Huft lucuk 😭😭😭
Suka banget sama dua pasangan ini. Ngeliat mereka, gua percaya sama adanya jodoh. Jodoh yang memang dilahirkan untuk saling menemukan, bukan sekedar dipertemukan.
Game of Thrones Daily
The Bowery Presents
hello vonnie
Keni

Kiana Khansmith
Xuebing Du
YOU ARE THE REASON
Mike Driver
NASA
No title available
KIROKAZE

pixel skylines
art blog(derogatory)

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
EXPECTATIONS
todays bird
Sweet Seals For You, Always

No title available
sheepfilms
seen from Slovenia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Argentina

seen from Bangladesh

seen from United States
seen from Brazil
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Poland
seen from Switzerland
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
@thecheesycake
Huft lucuk 😭😭😭
Suka banget sama dua pasangan ini. Ngeliat mereka, gua percaya sama adanya jodoh. Jodoh yang memang dilahirkan untuk saling menemukan, bukan sekedar dipertemukan.
“I just need someone to hug me and tell me I’m not as worthless as I think I am.”
— Unknown
“Deskripsi Singkat untuk Ia yang Jarang Terlihat Bersedih”
Pernah banget ada diposisi ini, dibilang “kebanyakan becanda”, “cengengesan mulu”, “susah serius”, pernah lagi ada yg bilang “ah kamu mah hidupnya enjoy aja. Santai, ga pernah mikirin, kaya ga punya beban”. Alhamdulillah...
Sampai akhirnya kadang, mereka jadi seenaknya karena meanganggap “dia mah ga akan baper”.
Tapi ga papa. Bukan salah mereka, mereka ga cukup dekat dengan ku untuk aku berbagi cerita, untuk mengerti situsasiku. Dan untuk mengerti seberapa berusahanya aku untuk sembuh, lupa dan mengikhlaskan.
“The deepest pain I ever felt was denying my own feelings to make everyone else comfortable.”
— Nicole Lyons
‘Avengers: Age Of Ultron’ Cast Know Their Biceps
Sering bgt ngelak kalo diri ini terluka. Selalu bilang “ga papa” dan menguatkan diri sendiri. Ga jarang diri ini disalahkan.
Ketika liat video diatas , ternyata diri anak kecil ini bangun dan teringat rasa sakit masa lalu, tanpa sadar air mata menetes dan dada menjadi sesak.
“Ga papa nak, menangis lah. Sudah terlalu lama kau memendam. Kita sembuhkan sakit ini bersama. Kita bahagia bersama”
Obrolan Semalam
Gua suka nongkrong atau ngobrol sama org dlm jumlah sedikit atau malah bagus cuma berdua lebih intim, lebih deep. Tp kadang gua juga suka awkward sendiri kalo akhirnya terlalu serius dan berat hahahaa...
Nahh semalem gua ketemu temen gua berdua aja, iya iya temen gua emang itu itu aja, dan kita makan bareng, gua kalo ketemu sama org ini jarang banget ngobrol yg bener2 serius, pasti ada aja bercandanya. Tapi semalem entah kenapa tiba tiba dia serius dan religius. Ngeliat dia yg begitu jadi aneh dan lucu juga. Tapi diobrolan singkat kita, dia ngasih banyak pesan ke gua, buat selalu tawakal dan ikhlas dalam beribadah. Lebih rendah hati dan lebih yakin sama Sang Pencipta. Bukan selama ini gua ga yakin, tapi mungkin sifat manusia gua mengutamakan dunia masih lebih dominan. Tanpa gua sadari mungkin gua masih menggantungkan harapan gua ke manusia bukan Sang Pembolak balikan hati.
Lalu, ditengah pembicaraan dia ngereview semua berkah yg dia rasain, apa yg dia minta dan bagaimana cara Allah mewujudkannya. Mau ga mau, gua jadi ikutan mikir juga, jadi ikutan ngereview juga, ternyata tanpa gua sadarin apa yg gua minta ada aja yg keturutan, tp gua lupa akan hal itu. Hemmm lo emang harus lebih peka! mohon digaris bawahi!
Kaya Misalnya, disalah satu curhatan gua, gua pernah minta sama Allah buat selalu didekatkan sama orang orang yang akan selalu mengingatkan gua akanNya. Bener coyyy... Kalo dipikir pikir org org sekililing gua selalu ngingetin gua shalat, banyak istigfar, bersyukur, sedekah, pasrahin semuanya ke Allah. Tapi ternyata guanya yg ga sadar, guanya yg ngelengos gitu aja, menghiraukan. Padahal gua juga yg minta.
