Aku di negara korupsi
Para pemimpin dan para konco-konconya kekurangan penderitaan, mereka menindas rakyat kecil mencuri, merampas, dan membunuh para pembela keadilan. Perlu diketahui bahwa, sampai kapan pun kemiskinan tidak akan pernah hilang bahkan tidak semestinya memang hilang. Memang tidak ada yang bisa menjamin bahwa orang-orang terpelajar melakukan hal demikian dan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan lebih parah dalam melakukan penindasan dalam bentuk korup dan merampas atas nama negara. Lanjutkan korup mu, kalau memang semuanya sejahtera, maka tidak ada lagi orang-orang yang memiliki mental pekerja, mungkin terdengar kasar tapi, sistem mereka membutuhkan orang miskin. Orang-orang (kaum elit) kalangan atas menginginkan rakyatnya bodoh dan berbagai upaya ia lakukan, agar orang-orang kalangan bawah tetap bodoh ( tidak memahami sistem) dan parahnya ia tidak pernah berpikir bagaimana cara mereka bisa berada pada posisi orang-orang kalangan atas (kaum elit).
Upaya tersebut mereka menggunakan media sebagai doktrin dilingkungan sekitar, bahkan sistem pendidikan yang sadar maupun yang tidak sadar itu mematikan pemikiran kritis kita untuk berpikir bagaimana metode untuk kita bisa mengubah pola pikir dalam membentuk pemahaman tentang sistem mereka. Dan karena orang-orang (kaum elit) tetap membutuhkan orang-orang miskin dan bodoh untuk menjadi tumbal demi mempertahankan kekuasaannya dan posisi mereka. Mereka menipu berselimut fakta palsu bermain di lautan ketidaktahuan, menghanyutkan yang tak tahu arah tujuan. Kemerdekaan semu, Indonesia sebuah negara kekayaan alam yang melimpah dan sering kali dirayakan sebagai tanah air yang telah merdeka sejak 1945. Namun benarkah kemerdekaan itu milik rakyat? Realitas menunjukkan kekayaan negri ini dikuasai oleh oligarki yang bersekongkol dengan penguasa dan ironisnya, didukung oleh sebagian Agamawan. Disisi lain, penguasa kerap kali bertindak sebagai pelindung kepentingan oligarki, sementara rakyat tetap berkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.













