JKT48 2nd Generation. Pertama kali saya tidak terlalu mengikuti perkembangan generasi ini, mulai dari proses audisi awal, audisi akhir di Jepang sampai akhirnya terpilih 31 orang pun saya tidak terlalu memperhatikan. Saya baru mulai menaruh ketertarikan pada 2nd Generation saat mereka mulai bermunculan di Twitter pada awal Januari 2013, terutama pada satu member yang bernama Rona Anggreani, karena waktu itu foto profil dia tampangnya galak dan sangar, beda dari yang lainnya.
Masih ingat foto ini? Haha. Nostalgia banget ya.
Ketertarikan saya dengan 2nd Generation terutama Rona semakin meningkat setelah keluar video dari Japanese Station yang menayangkan cuplikan setlist Pajama Drive 2nd Generation, dimana Rona berperan sebagai center bonus song Heavy Rotation (bisa dilihat mulai 9:12).
Yang bikin saya salut, Rona melakukan gerakan split di lagu itu. Langsung saya merasakan “wah ini beda dengan yang lainnya, harus didukung nih anak ini.” Itulah yang akhirnya membawa saya mengoshikan Rona sampai sekarang dan akhirnya juga mendukung seluruh 2nd Generation dan Team KIII tempat dia berada.
Perjalanan 2nd Generation ini tidak mudah. Berbeda dengan 3rd and 4th Generation yang cenderung lebih diterima oleh fans, 2nd Generation mengalami banyak penolakan dan perlakuan tidak menyenangkan. Mulai dari teater yang sepi sampai pernah juga beberapa member dilewati dan diacungi jari tengah saat hi-touch, semuanya pernah mereka alami.
Waktu terus berjalan dan dari 31 member yang pertama ada, selama 6 bulan ada 3 member yang mundur. Sehingga pada 25 Juni 2013, team KIII pun dibentuk dengan anggota 18 orang 2nd Generation sebagai berikut:
Sedangkan 10 orang sisanya harus tetap sebagai trainee:
1. Annisa Athia (Nichan)
2. Dellia Erdita (Delli)
3. Dena Siti Rohyati (Dena)
4. Fakhiryani Shafariyanti (Shafa)
5. Jennifer Rachel Natasya (Rachel)
6. Nadhifa Karimah (Dhifa)
7. Novinta Dhini (Novinta/Nobi)
8. Priscillia Sari Dewi (Sisil)
9. Saktia Oktapyani (Via)
10. Thalia Ivanka Elizabeth (Vanka/Thacil)
Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak member yang pergi, saat ini 2nd Generation hanya menyisakan 21 orang.
17 orang di Team KIII:
Alicia Chanzia, Cindy Yuvia, Della Delila, Dwi Putri Bonita, Fakhiryani Shafariyanti, Jennifer Hanna, Lidya Maulida Djuhandar, Nadila Cindi Wantari, Natalia, Priscillia Sari Dewi, Ratu Vienny Fitrilya, Riskha Fairunissa, Rona Anggreani, Saktia Oktapyani, Sinka Juliani, Viviyona Apriani.
4 orang di Team J:
Dena Siti Rohyati, Jennifer Rachel Natasya, Shinta Naomi, Thalia Ivanka Elizabeth.
Seiring dengan kerasnya jalan yang mereka hadapi, team KIII bertumbuh menjadi sebuah tim yang sesungguhnya, bukan hanya sekelompok individual bertalenta yang berkumpul. Ada sebuah kesatuan yang erat, kebanggaan dan teamwork yang benar-benar bisa dirasakan oleh setiap fans yang menonton mereka. Tantangan demi tantangan, baik dari fans maupun manajemen, mereka hadapi dan berhasil mereka lewati. Sampai akhirnya, para fans yang dulu tidak suka kepada Team KIII pun menjadi fans berat dan loyal Team KIII, sehingga muncul slogan “my blood is blue and yellow” yang melambangkan warna Team KIII yaitu kuning-biru yang diambil dari warna seifuku 1,2,3,4 Yoroshiku mereka, salah satu lagu khusus Team KIII selain Korogaru Ishi ni Nare yang merupakan lagu kebanggan mereka.
Perlahan-lahan, setiap member KIII menemukan peranan dan image mereka masing-masing dalam tim ini. Misalnya seperti Yona dan Lidya yang mengambil peranan admin dan melahirkan K3poinOshi, juga trio Sisil - Della - Via yang membentuk Devil’s Attack. Hal ini menjadikan setiap member memiliki peranan yang penting dalam tim dan membuat tim KIII menjadi suatu tim yang utuh.
Semakin lama, semakin banyak fans yang merasa menemukan “rumah” mereka di Team KIII — termasuk saya. Mungkin semuanya berawal dari setlist Boku no Taiyou (Matahari Milikku) yang oleh para fans dinamai sebagai Pulau Matahari, menggambarkan suasana kehangatan yang ada di sana. Para fans KIII pun akhirnya menyebut diri mereka sebagai Anak Pulau Matahari. Tidak bisa disangkal, Boku no Taiyou adalah salah satu lagu penutup setlist terbaik yang dimiliki JKT48, yang bisa membuat para penontonnya merasa kangen dan sedikit sedih bahwa pertunjukan malam itu telah berakhir.
Pada tanggal 11 Juni 2014, di konser Gingham Check di Balai Kartini, terdapat sebuah pengumuman mengejutkan dimana Team KIII harus berhasil menjual 1000 tiket untuk mengadakan Konser Ultah Pertama Team KIII pada 25 Juni 2014. Jika jumlah tiket yang terjual tidak sampai 1000, maka konser tersebut akan dibatalkan. Nyatanya, dalam waktu kurang lebih seminggu saja, 1000 tiket ludes terjual! Di titik inilah sangat terasa bahwa Team KIII sudah berubah dari tim yang diremehkan, menjadi tim yang sangat dicintai dan memiliki banyak pendukung loyal yang mau melakukan apa pun untuk mereka.
Jangan lupakan juga Konser Full Team KIII di Malang pada 27 September 2014. Awalnya banyak yang meragukan apakah bisa Team KIII mengadakan konser tunggal di luar kota dengan sukses, karena dari segi popularitas mereka belum sebaik kakak-kakak mereka di Team J. Namun ternyata, konser ini menjadi salah satu konser yang paling luar biasa yang pernah ada, yang membuat menyesal para fans yang tidak bisa hadir di konser ini. Saya masih berharap suatu hari nanti konser ini akan dibuatkan DVD-nya, walau saya tahu hal itu sepertinya tidak mungkin.
Dan siapa yang mampu melupakan megahnya “bendera” team KIII yang dibuat menyerupai seifuku 1,2,3,4 Yoroshiku ini? Penghargaan luar biasa untuk team KIII.
Dari sebuah generasi yang dahulu banyak diremehkan orang, dalam tiga tahun Team KIII telah bertumbuh menjadi suatu tim yang kuat dengan ciri khas tersendiri. Peningkatan di tim ini sangat terasa, mulai dari Boku no Taiyou, Seishun Girls sampai sekarang Saishu Bell ga Naru, tim ini selalu menunjukkan perkembangan dari setlist ke setlist. Mungkin itulah sebabnya mereka selalu mendapatkan setlist-setlist yang bagus, karena mereka dipandang mampu untuk membawakan setlist-setlist itu dengan baik.
Selamat ulang tahun yang ketiga, 2nd Generation! Walaupun mungkin tahun depan saat ulang tahun kalian yang keempat jumlah kalian akan menjadi lebih sedikit lagi, saya akan menunggu dan menantikan sejauh mana kalian yang tetap bertahan telah lebih berkembang lagi.
Tidak terasa bulan lalu saya sudah memasuki tahun ketiga sebagai fans JKT48 dan kondisi fandom ini sudah sangat berubah dibandingkan saat saya awal bergabung di dalamnya. Saya mencoba melihat kembali ke belakang apa yang berbeda dari fandom yang sekarang dengan yang dulu dan sering kali perubahan ini disebut-sebut disebabkan oleh satu kata, yaitu waro.
Apakah ini berarti pada tahun pertama JKT48, dimana fandom disebut berada dalam kondisi paling baik tidak ada istilah waro? Sebenarnya tidak juga, saat itu juga yang namanya fan service sudah banyak dan sering dibahas, hanya saja tanggapan dan perlakuan fans dahulu terhadap waro itu sendiri beda dengan sekarang. Bisa dibilang, fans dahulu bisa menyikapinya dengan lebih baik.
Masih ingat kan beberapa kali waktu itu member post foto two-shot atau group-shot mereka dengan selebriti dan fandom jadi heboh? Waktu itu pun banyak fans yang awalnya merasa iri atau berkata bahwa member melanggar peraturan, terutama apabila yang berfoto itu oshi mereka. Namun saya masih ingat, tanggapan yang keluar di fandom waktu itu secara garis besarnya adalah: “jadilah fans yang bisa dibanggakan oleh oshimu, supaya siapa tahu nantinya kamu pun bisa berada di panggung yang sama dengan mereka.”
Dan ini bukan sekedar isapan jempol. Banyak sekali fans yang menjadi termotivasi untuk bisa bekerja lebih baik atau menyelesaikan studi mereka lebih baik. Salah satunya, banyak yang menjadikan oshi mereka sebagai motivasi untuk menyelesaikan skripsi, sehingga pada waktu handshake event mereka bisa menyampaikan kabar baik itu kepada oshinya, bahkan beberapa sempat melakukan two-shot dengan membawa ijasah mereka. Tentu hal ini juga akan membuat para member senang, karena mereka telah berhasil membawa dampak yang positif untuk para fans mereka.
