Kenapa melepaskannya.?
Karena tidak semua penantian berakhir menyenangkan.
Akupun tidak pernah membayangkan,
Saat menunggunya sembuh perlahan,
Aku malah hancur sendirian.

tannertan36
🪼
Peter Solarz
Monterey Bay Aquarium
untitled
Cosmic Funnies
KIROKAZE
Jules of Nature
Sade Olutola
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Lint Roller? I Barely Know Her
I'd rather be in outer space 🛸

Andulka

#extradirty
No title available
tumblr dot com

No title available
he wasn't even looking at me and he found me
art blog(derogatory)

if i look back, i am lost

seen from Türkiye
seen from Australia
seen from United States
seen from Czechia

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Germany
seen from India

seen from Türkiye
seen from Ireland

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from Ireland

seen from Canada
seen from Maldives

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Ireland

seen from Malaysia
@wiwidiyas
Kenapa melepaskannya.?
Karena tidak semua penantian berakhir menyenangkan.
Akupun tidak pernah membayangkan,
Saat menunggunya sembuh perlahan,
Aku malah hancur sendirian.
Rasa
Dalam hidup, pasti akan ada seseorang yang memiliki obat anti bosan yang entah bagaimana bisa bertahan cukup lama. Dan bahkan mungkin sampai saat ini.
Tanpa bosan ia mendengar segala cerita kita, cerita yang begitu banyak. Bukan hanya cerita yang terkesan dewasa, begitu rumit, begitu serius. Namun juga cerita yang sepele, konyol bahkan kekanakan yang terjadi pada kita.
Dengannya segala hal bisa dilakukan, kita sering terlibat percakapan yang kadang tak penting sama sekali. Namun dilain hal, percakapan itu juga bisa menjadi sangat penting jika menyangkut perasaan.
Dengannya, percakapan yang tak penting pun bisa menjadi begitu menarik. Segala hal dapat menjadi bahasan kita. Mulai dari cerita perjalanan ke kampus, mengenai betapa menyebalkannya dosen hari itu, atau membahas tugas yang bukannya semakin lama semakin berkurang namun malah semakin bertambah.
Topik yang paling sering hadir dalam pembicaraan kita adalah menceritakan atau bahkan mengingat kembali segala kebodohan kita yang tak jarang menjadi bahan utama kita untuk tertawa. Dari semua kegiatan yang kita lakukan, bagian inilah yang menjadi keseruan. Pada waktu itu, gelak tawa tercipta. Menjadi hiburan tersendiri ditengah rumitnya kehidupan yang sebenarnya.
Seiring berjalannya waktu, dekat kami kian menjarak. Didukung dengan segala kesibukan, perbedaan waktu luang, dan masih banyak lagi hal yang membuat kami berjarak.
Bukan Enggan Melangkah, Hanya Terlalu Takut Untuk Mengambil Arah
Setiap orang pasti ingin keluar dari zona nyamannya, menjelajahi setiap ruang yang ada. Menggunakan segala rasa ingin tahunya dan kesempatannya.
Melambungkan segala harapnya agar mendapat apa yang diinginkan. Namun segalanya akan sirna seketika, keraguan langsung menyergap dan menggerogoti segala harap.
Semangat yang melambung tinggi ketika menggantungkan harap, tiba-tiba hancur berkeping-keping ketika orang sekitar mencekoki dengan kata “jika” yang bahkan belum tentu nyata. Seketika semangat yang menggelora padam begitu saja.
Bukan kata “jika” yang dibutuhkan
Bukan kalimat-kalimat merendahkan yang ingin didengar
Bukan juga cibiran yang harus diterima
Apa salahnya ketika langkah kaki tak sama dengan yang lain?
Apa salahnya jika ingin mencoba sesuatu yang berbeda dengan yang lain?
Terima Kasih
