Kata ketaatan: permisi duluan ya. Eh, bukannya ikut duluan kitanya malah berhenti, nemenin cinta yang tertinggal di belakang 😔
occasionally subtle
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Andulka

❣ Chile in a Photography ❣
sheepfilms
Three Goblin Art
$LAYYYTER
Game of Thrones Daily
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
untitled

JVL
h

ellievsbear

Kiana Khansmith
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Love Begins
trying on a metaphor
Xuebing Du
Claire Keane
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from United States

seen from Brazil
seen from Germany

seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from Japan

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Poland
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@upeee
Kata ketaatan: permisi duluan ya. Eh, bukannya ikut duluan kitanya malah berhenti, nemenin cinta yang tertinggal di belakang 😔
Mas Ridwan.
Kadang masih suka gk nyangka km sekarang suami aku hehehe
Dulu jadi istri km, selalu jadi harapan aku.
Allah baik bgt.
Dulu aku selalu doa semoga bisa punya suami kaya babeh, sayangnya, cinta dan perhatian dia sama keluarga. Dan skrg aku punya km, versi terbaik yg allah kasih buat jadi imam dihidup aku.
Banyak hal yg mau aku tulis disini. Cuma ya gitu suka lupa. Suka ke skip gitu aja.
Maaf yaaaaa.
Terimakasih sudah selalu berusaha menjadi suami yg baik, sabar dan menyenangkan. Setiap hari ada aja tingkah km yg bikin aku kesel, mau marah tp gk bisa yg ada dibikin ketawa.
Sehat selalu suamiku.
Panjang umurnya, biar kita bisa terus sama2 sampe tua nanti. Aamiin
Gpp skrg dicuekin nanti juga baik sendiri.
Bukan soal siapa yang bisa, tapi soal siapa yang mau memulai.
Rasa-rasanya mengubah pasangan sesuai inginnya kita adalah pelajaran tersulit. Dan bisa jadi ini mustahil, kecil kemungkinannya.
Ada sih yang bisa, tapi seringkali seseorang berubah karena terpaksa atau karena rasa takut.
"Kalau kamu engga nurut sama aku, nanti aku tinggalin. Pake bajunya ini aja, aku ga suka liat kamu pake itu"
Dan masih banyak lagi tuntutan ini itu, supaya pasangan bisa sesuai ekspektasi kita. Bisa sih bisa, tapi dalam hati kesal.
Alih-alih menuntut banyak dari pasangan, sebenarnya kita adalah cermin buat masing-masing.
Kalau kita bisa redam emosi kita, kita biasa ngomong baik-baik. Kita mau nyoba menyampaikan sesuatu pelan-pelan. Masa sih pasangan juga mau marah-marah kalau ngomong.
Kalau kita mau berusaha lebih capek, berusaha sedikit lebih keras. Masa iya sih pasangan engga mau bantu ringanin beban kita?
Kalau kita mau lebih sayang keluarganya, mau lebih dekat, dan keliatan usahanya buat berbakti. Masa iya pasangan juga mau cuek-cuek aja sama keluarga kita.
Engga mungkin kan?
Siapa yang bakal diam aja, ketika hatinya sudah tersentuh?
Jodoh itu mirip, tapi bukan berati mirip mukanya. Bukan berati sikap bawaannya juga sama. Tapi mereka menjadi cermin yang saling memantul.
Akan menjadi mirip ketika mereka sama-sama belajar memperbaiki sikapnya sendiri. Menjadi contoh yang baik, bagi pasangannya sendiri.
Pohon rindang memang menyejukan, tetapi dibalik sejuknya pohon itu, ada yang sudah sejak lama merawatnya.
—ibnufir
Ego
Bersabarlah.
