This.

No title available

shark vs the universe
almost home

JBB: An Artblog!
we're not kids anymore.
taylor price
trying on a metaphor
Today's Document

⁂
sheepfilms

pixel skylines
Stranger Things

#extradirty

Product Placement

Origami Around
art blog(derogatory)
Claire Keane

izzy's playlists!

JVL
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Argentina
seen from Singapore

seen from United States
seen from India
seen from Sweden

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@wiwinandriyani
This.
Kenapa Semangat Hidup Turun Saat Iman Melemah? Ini Jawabannya.
Kalau iman lagi drop, biasanya semangat hidup ikut crash landing. Bukan kebetulan—itu pola.
Semangat itu bukan cuma soal motivasi, tapi soal iman. Saat iman menurun, ibadah terasa berat, hidup terasa hambar, dan semuanya jadi serba “nanti aja”. Dalam Islam, kondisi ini dikenal sebagai futur.
Kita sering mikir solusinya cukup dengan healing, liburan, atau distraksi. Padahal, tanpa penguatan spiritual, semua itu cuma tambal ban bocor—jalan sebentar, kempes lagi.
Doa agar hati tetap teguh itu bukan formalitas. Itu strategi utama. Karena yang bikin hati stabil bukan jadwal liburan, tapi hubungan kita dengan Allah.
Tapi tenang, menikmati dunia bukan dosa. Nongkrong, lihat alam, ngobrol, menulis, jalan-jalan—semua sah. Asal niatnya benar dan tidak berlebihan. Seperti kata Ustadz Adi Hidayat, dunia ini tempat ngumpulin bekal, bukan tempat numpang stres.
Yang sering bikin kacau justru pola pikir. Pikiran negatif yang dibiarkan akan nyeret kesehatan mental. Maka jangan diperbudak pikiran sendiri. Alihkan ke aktivitas yang lebih sehat, lebih sadar, dan lebih bermakna.
Dan ingat: ke psikolog atau psikiater itu bukan tanda rusak, tapi tanda peduli. Kesehatan mental bukan aib. Itu aset hidup.
#MentalHealthAwareness #Iman #Futur #HealingYangBenar #SelfGrowth #GenZMindset
Kaya ditembak langsung kena jantung baca ini 😫
I am back again!
Mencoba berdamai dengan diri sendiri, mengurai benang kusut satu per satu, mencoba hal baru, release emosi negatif di tengah kesibukan sebagai fulltime mom of two sons dengan membuat cincau homemade, lalu dijual. Ternyata seneng ya jualan lagii, happy karena orang suka dengan produk buatan kita, apalagi mau repeat order mashaAllah alhamdulillah.
Ini adalah caraku melepaskan diri dari stress, semoga jiwaku lekas membaik hehe
Nikmatmu begitu banyak dan tak terhitung, semoga aku menjadi hamba yang rasa syukurnya tak pernah berujung, ya Allah
Teruslah cintai dirimu, karena kamu layak untuk dicintai, dihargai, dimengerti, bukan oleh orang lain, tapi oleh dirimu sendiri. Ketika orang lain berbuat demikian padamu, maka bersyukurlah, akan tetapi jika sebaliknya, cukuplah Allah yang menjadi rumahmu.
Hal kecil yang ingin terus aku rasakan dalam pernikahanku adalah, ketika suamiku menyiapkan makanan hingga menyuapkannya untukku sementara aku sedang sibuk mengurus kedua buah hati kami. Atau ketika aku menghidangkan makanan hingga menyuapi suamiku, sementara Beliau menyuapi kedua anak anakku.
Aku berlindung kepada Allah dari keputusasaan yang diam-diam tumbuh di dada, dari kecewa yang tak sempat kusebut namanya, dari keramaian yang membuatku merasa sendirian, dan dari cinta yang hanya membuatku jauh dari-Nya.
:)
Romadhon sudah separuh lebih, rasanya waktu cepat sekali berlalu. Wahai diri, apa yang sudah kamu usahakan sejauh ini? Rasanya aku terlalu disibukkan dengan dunia, hampir sama rasanya ibadahku dengan bulan selain romadhon. Astaghfirullah
Ibu dengan anak 2 jarak dekat, rasanya duniaku tak lagi sama dengan diriku semasa ngekos di Jogja. Ketika satu hari bisa minimal sejuz, sekarang ya Rabb selembar aja udah hamdalah. Ampuni aku ya Allah jika nikmatmu membawaku jauh dariMu. Tapi ya Allah, aku niatkan segala lelahku dalam mengurus suami dan anakku semata mata untuk menggapai Ridhamu, bukankah itu juga sebuah ibadah?