Untuk segala bahagia yang pernah kita lewati. Aku ucapkan terima kasih. Untuk setiap canda tawa yang kita lalui. Untuk segala kesedihan yang sempat kau bagi. Untuk segala kenangan yang kau beri. Dan untuk semua luka yang kau buat pedih.
Aku sangat berterimakasih, telah menyadarkan ku bahwa ini semua hanya semu. Yang bertahan sementara waktu.
Bagaimana mau bergerak kalau langkah selalu dijegal dan harapan sering dijatuhkan?
Lelaki Jangan Brengsek, Perempuan Jangan Bodoh (1)
Lelaki sangat mengerti kesetiaan, lelaki tak mau dikhianati. Sekali dikhianati, ia tak segan mengusir atau meninggalkan pergi. Baginya pengkhianatan adalah cacat seumur hidup yang tak bisa sembuh. Maklum, akalnya dominan. Meski begitu, ada lelaki yang suka bermain dengan perasaan dan kesetiaan wanita. Tak suka dikhianati, tapi berkhianat kemana-mana. Lebih dominannya akal daripada perasaan membuat mereka lebih mudah melakukannya, meskipun tidak semua lelaki seburuk ini.
Sedangkan perempuan sangat kental perasaan, lebih lagi terhadap perhatian. Ia mengerti bahwa pengkhianatan itu sangat menyakitkan sekaligus menyedihkan. Hanya saja perasaannya yang dominan dan kebutuhannya akan perhatian membuatnya menyerah, sekalipun kepada pengkhianat. Pintu maafnya terlalu lebar. Kesempatan kedua adalah hal yang rasanya tidak bisa ditolak untuk diberikan selagi perhatian mengalir deras.
Aku punya teman, dia perempuan. Didekati lelaki yang sudah berpasangan, dia tenang saja, dianggapnya teman. Diam-diam dia senang karena perhatian. Sesungguhnya dia pun tidak mengerti kenapa dan bagaimana, yang dia tahu hanya teman biasa. Aku tak habis pikir bagaimana dia bisa merasa biasa saja padahal bagiku jelas ada yang tak biasa. Bagaimana mungkin lelaki seperhatian itu pada seorang perempuan?
Dalam hitungan bulan semua jadi rumit. Jelas-jelas mereka sedekat hubungan cinta. Sama-sama mengaku cinta, sama-sama tak tahu harus bagaimana. Salah sendiri.
Kesetiaan si lelaki bercabang dua. Ini pengkhianatan, brengsek! Atau memang si lelaki yang sekampret itu, berkhianat tapi mengakunya cinta dan setia yang bercabang dua. Aduh, akalmu itu lebih dominan, mestilah dari awal kau sadar. Bohong bila kau terbawa perasaan yang tak mampu kau kendalikan. Kau sebenarnya sedang sangat menikmati permainan ini, kan?
Perasaan si perempuan luluh begitu saja. Pelan-pelan hatinya nyaman dan tertawan. Lelaki pengkhianat itu masih dianggap lelaki penuh perhatian yang pantas diberikan kesempatan. Ia mengerti ini salah, tapi…. nyaman. Ah bagaimanalah, akal sudah tak kuasa lagi menanggung rasa. Maaf, ini bodoh namanya! Bagaimana bisa berbagi banyak hal pada pengkhianat? Bagaimana bisa lelaki dapat dipercaya sedangkan pada saat yang sama dia sedang berkhianat di depan mata?
Bila kau tanyakan padaku harus bagaimana, maka jawabku sederhana saja: sudahi saja sesakit apapun rasanya. Sudahi saja tanpa bertele-tele, sudahi tanpa syarat apapun. Pergi dan jangan pernah beri kesempatan.
Para lelaki jangan sebrengsek itu. Bukan setia namanya bila diam-diam kau menawan banyak hati. Hati-hati memberi perhatian, sebab satu perhatian lelaki bisa menjadi banyak arti bagi perempuan. Bodoh bila perhatianmu yang tak biasa dan terus-menerus itu kau sebut hanya ingin jadi teman saja. Atau barangkali kau memang si brengsek yang senang bermain-main dengan perasaan wanita. Bila memang begitu, hati-hati saja hal serupa akan menimpa anak perempuanmu di masa depan.
