Lomba yang paling melelahkan adalah lomba mengejar dunia, sejauh apapun kamu berlari finishnya adalah kematian.
——Jangan lupakan finish yang 1 ini ya sitti🔖
Three Goblin Art

Andulka

roma★

Origami Around
$LAYYYTER
macklin celebrini has autism
Peter Solarz
taylor price
Cosimo Galluzzi

shark vs the universe

No title available
Monterey Bay Aquarium
noise dept.

No title available
we're not kids anymore.
Show & Tell
tumblr dot com

izzy's playlists!
Sade Olutola
Cosmic Funnies

seen from Finland
seen from France
seen from Jordan
seen from Morocco
seen from Saudi Arabia
seen from Brazil

seen from Kenya

seen from United States
seen from Poland

seen from Argentina

seen from United States
seen from United States

seen from T1

seen from United States

seen from Senegal

seen from Greece

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ursisterin-deen
Lomba yang paling melelahkan adalah lomba mengejar dunia, sejauh apapun kamu berlari finishnya adalah kematian.
——Jangan lupakan finish yang 1 ini ya sitti🔖
Dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.
Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya.
Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya, dan ia pun akan dimintai pertanggungjawabannya. Seorang budak juga pemimpin atas harta tuannya dan ia juga akan dimintai pertanggungjawabannya.
Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya."
sebuah amanah baru yang sangat berat, ya Rabb yang Maha Hidup yang Maha Berdiri Sendiri tak membutuhkan segala sesuatu apapun, berikanlah pertolongan atas setiap amanah yang telah sampai pada diri kami agar kami bisa menjalankan amanah tersebut dengan baik..
———Ruang kamar, tanggal 29 jumadil akhir•
Sakit itu
Ketika hatimu dikhianati oleh dirimu sendiri. hatimu menginginkan takwa, namun dirimu masih sibuk dengan urusan duniawi.
Hatimu menginginkan berdiam dirumah sebagaimana fitrahnya wanita, namun dirimu masih tetap berkeliaran di luar rumah untuk pekerjaan duniawi.
Allahummaghfirli ya Rabb🍂
Bila kamu sedang bimbang, diantara bertahan atau pergi, maka pilihlah pergi supaya kamu tidak repot mencari-cari alasan mengapa harus bertahan.
Walaupun akan begitu banyak yang menyalahkanmu, setidaknya kamu benar. Kamu ingin pergi karena Allah, bukan karena siapapun. Dan kamu akan membuktikannya.
Biarlah waktu yang menjawab, bahwasanya pilihanmu itu memang tepat. Kamu tidak akan menyesal, percayalah aku.
Ku beritahu sesuatu.
Sesuatu hal buruk yang kamu tinggalkan, yang kau relakan hanya karena Allah, sekalipun kamu masih berbuat dosa, tetap akan Allah ganti dengan yang jauh lebih baik. Setidaknya, kamu telah berniat dan berusaha. Allah yang lihat usahamu, bukan orang lain. Jangan dengarkan apa kata orang.
Yakinlah, bahwasanya sesuatu yang baik itu dimulai dari permulaan yang baik pula. Maka pilihlah sesuatu yang diridhoi Allah.
Tapi jangan berharap bahwa jalan yang kau lalui akan begitu mudah. Sulit. Aku tidak akan berbohong kepadamu. Banyak sekali rintangannya, banyak sekali ujiannya, tapi dalam semua duri itu, ada janji Allah yang akan perlahan menghapuskan dosa kita.
Begitulah Allah yang Maha Adil. Ia tidak memberikan ujian melainkan akan memberikan hiburan kepada hamba-Nya.
Bila kamu masih saja ragu karena sudah terlalu lama bergantung. Kamu tau bahwa bergantung pada sesuatu yang salah itu perlahan akan rapuh juga? Bagaimana caranya bertahan bila kamu bertahan pada sesuatu yang tidak mengetahui apa apa, sementara Allah adalah Yang Maha Mengetahui?
Kuasa-Nya akan mengalahkan rencanamu.
Tanya lagi hatimu, kamu masih mau bertahan karena apa? Bila itu bukan sesuatu yang tidak mendekatkanmu kepada Allah, lepaskanlah. Dan kalau sesuatu itu adalah yang kamu anggap sebuah ibadah, maka seharusnya ia tidak akan membuatmu bergantung kepada sebuah ketidakpastian.
8 Hal Agar Menghafal Al- Qur’an Terasa Nikmat
Berikut ini adalah 8 hal yang insyAllah membuat kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini kami dapatkan dari Ust. Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 19 hari (setoran) dan 56 hari untuk melancarkan. Tapi uniknya, beliau mengajak kita untuk berlama-lama dalam menghafal.
Pernah beliau menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantren beliau.
“Ustadz, menghafal di tempat antum tuh berapa lama untuk bisa hatam?”
“Sumur hidup” Jawab Ust. Deden dengan santai.