Mungkin banyak yang ingat waktu itu sempat beredar sebuah tagline yang populer di kalangan fans yaitu siapalah saya ini. Namun, cara menyikapi perkataan ini sangat berbeda antara fandom yang dahulu dengan sekarang.
Dahulu, perkataan siapalah saya ini diikuti dengan kesadaran diri bahwa “saat ini saya bukan siapa-siapa dan belum jadi siapa-siapa, oleh karena itu, saya harus bekerja keras sampai saya bisa jadi siapa-siapa, jadi seseorang yang patut dibanggakan”. Hal ini melahirkan banyak hal positif baik di dalam maupun di luar fandom. Selain memotivasi dalam studi dan pekerjaan seperti yang saya katakan tadi, di masa ini juga banyak project keren dan kreatif yang dihasilkan oleh para fans untuk para oshinya.
Sekarang, perkataan siapalah saya ini diikuti dengan rasa iri hati. Prinsip yang berlaku adalah “kalau saya bukan siapa-siapa, maka mereka juga tidak boleh jadi siapa-siapa”. Fans yang dianggap posisinya “lebih tinggi” di mata member dan sering mendapatkan waro langsung ramai-ramai dijatuhkan. Semuanya harus sama rata, sama-sama ngenes dan sama-sama menderita, seolah tidak boleh ada orang lain yang bahagia walaupun kebahagiaan itu didapatkan dari hasil usaha dan kerja keras mereka sendiri. Inilah yang membuat suasana fandom jadi berantakan dan saling serang, karena mereka yang merasa tidak mampu untuk “naik”, akhirnya memutuskan untuk menjatuhkan mereka yang dianggap berada “di atas” supaya posisinya jadi sama dengan mereka.
Sayang sekali sih kalau fandom ini jadi seperti ini, padahal dari segi JKT48 dan membernya sendiri, besar sekali potensi untuk membawa banyak kebaikan...
Cerita pengalaman pribadi sedikit deh. Pas akhir 2012, gue kena sakit yang cukup parah, namanya Portal Vein Thrombosis. Pertama kali opname sampai 2 minggu nggak ketahuan sakitnya apa, baru pas ganti dokter yang profesor urusan penyakit dalam akhirnya ketemu penyakitnya. Setelah itu, gue harus istirahat di rumah 2 bulan dan akhirnya kerja dari rumah sekuatnya. Kebetulan banget (dan sialnya) waktu itu brand IT yang gue pegang lagi mengalami penurunan drastis di Indonesia, sehingga nggak lama kemudian divisi gue pun ditutup dan gue harus mulai kerja dari awal lagi dan buat yang kerja di bidang IT pasti tahu kalau di bidang ini memulai dari awal itu sangat tidak mudah.
Setelah mengalami naik turun pasang surut dan berbagai kesulitan, akhirnya tim yang solid dengan business plan yang matang pun mulai terbentuk sekitar pertengahan 2014 (ya, itu berarti gue hampir setahun kerja nggak jelas). Tanggung jawab dan kepercayaan pun terus bertambah hingga akhirnya di awal tahun 2015 ini gue ditunjuk jadi Chief Technology Officer di salah satu perusahaan IT terbesar di Surabaya. Mudah? Enggak, susah banget malah. Harus banyak belajar lagi dari awal, baca berbagai macam buku dan jurnal IT, juga harus sering kontak dengan banyak orang yang ahli di bidang mereka masing-masing untuk tahu berbagai perkembangan terbaru di bidang IT.
Dalam melewati semua itu, tentu dukungan keluarga dan teman berperan penting. Tapi gue juga tidak menyangkal bahwa salah satu motivasi gue waktu itu untuk bisa terus maju adalah gue ingin bisa ke Jakarta lagi dan ketemu dengan para member. Harapan gue adalah dengan semakin meningkatnya jabatan dan performa di pekerjaan, penghasilan akan meningkat, cukup dana untuk memperbaiki kondisi kesehatan (karena jujur saja penyakit gue ini mahal perawatan dan obatnya) dan juga semakin banyak jadwal cuti yang bisa gue kumpulkan dan pakai untuk datang ke berbagai event seperti konser dan handshake.
Dengan segala pengalaman di atas, sedikit banyak memang gue harus berterima kasih dan mengakui bahwa para member ini memang membawa perubahan buat hidup gue ke arah yang lebih baik. Sayang memang di tahun 2015 ini seiring dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas pekerjaan, gue harus fokus di pekerjaan ini sehingga sejauh ini belum bisa ke Jakarta lagi. Ditambah banyak lembur sehingga kesehatan juga jadi kurang baik dan harus banyak istirahat. Tapi itu bukan hal yang buruk dan terbayar dengan berbagai peningkatan serta rekor di pekerjaan. Misalnya, setelah beberapa bulan lalu berhasil pertama kalinya sukses menembus proyek dengan nilai di atas 500 juta, akhirnya bulan ini tercapai juga sukses pertama kali menembus proyek satu milyar.
Sebenarnya kalau mau melihat sekeliling, di fandom ini bukan hanya gue seorang yang mendapatkan inspirasi dan motivasi positif dari member atau oshinya sehingga berhasil mencapai tingkat kesuksesan yang lebih tinggi.
Ada yang mengawali dari membuat film pendek untuk member dan sekarang sedang mengejar mimpi untuk menjadi seorang filmmaker — Aditya Rizky G.
Ada yang mengawali dari membuat sebuah komik bersambung yang kabarnya sekarang sedang dikerjakan juga versi film pendeknya — Fakhri Ilham.
Ada yang berangkat dari Surabaya untuk berjuang di Jakarta dan saat ini sudah sukses masuk ke salah satu perusahaan IT ternama — Ekanda Susaptyo.
Ada yang memulai berkarir mandiri melalui Kue Cubit Premium dan sekarang memiliki banyak penghasilan sebagai driver GO-JEK — Rahmat Ali Azis.
Ada yang melalui musik mereka akhirnya bisa diundang main keliling Indonesia, mungkin ke lebih banyak kota dibandingkan member — The Goddamn Wota.
Dan masih banyak lagi kisah sukses lainnya.
Jadi pertanyaannya sekarang adalah: bagaimana keberadaan kamu selama ini di fandom ini sudah membawa pengaruh untuk diri kamu? Apakah kamu sudah berhasil, atau minimal sudah berusaha, untuk menjadi seseorang yang bisa dibanggakan juga oleh idola dan oshimu?
Novinta dan Sisil. Dua orang ini harus gue kasih credit tersendiri di handshake Kokoro no Placard kemarin. Kenapa? Karena mereka berdua sudah berhasil membuat gue yang harusnya manfaatin waktu kosong sejam di sesi 5 buat istirahatin kaki (karena gue nggak handshake dengan siapapun di sesi itu), malah jadi rela berdiri berpanas-panasan dan berdesak-desakan sejam ngantri OTS untuk beli tiket sesi 6 mereka.
Gue aslinya sudah pegang 6 tiket Novinta dan 4 tiket Sisil di sesi 4, ditambah 1 tiket Sisil di sesi 6 hibahan dari Gala. Karena kehebohan mereka di sesi 4 itulah, gue sampai mau nggak mau nambah tiket lagi karena mereka nagih dan ada urusan yang belum selesai.
SISIL: SESI 4 TIKET 1
Gue sama sekali nggak siapin topik apapun untuk ke Sisil karena gue yakin anak ini seru dan sudah banyak yang bilang begitu. Karena ini pertama kalinya gue dateng handshake ke Sisil, kenalan dulu deh ya biar akrab…
GUE: “Halo Sil, gue Nathan dari Surabaya.”
SISIL: “WOOOOY BANG! Akhirnya lo dateng juga kesini!”
GUE: “Iye, udah lama ya gue pengen ke elo, akhirnya kesampaian juga.”
SISIL: “Iye dari mana aja sih lo bang ah elah.”
GUE: “Eh katanya lo barusan operasi ya?”
SISIL: “Iya nih operasi amandel. Makanya masih belum enak nih ngomongnya EHM!.”
GUE: “Alaaaaah lo baru operasi aja pecah kayak kemarin, gimana kalo sehat coba!”
TIMEKEEPER: “Waktu habis.”
Tiket pertama ini asyik sih, anaknya seru, tapi obrolan masih kerasa kayak basa-basi doang. Masih dengan tanpa topik, gue balik lagi ke tempat Sisil untuk tiket yang kedua.
SISIL: SESI 4 TIKET 2
GUE: “Lo sekarang udah mantep abis ya MCnya, gak ada elo gak seru!”
SISIL: “Iya doooong.” (nyengir-nyengir kesenengan)
GUE: “Kemaren itu pertama kali lho gue liat elo di team K3. Terakhir gue liat elo awal tahun lalu tuh pas masih jadi trainee bawain Pajama Drive.”
SISIL: “HAH SERIUS KEMARIN BARU PERTAMA KALI? GILE LAMA AMAT!”
GUE: “Iye lah gue kan jauh, jarang dateng, tahun ini aja baru 4 kali nonton.”
GUE: “BTW ini baju elo lucu amat sik. Kayak kado aja pengen gue bawa pulang.”
