Manhaj Berpikir dalam Islam
Wilwatekta.id - Pada dasarnya, tidak ada perbedaan yang prinsipal antara kelompok dan mazhab dalam Islam. Dalam hal ajaran Islam mereka sama meyakini bahwa al-Qur’an dan sunnah adalah sumbernya. Para ulama dari berbagai mazhab juga tidak berbeda mengenai pokok-pokok ajaran Islam, seperti tentang ke-Esaan Tuhan, kewajiban shalat, zakat, dan lain-lain. Tetapi, mereka memang berbeda dalam hal-hal yang tidak pokok, karena mereka berbeda dalam manhaj berpikirnya, terutama diakibatkan oleh perbedaan penekanan mereka atas otoritas akal dalam menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an dan teks-teks sunnah Rasul Saw. Apabila ada di antara kelompok atau mazhab dalam Islam yang bersikap liberal, maka hal itu karena mereka liberal dalam menggunakan otoritas akal untuk menafsirkan ajaran Islam. Tapi perlu dicatat bahwa liberal di sini berbeda dengan paham liberal dalam filsafat, karena metodologi berpikir pada semua aliran dalam Islam tidak ada yang mengesampingkan ‘naql’ (teks Qur’an) sebagai sumber ajaran dalam Islam. Masing-masing kelompok dalam pemikiran Islam memiliki manhaj sendiri-sendiri. Mu’tazilah sering disebut sebagai kelompok liberal dalam Islam, Asy’ariyah disebut kelompok tradisional dan Maturidiyah disebut kelompok yang bervariasi antara liberal dan tradisional (wasath-mu’tadil). Read the full article