Meski bingung, Ibu itu tanya lagi “Targetnya ustadz?”
“Targetnya Husnul Khotimah, mati dalam keadaan punya hafalan” Jawab ust. Deden.
“Mmm.. kalo pencapaiannya ustadz?” Ibu itu terus bertanya.
“Pencapaiannya adalah dekat dengan Allah” Kata Ust. Deden.
Menggelitik, tapi sarat makna. Prinsip beliau: “CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN”
(Sebelum membaca lebih jauh, saya harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu satu jam per hari khusus untuk Qur’an. Kapanpun itu, yg penting durasi satu jam)
Mau tahu lebih lanjut? Yuk, kita pelajari 8 prinsip dari beliau beserta sedikit penjelasan dari saya.
1. Menghafal tidak harus hafal. Allah memberi kemampuan menghafal dan mengingat yg berbeda2 pada tiap orang. Bahkan imam besar dalam ilmu qiroat, guru dari Hafs -yg mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun. Target menghafal kita bukanlah ‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yg sudah kita agendakan HANYA untuk menghafal.
2. Menghafal Al-Qur’an bukan untuk diburu-buru. Juga bukan untuk ditunda-tunda. Kalau kita sudah menetapkan durasi, bahwa dari jam 6 sampai jam 7 adalah waktu untuk menghafal misalnya. Maka, berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah. Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat-saat dimana kita bercengkrama dengan Allah. Satu jam lho! Untuk urusan duniawi aja 8 jam betah, hehe. Toh 1 huruf 10 pahala bukan? So, jangan buru-buru. Tapi, ingat! Juga bukan untuk ditunda-tunda. Habiskan saja durasi menghafal secara ‘pas’.
3. Menghafal bukan untuk khatam. Tapi, untuk setia bersama Al-Qur’an. Kondisi hati yang tepat dalam menghafal adalah bersyukur, bukan bersabar. Tapi kita sering mendengar kalimat “Menghafal emang kudu sabar”. Iya kan? Sebenarnya nggak salah, hanya kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita, yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam). Bukankah di awal surat Thoha Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan Bukan sebagai beban? Untuk apa khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.
4. Senang dirindukan ayat. Ayat-ayat yg sudah kita baca berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, tuh ayat sebenarnya lagi kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba dibaca arti dan tafsirnya. Bisa jadi tuh ayat adalah ‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak hafal-hafal, senanglah jadi orang yg dirindukan ayat.
5. Memnghafal sesuap-sesuap. Nikmatnya suatu makanan itu terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang. Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake sendok nasi (entong) bikin muntah karena terlalu banyak. Menghafalpun demikian. Jika “amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “amma” diulang-ulang, jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “anin nabail adzim”. Kemudian diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. Fokus pada perbedaan. Abaikan persamaan. “Fabi ayyi alaa’i rabbikuma tukadz dziban” jika kita hafal 1 ayat ini, 1 saja! maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat yg ada di surat Ar-Rahman. Sudah hampir separuh surat kita hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. Mengutamakan durasi. Seperti yang dijelaskan di atas, komitmenlah pada durasi. Bukan pada jumlah ayat yg akan dihafal. Ibarat argo taksi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap. Serahkan 1 jam kita pada Allah. Syukur-syukur bisa lebih dari 1 jam. 1 jam itu gak sampe 5 persen dari total waktu kita dalam sehari. 5 persen untuk Qur’an!
8. Pastikan ayatnya bertajwid. Cari guru yang bisa mengoreksi bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yg ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang sebenarnya). Jangan dibiasakan otodidak untuk Al-Qur’an. Dalam hal apapun yg berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi, apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
