Jadi ngerti yaa definisi :
"rumah lapang tapi terasa sempit"
"rumah sempit tapi hatinya lapang"

if i look back, i am lost
macklin celebrini has autism
$LAYYYTER

❣ Chile in a Photography ❣

No title available

tannertan36
KIROKAZE
No title available
art blog(derogatory)

titsay
Cosimo Galluzzi
h
Show & Tell
hello vonnie
noise dept.
𓃗
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
The Stonewall Inn
tumblr dot com
seen from Singapore
seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Slovenia

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Russia

seen from Russia
seen from Malaysia
@wilujeng-kartika
Jadi ngerti yaa definisi :
"rumah lapang tapi terasa sempit"
"rumah sempit tapi hatinya lapang"
Mendewasa, entah karena usia ataupun keadaan.. seharusnya menjadikan pribadi yang bebas dan bertanggungjawab terhadap apapun yang dipilih
Tapi entah, atas dasar alasan apa.. manusia dewasa ini seperti tidak diijinkan memilih apa yang menjadi keyakinannya :"
Padahal ini hidupnya sendiri, bukan hidup orang lain
Masih terus berusaha mengambil sisi positifnya, tapi apa??
6/12/23
Penawarku
Syifa, anak pertama ibu dan bapak.
Terimakasih sudah hadir 11 minggu 3 hari di hidup ibu dan bapak. Sudah bertumbuh di perut ibu, sudah pintar dan baik tidak menyusahkan ibu dan bapak.
Ibu masih ingat tiap pulang ke rumah, syifa minta makan nasi padang ya nak, sampai bapak yang bosan, tapi ibu engga. Ibu tau kamu mau makan nasi padang pakai rendang terus. Sampai sekarang ibu bapak selalu ingat syifa kalau liat warung nasi padang.
Tiap saat bapak cium syifa, elus syifa, doain yang baik - baik untuk syifa. kadang ibu kangen elus elus perut yang ada syifa di dalamnya.
Nama indah yaitu SYIFA diberikan oleh mbah ibu, agar jadi Penawar, Obat, Kesembuhan. Doa yang baik, agar besok kita bisa berjumpa di syurga. Pas syifa udah keluar, syifa dibawa budhe dan mbah kakung, lalu ditempatkan di tanah kelahiran bapak nak, nanti ibu bapak datang kesana yaa, jengukin syifa dan doain selalu. Baik - baik disana ya nak.
Ibu dan bapak minta maaf, atas kesalahan selama syifa ada di perut ibu. Doakan dari sana nak, agar ibu bapak bisa amanah ke adik - adik syifa nanti. Rumah di dalam perut ibu yang syifa sudah tempati dan sekarang ditinggalkan ini akan ditempati adik - adik ya nak. Doakan ibu, bapak, rumah di dalam perut, adik - adik syifa dan semuanya agar diberikan kekuatan dan kemudahan sama Allah nak.
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"
(Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)
InsyaAllah ibu bapak ikhlas dan ridho, syifa pulang duluan ke Allah. Sampaikan salam dan sayang untuk Allah, doakan ibu dan bapak agar disayang juga sama Allah ya nak.
I love u anakku SYIFA, PENAWAR KESEDIHAN IBU DAN BAPAK
lahir 22-11-22
wafat 22-11-22
Pada apapun di dunia ini, pasti berisi hikmah indah di dalamnya 🤍
Seharusnya kamu tau, bahwa berharap kepada manusia akan berujung kecewa. Apalagi menaruh cinta berlebih padanya. Maka benar nasehat itu, bahwa cintamu pada satu satunya dzat harus lebih dari apapun di dunia ini.
Bunga yang layu itu kini kembali tegak, hidup lebih lama, wanginya harum semerbak. Sebab ia menemukan sumber kehidupannya, baru.. dan sangat menyegarkan
Dia hilang bersama deburan ombak
Kamu hadir bersama beningnya embun pagi
“Ya Allah jadikanlah Al Qur’an sebagai penyejuk hati kami, cahaya yang menyinari dada kami, pelipur duka kami dan penghapus kesedihan kami”
— Doa Pagi
Zuhud Salah Kaprah
Pertama tama, tulisan ini murni sudut pandang penulis. Tulisan ini dari seseorang yang masih jauh pemahaman agamanya, masih fakir ilmu, masih dalam keterbatasan pengetahuan :)
Dulu, aku kira seorang yang zuhud itu haruslah berpakaian serba lusuh, dekat dengan kemiskinan. Hingga pada suatu perjalanan, bertemu dengan banyak orang membuat sudut pandang berubah, cara berfikir itu layaknya seperti pendulum, bisa berubah arah apabila tidak sesuai dengan kenyataan.