Terus gua pernah mendo'a kan sesuatu, dan entah bagaimana Allah mengizinkan gua untuk pernah merasakan memilikinya. Dan lagi dengan sangat sadar, gua ga bersyukur. Ada aja yg gua rasa kurang, lagi lagi padahal gua yg minta. Malah gua sempet bertanya tanya "kenapa ya kok malah terjadi? apa biar gua ngerasain sendiri dari apa yg gua mau, bener yg gua butuhkan atau engga? Apa cuma buat ngejawab rasa penasaran gua aja?". Walau masih penuh tanya, akhirnya gua lepaskan dan ikhlas, biar Allah yg atur.
Terus pernah juga gua minta biar ga lama nganggur setelah gua lulus kuliah, Allah ngasih rejeki kerjaan, walau belom settle setidaknya gua udh bisa memenuhi kebutuhan gua sendiri, dan bisa ngasih ke ibu walau ga banyak, seengganya udh ga minta. Ngurangin pengeluaran ibu kan.
Masih banyak lagi mungkin yg gua minta dan keturutan, tp gua ga sadar dan malah masih aja suka ngeluh,masih aja suka berprasangka buruk, masih suka ngarep ke manusia padahal udh tau ujungnya kecewa..
Sekarang cuma mau bilang...
Terima kasih untuk selalu mengingatkan, semoga bisa hijrah dan lebih istiqomah dalam beriman kepada Allah. Untuk gua, elu dan kita.
Beberapa bulan belakangan ini gue sering banget mendengar asumsi dari para netijen yaitu gue memiliki paham liberal. Awalnya gue baper. Kar...
Gua dapet broadcastan dari group whats app, dan gua rasa cocok sama tulisan gita diatas. Karena saat ini (menurut gua), org semakin banyak yg mudah ngejudge keimanan org berdasarakan sosial media tanpa kita tahu org itu seperti apa, tp kita usik org itu kaya yg paling tahu dan yang paling benar. Padahal Allah aja ga suka sama org yg merasa lebih baik dari org lain. “Kenapa orang Bali tidak pernah menggangu dan terganggu dgn umat agama lain? Karena mereka yakin dgn kepercayaannya.
"FOKUS" Ada seorang anak yang setiap hari rajin sembahyang ke Pura, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya, "Yah mulai hari ini saya tidak mau ke Pura lagi"
"Lho kenapa?" sahut sang ayah.
"Karena di Pura saya menemukan orang² yang kelihatannya rohani tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".
Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".
"Apa itu?"
"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling Pura, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".
Si anak pun membawa segelas air berkeliling Pura dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.
Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling Pura?",
"Sudah".
"Apakah ada yang tumpah?"
"Tidak".
"Apakah di Pura tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".
"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.
"Apakah di Pura tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ayah lagi.
"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".
Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".
Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.”
Bukan jadi apatis, tp memilah mana yg jadi urusanmu atau bukan!!
“This place used to be my old stomping ground, so it’s nice to come back.”
2018 Met Gala “Heavenly Bodies: Fashion and the Catholic Imagination”
Abis nonton video ini tentang beauty standard dan insecurities, jadi keinget hal kurang enak yang pernah gua alamin. Jadi ceritanya, suatu hari gua harus dateng ke kantor nyokap karna ada hal yg perlu diurus. Terus gua ikut nyokap gua ke suatu bagian di kantor itu. Otomatis gua ketemu sama temen temen nyokap gua. Nah ada salah satu tante yg familiar bgt mukanya, dan dia emang sempet jadi sabahat nyokap gua. Gua nyamperin dia dengan wajah sumbringah, berusaha senyum semanis mungkin, dan berniat nyalamin dia. And you know what, komentar pertama kali yang gua denger “Kok kamu udh ga kaya remaja sih”. I really know what she mean, she try to said i look older than my age 😑. Gua udh terlalu biasa dengan kalimat sarkastiknya dia. Jadi gua ga ambil pusing dan jawab “kan emang saya udh ga remaja tante” dengan tenangnya dan tetep nyalamin dia. Sampe salah satu om (yg masih temen nyokap gua juga) ikut penasaran “emang umur kamu