SISIL: “Eh ntar sesi 6 dateng lagi nggak? Bajunya beda loh!”
GUE: “Ada sih. Baju serem lagi? Lo lebih cocok sih pake yang horor gitu.”
SISIL: “Bukan horor sih, tapi… ah ntar liat sendiri aja deh!” (ketawa penuh arti)
Woke, tiket kedua ini JAUH lebih menyenangkan, tapi gue yakin Sisil bisa lebih dari ini. Sambil mikir gimana caranya keluarin potensi maksimal dia, gue jalan ke Novinta dulu yang jalurnya persis di sebelah Sisil. Ada perasaan bakal ikutan nongol nih tuh anak…
NOVINTA: SESI 4 TIKET 1–2
* Semua obrolan di bawah ini dilagukan dengan nada “One Day More” Les Miserables.
GUE: “NOOOOVINTAAAAAAA…”
NOBI: “Iya nama saya Novintaaaaa…” (emang lo kira gue salah jalur apa Nop?)
GUE: “Sudah lama kita tak bertemuuuuuu…”
NOBI: “Memang sudah lamaaaaaaa…”
GUE: “Kita ngobrolnya gini aja biar makin seru~ Novintaaaa…”
(di titik ini Sisil ngeliatin gue ama Nobi yang nggak jelas dari sebelah sambil bengong)
GUE: “Lihat dia jadi binguuuuung…” (sambil ngelirik Sisil)
NOBI: “Oh tak apa biarkan saja diaaaaa…”
GUE: “Kenapa kita ngobrolnya beginiiiiiiiii???” (padahal gue yang tadi bilang biar seru)
NOBI: “Karena kita anak-anak kereeeeeennnn…”
TIMEKEEPER: “MZ SUDAH MZ!” (mungkin cape dia dengerin kita nyanyi wakakakaka)
Yak, satu misi gue untuk ngobrol edan-edanan sambil nyanyi sama Novinta udah selesai, gue emang dari dulu pengen coba beginian sama Novinta karena dia kuliah jurusan teater, pasti asyik lah kalo diajak beginian nyahahahahaha. Secara dulu waktu gue masih doyan nyanyi aliran gue classic, kayaknya seru aja ketemu member yang bisa ngimbangin.
NOVINTA: SESI 4 TIKET 3–4
NOBI: “HAI KAKAAAAAAAAAAK~” (dilagukan)
GUE: “Udah Nop yang ini ngobrol biasa aja, cape, hahahahaha.”
NOBI: “Eh waktu itu yang tanya Les Miserables atau The Phantom itu kenapa?”
GUE: “Oh, gue pengen tau elu lebih suka yang mana, Les Mis atau Phantom.”
NOBI: “Ooooh, hmmm, suka dua-duanya sih…”
GUE: “Nyanyiin salah satu dong Nop, gue pengen denger.”
NOBI: “Yah, saya enggak hafal. Kakak aja yang nyanyi.”
GUE: “Hmmm aku juga enggak ada persiapan nih, coba nanti deh ya…”
TIMEKEEPER: "Waktu habis."
NOBI: “Oke kak, beneran lho ya!”
Gue berusaha keras mikir lagu apa dari dua opera itu yang gue bisa nyanyiin dengan kondisi mendadak dan tanpa persiapan. Akhirnya pilihan jatuh ke “Think of Me” dari The Phantom of the Opera, lagu favorit gue yang aslinya dinyanyiin oleh Christine di awal operanya. Tapi rencana ini pun gagal karena seperti yang kalian ketahui signal Telkomsel sangat busuk di Istora Senayan, membuat gue nggak bisa mencari lirik “Think of Me” di Google. Waktu sudah mepet dan nggak mungkin gue jalan keluar jauh cari signal.
Akhirnya gue balik masuk ke ruangan handshake, saat itu jalur handshake Sisil sudah kosong melompong. Mendadak terpikir sebuah ide. Gue pun masuk ke jalur Sisil, tapi gue nggak handshake sama dia. Gue ngobrol sama dia dari jauh, mau kasih tantangan.
GUE: “Sil, gue punya 2 tiket lagi nih. Gue tantang lo stand-up 20 detik, bisa ngga?”
SISIL: “Stand-up? Waduh kalo mendadak gini susah gue hmmm…” (garuk kepala)
SISIL: “Kasih gue ide dong! Topik apa gitu yang mau gue stand-up in!”
GUE: “Lo kan baru operasi amandel nih. Coba gitu topiknya amandel gimana?”
SISIL: “Amandel ya? Hmmm duh apa yah susah nih. Yang lain, yang lain?”
GUE: “Susah yah? Ya udah deh kita handshake aja deh ya…”
Di sini gue udah bersiap maju dan udah nyaris ngasih 2 tiket gue ke timekeeper. Mendadak Sisil teriak dan menghentikan gue. Gue pun akhirnya mundur lagi :)))
SISIL: “BENTAR BENTAR JANGAN MAJU DULU! BIARIN GUE MIKIR DULU!”
TIMEKEEPER: “Wah dia jago stand-up ya mas?”
SISIL: “Gue suka banget nih kalo ada yang nantang gue. Bentar!”
(mikir dengan mimik serius dengan tangan di dagu, ekspresi pedenya keluar semua)
GUE: “Coba topiknya 'operasi' aja deh kalo gitu Sil.”
SISIL: “Operasi ya? Hmmm… hmmm… (mikir) … OKE! Sini, sini…”
Sisil manggil gue dengan gesture manggil orang pake telunjuk, like a boss banget. Nggak salah emang gue kasih dia tantangan, seru dan gokilnya jadi keluar maksimal.
SISIL: SESI 4 TIKET 3–4
SISIL: “Eh tapi ini ntar kayaknya agak garing nih, hihihihi…”
GUE: “Gapapa ayo coba aja dulu…”
SISIL: “Jadi yang namanya operasi itu, kan dilakukan untuk alasan kesehatan. Jadi operasi itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuh kita untuk kesehatan. Sekarang kita ngomong tentang hati. Masalah hati itu berat… jadi operasi hati itu dilakukan demi kesehatan… euh… (mulai belibet dan bingung cari materi)”
SISIL: “BLAH! CUIH! AAAAAAAARGH! GAGAL GAGAL! Eh nanti masih ada kan ya di sesi 6? Gue mikir dulu, ntar balik lagi ya, gue kasih stand-up 20 detik tentang operasi!”
GUE: “Woke Sil siaaaaaaaaap!”
Nah kan. Edan emang ini anak. Meskipun stand-up nya masih belum sukses, tapi lo liatin ekspresi dia pas bete-bete sendiri karena gagal itu lucuk abis. Ya nanti sesi 6 gue pasti harus balik lah kalo udah begini! Gue pengen tau dia siapin materi apa.
Sementara itu gue udah nyerah berusaha cari signal, balik dulu aja deh ke Nobi…
NOVINTA: SESI 4 TIKET 5–6
GUE: “Nop, susah nih nyari sinyal disini, gue mau cari lirik tapi nggak bisa.”
NOBI: “Emang sih. Ya udah nyanyi apa aja deh.”
GUE: “Ya udah deh karena ini tiket terakhir, ini aja ya…”
GUE: “CON TE PARTIROOOOO~ SU NAVI PER MARI… CHE IO LO SOOOOOOO~”
NOBI: “I…itu lagu apa kak?” (JEDHAR)
GUE: “Hah… masa kamu nggak tau lagu Andrea Bocelli – Time To Say Goodbye…”
NOBI: “Enggak tau, beneran nggak tau…”
GUE: “Yah udah deh kalo gitu… AAAAAAAAAAAAAAAVEEEEEEEE~”
GUE & NOBI: “MARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIAAAAAAAAAAA~” (harmonisasi cuy!)
(Sisil muncul lagi dari sebelah sambil ngacungin dua jempol ke gue)
TIMEKEEPER: “MZ SUDAH MZ!” (kasian si mz timekeeper jadi budeg wakakakaka)
Seru banget emang kalo nyanyi-nyanyi bareng Novinta. Dia jago nyanyi, pinter cepet nyari harmonisasi dan tipe suaranya klasik, enak banget kalo diajak nyanyi beginian bareng! Lain kali harus siapin stok lirik lagu lebih banyak kalo mau handshake sama dia lagi.
Karena gue masih punya hutang nyanyi ke Novinta (gue masih belum puas) dan kasih Sisil 20 detik untuk stand-up sementara gue cuma punya 1 tiket sesi 6 dari Gala, akhirnya gue belain ngantri OTS untuk 4 tiket Novinta dan 1 tiket Sisil sesi 6. Cape banget gila.
Tapi gue yakin perjuangan dan kerja keras gue akan terbayar lunas. YOSSSSSSH! Setelah selesai OTS gue langsung mengantri lagi untuk scan barcode. Karena pas banget waktunya setelah gue dapet tiket antrian scan barcodenya jalan, gue nggak sempat istirahat. Sampai di ruangan, ternyata Sisil dan Novinta sesi 6 ini cukup rame. Gue sesi 6 ini ada ke banyak member, supaya nggak hangus, gue buruan masuk ke jalur Sisil yang agak sepi…
SISIL: SESI 6 TIKET 1
GUE: “Halo Sil… jadi gimana kelanjutan operasinya?”