NB: setiap point dari 1 – 8 saling terkait. Semoga bermanfaat, niat kami hanya ingin berbagi. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal. Kami yakin ada yg tidak setuju dengan uraian di atas, pro-kontra hal yg wajar karena setiap kepala punya pikiran dan setiap hati punya perasaan. Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama-lama berkutat dalam mencari-cari metode menghafal yang cocok dan pas, dewasa ini banyak buku ataupun modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yg marketable. Percayalah, satu metode itu untuk satu orang, si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B. Karena si B cocok dengan metode Y. dan yakini sepenuhnya dalam hati bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU METODE. Satu lagi, seringkali teman kita menakut-nakuti.
“Jangan ngafal, awas lho, kalo lupa dosa besar”
Hey! Yang dosa itu MELUPAKAN, bukan LUPA.
Imam masjidil Harom pernah lupa sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar? Oke ya, semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Aamiin. Selamat menghafal!
(Catatan dari Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al Quran bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah; 7/6/‘15) - bersama Ustadzuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al H [disingkat oleh WhatsApp]
Masyaa Allaah🍂🖤
Beberapa jam menuju hari senin, beberapa jam harus memulai lagi aktivitas yang tak disenangi oleh hati. Semoga cepat berakhir.
11:30 PM
Bisakah aku di rumah saja? membantu mu membereskan segala hal pekerjaan rumah.
Bisakah aku di rumah saja? belajar dari mu cara mengurus rumah tangga.
Bisakah aku di rumah saja? menjaga diri agar tak ada fitnah.
Bisakah aku di rumah saja?
Bukankah sebaik-baiknya tempat wanita adalah di rumahnya?
Jangan pernah putus asa!
jangan lelah berdoa, walaupun mimpimu danggap sederhana, sesederhana ingin kembali kerumah dan tidak bekerja diluar. sesederhana ingin di restui oleh orang tua, untuk berhenti bekerja dan membantu mereka saja dirumah. jangan bosan melangitkan mimpimu, walaupun mimpimu dianggap sederhana dan remeh di mata manusia.
Ternate, 20 Djumadil Akhir 1440
PESAN-PESAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR'AN
° Ucapkanlah Hamdalah dan bersegeralah tidur setelah target hafalan pada hari itu tercapai.
° Kurangi berbicara yang tidak ada manfaatnya (hindari nongkrong, ngumpul atau ngobrol yang kurang bermanfaat)
>> Untuk para laki-laki, banyakin ke masjid untuk menambah hafalan ataupun muroja'ah. Lebih baik lagi jika ditemani seorang kawan untuk mengecek bacaan yang telah dihafal.
>> Untuk para wanita banyakin di rumahnya jika ingin menambah hafalan. Sebab rumah adalah tempat terbaik untuk para wanita.
° Jika hafalan masih terbata-bata, masih belum lancar. Maka jangan lelah untuk diulang dan diulang. Jangan pernah berpikir untuk mengganti ayat ataupun menambah hafalan. Terus menerus, sampai benar-benar lancar, sampai benar-benar hafal. Sampai kamu bisa melantunkan ayat itu sambil benerin kipas angin, cuci baju, atau mengerjakan tugas kalau lagi suntuk ataupun kegiatan lainnya.
° Jangan lupa makanannya diperhatikan. Selain baik, juga diperhatikan kehalalannya. Jangan mudah makan-makanan yang belum jelas asal usul kepemilikannya. (Contoh: ada makanan di meja belajar adik, tidak tahu milik siapa asal dimakan saja yang penting kenyang. Ini perlu tahu sumber makanannya darimana dan punya siapa)
° Jika dalam proses menghafal bisa di siapkan camilan dan air putih saat selesai hafalan. Karena biasanya habis selesai menghafal perut sering tidak bisa diajak kompromi. Maka tunaikanlah haknya meski hanya dengan segelas air putih.
>> Jika ada target. Misalnya ada target dari ma'had sehari ziyadah 1 lembar atau rapel seminggu 7-8 lembar. Maka kita harus lebih dari target. Mungkin untuk seharinya bisa 1,5 lembar atau 1 lembar lebih dua ayat dan untuk seminggu bisa 9 lembar.
° Jangan bilang tidak bisa. Harus bisa!! Ubah pola pikir. Menghafal itu tidak sulit, yang sulit itu jika kita sudah patah dengan semangat kita.
° Kalau lagi futur bagaimana? Nah ini… Kalau lagi futur dan malas untuk menghafal, maka rehatlah sejenak. Malas itu wajar, futur itu pasti akan menyapa. Tapi jangan dibiarkan berlarut-larut. Istirahat sejenak, lalu bergegas kembali.
Ingat-ingatlah komitmen awal dalam mengghafal, dan cambuk diri sendiri serta bertanya, apakah Al-Qur'an sudah mulai bosan dengan kita sehingga hati kita dibuat futur ketika memperjuangkannya?
° Dan terakhir yang tidak kalah penting. Terakhir berdoalah. Perbanyaklah berdoa, mintalah untuk diberi ketetapan dan kekuatan untuk selalu membersamai dan menjaga Al-Qur'an apapun kondisi kita nantinya. Apapun kesulitan yang kita alami kedepannya. Semoga Al-Qur'an berkenan untuk kita jaga dan bersamai.
