Spend Every Weekend Outside: Pasar Papringan, Temanggung
Kapan terakhir kali kalian pergi ke pasar tradisional?
Hmmm.....atau malah belum pernah sama sekali?
Di daerah Temanggung, tepatnya di Dusun Kelingan Desa Caruban, Kecamatan Kandangan. Kalo kalian tinggal di Semarang, maka perjalanan yang harus kalian tempuh kurang lebih sekitar 2 jam via Sumowono ke arah selatan. Kalau kalian ngerasa hilang arah tenang aja, pakai aja google maps bisa.
Jadi, kenapa musti pasar juga yang kita bahas? Eits, jangan salah. Pasar yang satu ini unik banget, namanya Pasar Papringan, yang adanya cuman di hari minggu wage aja which is cuman ada setiap empat puluh hari sekali. Nah, yang menjadikan pasar ini harus masuk ke bucketlist kalian adalah karena pasar papringan ini cuman ada di desa Caruban aja, nggak ada di tempat lain *yaiyalah*.
Di sini kalian bisa nemuin banyak hal, yang pastinya bisa banget bikin weekend kalian tambah seru. Kalian jangan bayangin pasar ini bakalan bau, panas dan kotor. Meskipun pasar papringan ini dibuka di lahan terbuka/outdoor tau lokasinya yang berada di tengah kebun bambu bikin suasana pasar jadi terasa adem, asri dan tetep cozy. Di sini kalian juga nggak bakalan nemuin plastik dan antek-anteknya karena panitia penyelenggara membuat pasar Papringan ini berorientasi pada alam-ramah lingkungan, pokoknya eco-friendly banget. Jika kalian berencana untuk berbelanja banyak tenang aja, Pasar papringan nyediain keranjang bambu sebagai ganti plastik.
Penampakan pintu masuk pasar papringan
Pasar ini menjual beragam perlengkapan tani dan berkebun loh, hasil kebun dan pertanian juga ada. Sesi sharing oleh petani lokal yang memberikan pengetahuan soal produk mereka dan sedikit sharing tips & trick buat yang baru memulai bertani juga ada. Informasi ini mereka bagikan gratis, jadi pas kalian masuk kalian akan disambut oleh pembawa acara di sebut-saja-pangung-meskipun-nggak-tinggi yang di sana bakalan ada bapak-bapak yang ngomong banyak soal dunia perkebunan dan pertanian. Informatif banget, jangan sampai kelewatan buat nanya-nanya juga ya, mereka welcome. Eh iya, kadang juga di spot ini di isi sama live akustik atau pertunjukan angklung juga. Seru nggak tuh?!
Nah selain itu, di Pasar Papringan juga kalian bisa temukan beberapa kerajinan dari warga setempat yang jangan sampai kelewatan juga. Ada tas, kaos, dompet dan kain khas temanggung yang pasti eco-friendly. Satu lagi, kalian juga bisa nemuin penjual radio kayu Magno yang hits banget udah sampai kemana-mana, cuman di pasar ini.
Salah satu produk pertanian lokal, gula aren organic. Ibunya yang jualan pakai bahasa Inggris loh
Sama seperti pasar-pasar traditional lainnya, pasar ini juga menyediakan lapak yang menjual beragam makanan dan jajanan tradidional khas. Di sini kalian bisa nemuin nasi jagung, rujak es krim, oseng jantung pisang, gemblong bakar, pecel gablok, aneka bubur, cenil, thiwul, gethuk lindri dan masih banyak lagi. Selain keranjang bambu, semua bungkus makanan juga terbuat dari daun pisang, kompor untuk memasak juga masih menggunakan arang yang dikipas manual. Iya, dikipas manual. Aneka jamu serta kopi robusta temanggung juga bisa kalian temuin di Pasar papringan. Kita tadi nyobain kopi yang di grinder langsung dan diseduh di tempat, buat yang pecinta kopi bagian ini jangan sampai kelewatan. Kita tadi nyobain robusta, rasanya khas kopi jawa yang pahit tanah, aroma yang kenceng dan after test yang tipis banget.
Secangkir kopi robusta temanggung, foamnya manggil-manggil
Eh iya, ada satu jajanan yang bikin penasaran kita buat cobain, salah satunya ini, Rangen. Sejenis kue dari adonan beras ketan, kelapa parut dan gula pasir yang dipanggang. Sekilas mirip seperti gandos yang sering bisa kita temuin di Semarang, bedanya adalah si ibu penjualnya menambahkan parutan kulit jeruk. Rasa manis gurih dan aroma bunt dari arang nyampur jadi satu sama bau khas citrus. Dimakan bareng kopi tubruk robusta Temanggung yang pahit. Aduhai sungguh weekend yang sempurna.
Ini namanya kueh rangen, gurih manis kayak kitalah pokoknya*ditabok jangkar kapal sam po kong*
Ibu penjual rangen sebelahan sama ibu penjual gemblong bakar, cobain juga ya. Rasanya nggak kalah sama jaddah manten.
Satunya lagi adalah rujak es krim, sebenernya sih dari namanya udah bisa dikenali kalo nanti di makanan ini bakal ada rujak sama es krim. Tapi yang bikin kita tertarik buat nyobain ini sebenernya karena penyajiannya yang unik. Pakai batok kelapa. Rujaknya sendiri udah enak sedap dengan bumbu kacang yang diuleg langsung ketika dipesan, yang bikin amazing lagi adalah perpaduan ras buah segarnya yang fresh dan es krim homemade yang dibuat dari santan. Bisa banyangin gimana rasanya ngelewatin weekend di Pasar Papringan? Segera agendakan!
kaos tumblesem, pengen juga? Tunggu open po nya ya
Oh iya, hal unik lainnya dari pasar ini semua transaksi menggunakan mata uang pring, uang ini terbuat dari bambu loh. Mata uang pring ini ada pecahan untuk satu pring, lima pring, sepuluh pring dan lima puluh pring. Masing-masing dihargai mulai dari seribu lima ribu, sepuluh ribu dan lima puluh ribu. Enaknya nih, kalau misal uang pring kalian masih sisa, kalian bisa menukarnya kembali ke uang rupiah, jadi jangan khawatir nukerin banyak di awal.
uang pring, kayak mainan ya lucu
Satu hal lagi, di luar area pasar kalian juga bisa nemuin rumah landak yang terbuat dari bambu, serta “playground” yang nyediain permainan traditional seperti enggrang, dakon, bakiak dan beberapa mainan tradisional lainnya. And last but not least semua penjual yang ada di pasar ini berasal dari desa sekitar, ini adaah bentuk dari pemberdayaan hasil bumi warga lokal. Jadi kalau udah dateng jangan lupa buat beli, jangan cuman foto-foto doang.
yang penasan cenil sama tiwul, bentuknya kayak gini. Rekomen buat dicobain. Per bungkus harnya cuman tiga pring aja
kalian suka tempe? Yang ini autentik dibungkus pakai daun pisang. Lebih gurih kata ibunya.
Rumah landak yang dibikin pakai materialnya full bambu. Dibangun di tengah kebun kopi
Tetap sehat tetap smeangat, Happy Weekend peeps!
*note: kalau kalian masih bingung dan pengen nanya-nanya, pasar papringan punya account intstagram, kepoin aja di @pasarpapringan