Setelah pekerjaanmu selesai, berjanjilah bahwa pelukanku adalah alasan terbesarmu untuk lekas pulang ,,
seen from United States
seen from South Korea
seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Thailand
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
Setelah pekerjaanmu selesai, berjanjilah bahwa pelukanku adalah alasan terbesarmu untuk lekas pulang ,,
Kadang aku tak tahu maksud dan tujuanmu apa Datang tiba-tiba ketika hati mulai hilang rasa Dan dirimu terus menerus meyakinkan rasa Seolah memang pantas rasa itu ada Namun setelah rasa itu kembali ada Dirimu hilang mengabaikan rasa.
/Lapang/
beberapa hal yang sudah kita rencanakan terkadang memang tidak terjadi seperti apa yang kita inginkan. beberapa perasaan yang kita rasakan kadang juga tidak terbalas seperti apa yang kita harapkan.
menuntut orang lain untuk memenuhi harapan kita bukanlah suatu hal yang benar, begintupun memaksa seseorang untuk membalas perasaan bukanlah hal yang baik.
kadang kita hanya perlu ikhlas, merenungkan segala harapan kemudian berdamai ketika itu tidak kita dapatkan, menjadi lapang ketika kita mampu ikhlas terhadap apa yang tidak semesta berikan pada kita.
Ketika kau menemukan orang yang dapat memahamimu tanpa mempermasalahkan segala kekuranganmu, maka jagalah dia.
"Kok jadi ganteng sih?"
Kata kata yang biasa keluar, setelah ketemu sama mantan di satu acara. Tapi ga jarang kata itu muncul setelah liat snapgram atau setelah kepoin akunnya.
Pas dulu pacaran, rasanya ko biasa aja ya? Kenapa sekarang jadi kaya bening gitu? Trus diliat liat kaya ada manis manisnya gitu deh? Ughhhh... meleleh deh. EITS! BENTAR!! biasanya setelah ngomentar kaya gitu, mulai muncul rasa ego hihi. "Ih gak deh sorry sorry!" Atau malah kepoin akun dia lewat instagram temen.
Yasss apapun itu, intinya. Kadang kita suka ga syukur sama apa yang kita punya. Udh punya yang jelas, eh malah liat yang sebelah lebih ok. Akhirnya pindah deh, setelah pindah ternyata lebih nyaman sama yang dulu? Hmm, jadi gimana ya? Ok ok, Yauda baek baek! jalanin aja dulu ya. Walau gak tau tuh, jalannya sampe mana? hahaha. 🙈
M A A F
Maaf jika aku tidak tahu duka dan lara mu
Maaf jika yang aku bisa hanya menggerutu dan menyalahkan
Maaf jika harapanku dan cemas ku malah mengganggu dirimu
Maaf jika terkadang aku lupa dengan masa depan yang sedang kau perjuangkan
Sekali lagi, maaf atas kesalahan yang tidak aku sadari dan telah aku perbuat.
Anggara Kasih, 04 Februari 2020
Aku tak tau, mengapa aku masih saja memikirkanmu. Masih seringkali menyebut namamu, masih selalu saja mengenangmu. Diam-diam aku masih memperhatikan sosial mediamu, memastikan bahwa kamu baik-baik saja, selain itu juga memastikan bahwa kamu tidak bersama orang lain saat ini, yang jika diartikan, sama halnya memastikan bahwa aku baik-baik saja.
Pernah sekali aku sakit, ketika melihat ada salah satu akun tersemat inisial namamu didalamnya. Dan ketika itu dengan emosi yang menggebu aku harus berusaha mengikhlaskanmu dengan paksa. Kau tau? Itu menyakitkan. Mengikhlaskan orang yang masih sangat berharga untuk bersama orang lain? Siapa yang tidak merasakan sakit? Aku kembali retak. Aku kembali patah.
Namun hal itu tidak berlangsung lama. Hatiku kembali membaik, setelah mengetahui bahwa inisial namamu tak lagi tersemat didalam akunnya. Kembali aku tersenyum. "Ternyata kamu masih sama saja. Masih sering memainkan perasaan perempuan. Kasihan perempuan itu, ternyata nasibnya sama denganku" kataku pada diri sendiri.
Kadang aku heran, mengapa masih saja mengharapkanmu untuk kembali lagi suatu saat nanti? Mengapa aku masih berharap kamu untuk menjadi masa depanku? Padahal sudah jelas, kamu tidak mau kembali. Hahhh aku yang melepasmu, aku juga yang memikirkan kamu. Hampir setiap hari. Hampir setiap jam. Hampir setiap saat. Yaa, aku masih belum mampu menghapus namamu, kenanganmu, dan juga rasaku.
Sebelumnya aku tak pernah sejatuh ini pada seorang lelaki. Aku tau, rasa ini salah. Bukan, bukan rasa ini maksudku. Rasa ini benar, namun waktunya yang kurang tepat. "Hai, aku rindu" inginku teriakkan kata itu padamu. Maafkan aku yang masih saja mengharapkanmu. Akan kusimpan rapih rasa itu. Dariku yang masih dan ingin kamu kembali (suatu saat nanti).
___________________________________________________
nurlinaismawati//Pojok Kota, 11 September 2019
__________________________________________________________
-
Hanya ingin memastikan, pantaskah kau kuperjuangkan?