"Si Anak Baik"
Bagian-1
"anak baik" dalam masyarakat kita sering diartikan sebagai seorang anak yang penurut. Anak yang selalu mengiyakan apa yang dikatakan orang tuanya atau orang - orang dalam inner circle-nya.
"anak baik" ini tumbuh dewasa menjadi seorang people pleasure. Tidak enakan untuk menolak ajakan orang lain ataupun dalam hal membantu orang di sekitarnya. Padahal si "anak baik" ini sebenarnya sedang tidak bisa melakukannya.
"anak baik" ini seringkali lebih paham dengan perasaan orang lain dibandingkan perasaannya sendiri, kenapa? Kok bisa?
Ya karena seringkali dia lebih mengutamakan urusan orang lain dibandingkan dirinya sendiri
"anak baik" ini biasanya membuat topeng sosial (persona) yang sangat sempurna, yang sesuai dengan tuntutan masyarakat sosial di sekitarnya.
Seorang "anak baik" dengan topeng sempurna itu, biasanya tumbuh dari keluarga yang disfungsional. Seringkali menjadi prioritas terbawah bahkan diabaikan.
Apakah dia menerima begitu saja? Ya memang dari luar terlihat begitu, namun sebenarnya ia terluka, hati dan mentalnya.
Lalu bagaimana cara agar "anak baik" ini menyadari bahwa apa yang selama ini ia yakini dan lakukan sebenarnya sangat destruktif terhadap dirinya sendiri?
Mari kita lihat bagaimana perjalanan si "anak baik" ini hingga menyadari bahwa dirinya tidak baik-baik saja



















