"Berani, Berbagi & Bermisi" itulah tagline/jargon yg kami serukan ketika saya & tim bermisi ke pedalaman Kalimantan. Bagiku menjadi seorang muda katolik yang tergabung dalam tim Jejak Langkah Misioner #4 merupakan salah satu pengalaman yg berharga dalam hidupku. Mungkin ini yg pertama, bisa juga yg terakhir untuk bisa menjalankan misi. Tak henti-hentinya saya sangat bersyukur bertemu dengan kawan-kawan baru yg tak terasa sekarang sudah menjadi keluarga bagiku & mungkin juga bagi mereka. Beberapa bulan yg lalu kami tidak mengenal satu sama lain, kami juga berasal dari berbagai latar belakang yg berbeda. Tak terasa waktu cepat berlalu sekarang saya bisa mengenal mereka. Ada banyak mimpi yg ingin kami capai & ada banyak harapan yg kami bawa ke Kalimantan. Ada banyak persiapan dan pemantapan yg kami lakukan untuk bisa berangkat ke tanah Borneo, sudah semakin dekat ketika itu suara Borneo memanggil semakin kencang terdengar untuk meneguhkan hati ini untuk bisa mewartakan kabar suka cita Natal bersama. Rasa syukur ku tak berhenti disitu, Tuhan seakan selalu berkarya dalam hidupku. Ditengah berbagai macam kesibukan mulai dari urusan kuliah, urusan organisasi, urusan hobby, urusan Gereja hingga urusan pekerjaan semuanya bisa di lakukan dengan seimbang sesuai porsinya dan tentu saja sesuai dengan yg paling penting dilakukan terlebih dahulu. Begitupun dengan JLM #4 ini aku pun berusaha membagi waktu untuk berkontribusi dalam tim ini. Semoga ada kebermanfaatan yg dapat kulakukan untuk tim ini dan untuk umat disana. Hanya dalam pikiran ku "Kalo bukan sekarang kapan lagi bisa bermisi ? Kalo bukan aku lalu siapa lagi? " Itulah kata-kata yg saya ingat untuk bisa memantapkan hati. Sekarang tinggal apa yg kita pelajari di Kalimantan bisa kita ambil kebermanfaatan untuk kita bagi di masyarakat sekitar. Dulu OMK Wilayah, lanjut lagi ke OMK Paroki, beranjak ke OMK Rayon, trus ke OMK Kevikepan dan tak terasa sekarang sudah naik level menjadi OMK Keuskupan Agung Semarang. Sungguh suatu perjalanan hidup yg luar biasa. Semoga kelak semuanya dapat menjadi kan hidup meneggereja lebih semangat lagi. . Jakarta, 23 Januari 2018. (di Karya Kepausan Indonesia)











