Alasan Kenapa Percaya Diri Sendiri Adalah Segalanya Dalam Berkarya
Masalah terbesar yang sering saya liat di setiap para seniman adalah kesulitan menghadapi dalam mempercayai diri sendiri
Ketika saya menajajaki diri di Institute Seni Indonesia Yogyakarta pada 2010, ada seorang seniman di dalam lokakarya yang menciptakan lukisan horizontal secara eskpresif, atau langsung. Dan melihatnya membuat karya yang menakjubkan dengan cepat dan percaya diri. Seketika tercengang melihat karya yang berada di depan mata saya.
Secara harfiah, saya akan melihat karya yang menakjubkan, hidup, otentik di dalam lokakarya seketika saya ingin berbicara sejenak. Saya terpana dengan betapa cepatnya seniman ini mengekspresikan dirinya melalui imajinasinya.
Disaat yang bersamaan, saya sedang melakukan workshop atau tes untuk memberikan karya saya kepada para seniman senior di ISI Yogyakarta. Seketika saya berambisi untuk mengalahkan karya yang tadi saya lihat di lokakarya untuk membuat hasil yang sama atau tidak jauh berbeda.
Saya tidak sadar kalau ternyata itu bukan hal yang harus dikalahkan atau dimenangkan. Ya, masa muda memang membuat ambisi menggebu gebu.
Saya membuat dua karya untuk bisa berhasil masuk ke dalam lokakarya ISI Yogyakarta, Pure Fine Art, dan Realism Art. Ketika nama saya dipanggil di dalam ruangan, dan saya berpikir “kenapa hanya saya yang dipanggil ke dalam ruangan?”
Salah satu seorang prof atau dosen di Institute Seni Indonesia mengatakan
“Ini yang kamu bisa hasilkan? Jauh dari Jakarta hanya ini?”
Saya hanya bisa hening dan diam seketika ketika saya melihat mata dan nada yang sangat serius. Dan pada saat itu juga salah satu karya saya di buang di depan mata sendiri dan merasa sakit hati.
“Saya lebih suka dengan karyamu satu lagi (fine art), kenapa? Karena Karya Realism yang Anda buat hanya EGO yang ada di kepala Anda untuk ditampilkan, disini bukan tempat untuk menuangkan skill, tapi ide, cinta. Di karya ini Saya lihat bahwa menggambarkan dirimu sendiri, Saya merasa nyaman, tenang, tersenyum, kamu cinta dengan dunia seni ini”
Berawal dari situ lah yang membuat saya sampai saat ini selalu percaya diri dengan apa yang saya lakukan, dan melakukan dengan senang hati tanpa ego. Tidak perlu untuk menjadi nomor 1, karna angka tidak hanya 1. Selama saya berkarya dan bekerja dengan percaya diri, disitulah saya bisa menikmati rasa kesenangan melakukan apapun.
Pengalaman ini mengingatkan saya pada karya Mary Oliver yang saya suka berjudul "The Wild Geese". Ini tentang belas kasihan diri dan kalimat pembuka mengatakan semuanya
“Anda tidak harus menjadi pemenang. Anda tidak harus berjalan dengan lutut selama seratus mil melewati gurun. Anda hanya perlu membiarkan hewan lembut di tubuh Anda suka apa yang dicintainya "
Jadi saya katakan adalah percayalah pada diri Anda untuk mencintai apa yang Anda sukai dan untuk mengungkapkan apa yang Anda sukai, mulai dari pekerjaan, hobby, apapun itu. Terutama dengan pekerjaan ketika menyatu dengan passion di diri sendiri.
Saya sangat ingin melihat orang-orang berkarya atau melakukan apa yang disukainya dengan keyakinan dan mempercayai hal ini. Karya adalah cermin, cermin dari semua perasaan, masalah, berantakan, kecemasan, ketidaktegasan, dan juga keindahan, semua ada di dalam imajinasi dan akhirnya menjadi karya.
Saya selalu percaya bahwa,
“imajinasi adalah termasuk hadiah yang berharga buat saya dari Tuhan”
Bagaimanapun, kita memiliki bekal lahir dan batin yang mendukung kita untuk berkarya atau menciptakan sesuatu, dan yang paling penting dari semua ini adalah bekal batin untuk mempercayai diri kita sendiri.
Dan ketika saya ingin berkarya dari dulu hingga saat ini selalu dengan
Jujur, Ikhlas, dan Sederhana
Jujur dalam apa pun dengan apa yang kita rasakan melalui karya
Sederhana dengan hidup, sikap, dan pola pikir ketika berkarya
Jadi mengapa mempercayai diri sendiri adalah segalanya?
· Untuk melangkah ke hal yang tidak diketahui, tentang menjadi kreatif itu harus percaya diri
· Untuk dapat bereksperimen sehingga Anda dapat menciptakan karya yang hidup, dan menakjubkan, Anda harus percaya diri
· Untuk dapat mengekspresikan Anda menggunakan kebenaran, visi, suara, kecemasan, perasaan, apapun itu yang membutuhkan kepercayaan diri sendiri
· Untuk dapat mengekspresikan diri Anda yang tidak bisa diungkapkan, lalu di ungkapkan melalui karya
Apakah Anda berani mempercayai diri sendiri saat berkarya? Ini mungkin perbedaan antara kembali pada zona aman, strategis, dan menciptakan karya terdalam Anda. Membuat karya yang hidup dan penuh dengan cerminan Anda.
Penuh cinta, dan bersyukur
-Mohammad Zahri
(Digital Leader PSM)
10 Ramadhan 1442H // 22 April 2021