Para perempuan hati-hati menerima harapan. Tidak semua harapan layak disimpan dan dibiarkan tumbuh. Bila tahu berurusan dengan pengkhianat, segera sudahi saja, bahkan sejak sebelum semuanya dimulai. Bagimu, tentu mencegah lebik baik daripada mengobati, kan?
Pasar Rebo, 2 Oktober 2016
Hujan reda, kamu tidak
@taufikaulia
Kisah hidupmu bukan novel yang bisa kamu dramatisir seenaknya. Kamu harus bisa terima kalau ternyata kamu bukan tokoh utama bagi orang di sekitarmu. Kamu harus siap bila suatu ketika dilupakan atau terabaikan, karena tak selalu dan tak selamanya kamu menjadi pusat cerita.
— Taufik Aulia
BESOK!!! Akhirnya penantian panjang selesai juga. The Book of Almost karya Brian Khrisna (@brian.khrisna ) sudah bisa kamu pesan mulai BESOK yaa Edisi khusus bertanda tangan dan berhadiah gelang etnik. Pemesanan dapat dilakukan di toko buku online berikut: 1. @keranjangjinjing (WA 085811852761) 2. @bukku.co.id | bukku.co.id (WA 082111909110) 3. @grobmart | grobmart.com (Line @grobmart) 4. @buku_plus | www.buku-plus.com (WA 089628519266) 5. @bukukitacom | bukukita.com (WA 081285000570) 6. @republikfiksi | republikfiksi.com (WA 087885575247) 7. @bukabuku | bukabuku.com (WA 089 888 999 50) *Periode 9-14 Maret 2018 *Persediaan terbatas Buat kalian yg tidak sabar, kalian bisa ikut PO ke toko toko buku online di atas, buat kalian yang mau sedikit bersabar lebih lama, kalian bisa PO langsung ke gue mulai sabtu/minggu besok. DAN SUDAH TENTU ada hadiah yang sangat menarik kalau kalian PO ke gue.
Apa hadiahnya? Tungguin aja. Spesial dari mbeeer.
P.S: Reblog post ini. Ada satu buku gratis untuk satu orang beruntung yang sudah reblog post ini. Thankyou.
Kuy beli kuy :3
Maaf jika hadirmu tak ku sambut dengan tangan terbuka, aku hanya tak ingin ada harap yang berujung luka. Bukan maksud untuk menoreh perih yang tak kasat mata, namun untuk mencegah luka menganga terlalu lama.
Benar, semua orang punya hal yang berbeda-beda dalam berputus asa. Aku contohnya; putus asa saat pilek melanda. :(
Benar, semua orang punya hal yang berbeda-beda dalam berputus asa. Aku contohnya; putus asa saat tugas kian menambah :(
Apabila datangmu hanya untuk bermain-main, mungkin lebih baik mencari tempat lain. Pintuku tak akan pernah terbuka, jadi jangan memaksa dengan cara mendobraknya.
M E N G E R T I L A H
Saat aku mengingatkan tentang ini itu. Bukannya aku sok suci, hanya ingin mengutarakan apa yang aku tahu.
Saat aku menyarankan sikapmu harus begini begitu, bukannya aku sok mengatur. Namun aku sedang mencoba berada diposisi itu. Bahkan untuk menghindarkanmu dari sakitnya kekecewaan.
Saat aku mencoba mendengarkan meskipun hanya cerita seputar itu itu saja. Mengertilah, bahwa aku juga ingin didengar dan dihargai.
Saat sikapku menunjukkan bahwa aku menghindar. Mengertilah, aku hanya ingin sendiri. Ketika ceritaku hanya angin lalu berhembus tanpa ada yang menyadari.
Ini semua bukan hanya tentang aku dan kamu.
Tapi tentang pribadi kita.
Bagaimana cara diri kita bersikap.
Bagaimana cara diri kita mengerti sekitar.
Jangan hanya terpaku pada perasaanmu sendiri.
Di sini.
Entah hanya perasaanku yang terlalu sensitive, atau memang kenyataannya seperti itu?
Nuraniku tidak mengizinkan, meskipun hanya sekedar dekat.
Kalau aku sendiri, aku tak akan sebahagia ini. Itulah teman, hadirnya saja sudah membuat bahagia.
Bukan maksudku untuk menjadi penghalangmu. Hanya saja aku ingin mencegah rasa sakit yang akan timbul atas perbuatanmu.
Dalam sekali lihat pun aku tahu, kamu benci padaku.
Melihatmu untuk pertama kalinya pun aku enggan, terlebih ketika kamu menilaiku tanpa mau mengenalku.