SISIL: “………” (pegang tangan gue sambil mendadak membeku)
SISIL: “SYIT MEEEEEEEEEENNNNN GUE LUPAAAAAAAAA!!!!!!” (tepok jidat)
SISIL: “Eh masih ada lagi nggak tiketnya?
GUE: “Tinggal satu tiket doang sih.”
SISIL: “OKE 10 DETIK CUKUP! Ntar balik lagi ya! Gue siapin materinya.”
Iya. Itu Sisil beneran teriak “SYIT MEEEEEEEEEENNNNN” sambil tepok jidat. Walaupun nggak dapet stand-up dari Sisil, lihat dia mendadak teriak gitu sambil tepok jidat itu udah priceless banget. Enggak tau deh anak ini makan apa sampe bisa begini wakakakakaka.
Sambil memberi waktu buat Sisil untuk mikir, gue pun geser dulu ke jalur sebelah.
NOVINTA: SESI 6 TIKET 1–3
Karena gue udah coba hitung waktu untuk nyanyi lagunya sampai reff dan perkiraan butuh 30 detik, gue langsung pakai 3 tiket di sesi ini. Satu tiket sisa buat cadangan.
Yang mau tau lagunya kayak apa: The Phantom of the Opera – Think of Me.
GUE: “Nop, udah ada nih liriknya, mulai ya.” (sambil buka screenshot di hape)
GUE: “Think of me…”
NOBI: “~think of me…”
GUE: “Think of me fondly when we've said goodbye. Remember me…”
NOBI: “~remember me…”
GUE: “Once in a while please promise me you'll try…”
NOBI: “~I will try…”
GUE: “And when you find that once again you long…”
GUE & NOBI: “To take your heart back and be free…”
GUE: “If you ever find a moment…”
GUE & NOBI: “Spare a thought… for… me~”
Seneng banget pas bisa sampai di sini, apalagi Sisil nengok mulu dari sebelah kayaknya pengen banget godain tapi akhirnya mutusin untuk ikut dengerin kita nyanyi aja.
GUE: “Jadi bagaimana Novinta, penilaian anda?
NOBI: “Bagus sih, tapi lebih bagus lagi kalo nggak sambil grogi gitu.”
GUE: “Yaelah Nop, namanya juga spontan tanpa persiapan ini. Hehe makasih ya.”
NOBI: “Makasih juga kakak! Hati-hati ya pulangnya.”
Dan besoknya gue liat di G+ dia bilang gue “opera ala ala”. Swt bener dah…
Oke karena jalur Sisil udah kosong, gue ke jalur dia dan teriakin dia lagi.
GUE: “Sil! Gimane nih. Udah siap belon? Tiket terakhir lho.”
SISIL: “Hmmm… oke siap deh. Ayok maju sini!”
Sesuai perintah Yang Mulia Keseleopatra, gue pun maju sambil joget-joget ala Mesir dan ngasih tiket terakhir gue ke mz timekeeper yang senyum-senyum lihat ulah gue.
SISIL: SESI 6 TIKET 2
SISIL: “Haduhhhhh pasti garing sih ini!”
GUE: “Nggak apa yang penting udah usaha, yuk!”
SISIL: “Jadi ada cerita nih tentang operasi. Beberapa waktu yang lalu nyokap gue panik gitu mendadak telpon gue, 'Sil mama habis operasi nih…' Gue pun jadi ikutan panik dong, langsung tanya nyokap gue 'Lah kok bisa? Mama kenapa? Dimana sekarang?'”
TIMEKEEPER: “Mas, su…”
SISIL: “BENTAR!” (langsung nyelak motong timekeeper)
SISIL: “Trus nyokap gue jawab, 'Di kantor polisi, Sil.' Gue tambah bingung, 'Hah kok bisa di kantor polisi, katanya habis operasi?' Trus nyokap gue jawab lagi, 'Iya habis operasi Sil, operasi zebra…' — HALAH GARING YA?!”
GUE: “Enggak, lucu kok Sil. Yang penting udah usaha. Makasih banget ya, lo keren abis!”
SISIL: “Makasih juga udah dateng! Dadah! Ketemu lagi yaaaa kapan-kapan.”
Tuh kan? Nggak rugi gue nambah tiket ke Sisil, anak ini gokil dan petjah abis sob. Walau mungkin materinya agak recycle dan udah agak ketebak endingnya pas di tengah, tetep aja gue terhibur dengerin dia cerita. Lain kali kayaknya sekalian 10 atau 12 tiket aja dah!
Oke, last, karena masih ada satu tiket ke Novinta, balik lagi di penghujung sesi.
NOVINTA: SESI 6 TIKET 4
NOBI: “Lah! Balik lagi!”
GUE: “Iya Nop tiketnya beranak di kantong gue, tapi ini beneran terakhir.”
NOBI: “Yaudah. Eh masih oshiin Rona kan?”
GUE: “Ya masih lah Nop kayak enggak tau gue aja.”
NOBI: “Dukung Rona terus yaaaaaa!”
GUE: “Woles. Rumah gue kan di team K3 Nop!”
NOBI: “Ooooh, kalo sampe ketahuan main ke rumah lain gimana?”
GUE: “………”
(Nobi ngeluarin gesture “I'm watching you”, dua jari ke mata dia, trus ke gue sambil melotot. Yang nonton Seishun Girls Sabtu malam pasti ngerti ini kayak gimana)
TIMEKEEPER: “Waktu habis.”
GUE: “Yah cuma bertetangga aja kan Nop, nggak menetap disana.”
NOBI: “Beneran lho ya. Ya udah tetep dukung team K3 ya. Dadaaaaah~”
Ngobrol sama Nobi ini seru banget lah ya, udah kayak tektokan sama sohib sendiri. Sejak pertama kali gue ke dia pas handshake Manatsu no Sounds Good, gue langsung kena dan masukin dia di daftar yang pasti gue kunjungin tiap handshake. Pas Manatsu gue ke dia 3 tiket, kali ini 6+4 tiket. Berikutnya kayaknya harus 12 tiket nih soalnya nagih banget!
PENUTUP
Demikianlah cerita gue tentang handshake sama Nobi dan Sisil, 2 member team K3 yang menurut gue seru banget dan wajib elo coba datengin pas handshake event. Dijamin pasti nggak bakal bosen dan sebaiknya siapin dana cadangan buat khilaf, terutama kalo elo mau ngasih mereka tantangan atau mau ngerjain sesuatu bareng mereka pas handshake, mereka berdua pasti respon balik dengan sangat oke dan keren. Dijamin bakal puas!
Dan hanya dengan Sisil elo bisa dapet idol yang teriak “SYIT MEN”, huahahahahaha.
Harapan gue mereka berdua juga bisa terus meningkat dari segi performa teater. Sisil MC udah keren dan performanya terus meningkat. Begitu juga Novinta, kemarin dua show gue seneng banget lihat dia perform, udah jauh dari waktu terakhir kali gue nonton dia, masih trainee di setlist Pajama Drive. Semoga posisi mereka di RanKIIIng bisa naik terus dan sesekali merebut MVP show. Gue yakin mereka berdua mampu dan layak untuk itu!
Semenjak Handshake Event Koisuru Fortune Cookies di Epiwalk, November 2013, Ghaida ini adalah satu member yang selalu pasti gue datangi setiap kali gue bisa ke Jakarta untuk ikut event handshake. Selain salah favourite member gue, Ghaida ini juga oshi istri gue.
Karena istri gue sudah setahun nggak ketemu Ghaida (terakhir ketemu ya di handshake event KFC itu) akhirnya dia memutuskan membeli 6 tiket HS sementara gue membeli 4 tiket HS, dibagi dalam 2 sesi yaitu sesi 1 dan sesi 4 dengan pertimbangan semoga di dua sesi itu Ghaida pake baju yang beda. 10 tiket dirasa cukup. Kalo perlu, nanti toh bisa maju berdua dengan resiko istri gue yang diajak ngobrol dan gue cuma jadi penonton yang gesrek.
Beberapa waktu sebelumnya, Ghaida sudah minta para fansnya yang datang untuk pakai kemeja putih. Karena itu, gue ke handshake event ini pakai kemeja putih bergaris hitam (nggak punya kemeja putih polos) plus jaket hitam yang sudah jadi ciri khas. Kemudian muncul pengumuman lain bahwa karena Ghaida ada ujian di pagi harinya, sesi 1 digeser ke sesi 8 dan sesi 4 digeser ke sesi 9. Oke tidak masalah, malah bakal jadi penutup yang seru.
Singkat cerita, akhirnya sampailah kita di sesi 8. Ghaida ada di jalur 21, paling kiri ruangan, dekat tembok. Dia pakai kemeja putih, semacam dasi pita (?) hitam dan topi setengah kupluk (ini susah jelasinnya) yang bikin dia jadi kelihatan cakep banget. Para fans di jalur antrian Ghaida pun banyak yang datang pakai kemeja putih sesuai permintaannya. Supaya gue bisa lihat istri gue diapain aja sama Ghaida, gue kasih istri gue antri di depan gue…
SESI 8: TIKET #1
Istri gue maju pake satu tiket duluan dan… BENER AJA KAN LANGSUNG DIPELUK-PELUK MESRA SAMA GHAIDA! FAAAAAAAAK! Mendadak gue jadi gesrek maksimal dan langsung pengen cakar-cakar tembok di sebelah kiri gue. Yah udah setahun nggak ketemu sih ya, tapi sasuga memang istri gue nggak salah pilih oshi, punya efek bikin suaminya ikutan gesrek juga nih.