#17romadon
Pagi ini melihat saudara yang ke warung membawa beras untuk belanja sayur. Padahal sewaktu suaminya masih berkirim puluhan juta setiap bulannya, uang bantuan dari pemerintah bahkan semuanya dibagi-bagikan ke orang lain. Karena saking egak butuhnya, dan merasa uang tersebut adalah hal yang gak dia usahakan, begitu kira kira.
Ibrahnya, dunia memang sementara, gak ada yang abadi kaya, abadi sehat, abadi cantik, dunya just temporary.
Aku jadi introspeksi, apakah setiap rupiah uang yang aku keluarkan sudah dibayarkan dengan sadar? Karena membeli harus dengan sadar agar yang dikeluarkan lebih berkah. Tidak dibenarkan mengatakan aku boros habis beli ini itu. Karena aku menyadari apa yang aku beli, berapa jumlahnya, dan ada alasan kenapa aku beli itu.
Bentuk sadar ini aku tuangkan dalam catatan keuanganku, agar setiap bulan bisa aku review mana pos yang harus kuperbaiki.
Semoga diriku selalu sadar atas pentingnya menggunakan rezeki yang Allah berikan dengan bijak.
#15romadhon1446h
#15032025
This Ramadan, ask Allah for the impossible. Allah has no limits. For once, forget everything you know about how things work, about what is “realistic” or “logical.” Just believe, wholeheartedly, that whatever you ask, Allah can grant it. Wake up before Fajr, stand in tahajjud, and when you go into sujood, pour your heart out. Ask for what you truly want, not just what seems within reach. Even if the world tells you it’s impossible, even if you’ve convinced yourself it can never happen, don’t give up on your du’as. Make dua with full faith. Cry if you need to. Speak to Him. Tell Him your wishes, your longings, your quiet dreams that no one else knows about. He listens. He cares. And He is Al-Mujeeb-the One who responds. May Allah fill your heart with hope, answer your deepest prayers in ways better than you can imagine, and bless you with peace that stays with you long after Ramadan is over. Ameen.
Seringkali, diam terasa sangat menyesakkan dada, namun bicara hanya akan semakin membuat luka.
#030325
Gus Baha pernah bilang, "Ikhlas itu logika paling tinggi manusia,"
Butuh berbulan-bulan untuk memahami kalimat yang menurutku tidak sederhana. Ikhlas itu logika tertinggi manusia. Ahh ... ya benar. Balasan dari ikhlas itu dari Allah, bukan dari manusia.
Pada bahasan ikhlas juga meminta kita untuk menghamba sepenuhnya pada Allah Ta'ala. Logika tertinggi yang tidak perlu menggunakan kepintaran, hanya dengan hati yang jernih, mampu melihat dasar palung keyakinan.
Kelak, di mata dan di hati yang tepat, kamu pada akhirnya akan menjadi cukup untuk dicintai.
@milaalkhansah
Ikhlas, sesulit itu ternyata.
Ketika biji yang kupendam, kusirami setiap hari agar tumbuh dan berbuah ini harus menghadapi musim kemarau.
Benar, kata seorang ustadzah
Allah akan menguji kita dengan apa yang kita cintai dan apa yang kita takuti
#08Feb25
Aku sudah memaafkan diriku di masa lalu, akupun telah menutup mata dan telingaku atas semua kisahmu di masa yang dulu. Meskipun terkadang luka datang menghampiri, aku harap untuk selalu ingat bahwa kau adalah satu satunya orang yang aku minta untuk selalu disisi, untuk kugenggam tangannya saat aku tertawa dan menangis. Kamu adalah jawaban Tuhan atas duplikasi Ibuku dalam bentuk laki-laki. Semoga Allah jaga kita, agar cinta ini berlabuh padaNya dan selalu diridhaiNya.
#21Jan25
Lagi, melepasmu di stasiun kereta.
Rasanya pelukan kita baru sebentar, lebih banyak diam dan sibuk dengan anak-anak. Menuju 5 tahun pernikahan ternyata tidak mudah ya. Komunikasi, prasangka baik, dan berkata jujur masih menjadi hal yang belum sempurna kulakukan.
Selamat menanti perjumpaan selanjutnya ❤️
#20Jan25