Jalan-jalan Singkat ke Bandung : Chinatown
Setelah kira-kira 1 jam perjalanan dari Rumah Guguk, sampailah kami di tempat wisata paling gres di kota kembang: Chinatown Bandung. Tempat yang baru banget diresmikan oleh Walkot Bandung beberapa hari sebelum kami datang ini berlokasi di Jalan Kelenteng, konon dikenal juga sebagai area pecinannya kota Bandung.
HTM untuk weekdays sebesar Rp 10.000 per orang dan dapat bonus sepotong kue bolu cokelat. Tiket masuk bisa dibayar cash, sedangkan transaksi di dalam Chinatown-nya sendiri semua non-tunai; harus menggunakan kartu Flazz (yang juga bisa dibeli di dalam Chinatown) atau kartu debit dari bank apapun, tanpa minimal pembayaran. Saya pribadi, sih, suka sistem non-tunai begini, jadi nggak usah ribet sama uang receh / kembalian dan nggak perlu repot cari ATM kalau cash di dompet sudah menipis. Praktis.
Jadi, Chinatown Bandung ini pada dasarnya semacam foodcourt dengan tema old China, seperti yang kental terlihat pada arsitektur bangunan dan dekorasi di seluruh tempat ini. Dari lampion yang menjuntai-juntai, tebaran aksara China di mana-mana, pohon bambu, sampai mural-mural di dinding, semua terasa “China banget”.
Satu-satunya yang nggak “China banget” adalah tempat ini nggak menyajikan pork sama sekali, alias semua makanan dijamin halal. Agak mengecewakan buat penggemar B2, termasuk saya, tapi bisa dimengerti :)
Berhubung waktunya masih nanggung buat makan malam dan perut belum lapar, di sini kami cuma cemal cemil aja. Yang sempet saya cicipin antara lain :
Terminale Gelato : 3 scoops Rp 53.000. Saya pilih rasa Matcha Brownies, Chocomint, sama satu rasa berry apa gitu yang agak asam. Rasanya not bad sih, cuma nggak begitu berkesan juga. Biasa aja.
Bola Obi Gardujati : 10 pcs Rp 15.000. Ini salah satu yang jadi incaran saya begitu tahu mau jalan-jalan ke Bandung. Soalnya di Jakarta susah sih nemu bola ubi.
Es Campur Pak Oyen : Rp 23.000. Good value; puas karena isinya banyak! Nggak kayak kebanyakan es campur di Jakarta yang udah mahal lebih banyak es daripada isinya pula :((
Makin sore, Chinatown makin meriah. Lampion-lampion yang mulai dinyalakan dan angin sore kota Bandung yang sejuk bikin suasana makin asyik.
Sayang kami nggak bisa berlama-lama menikmati suasana di Chinatown karena mau ngejar makan Nasi Campur Bintang di seberang jalan yang tutup jam 6 sore. Nggak afdol dong, datang ke daerah pecinan kalau nggak makan babi sama sekali :)
Berhubung sudah sore dan badan sudah lelah, kami memilih take away nasi campur untuk dibawa balik ke hotel.
Harga nasi campur Bintang ini -kalau nggak salah- Rp 43.000 per porsi and it was worth every penny mengingat topping-nya lumayan melimpah. Rasanya pun mantap.
Such a yummy way to end the day <3