Kau perlu tau, wanita yang tengah coba kau cintai itu, dulu juga pernah sangat mencintai seseorang sebelum kemudian ia ditinggalkan pergi menjadi kepingan yang jauh lebih kecil dari patah hati - patah hati yang sebelumnya.
Ia pernah menjadi wanita yang mudah percaya, sebelum pada akhirnya ia dikhianati oleh orang yang paling ia percaya.
Ia pernah menjadi wanita yang berani untuk mengambil langkah, sebelum pada akhirnya ia ditinggalkan sendiri setelah mengorbankan semuanya.
Ia pernah menjadi wanita yang begitu ceria, sebelum pada akhirnya seseorang mengambil separuh tawanya. Separuh jiwanya.
Jadi, jika ia kerap sulit untuk membuka hati, sulit untuk percaya lagi, tak kunjung memilihmu padahal kau selalu ada untuknya, mengertilah. Ia juga tengah berusaha dengan cara mencoba meski berkali-kali kenangan buruk terus saja membuatnya kembali tak bisa. Ia juga sebenarnya ingin, tapi ada tembok tinggi yang membentengi hatinya. Ia terkurung di sana, dan tugasmu untuk mendobraknya.
Ia tidak egois. Ia hanya tak ingin mengulang kesalahan yang sama. Namun jika kau memaksa agar ia mencintaimu, atau bahkan memandang sebelah mata karena ia tak kunjung bisa melangkah dari segala luka masa lalunya itu,
Mengertilah; Kau yang sejatinya egois di sini.
Aku mencintaimu dengan menggadaikan bahagiaku yang sudah diberi Tuhan. Jadi, tolong Tuan, ketika kau sudah tidak lagi mencintai aku, kembalikan bahagiaku beserta tangisnya dengan baik.
Jika memang tak sanggup, jangan kau pinjam bahagia ini untuk memenuhi egomu. Walaupun hanya sedikit, kau tau bagaimana aku jika sedang mencinta?
Ya, aku rela memberi semua bahagia itu meski aku tak lagi punya.
Jangan Pukul!
“Seumur hidup, Bapak tidak pernah memukul anak perempuan bapak ini. Kalau sampai nanti kamu memukulnya. Bapak akan ambil paksa anak bapak darimu gimanapun caranya!”
Kemarin sore, ketika naik mobil. Saya dan istri saya, Apik, lagi bercerita soal banyak hal termasuk cerita-cerita tentang rumah tangga teman kami yang berliku-liku. Kemudian, Apik mengingat soal kalimat bapaknya yang juga kuingat baik-baik waktu dulu mau melamar Apik. Sebenarnya kalimatnya lebih panjang, tidak hanya soal pukul-memukul, tapi juga kalau tujuan rumah tangga kami udah tidak benar, atau aku berbuat kriminal, dsb. Istri akan diambil oleh keluarganya lagi.
Saya melihat dua anak perempuanku yang sedang duduk di bangku belakang. Lalu berpikir, kalau jadi bapak dan anakku mau nikah nanti. Hal yang sama akan kusampaikan ke siapapun lelaki yang akan menjadi pasangan hidupnya nanti. Kalau sampai mereka berani menyakiti anakku, memukulnya, melakukan kejahatan baik perkataan maupun fisik, apalagi sampai menelantarkannya, atau membawa anakku ke tujuan yang tidak benar. Anakku akan kuambil paksa, bagaimanapun caranya! Anak perempuan yang sudah kebesarkan dari kecil, kurawat dengan baik, tidak pernah kupukul, eh ada laki-laki lain yang berani memukulnya. Tentu tidak akan kubiarkan.
Saya mendapati, dalam beberapa permasalahan rumah tangga orang lain yang kudapatkan. Ada banyak sekali rumah tangga muda yang disfungsi, suaminya melakukan KDRT, atau rumah tangganya dibawa sekte/aliran sesat atau kelompok2 ekstrem. Dan ketika anaknya meminta pertolongan orang tuanya, orang tuanya justru menyuruh anaknya untuk bertahan dan bersabar dalam pernikahannya yang penuh kekerasan. Atau orang tuanya justru lebih sibuk memikirkan nama baik keluarga, malu kalau anaknya jadi janda/duda di usia muda, takut citranya rusak karena telah gagal mengantarkan anak ke jenjang rumah tangga. Saya tidak akan menjadi orang tua yang seperti itu untuk anak-anakku nanti.