brp?” “22 tahun om” “ohh iya lah udh ga remaja kalo itu” si om jawab dengan tenangnya. Dan si tante ini berlalu tanpa komentar lainnya. Dasarnya emang gua cuek, jadi omongan omongan kaya gitu ga gua tanggepin. Pertama, gua emang udh bukan remaja, i’m 22 yo now if you wanna know. Gua mau pake lipstick merah merekah dan bikin gua terlihat lebih dewasa pun gua udh pada usianya. Kedua, tubuh gua memang bukan rata rata wanita asia yg imut imut. Tinggi gua 170cm, gua berkaca mata dan berkerudung, hal yg wajar kalo org suka salah mengira, ditambah suara gua yg ngebass but i love myself. Dan kayanya udh jadi hal yg biasa dan umum buat wanita berkerudung pernah dipanggil “ibu” sama mas mas parkiran atau mas mas pinggir jalan yg sekelebet doang ketemunya. Jadi omongan si tante gua anggap angin lalu aja. Tapi ternyata engga buat nyokap gua, setelah kejadian itu, seharian nyokap gua jadi menyalahkan apa yg gua kenakan, kerudung yg menurut dia kurang maju, lipstick yg menurut dia ga keliatan padahal menurut gua itu udh mewarnai bibir gua banget, ya alis gua dipermasalahkan, dsb. Yang kaya gini nih malah bikin gua insecure, karna sejatinya gua ga mikirin pendapat org yg ga tau tau amat soal gua, tp gua sangat memikirkan pendapat org org terdekat gua. Gimana sih rasanya ketika orang tua lu sendiri ngerasa ga bangga sama apa adanya diri lo?! Setelah sampe rumah nyokap baru bilang kalo dia ga nyaman dan ga suka banget sama omongan si tante tadi. Dia ngerasa apa yg disampein sama tante tadi itu kasar. Akhirnya gua cuma bilang buat ga usah dipikirin omongan si tante, karna kebetulan tante ini emang suka berkomentar dan ga suka ngeliat org lebih dari dia. Dan nyokap gua tau itu, itu salah satu sebab nyokap gua memilih jaga jarak sama dia. So, just ignore her. Jadi hal yg gua bisa ambil, kalo berkomentar soal org jangan sembarangan, apa lagi soal fisik. Karna kadang walau dia yg diledekin biasa aja, tp engga dengan keluarganya, lo nyakitin hati keluarganya. Dan buat apa sih komentar yg menjatuhkan org lain, kita ga jauh lebih baik dari mereka. Membangun kepercayaan diri untuk sebagian org itu bukan hal mudah, gua paham bgt. Karena gua juga bukan org yg stock percaya dirinya lebih. Jadi, lo ga akan terlihat hebat kok setelah menjatuhkan org lain. Jujur, gua suka terpengaruh sama komentar org tentang bagaimana cantik menurut mereka, bagaimana seharusnya wanita dimata mereka, dan itu bikin gua ngerasa nothing, ga cantik, cuma seonggok manusia yg maknanya kaya resresan gorengan. Kalo kata org “aku mah apa atuh”. Tp yg perlu kalian tau, makna lo di dunia ini lebih dari itu. Ga ada habisnya ketika lo terus dengerin cantik menurut mereka, itu cuma bikin lo semakin insecure ga sayang sama diri lo sendiri. Setiap org punya persepsinya masing masing. Jadi dari pada lo berusaha memenuhi standard org mending lo bikin beauty standard lo sendiri, dan buat diri lo senyaman mungkin, sebahagia mungkin. Cantik bukan tentang bagaimana bentuk mata dan hidung lo, bukan tentang warna kulit lo, bukan tentang pendek panjang lurus keriting rambut lo, atau seberapa tebel atau tipis makeup yg lo pake, tapi tentang seberapa besar lo bisa menghargai diri lo sendiri. Karna ketika lo menghargai diri sendiri, org lain juga akan menghargai lo. Kalo kata cherryballe “kamu cantik apa adanya, sayangi, syukuri, dirimu sempurna”. Hemmm… Bagus juga nih lagu.
I always feels sleepy after crying 😂😂😂
“when you find someone you can be yourself around, that’s rare. that’s peace. that’s love. that’s worth holding onto.”
— Melissa Tripp
This means so much to me
“May Allah protect us all from two-faced people. Those who pretend to love us and make sweet talk and use us but in their hearts they hate us and do not want good for us. Ameen ya rabbi.”
—
““Patience is, when you’re supposed to be mad, but you choose to understand.””
— Hailey Baldwin
———————- Twitter - Instagram - Facebook - Google Plus - Pinterest - Gab - Youtube