Ka choqi, aku mau tanya.. sejak kapan kakak menemukan passion kk? Dan mengapa memilih itu? krn masuk ke umur 20thn jd makin kepikiran masa depan T.T
Hmm, kapan yah menemukan passion? Saya pikir saya menemukan passion saya di beberapa waktu.
Ketika saya SMA, saya menemukan passion saya di bidang musik. Bermain musik, ngeband, dan lainnya yang senada seperti itu, selalu membuat saya senang.
Ketika saya masuk kuliah, saya menemukan passion saya di bidang Public Speaking. Karena saya terpilih memegang amanah, maka posisi tersebut memaksa saya untuk bisa berbicara di depan public. Akhirnya, saya menyenangi dunia MC dan berbagai hal yang sama.
Ketika saya di pertengahan kuliah juga, saya menemunkan passion saya dalam bidang menulis. Kala itu saya iseng-iseng menulis, dan menyenangkan sekali ternyata. Akhirnya, saya menyenangi dunia menulis, karena disana adalah tempat berbagi ilmu yang baik.
Dan masih banyak hal lain yang saya temukan, mulai dari mengajar, membuat komunitas, itu semua adalah hal yang juga menjadi passion saya. Boleh bagi kita, memiliki banyak passion, tapi ada hal yang perlu diingat.
Setelah menemukan passion, justru kembali pada pertanyaan, Apa visi hidup kita?
Stephen R. Covey dalam bukunya 7 Habits, mengatakan bahwa kita harus “Begin with the end”, atau memulai dengan akhir. Maksudnya, apa yang kita lakukan sekarang, itu memang menuju visi hidup kita.
Visi hidup bukan tentang Profesi/jabatan/posisi apa yang mau kita miliki ataupun dapatkan. Tapi apa hal yang ingin dilakukan dan seberapa besar dampaknya.
Ada orang yang memiliki visi menjadi seorang yang mampu bersedekah dengan banyak, maka ia bisa menjadi pengusaha jika passionnya di bisnis, bisa menjadi karyawan jika passionya di profesional, bisa menjadi pemiliki yayasan jika passionnya di ilmu sosial, dia bisa menjadi apapun, sesuai dengan passion yang dia miliki.
Dengan memiliki visi yang besar, maka apapun passion yang kita pilih, sesungguhnya kita takkan keluar jalur.
Yang sulit adalah, kita menjalankan segala hal karena merasa ada kesempatan, padahal kesempatan itu tidak sama sekali membawa kita pada visi hidup kita.
Jangan pernah ketakutan dalam menolak kesempatan yang ada. Karena sesungguhnya, kesempatan yang datang itu jauh lebih banyak daripada waktu yang kita miliki. Jika kita ambil semua kesempatan, bisa-bisa kita melupakan visi besar kita. Dan kita menjalani hidup dikarekanan sebuah kondisi, bukan menjalani hidup karena pilihan kita sendiri.
Pertanyaan ini juga menjawab pertanyaan senada tentang Passion, serta visi hidup.
Semoga menjawab ya @mahfuzhah. salam kenal, dan izin follow akunmu yah :)