Istri gue selesai handshake, maka gue pun maju…
Buset itu dia ngomongnya sambil teriak lucuk gitu dan nunjuk hati gue, pake nada lucuk dan ekspresi muka yang lucuk banget pula. Ya gimana enggak mati gue mbuls. Bikin gemes dan gesrek maksimal. Ambil deh hati gue! Ambil!
SESI 8: TIKET #2
Disini istri gue langsung pake dua tiket karena antrian di belakang sudah makin panjang, yang mana berarti gue yang antri di belakang dia pun gesreknya jadi lebih lama, 20 detik. Lihat istri gue lucu-lucuan, peluk-pelukan, cipika-cipiki sama Ghaida bikin gue jongkok dan garuk-garuk tiang pembatas jalur di depan orang banyak, sampe hand sanitizer yang ada diatasnya jatoh mulu gara-gara gue hahahahahahaha.
20 detik sudah lewat, gantian giliran gue yang maju lagi…
GHAIDA: “AAAAAAAAAAAAAA MAU SAMA KAKAK YANG ITU AJAAAAAAAAA—”
(posisi satu tangan megang tangan gue, satu tangan meraih ke arah istri gue sambil kepalanya miring ngelewatin badan gue dan berusaha ngeliat ke arah istri gue)
GUE: “………………………………………………………..”
Setelah sama-sama tersadarkan dari gesrek (gue gesrek ke Ghaida, Ghaida gesrek ke istri gue) maka obrolan absurd ini (?) pun kita lanjutkan kembali…
GUE: “Eh ini baju apa sih kok lucuk abis, ada topinya gitu? Pramugari ya…”
GHAIDA: “Bukan kak, pakai ini soalnya mau sidang.”
GUE: “Sidang ke hatiku lagi?”
GHAIDA: “Bukaaaaaaan! Ini supaya nanti pas sidang skripsi bisa ngerayu dosennya 'Pak… lulusin saya dong Pak…'” (ekspresi genit dengan muka menggoda, satu tangan narik rok ke samping kayak gaya Viny pas jiko, udah nggak bisa dijelaskan lagi)
GUE: “……..” (NAK KALO GUE DOSEN LO LANGSUNG GUE KASIH A+ GA PAKE LAMA)
GUE: “Kapan sih sidang skripsinya, Ghai?”
GHAIDA: “Januari tahun depan kak. Takut nih huhuhuhuhu…”
GUE: “Ah kamu kan hebat, aku yakin kamu pasti bisa!”
TIMEKEEPER: “Waktu habis.”
GUE: “Udah dulu ya Ghaida, nanti ada lagi kok, dadaaaah~”
GHAIDA: “Dah kakak!”
Keputusan yang SANGAT TEPAT membagi 4 tiket jadi 2 sesi. Coba bayangin kalo satu sesi 4 kali maju begini semua, pulang gue udah nggak berbentuk. Selesai dari Ghaida, gue ke jalur beberapa member lain di sesi 8, lalu manfaatin break 30 menit untuk makan di Lawson sebelum balik lagi untuk pembantaian sidang berikutnya di sesi 9 dengan Ghaida.
SESI 9: TIKET #1
Nah, di sesi 9 ini ada sedikit fail pas ngantri. Awalnya posisi istri gue ada di depan gue, tapi pas tengah-tengah antri karena rame banget jalur antriannya akhirnya dipecah jadi 2 baris dan karena asyik ngobrol dengan Wira dan Pichink, gue nggak sadar entah sejak kapan istri gue jadi ada di belakang gue sampai gue terlanjur maju duluan ke Ghaida.
BTW, di sesi ini Ghaida ganti pake baju dress lengan panjang biru tua garis-garis putih seperti yang bisa dilihat disini: versi close-up dan full body. Ganteng abis sumpah.
GHAIDA: “LOH KOK NGGAK ISTRINYA DULUAAAAAAN?!!!”
GUE: “Eh? (baru sadar, nengok belakang) Lho iya, abis ini dia duluan deh…”
GHAIDA: (manyun)
GUE: “Ganti biru ya bajunya, ganteng nih. Ada makna apa?”
GHAIDA: “Enggak ada sih cuma pengen nyobain baju yang beda aja haha.”
GUE: “Oooo kirain ada makna lain yang dalam, misal cinta sedalam samudra gitu.”
GHAIDA: “Hahahaha bisa tuh kak.”
Disini waktu gue habis, gantian istri gue yang maju 1 tiket, gue nonton sambil jongkok di belakangnya dan gesrek lagi. Karena tadi janjinya istri gue maju duluan, abis istri gue muter dari belakang gue kasih duluan di depan gue. Istri gue pake 2 tiket untuk pamitan pulang, dapet peluk cipika cipiki lagi dan gue di belakangnya pengen mengais tanah lagi…
SESI 9: TIKET #2
GUE: “Haiiiiiiii… ini tiket yang terakhir nih.”
GHAIDA: “Makasih yaah udah dateng jauh-jauh sama istrinya kesini.” (tarik tangan gue)
GUE: “Sama-sama Ghaida, kamu juga semangat terus yah. Inget terus banyak yang selalu sayang sama kamu dan selalu memperhatikan kamu. Jangan pernah menyerah yah!”
GHAIDA: “Siap kak, dukung aku terus yaaaah, dadaaaaah!”
(pembicaraan sebenarnya kayaknya lebih panjang dari ini, tapi gue lupa karena gesrek, intinya sih banyak ngasih semangat dan wejangan, nanti kalo inget gue tambahin disini)
Selesai dari sini, gue pun geser ke member lain di sesi 9 lalu duduk di tribun stage.
KESIMPULAN
Banyak hal yang menarik tentang Ghaida yang nggak bisa dituliskan disini karena kamu harus datang dan rasakan sendiri (mainkan yang kamu rasakan dan rasakan yang kamu mainkan bro). Cara dia menggenggam tangan kamu, sesekali menarik tangan kamu ke arahnya (seperti di sesi 9 tiket #2), cara dia melihat kamu, nada suara dan ekspresi dia saat berbicara, itu beneran nggak bisa gue tuliskan ke dalam kata-kata.
Kalau memang harus disimpulkan dalam 2 kata, mungkin gue bisa bilang bahwa Ghaida ini MENYENANGKAN dan PLAYFUL. Buat fans cewek, gue sarankan elo coba handshake ke Ghaida minimal 2 tiket. Kalo udah ngerasain gue yakin akan susah buat elo untuk lepas, karena dia tau banget gimana cara memperlakukan fans cewek dia. Dipeluk idol itu nanti akan jadi hal yang biasa buat elo kalo elo sering handshake sama Ghaida.
Sementara itu buat fans cowok, perhatikan kata-kata gue ini:
GHAIDA ADALAH ALASAN BUAT ELO UNTUK SEGERA MENGAKHIRI MASA JOMBLO!
Serius, kalo elo dateng handshake ke Ghaida bawa pacar atau istri, elo dijamin pasti bakal menang banyak. Seperti cerita diatas, gue menang banyak dan berlipat ganda karena istri gue. Terutama kalo pasangan elo bisa jadi akrab sama Ghaida, wah maut tuh menangnya.
Tapi kalopun elo fans cowok yang masih jomblo, elo bisa dateng ke Ghaida dan masih dapet kesenangan yang banyak kok. Dia asyik buat elo ajak ngobrol anime, manga, tokusatsu dan hal-hal Jejepangan lainnya. Ditambah lagi dia juga bener-bener tau cara memperlakukan fans dengan sangat baik sehingga untuk tiap tiket yang elo keluarin, 10 detik itu elu nggak akan pernah merasa rugi. Yang ada elo bakal ketagihan, pengen nambah dan nyesel kalo tiket elu kurang banyak. Makanya gue saranin kalo nyoba ke Ghaida, minimal 2 tiket deh.
Ghaida menurut penilaian gue adalah salah satu member tim J dengan handshake terbaik saat ini. Kalo elu belum pernah handshake sama Ghaida, beneran elu harus coba. Kalo elu udah pernah dan tau ada temen elu belum pernah, coba deh yakinin dia untuk coba, supaya yang bahagia (dan yang gesrek guling-guling) lebih banyak.
INTRODUCTION
Cerita tentang kegesrekan terkena panah maut Andela di handshake Kokoro no Placard ini sebenarnya dimulai jauh sebelum event handshake ini sendiri, malah bisa dibilang event handshake Kokoro no Placard ini adalah momen dimana gue kualat 4 kali sampe tobat.
Kenapa begitu? Well, seperti yang kalian tahu, beberapa bulan yang lalu, setelah melihat langsung performance Andela dari row 3 di show Pajama Drive Tim Putih, gue akhirnya memutuskan untuk menjadikan Andela sebagai oshimen gue. Tetapi seiring berjalannya waktu, gue mulai jadi ragu-ragu. Oke, dari segi performance dan MC harus diakui Andela itu sangat menarik. Tapi melihat pola interaksinya sehari-hari di Twitter, gue masih merasa belum kena banget, nggak connect lah istilahnya. Malah sempat merasa mungkin Andela ini hanya akan jadi salah satu favorite member gue tanpa bisa naik sampai ke tingkat oshi. Makin ada keraguan apa waktu itu gue terlalu cepat membuat keputusan dan bertindak gegabah menilai terlalu cepat. Tapi semua itu berubah total hanya dalam dua hari…
KUALAT PERTAMA
Sabtu malam 6 Desember 2014. Seusai menonton show malam Seishun Girls, gue dan istri pun turun ke Daily Foodhall untuk membeli minuman dan makanan untuk dimakan di hotel. Waktu sedang memilih minuman di bagian freezer, mendadak istri gue bilang kalau ada Andela di ujung kiri. Gue pun melihat Andela dengan jaket ungu sedang berada di daerah rak botol aqua, nggak lama kemudian Andela berjalan ke arah gue dan istri gue.