Ternyata baru aku sadari dan pahami, orang zuhud itu tidak tampak di lisan tidak tampak di penampilan, zuhud ini di hati. Tapi dari hati ini terpancar energinya ke orang sekitar.
Ada yang terlihatnya amat zuhud, tidak ingin dunia, tapi perilakunya dzalim, tidak melakukan kewajibannya, tidak mau menjemput rejeki Allah, malas bekerja, mudah menyerah dengan keadaan. Menolong orang lain tapi tidak menolong keluarganya.
Di sisi yang lain, ada yang tampaknya begitu mewah, rumah besar, mobil banyak, gila kerja agar berpenghasilan tinggi, namun tidak satupun hartanya ini ada dalam hatinya. Ia ingin kaya supaya setiap memberikan sesuatu kepada orang lain tidak perlu berfikir ulang.
Jadi, jangan menerapkan zuhud yang salah kaprah.. bukan yang diucap dan dipakai yang membuat orang menjadi zuhud. Tetapi apa yang ia letakkan di hatinya selama ini. ❤️
Merendahkan
Hal utama yang tidak bisa dihindari dalam acara kondangan adalah interaksi antar manusia. Bertemu dengan kawan - kawan lama yang saling menyimpan rahasia satu sama lain. Disitulah aku.
Saat itu adalah masa transisi yang cukup berat untukku, transisi dari kehidupan ideal pesantren yang serba benar, teratur, yang katanya sesuai ajaran.. dengan dunia dewasa yang memaksa diri untuk berpenghasilan, aktualisasi diri, mengaburkan setiap idelisme yang ada.
Aku disana, sedang tidak baik - baik saja, belum menerima diri menjadi seorang lulusan kebidanan, juga belum berani memiliki title pekerja. Masih keluar jalur, mencoba lari dari dunia kesehatan. Dalam masa transisi itu aku belajar banyak, aku mengambil berbagai profesi. Mencari diriku yang utuh, mengambil puzzle - puzzle yang nantinya akan jadi cerita utuh dan menarik. Salah satu pekerjaan yang pernah aku lakoni adalah Guru Paud. Hal ini karena kecintaanku pada dunia anak - anak, juga karena menjadi guru paud itu sangat mudah administrasinya, asal mau pasti bisa, dengan ijazah SMA pun masih qualified untuk mengajar anak - anak usia paud.
Ketika sedang berkumpul bersama teman - teman, mereka semua sudah jauh melewatiku, mereka sudah beberapa langkah ke depan, sedangkan aku baru mau masuk ke dunia kerja, dunia orang dewasa, bertanggung jawab dengan kehidupan.
Ada seorang kawan yang diberi anugerah oleh Allah punya pekerjaan tetap, setelah lulus langsung masuk ke dunia itu, belum mengalami jatuh bangun mencari kerja ini itu. berkatalah dia :
"Sepupuku baru saja ada yang keterima SBMPTN jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, trus dia bilang gini 'ah aku gamau nanti kalau kerja jadi guru paud, gajinya 200rb mana cukup, pokoknya aku mau kuliah S2 abis itu mau jadi dosen, ga mau lah cuman jadi guru PAUD'... jan itu cerita sepupuku, memang kan kalau guru paud kurang menjanjikan yaa... hahahahahaha"
Kawanku ini cerita dengan tertawa khasnya dan dengan nada merendahkan pekerjaan orang lain. Aku saat itu sadar dia gatau kalau aku sedang menjadi guru PAUD. Saat itu rasanya marah sebenarnya, tapi tidak mungkin aku ungkapkan.
Rasanya ingin berkata padanya :
Kamu tau ga? semua pekerjaan itu mulia. Jangan merendahkan profesi orang lain hanya karena gajimu lebih besar dari lainnya. Ada hal yang perlu kamu perhatikan, namanya BERKAH. Gaji orang lain kecil menurutmu, tapi keberkahannya itu murni hak paten dari Allah. Ga pantes dengan anugerah pekerjaan dari Allah untukmu membuatmu menganggap lebih rendah anugerah Allah yang lainnya. Aneh! Ga cocok!
Dan ini yang ingin aku sampaikan pada diriku dan orang - orang lain :
Gapapa, gausah malu. Malu itu kalau ga mau berusaha, malu itu sama pekerjaan yang tercecer di sepanjang jalan tapi kamu gamau coba ambil hanya karena gengsi.
Di era modern ini semua orang taulah lapangan pekerjaan itu luas, ada yang di rumah tapi berpenghasilan.
Luaskan cara berfikirmu! -_-
Setiap orang sedang berjuang dalam kehidupannya masing - masing.
Hai manusia..
