My pregnancy & Labor Journey (part 5) Ibrah (Hikmah) & Tips: 💚Alhamdulillah GWUH tempat saya bersalin adalah rumah sakit pendidikan sehingga ada banyak dokter 24 jam, mulai dari KoAS, resident, hingga spesialis konsultan. 💚Biidznillah, dengan izin Allah dzikir menjadi salah satu cara menenangkan nyeri kontraksi. (suami sempat heran kenapa saya bilang skala nyeri 10 tetapi tidak pernah teriak2 atau meremas2 tangannya (sebelum diepidural)) Ya, tapi menangis iya tentu lalu tertidur Alhamdulillah. 💚Sebelum persalinan, kami sudah meminta ridha kedua orang tua akan apapun yang terjadi baik sesar/normal dll 💚Alhamdulillah karena pandemic, kamar bersalin dan ruang rawat gabung bayi hanya 1 ruangan/pasien. Sehingga kami bebas menyalakan speaker qur’an yang kami bawa dari Indo. 💚Tak lupa makanan halal! Sebenarnya kami sudah membawa bekal rendang (yang saya masak saat hamil 36 minggu) hhe. Tetapi Alhamdulillah ternyata rumah sakit menyediakan banyak pilihan non beef/chicken dan juga menyediakan makanan free untuk suami. (Ya bukan beef/chicken karena kita tidak tau itu disembelih dengan basmalah atau tidak/bukan zabiha) 💚Yang terpenting adalah SHALAT! Alhamdulillah kami tetap bisa shalat berjama’ah, sambil berbaring di bed, dibasuhkan wudhu oleh suami. 💚Tak lupa perbanyak do’a di waktu yang mustajab ini, berdo’a tuk calon bayi, keluarga kecil ini, keluarga besar, orang2 yang kita sayangi hingga kemaslahatan bangsa. 💚Jazakallah khairan katsiran Abati @rullyprassetya untuk semuanya 😘💚 Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat 🤲🏻 📸Autumn, Nov 2020 #pregnancystory #laboranddelivery #naturephotography #autumn2020 (at Brookside Gardens) https://www.instagram.com/p/CItryL9HQAC/?igshid=2glp3rootch6