Gue punya kebiasaan kalau ketemu member di luar teater, gue bakal pura-pura nggak kenal karena nggak mau menganggu mereka. Kalo mereka berjalan ke arah gue, maka gue akan menghindar supaya nggak perlu menyapa mereka. Karena Andela berjalan ke arah gue dan istri gue, maka gue pun segera bersiap-siap untuk menghindar dan…
LAH!!!!! ISTRI GUE MALAH NYAPA ANDELA DAN NGAJAK NGOBROL ANDELA!!!!!
Mati lah gue sudah, nggak bisa menghindar lagi. Cuma bisa berdiri diam dan membeku disana sementara istri gue ngobrol ringan dengan Andela. Masalahnya sebenarnya ya ini: istri gue yang ngobrol-ngobrol sama Andela, tapi…
GUE YANG KEPANAH MULU COY!!!!! PANAHNYA BELOK KE GUE SEMUA INI!!!!!
(istri gue mah woles abis, sama sekali nggak gesrek, punya arrow immunity kali ya)
Sampai kemudian istri gue mengeluarkan sebuah pertanyaan basa basi, “Andela hari ini nggak teater?” dan dijawab oleh Andela dengan suara manisnya “oh hari ini enggak kak”. Sambil menatap lantai gue pun berkata pelan ke istri gue, “lah hari ini kan jadwalnya team K3… pertanyaan macam apa ituuuuuuu…”
Andela pun kemudian tertawa kecil (LUCU BANGET) sambil berkata, “eh iya ya kak!”
MATI GUEEEEEEEEE!!!!! GUE GESREK TOTAL!!!!! BUNUH SAJA GUEEEEEEEEEEE!!!!!
Nggak lama kemudian gue dan istri pun pamitan dan naik ke Wendy's dimana sudah ada Varenz dan Jinwei. Gue pun cerita tentang kejadian tadi sambil gesrek dan cakar-cakar meja. Mendadak bangku Wendy's putih panjang yang gue duduki itu bergeser maju dan belakang kepala gue pun kejedot kayu di tembok Wendy's. Bener-bener kualat sudah…
KUALAT KEDUA
Minggu siang 7 Desember 2014. Istora Senayan. Ruang handshake di Sesi 3 penuh sesak dengan antrian manusia yang memadati 6 jalur trainee gen 3 yang sold out. Gue mencoba memakai 1 tiket HS ke Desy dengan kondisi itu dan cuma dapet sekitar 5 detik. Akhirnya daripada makin rugi, gue memutuskan menunggu sampai agak sepi baru maju lagi.
Sayangnya antrian nggak sepi-sepi dan waktu pun tersisa 20 menit. Singkat cerita, setelah berjibaku kesana kemari cari jalur sepi untuk dimasuki duluan, di tangan gue masih tersisa 6 tiket Michelle dan 6 tiket Andela saat waktu sudah kurang dari 10 menit, antrian sudah menipis dan banyak member gen 1 dan 2 yang sudah keluar ruangan. Rencana gue adalah memakai tiketnya 3 Andela – 3 Michelle – 3 Andela – 3 Michelle supaya nggak langsung mati gesrek dan kehabisan topik. Sayangnya karena keterbatasan waktu, gue dipaksa timekeeper untuk memakai tiketnya 3 Andela – 6 Michelle – 3 Andela. Berikut ceritanya.
3 Tiket Pertama…
GUE: * kasih 3 tiket ke timekeeper *
ANDELA: “Hai, halo kak!” (sambil menunjukkan wajah ketemu orang yang kenal)
GUE: “Halo Andela, udah lama ya kita nggak ketemu, pertama kali di MnG Surabaya terus di konser Surabaya…” (gue lupa gue ngomong apa lagi disini karena grogi, intinya berusaha mengingatkan kalo kita pernah ketemu, tapi gue malah lupa sebut nama gue)
ANDELA: “KAK NATHAN kan?” (penekanan dengan tegas pas nyebut nama gue, mati 1x)
ANDELA: “Waktu itu juga nonton teater Pajama Drive kan? (CTAK!) Sama istrinya juga kan? (CTOK!) AKU TAU KAKAK KOK!” (CTAK! penekanan lagi di bagian akhir, kali ini sambil menatap mata dalam-dalam dan menggenggam tangan erat-erat, mati total gue disini)
GUE: “I-iya… beberapa bulan lalu, September, eh apa Oktober ya?” (udah grogi total)
Timekeeper pun menepuk pundak gue menandakan waktu habis, gue pun terselamatkan dari hujan panah bertubi-tubi yang udah CTAK CTOK CTAK CTOK dari tadi ke arah gue. Gue pun berjalan setengah hidup keluar jalur Andela sambil berteriak dalam hati…
DEK, LEK MANAH SIJI-SIJI WAE! OJO SEKALIGUS NGENE! AKU ORA KUAT! :(((((
Serius ini parah banget si Andela, udah kayak ngeluarin limit break level maksimal. Sama sekali nggak ada loading, cengo atau lola. Dia kelihatan fokus dan konsentrasi banget disini, beda dari image biasanya. Malah seinget gue dia nggak medok disini, gue sampe lupa mau ngomong pake bahasa Jawa. Udah serius banget dan mengeluarkan seluruh kemampuannya disini, kalo istilahnya anak-anak ini Andela handshakenya lagi “ZONE” dan gue jadi “ZONK”. Handshake pertama terparah gue ya Andela ini, dulu waktu handshake pertama sama Stella aja gue nggak dibunuh sampe segininya…
Setelah memakai 6 tiket ke Michelle yang terasa seperti 1 tiket (kenalan doang basa basi bentar eh udah disuruh minggir padahal belakang gue kosong), balik lagi lah gue ke jalur Andela sebagai orang terakhir dengan 3 tiket untuk pembantaian berikutnya.
ANDELA: “Eh istrinya kemana kak?”
GUE: “Oh tadinya dia mau HS sama kamu juga, tapi dia nggak kuat antrinya rame banget, akhirnya dia nunggu di tribun deh.”
ANDELA: “Oooh, nanti kesini lagi nggak?”
GUE: “Enggak, ini terakhir, maunya beli sesi 9 kamu tapi keburu kehabisan… lain kali ya.”
ANDELA: “Yaah… eh kak kasih masukan terus ke aku ya, apa yang bagus, apa yang masih kurang, sama nonton teater lagi ya!”.
GUE: “Oke Andela…” (waktu habis) “Sampai ketemu lagi ya tahun depan…”
Nyanyikan dengan nada reff Shoujotachi Yo:
“KAPAN PENSIUUUUUUUUN… KOK JADI MAKIN SERIUUUUUUUUUSSSS…”
KUALAT KETIGA
Selesai sesi 3 ada waktu break 30 menit sebelum sesi 4 dimulai. Gue pun nyari istri gue yang pas awal sesi 3 sudah cari duduk di tribun sambil beli makan di Lawson. Nggak lama kemudian gue pun duduk di sebelah istri gue di tribun row 2 belakang booth Lawson. Istri gue pun cerita, “eh tadi pas aku lagi cari duduk, ada tante yang lihat aku sendirian, trus diajak duduk bareng, ngobrol-ngobrol deh dan ternyata dia itu TANTENYA ANDELA”.
Gue pun dengerin ceritanya sambil setengah shock (untung nggak lagi minum, bisa keselek). Satu detik kemudian, gue lebih shock lagi ketika dia mendadak nepuk pundak seorang tante yang lagi duduk persis di depannya sambil bilang “tante, ini suami saya.”
Dan sang tante pun berbalik ke arah gue sambil bilang “SAYA TANTENYA ANDELA” sambil menyodorkan tangannya untuk berkenalan.
DHAR!!!!!!!!!!!! (kali ini bukan panah lagi tapi meledak sudah)
ISTRI GUE MAKAN APA SIH KOK BISA BAWA KEBETULAN BERTUBI-TUBI GINI?!!!!!!
Gue pun gagal paham kenapa istri gue kok dua hari bisa muternya yang berhubungan sama Andela mulu gini. Udah kemarinnya ketemu Andela langsung, ini ketemu tantenya. Sambil makan siang gue pun cuma bisa berpikir bahwa emang gue bener-bener ditakdirkan untuk kualat dah kali ini…
KUALAT KEEMPAT
Cerita handshake dengan member lainnya akan gue tulis di artikel-artikel berikutnya. Karena fokus kita kali ini ke Andela, mari kita lanjutkan langsung ke sesi 9 dimana gue ada sesi handshake dengan Rona yang mana juga pas ada Andela di jalur sebelahnya persis.