jikalau dirimu berada pada suatu tempat lalu tidak dihargai, tetapi begitu lapang hatimu, maka kekaguman ini kupersembahkan untukmu yang berjiwa besar.
Namun, jikalau dirimu berada pada suatu tempat lalu tidak dihargai, serta hatimu sulit untuk terima, maka pergilah dari tempat itu, menjauhlah dari orang itu.
Waktumu dan dirimu terlalu berharga hanya untuk sekedar memenuhi ego mereka.
Lebih baik berlelah lelah mencari tempat yang menghargaimu daripada berlelah lelah menerima kenyataan yang entah sampai kapan bisa kamu terima.
@wilujengkartika
Semua orang akan sembuh pada akhirnya, disembuhkan oleh dirinya sendiri, seiring berjalannya waktu. Aku, kamu, mereka, kalian, pasti.. akan sembuh, sesakit apa luka itu.
Pernah suatu ketika ada seseorang mengeluhkan betapa ia tersakiti, merasa bahwa tidak ada lagi semangat di dalam menjalani hidup. Hampir2 menyerah, putus asa.
Ada suatu kalimat yang mengusik pikirannya "Dahulu engkau baik - baik saja sebelum mengenalnya, begitu pula saat setelah itu apabila dia meninggalkanmu"
Marah. Pastilah, disaat begitu rapuh, kata2 itu yang keluar dari lisan seseorang yang dianggap teman. Bukan kata2 "tenang, dia akan kembali untukmu", sebab... orang patah hati itu haruslah disadarkan dengan realita dan logika.
Dektik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan demi bulan, hingga tahunan. Lihatlah dirimu sekarang :) begitu kuat begitu tegar.
Aku tau berapa malam yang dihabiskan untuk sekedar melepaskan sesak yang ada di dalam dada, betapa bergetarnya dirimu menahan episode ini.
Tapi pada akhirnya, waktu pun menjawab dan menyembuhkan. Bahwa dirimulah yang berhak memegang kendali penyembuhan. Tentu saja atas ijin Allah ❤️
Kuatlah. Tegarlah.
Memaafkan dan menerima orang lain, seperti dirimu memaafkan setiap kesalahan diri sendiri.
Sudah berapa kali meragukan diri sendiri?
Apa aku bisa?
Apa aku mampu?
Apa mungkin?
Bagaimana?
Tapi.. tapi.. dan tapi yang lain
Dan jawabnya hanya ada pada diri sendiri
Menjawab keraguan itu bergantung dengan kemampuan mencari jawaban
Sering kali ketakutan ketakutan itu tidak nyata adanya
“Tidak semua yang kamu rasakan saat ini harus kamu kabarkan pada semua atau sebagian orang, ada saatnya gemuruh hati itu kamu simpan sendiri untuk disampaikan pada Allah. Iya, berdua saja, hanya kamu dan Dia yang tahu. Dan itu lebih menenangkan.”
—
Sebaik-baik cara untuk menyembuhkan luka adalah menceritakan luka dan sakit itu pada yang tepat, yang akan memberi obat sesuai kadar sakitnya, yang akan memberikan jawaban pada persoalan yang semua manusia tidak bisa menjawabnya.
Hanya berdua saja, entah dalam doamu sebelum beranjak tidur, atau kala sujud dengan air mata yang jatuh tanpa kamu diminta, seakan tubuh enggan bangun sampai tersampaikan semua gemuruh dan ketakutan hati soal dunia. Tanpa terasa lisanmu berkata “Ya Allah, peluklah doa-doaku”
Berdua saja, antara kamu dan Allah saja yang tahu.
@jndmmsyhd
Lama tidak menyapa
Barangkali sudah sibuk dengan dunia nyata, banyak kata dalam isi kepala yang belum sanggup diutarakan dalam untaian kata. Entah berapa kejadian yang sudah terlewat tanpa sempat dikenang dalam catatan.
Padahal tadinya aku berjanji untuk menuliskan disini
Tapi pada akhirnya, kejadian demi kejadian tidak terduga datang bertubi - tubi. Membuat pertahan di dunia nyata lebih penting daripada tulisan tulisan indah.
Oiya, coba aku tulis saja apa pelajaran terakhir yang aku dapat. Yaitu tentang GRIT. yapsss! Memang dari buku berjudul GRIT yang ditulis oleh Angela Duckworth, belum selesai sih.. tapi aku paham suatu hal, bahwa aku ini belum GRIT, belum punya ketabahan. GRIT : tangguh dan gigih. Nah hal tersebut bisa jadi karena aku belum punya Goal terbesar. Makanya kurang tabah dan gigih.
Jadilah hari hari ini ku coba untuk menata ulang isi kepala dan melatih diri menjadi pribadi yang lebih GRIT
Hehehhe
Dahlah
Mungkin itu aja dulu yaa untuk hari ini
Kita jumpa lagi nanti
😊