Tinggalkan yang Tidak Bermanfaat - Hadits Arba'in ke 12
Bismillahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, masih Allah beri kesempatan untuk bernafas hingga detik ini...
Sebenernya materi ini aku dapatkan hari Ahad kemaren, tapi kemaren belum ada mood untuk nulis, jadi baru hari ini aku realisasikan.
Menurutku hadits ini memiliki makna yang dalem banget dan relate banget dengan kehidupanku. Rasanya kayak ditampar.............. Dan sebenernya ini hadits kayaknya udah beberapa kali aku temuin, tapi kayak lewat gitu aja. Waktu laskar kemaren, aku juga hafalin hadits ini dannnn emang apa ya, kayak nyess aja gitu. Aku hafal, aku paham maksudnya, tapi aku belum mengamalkan.
Masya Allah, meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat itu aja udah sebuah kebaikan. Apalagi beneran melakukan kebaikan, iyaa gak siiih? Ini cuma ninggalin aja loh, ninggalin doang. as simple as that.
Tapi kenyataannya gimana? Kita masih sering melakukan hal-hal unfaedah yang bikin kita ga produktif, masih sering buang-buang waktu, males-malesan, ataupun melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat lainnya.
Jujur ini nampar banget sih dengan kondisi aku yang sekarang, aku masih buanyaaak mengerjakan hal-hal yang ga ada manfaatnya, aku yang kerjaannya cuman scroll feed Instagr*m, nonton netfl*x, tidur, makan, pokoknya ga produktif deh, Astaghfirullahal’adziim.
Jujur, pas baca artinya, mungkin sekilas biasa aja ya, kayak “aman, aman, aku ga pernah main tangan kok”, tapi setelah dibaca baik-baik, hmmmm ada benernya juga.
Kalo ngebaca kata “tangan”, yang terbesit di pikiran mesti mukul atau tindakan fisik lainnya. Tapi tanpa kita sadari, tangan ini punya andil yang cukup besar lo kalo masalah menyakiti orang lain, apalagi di zaman kayak gini, dimana interaksi kita lebih banyak dilakukan melalui media sosial.
Mungkin bisa dibilang sekarang itu tangan hampir sama maknanya dengan lisan. Bahkan tangan bisa melakukan hal yang lebih kejam daripada lisan.
Bersembunyi di balik istilah “kebebasan berpendapat”, tangan ini kadang bisa melakukan hal yang bener-bener jahat. Memfitnah, menggibah, nyakitin, nyinyirin orang, Astaghfirullah, tanpa kita sadari, tangan dan jari-jari ini lancar banget kalo masalah yang kayak gini ini. Kadang kayak otomatis aja gitu.
meninggalkan perkara yang haram, yang syubhat dan perkara yang makruh
Istilahnya Allah membolehkan, tapi Allah gak suka perbuatan itu. Misal, perceraian.
begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenernya ia tidak butuh.
Allahuakbaaar, ditampar lagi. Berapa kali belanja barang-barang yang kurang manfaat, belanja secara impulsif, cuma ikut-ikutan trend, atau cuma ngikutin hawa nafsu. Berapa banyak uang yang terbuang? Berapa banyak barang yang tertumpuk dan ga terpakai di rumah? Udah siap nanti dihisab? Allahu Rabbi...
Jujur ini sih kayaknya yang paling sering. Mungkin sekedar candaan, atau perkataan random ga jelas, tapi ga ada manfaatnya. Pada akhirnya buang-buang waktu. Atau akhirnya malah membawa pada aktivitas yang kurang faedah juga.
Kadang ikut-ikutan ghibah, kadang temen sambat ke kita terus kita ikutan marah-marah, ngomong kasar.
Ngaji, jarang. Dzikir, sering kelupaan. Doa, ngebut-ngebutan. Tapi giliran ngobrol kenceng banget, ga ada capek-capeknya, bisa ngga berhenti-henti.
Astaghfirullahal’adziim, gimana nanti kalo lisan kita bersaksi kepada Allah?
Yang harus dijaga bukan hanya perbuatan, tapi juga lisan. Allah membuktikannya dengan menempatkan dua malaikat di samping kita, yang mencatat setiap ucapan yang keluar dari lisan kita. Mau kita teriak-teriak, bisik-bisik, semua dicatat, tidak ada yang luput.
Perkara yang dibenci adalah banyak bicara, banyak makan, dan banyak tidur.
Astaghfirullahal’adziim.......
“Jangan berlarut-larut dalam mengisi waktu luang. Jangan berlarut-larut dalam kekosongan.”
Harusnya waktu luang itu sedikit.
Kalo ga ada kerjaan, cari kesibukan yang bermanfaat. Mungkin harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jangan tunggu diminta, tapi tawarkan diri. Harus banyak kontribusi.
Yaa kalau mau meninggalkan hal yang tidak bermanfaat, sebaiknya kan kita melakukan sesuatu yang bermanfaat. Salah satu hal yang bermanfaat bagi seorang Muslim adalah amar ma’ruf nahi munkar.
Kalo udah menyelesaikan satu amanah, langsung tinggalkan, dan berlanjut menyelesaikan amanah yang lain. Selesaikan amanah dengan sebaik mungkin, jangan cuma asal selesai aja..
Kalo capek, boleh istirahat, tapi harus bener-bener istirahat. Jangan terlena dalam waktu istirahat...
Manfaatkan teknologi untuk membantu kehidupan sehari-hari, jangan sampai dimanfaatkan teknologi. Ambil manfaat sebanyak-banyaknya, tapi jangan sampai terlena. Jangan mau diperbudak dan dikontrol oleh teknologi. Harus punya kendali diri.
Sesuatu yang buruk akan mengantarkan kita pada hal yang buruk juga. Berhati-hatilah dalam melakukan segala sesuatu. Pikirkan baik-baik, jangan sampai menyesal di kemudian hari.
Cari lingkungan yang suportif, yang mau sama-sama baik, yang mau sama-sama berproses.
Mari terus bermuhasabah, introspeksi diri, apa saja yang sudah kita lakukan, apakah kita sudah baik, apakah kita sudah bermanfaat, dan apa yang akan kita tinggalkan untuk dunia ini...
Intinya,
Harus bisa melawan hawa nafsu. Harus berani keluar dari zona nyaman. Dunia ini memang tempat untuk bercapek-capek ria dan bersusah payah. Karena istirahat yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak.
Mudah-mudahan Allah kumpulkan kita di dalam surga-Nya, aamiin aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin