinya jauh. Alhamdulillah, makasih Ya Allah dikasih lelaki sebaik dia 😭
A : lay, pangcharge-in hpku
O : siapa tuh lay?
A : yang, tolongin
O : siapa tuh yang?
A : mah, tolong *muka iseng
O : iiihh *langsung nyengir
A : bun, tolong *muka iseng
Hahaha inshaa Allah bentar lagi bakal dipanggil ini sih sm dia, tp asa geli aja gitu 😂
Sedih sesedihnya saat ngeliat suami nyiapin bekel sendiri buat ke kantor tp istri cuma bisa tidur gara2 sakit dan gabisa ngapa2in 😭😭😭
Yg selalu sabar ngadepin tingkah istrinya
ALHAMDULILLAH WASYUKURILLAH 🙏🏻
Beberapa hari ini perutku kram bgt, dibalur terus sm si agit tiap malem tp paginya masih kerasa. Feeling sih udah beli testpack beberapa hari yg lalu, tp belum dipake2 takut gagal kaya sebelumnya kan.
Akhirnya td pagi bangun2 nyobain, walopun masih ngantuk2. Eh pas diliat langsung belotot dong si akuuu 😳
Speechless!
Langsung ke kamar, bangunin si gite. Dia kucek2 mata “eh itu garis 2 bukan? Itu bacanya gimana ? Eh bener ya garis 2? Masya Allah”
Langsung dipeluk deh akuuu 🤗
Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah
Terima kasih untuk tetap menahan amarah dikala emosi yang sangat tinggi
Terima kasih untuk tetap selalu ada
Terima kasih untuk segala suka dan duka
Terima kasih karna sudah ada di sini
I love you sigit priyambudhi, too much ❤️