Kondisi saat gue handshake sama Rona: Rona sedang berada di sebelah pojok kiri biliknya sambil pegang tangan gue dan Andela sedang berada di pojok kanan biliknya sambil HS dengan orang lain. Jadi Rona dan Andela ini udah hampir kayak punggung ketemu punggung. Entah apa dua orang ini udah sekongkolan dan saling kepo, tiba-tiba…
RONA: “Eh nanti ada surprise dari aku dan Andela loh hehehehehe… ya nggak Ndel?”
Rona ngomong begitu sambil mendadak nyenggol Andela yang persis ada di sebelahnya. Andela langsung noleh ke arah Rona dan gue pun langsung refleks jongkok dan sembunyi di balik triplek pembatas bilik supaya nggak kena panah Andela lebih banyak lagi.
Dan ternyata surprisenya…
PUAS KALIAN??? PUAS??? PUAS APA PUAS BANGET?????
Ini udah bukan sekedar kena panah atau granat lagi, tapi rasanya udah kayak kena rudal atau kejatuhan bom atom. Kalau digambarkan, mungkin seusai lagu ini tampang gue udah kayak orang abis perang, gosong di sana-sini dan ada panah nancep di mana-mana…
PENUTUP
Demikianlah cerita tentang empat kualat yang bikin tobat gue dari dua hari dengan Andela. Yang udah handshake sama Andela kemarin gue yakin pasti berikutnya bakal beli lebih banyak lagi. Yang belum, begitu penjualan HS berikutnya dibuka, cepetan borong tiket HS Andela sebelum sold out. Kalo udah sold out dan lo cuma dapet sedikit, lo bakal nyesel banget kayak gue yang kemarin pengen banget nambah tapi bener-bener nggak bisa.
Andela bakal membuat kamu terpana dan terpesona. Membuat kamu merasa benar-benar diperhatikan, dihargai dan disayangi. Ditambah lagi dia secara natural betul-betul mampu menghipnotis kamu untuk balik lagi dan lagi ke bilik handshake dia dan nonton show teater dia. Cara dia berbicara, ekspresi muka dia, cara dia menggunakan tatapan matanya dan juga cara dia menggenggam tangan kamu, itu semuanya sudah nyaris sempurna banget.
Dia tahu cara menggoda (dalam artian positif) kamu untuk bisa jatuh hati sama dia. Gue rasa nggak banyak (atau mungkin malah nggak bakalan ada sama sekali) yang bakal bisa lepas kalo sudah ngerasain sekali handshake sama Andela, pasti bakal pengen nambah lagi dan lagi, balik lagi dan lagi. Banyak yang bilang handshake dengan Andela “mengerikan” dan itulah kenyataan yang sebenarnya. Tanya saja yang kemarin sudah mengalami sendiri. Kalau ada juga yang menulis review pengalaman HS dengan Andela juga, tolong mention saya atau kasih komentar di bawah ya, saya pengen baca-baca juga.
Sekian dan terima kasih. BRB… mau gesrek dulu dan mati lagi sambil lihat foto diatas.
Dan udah nggak perlu tanya lagi kan apa gue oshiin Andela?
Setelah tiga tahun berkarir di JKT48, Rica Leyona, member dari JKT48 Team J, akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari seluruh kegiatan JKT48 setelah berakhirnya event Handshake Kokoro no Placard di Istora Senayan pada 7 Desember 2014. Berikut sedikit catatan dari saya tentang seorang Rica Leyona.
Bagaimana awalnya saya mengenal Rica?
Saya pertama kali mendengar tentang Rica pada saat saya pertama datang dari Surabaya untuk menonton show Pajama Drive Gen 1 di teater permanen fX yang saat itu baru saja dibuka. Keunikan diri Rica saya dengar dari teman-teman saya yang bercerita tentang latar belakang dirinya yang cukup berbeda dengan kebanyakan member Gen 1 lainnya.
Sebagian besar member generasi pertama sudah pernah merasakan sedikit dari apa yang disebut “dunia entertainment”. Ada diantara mereka yang sudah pernah masuk ke dunia modelling, jadi presenter anak maupun bermain di sinetron atau serial TV. Sementara itu Rica Leyona sebelum menjadi member JKT48 adalah seorang gadis biasa yang bekerja sebagai barista di Starbucks Coffee. Inilah yang akhirnya melahirkan sebuah panggilan sayang dari fansnya yang sangat melekat pada dirinya yaitu “Neng Kopi”.
Saat mengikuti audisi generasi pertama, Rica harus memulai semuanya dari awal, belajar untuk menari dan menyanyi sehingga akhirnya mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan menjadi salah satu member yang luar biasa. Saya yakin pasti dibutuhkan kerja keras untuk bisa sampai kesana dan dari sana saya bisa melihat bahwa Rica ini punya kemauan yang kuat dan tekad luar biasa untuk maju. Tapi dari manakah kemauan dan tekad kuat ini berasal? Coba kita amati bagian di bawah ini…
Satu hal yang sangat saya ingat dan salut dari seorang Rica?
Rica punya kepedulian yang sangat besar terhadap fans. Fans adalah orang-orang yang berharga untuk Rica dan dari sanalah sumber kekuatan dan tekad Rica berasal.
Sebelum saya menonton teater untuk pertama kalinya, saya mendengar dari beberapa teman bahwa Rica selalu memilih untuk berdiri di akhir barisan hi-touch supaya bisa ngobrol sedikit lebih lama dengan para fans, selain itu dia juga akan menggenggam tangan para fansnya dengan erat saat hi-touch, tidak hanya sekedar tos biasa saja. Ini yang menjadikan Rica berkesan bagi para fans yang pernah datang ke teater.
Ada pula cerita menarik dari teman saya yang bernama Keinesasih (dulu mbak Abuget, sekarang sudah jadi mbak NusantaRanger). Jadi dulu dia sedang menonton teater Pajama Drive dan dapat row depan. Terharu dengan perjuangan dan usaha para member generasi pertama yang sudah berusaha sampai bisa membawakan satu setlist, dia pun menangis. Member bersiap mengakhiri show dan memulai prosesi se~no saat tiba-tiba…
Rica: “Eh tunggu! Ada yang nangis di depan aku! Kita kasih semangat yuk!”
Seluruh penonton dan member diatas panggung pun serentak bertepuk tangan untuk memberi semangat kepada Ines. Salah satu momen yang tidak bisa dia lupakan sampai sekarang (dan mungkin sampai seterusnya) yang juga akan saya ingat terus sebagai sesuatu yang tampaknya sederhana tapi sangat berarti untuk para fansnya.
Cerita menarik lain tentang Rica Leyona dan fans?
Ada cerita lain tentang sebuah show dimana entah karena miskomunikasi atau apa, para penonton terlambat melakukan encore sehingga dianggap tidak ada encore. Hari itu, show Pajama Drive pun benar-benar berakhir di lagu Boku no Sakura. Para member berbaris dan melakukan hi-touch dengan raut wajah sedih. Di barisan hi-touch, Rica pun menangis sesenggukan. Saat dihibur oleh para fans, ini jawaban dari seorang Rica…
Rica: “Kasihan fans yang sudah datang susah-susah untuk nonton. Apalagi yang sudah capek-capek berdiri berjam-jam untuk antri WL."
Well, begitulah. Dia benar-benar peduli dengan para fans dan bahkan menangis untuk mereka saat dia merasa tidak bisa memberikan yang terbaik bagi mereka yang sudah datang. Sudah nggak heran lagi kan kenapa Rica bisa sampai punya barisan fans setia yang mampu mendorongnya ke posisi Senbatsu no. 7 di album Gingham Check?
Harapan pribadi untuk Rica yang belum tercapai?
Mungkin ini akan terdengar lucu, tapi semua berawal saat Chikano Rina datang kesini dan menujukkan kelihaian memasaknya, saya jadi semakin ingin ada JKT48 Shop and Cafe di fX Sudirman. Bayangan saya adalah di JKT48 Cafe itu nantinya akan ada member yang datang dan membuat makanan atau minuman langsung disana pada hari-hari tertentu.
Dan ya, mimpi saya dulu adalah ingin merasakan minum kopi buatan Rica di JKT48 Cafe. Satu hal yang sekarang sudah tidak bisa dicapai. Tapi saya sangat senang mendengar Rica punya mimpi membuka kedai kopi sendiri. Semoga kedai kopi Rica nantinya akan dilengkapi panggung kecil tempat perform seperti yang ada di Fatback fX atau Tokove kemang supaya sekali-sekali tamu yang datang atau bahkan Rica sendiri bisa berakustik ria atau bernyanyi bersama. Semoga suatu hari harapan ini bisa terkabul dan saya betul-betul akan punya kesempatan untuk ngopi, ngobrol bareng dan minum kopi buatan Rica.
Kalau penyesalan pribadi, mungkin sedikit menyesal karena saya tidak pernah handshake dengan Rica dan tidak pernah nonton Rica sama sekali di setlist Dareka no Tame ni, karena saya tidak pernah lagi nonton teater tim J setelah Stella lulus pada akhir 2013…
Rica Leyona Statistics
Jumlah performance: 232 show (+ 15 backdancer)
Setlist: Pajama Drive (76), Renai Kinshi Jourei (104), Dareka no Tame ni (52)
Posisi sousenkyo: #7 (2014)
Daftar single senbatsu:
– RIVER
– Gingham Check
Unit song yang pernah dibawakan:
– Kagami no Naka Jeanne d Arc (46)
– Pajama Drive (26)
– Tenshi no Shipppo (4)
– Kuroi Tenshi (55)
– Manatsu no Christmas Rose (45)
– Tsundere (4)
– Heart Gata Virus (1)
– Bird (27)
– Shinkirou (25)
Trivia:
Rica adalah member tim J yang pernah membawakan unit song paling banyak, yaitu 4 dari 5 unit song, di setlist Renai Kinshi Jourei. Satu-satunya unit song yang belum pernah dia bawakan di setlist ini adalah unit song Renai Kinshi Jourei.