Alih-alih memasang badan, melindungi anaknya, menyelamatkan nyawa dan agamanya. Beberapa orang tua justru sibuk menyelamatkan nama baiknya sendiri dan keluarganya. Tidak bisa dan tidak sanggup menerima kenyataan bahwa anaknya berada dalam sebuah rumah tangga rusak. Setiap hari harus menanggung beban mental, beban fisik. Menahan makian, hinaan, pukulan, dan lainnya. Jangan ya, jangan kita jadi orang tua yang seperti itu untuk anak-anak kita nanti. Kalau kita ditakdirkan mengalami hal seburuk itu, mudah-mudahan orang tua kita masih menjadi orang tua yang selalu menjaga kita, kita masih punya tempat pulang dan berlindung di dunia ini. Punya orang yang kita percaya bahwa akan aman jika kembali kepadanya. Saya dan istri tak henti-hentinya bersyukur, sebab rumah tangga kami tidak hanya dijaga oleh kami, tapi juga oleh orang-orang terdekat. Mudah-mudahan, teman-teman di sini, diberikan rezeki pasangan yang baik seperti kata nabi, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku.” (HR Tirmidzi). Pernikahan itu bukan hal yang mudah, tapi memiliki pasangan yang baik benar-benar akan memudahkan kita dalam menjalani pernikahan tsb. Insyaallah. ©kurniawangunadi
Aku cuma butuh dipelukkk
Bebal
Kalau Tuhan sudah memberikan pertanda secara terang benderang dan kita masih saja bebal karena masih terus menerus bertanya maksudnya, barangkali yang selama ini membuat hidup kita kesulitan adalah diri kita sendiri. Yang membuat hidup kita berantakan, juga diri kita sendiri. Tapi, saking bebalnya. Kita masih saja menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan atas jalan hidup yang kita tempuh. ©kurniawangunadi
Sakit sekali rasanya hatiku saat tau kenyataan yg ada. Bagimu mungkin hal sepele. Bagimu mungkin aku berlebihan. Tp bagiku tidak.
Aku merasa begitu tidak berharga dan tak punya arti apa2. Mungkin memang harus hilang dulu, harus pergi dulu baru km tau bagaimana rasanya.
Aku tidak marah. Tidak juga benci. Hatiku hanya tersasa perih untuk kesekian kalinya. Atau mungkin bagimu, aku pantas diperlakukan begitu. Entahlah.
Aku kehilangan arah, tak punya lagi kuasa. Terserah, apapun yg km lakukan aku hanya akan menerima tanpa banyak tanya.
“Sesekali aku ingin dicemburuimu olehmu. Agar aku juga bisa merasa bahwa ternyata kau takut untuk kehilanganku juga.”
— (via mbeeer)
Hujan diluar basahnya dihati dan pipiku.
Ya allah.
Orang yang mempersulit hidup orang biasanya juga akan dipersulit orang lain.
Taufik Aulia
Bukan tentang seberapa besar hal-hal yang kita terima, tetapi tentang seberapa besar hati kita untuk mampu bersyukur menerima.
Karena ketika kita memiliki syukur, bukankah kita telah memiliki segalanya?
Ikhlaskan maka hatimu akan tenang :))
“Kuharap ada namaku kau sebut dalam tiap doa-doa rahasia yang hanya kau bicarakan dengan Tuhan. Tentang sebuah hari di mana kita bisa saling mencintai tanpa harus menyakiti hati yang lain.”
— (via mbeeer)
“Bantu doaku. Berdoalah pada Tuhanmu. Jika memang kita diam-diam saling sayang, doakanlah untuk ada jalan.”
— (via mbeeer)