Tiba-tiba malam ini terasa sangat mellow... ingat betapa gemetarnya tangan ini memegang TP garis 2 yang tiba-tiba muncul di penghujung 2022.
Melihat teman-teman bahkan adik sepupu yang menikahnya setelah kami sudah hamil dan juga sudah menggendong bayinya, rasanya sedih dan selalu bertanya-tanya "Apakah kita bisa seperti mereka?"
Menjelang 2th pernikahan sebenarnya sudah mulai pasrah jika dikasih anak Alhamdulillah, jika tidak biarlah itu jadi pilihan Allah untuk kami, tapi pasrah bukan berarti menyerah, kami masih mencoba jalur langit dan beberapa alternatif yang sekiranya sanggup kami lakukan.
Jika mengingat kejadian di masa lampau banyak sekali hal menyakitkan yang kami dapatkan dari mulut orang-orang, padahal pernikahan kami bisa dibilang baru seumur jagung, tak terbayang rasanya berada di posisi pejuang garis dua lain, yang sudah bertahun2 berada di posisi sulit tersebut, kagum dan respect terhadap mereka yang tetap sabar kuat menghadapi segala macam pertanyaan, pernyataan, dugaan2 yang tak semestinya.
Pernah suatu ketika ada yang bilang "m*dul" , ada yang bilang "ngapain sih nunda", "makanya jangan kurus2 susah punya anak". Semua kalimat itu menyakitkan, tapi tak bisa berbuat apa2 karena yang mereka tau hanya luarnya saja, hanya bisa berdo'a sama Allah agar Allah bisa membuktikan bahwa apa yang mereka ucapkan itu sama sekali tidaklah benar.
Dari segelintir orang yang menjatuhkan, selalu ada orang2 yang selalu menguatkan, meyakinkan bahwa semua akan indah pada waktunya. Alhamdulillah dibalik semua tanya, harap dan do'a ternyata Allah sudah menyiapkannya kado terindah itu dengan baik, di akhir penghujung tahun 2022.
Alhamdulillah saya akhirnya kini bisa merasakan bagaimana harunya menatap garis dua di tespack, menatap monitor usg yang menampilkan calon bayi kami, merasakan gerakan-gerakan indah dari dalam perut yang semakin membesar. Bersyukur sekali rasanya bisa mendapat kesempatan menjadi ibu hamil, semoga saya, calon bayi dan suami sehat-sehat hingga persalinan nanti 🤲
Tetap semangat, ikhtiar dan berdo'a, para pejuang garis dua lainnya, Allah tau waktu terbaik untuk menitipkan malaikat kecil di rahim kita. Semoga selalu sabar dan tabah dalam penantian yang tidak mudah itu. Tutup mata dan telinga dari orang-orang yang hanya bisa memberi komentar negatif. Buka mata dan telinga untuk hal-hal positif yang mungkin saja bisa menjadi perantara ikhtiar menuju garis dua. Do'a terbaik untuk para pejuang hebat 🥰