*catatan untuk kalian yang super duper sibuk dengan seabrek kegiatan namun masih ingin menghafal dan memperjuangin Al-Qur'an.
📝 Cobalah untuk tidak pernah lupa membawa Al-Qur'an.
📝 Cobalah untuk membaca Al-Qur'an ketika tidak sedang mengerjakan kesibukan (artinya daripada stalking gak jelas, mending gadget ditaruh. Ambil Al-Qur'annya kemudian dibaca).
📝 Cobalah untuk menghafal minimal satu hari ½ halaman. Jika dirasa berat cobalah satu hari menghafal lima ayat. Jika dirasa masih berat lagi, cobalah satu hari menghafal satu ayat . Tapi jika dirasa masih berat. Cobalah bertanya pada diri sendiri, “SERIUS GAK SIH BUAT MENGHAFAL AL-QUR'AN?”
Semoga tips kecil ini bermanfaat..
©Ibn Syams (Self Reminder)
Maasyaa Allaah Tabarakallah
Bisakah aku di rumah saja? membantu mu membereskan segala hal pekerjaan rumah.
Bisakah aku di rumah saja? belajar dari mu cara mengurus rumah tangga.
Bisakah aku di rumah saja? menjaga diri agar tak ada fitnah.
Bisakah aku di rumah saja?
Bukankah sebaik-baiknya tempat wanita adalah di rumahnya?
Mas, om, bang quraners dulu awal mau belajar qur'annya sampai niat mau hapal qur'an karena apa? coba diceritain gitu mas kali aja bisa jadi inspirasi hehe. saya mau hapal Qur'an ini dari dulu niat aja tapi pengaplikasiannya kayak siput.. lelet. terima kasih sebelumnyaa
(Self Reminder)
Hendaknya seseorang yang akan belajar Al-Qur’an, menjaga, memahami, mengamalkan memperhatikan niatan awalnya. Karena kemurnian dan kesungguhan niat adalah satu hal yang menyebabkan Allah ridha dan mengizinkan kita untuk meraihnya.
Ada banyak hal yang bisa jadi niatan kita untuk mulai menjaga Al-Qur’an, meski baru ayat demi ayat.
Di yaumil akhir nanti, salah satu pertanyaan yang akan kita hadapi adalah..
“Untuk apa masa mudamu?”Meski banyak pilihan kebaikan yang bisa kita lakukan di masa muda, maka saat itu tidakkah kita ingin menyertakan salah satu jawabannya dengan,“Telah ku gunakan masa muda, masa sehat, masa hidup di dunia yang engkau berikan kepadaku untuk menjaga Al-Qur’an ya Rabb…”
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا“Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya pada hari kiamat ia datang memberi syafa'at.
Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga Allah memberi anggota keluarganya syafa’at lantaran Al-Qur’an. Maka jika ditanya,
“Bagaimana caramu berbakti dan mencintai kedua orang tuamu?”
Semoga kita bisa menjawab,
“Aku mencintai ayah dan ibuku dengan Al-Qur’an. Agar kelak jika tiba masanya hari dimana harta benda tak lagi berguna, semoga Allah memberikan ayah ibuku mahkota cahaya serta syafa’at yang akan memudahkan urusan mereka di akhirat nanti. Karena salah satu birrul walidain terbaik adalah dengan menghafal Al-Qur’an, semoga itu jadi bukti bahwa aku mencintai ayah dan ibuku, beserta keluargaku dengan cinta yang hanya Allah saja yang tau dan bisa menghitung seberapa dalamnya…”
Carilah guru yang akan membimbing kita dan mengajarkan kita tentang bagaimana caranya mencintai Al-Qur’an, semoga dengan perantaraannya Allah berkenan menjaga selalu niat itu.
Semoga Allah memilih kita sebagai salah satu keluargaNya, Ahlullah, Ahlul Qur’an.
Quraners
Semangat dan perjuangan kita dalam menuntut ilmu tidak apa apanya dengan para salafus shalih. ilmu para salafus shalih ada pada dada dan hati mereka. sedangkan kita? ada pada gadget dan lembaran buku. lalu apa yang membuat kita malas melangkahkan kaki ke majelis ilmu? dan merasa hebat dan cukup dengan ilmu kita?
Terus memperbarui niat dan lawan futur.
Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.
Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.
Jangan kasih kendor :D
#disclaimer ini bukan tulisanku ya :) semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya Aamiiin
Noted :)
Keluarkan aku dari aku.
keluarkan aku dari aku.
aku, dengan hidupku yang tidak sesuai aturan-Mu.
aku, dengan segala ambisi duniaku yang tidak sesuai dengan yang Engkau perintahkan.
Alhamdulillah, tumblr kembali berasa dipertemukan dengan sahabat lama.
Setiap pagi mulai datang, hati terasa berat. karena harus memulai langkah memasuki area yang tidak nyaman dirasa oleh hati.
Area dimana kaki melangkah ke tempat yang tak disenangi hati.
Area dimana membawa diri ini ke tempat yang rasanya; "sangat asing" dalam hampir 2 bulan ini.