Penutup
Terima kasih Rica untuk kebersamaannya selama kurang lebih tiga tahun ini. Secara pribadi saya mohon maaf kalau belum mampu mendukung kamu dengan baik dan bermanfaat. Semoga kondisi kesehatannya segera membaik dan semoga kamu bisa mencapai semua mimpimu dan apa yang kamu cita-citakan untuk kedepannya. Jangan lupa undang ke acara pembukaan kedai kopinya ya nanti, selalu ditunggu undangannya untuk bisa ngopi bareng.
Setelah membaca tulisan dari Kakak Beruang dan Sora Kamiya tentang perjuangan keras para member JKT48 untuk fans sampai sering mengorbankan diri sendiri, gue juga jadi ingin membagikan sedikit dari apa yang gue tahu dan pandangan gue mengenai hal ini.
ALL IN OR NOTHING
Waktu Piala Dunia 2014 kemarin, mungkin sudah pada tahu kalau ADIDAS bikin campaign yang judulnya ADIDAS IS ALL IN. Tapi sebenarnya istilah “All In” ini datangnya dari mana sih? Buat para petaruh dan pejudi yang sudah sering bermain capsa poker, pasti sudah paham dengan istilah ini. “All In” adalah kondisi dimana kamu mempertaruhkan semua yang kamu punya dalam permainan. Istilahnya kalau kamu punya chips (kepingan yang biasa dipakai di casino sebagai pengganti duit) sebanyak $1000, saat kamu “All In” ya berarti kamu pertaruhkan semua $1000 itu. Menang ya menang, habis ya habis sudah…
Sekarang apa hubungannya dengan member JKT48? Mungkin dalam hal ini gue sotoy dan sok tau, tapi gue melihat sebagian besar member saat ini sudah mulai mengubah mindset mereka yang dulu mungkin menjadikan JKT48 hanya sebagai batu loncatan, sekarang mereka menjadikannya sebagai hal yang utama, fokus pikiran, bahkan “end goal”. Selepas dari JKT48 bisa saja mereka terus berkarir di dunia entertainment, tapi kemungkinan besar sih nggak, selesai dari JKT48 ya sudah, jalani hari-hari hidup lagi seperti biasa. Saat ini yang terpenting buat mereka: menjalani hari-hari mereka di JKT48 ini dengan maksimal dan memberikan yang terbaik yang mereka bisa. Yang terjadi setelah itu ya urusan nanti.
Hal ini terutama terlihat di team K3 dan trainee generasi 3. Team K3 menjadi semakin solid seiring dengan semakin banyaknya tantangan yang diberikan kepada mereka. Saat ini yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana bisa bersatu padu menjadi sebuah tim yang kuat dan bersama-sama melewati semua tantangan yang ada dengan baik di JKT48. Sementara itu generasi 3 tampaknya belum memikirkan hal itu. Kebanyakan dari yang gue amati, terutama di tim putih dan mereka yang usianya masih muda, belum berpikir sampai jauh ke depan dan saat ini yang mereka pikirkan hanyalah bagaimana mereka bisa melewati dan menjalani hari-hari mereka sebagai member JKT48 dengan sebaik-baiknya.
Jadi bisa dibilang, kondisi sebagian besar para member saat ini adalah “All In” di JKT48. Tidak membagi pemikiran dan potensi mereka untuk hal-hal lain yang masih ada di depan dan belum pasti, tapi berfokus cuma pada kegiatan mereka di JKT48 saat ini.
Gue menulis “sebagian besar” karena memang tidak bisa disangkal faktanya tidak semua member punya sikap “All In” seperti ini. Gue rasa para fans sudah bisa menilai sendiri mana yang memang fokus dan mau memberikan semuanya untuk JKT48 dan mana yang tidak. Tapi daripada mengomeli atau mencibir sebagian kecil yang belum mau “All In”, lebih baik kita fokuskan energi kita kepada mereka yang mau berusaha keras untuk berada di JKT48 karena saat ini masih sangat banyak member yang layak support dan memang membutuhkan support kita.
Kemarin beberapa orang di timeline melalui timeline mereka sudah menuliskan bahwa menjadi seorang member JKT48 itu butuh banyak pengorbanan, salah satunya dalam hal studi dan keluarga. Hal ini memang sudah banyak diketahui, tapi supaya lebih jelas mari kita ambil beberapa contoh nyata yang mungkin tidak begitu banyak disadari…
Kalau kita membahas pengorbanan studi, mari kita bandingkan 3 orang ini:
• Stella Cornelia : 3 November 1994 (19 tahun 11 bulan) – Semester 5
• Ghaida Farisya : 29 Mei 1995 (19 tahun 5 bulan) – Semester 5
• Rona Anggreani : 19 Maret 1995 (19 tahun 7 bulan) – Semester 1
Ya, Rona terpaksa harus menunda dulu kuliahnya sekian lama karena padatnya aktivitas JKT48 sewaktu awal dia masuk menjadi trainee generasi 2. Ditambah lagi dengan kondisinya yang tinggal sendiri di Jakarta dan jauh dari orang tua semakin menyulitkan Rona untuk bisa memulai kuliah. Baru tahun ini Rona bisa masuk kuliah dan itu pun melahirkan masalah baru seperti yang dihadapi oleh para member lainnya: membagi waktu antara aktivitas JKT48 dan mengerjakan tugas kuliah, sesuatu yang berat untuk para member yang punya tugas kuliah yang rumit, seperti misalnya Jessica Veranda (DKV).
Yang kehilangan waktu dan acara-acara penting dengan keluarga? Banyak.
Ambil contoh nyata dari pembicaraan gue dengan salah satu member pas handshake aja ya. Member ini adalah salah satu yang datang dari luar kota dan jauh dari keluarga, jadi pas handshake gue tanya dia apa nggak kangen sama keluarga dan seberapa sering dia bisa pulang untuk kumpul-kumpul dengan keluarga. Jawabannya: “jarang”.
Dia bahkan harus melewatkan acara penting yang hanya sekali seumur hidup yaitu pernikahan salah seorang anggota keluarga dekatnya, padahal dia sudah dijadwalkan untuk jadi pengapit dan wedding singer di pernikahan ini. Ya bisa dibayangkan lah betapa sedihnya dia pas cerita. Penyebabnya adalah karena acara pernikahan ini bentrok jadwalnya dengan salah satu konser luar kota dan dia harus ikut konsernya, tidak bisa digantikan oleh member yang lain, jadi sekali lagi dia pun harus mengorbankan keluarga demi kepentingan karir dan fansnya.
SUDAH RESIKO PEKERJAAN?
Membaca cerita di atas mungkin banyak yang akan merespon dengan pernyataan yang sudah sangat sering gue dengar, “ah itu sudah resiko pekerjaan sebagai idol, kalau tidak mau mengalami seperti itu ya jangan jadi idol, berhenti aja, cepetan graduate”.
Dulu, sebelum gue naik jabatan dari seorang bawahan jadi punya bawahan, gue dapat wejangan seperti ini dari seseorang yang gue masih ingat sampai sekarang:
“Semua jabatan, profesi dan status apapun yang kita punya itu hanya label. Jangan pernah lupa bahwa di balik itu semua sebenarnya kita semua sama.
Sama-sama hanya manusia biasa ciptaan Tuhan.”
Dalam setiap jabatan dan pekerjaan pasti ada beban dan resikonya sama sekali, tapi ada perbedaan antara atasan yang memandang bawahan sebagai manusia atau bukan. Contoh paling mudah, saat ini tempat gue bekerja punya cabang di dua mall besar di Surabaya. Berarti secara tidak langsung, posisi gue adalah sebagai bawahan dari pengelola kedua mall ini karena gue terikat oleh yang namanya kontrak antara pengelola mall dan penyewa.
Baru saja, ada kasus di mana salah seorang staff di salah satu cabang ini meninggal karena sakit, sehingga rekan-rekannya minta ijin untuk menutup cabang itu selama sehari karena mereka ingin melayat ke keluarga staff ini yang ada di luar Surabaya dan cukup jauh. Gue memberi ijin, karena gue mengerti bahwa ini alasan kemanusiaan dan di luar keadaan normal. Tapi tentu saja mereka juga harus mengajukan ijin ke pengelola mall tersebut.
Ada dua respon yang mungkin dikeluarkan oleh pengelola mall tersebut.
Respon A:
Mengijinkan tutup sehari dengan alasan kemanusiaan seperti yang gue katakan tadi.
Respon B:
“Woooo nggak bisa! Enak aja! Kamu kan sudah kontrak dengan saya bahwa toko kamu itu harus dibuka mengikuti jadwal yang sudah ditentukan pengelola mall! Enak aja mau main tutup seenaknya! Nanti yang lain ikut-ikutan tutup seenaknya gimana, jadi sepi dong mall saya! Awas lo ya pokoknya sampe gue tau lo tutup, gue kasih denda lo! Kontrak ntar tahun depan gue naikin atau nggak gue kasih perpanjangan baru nyaho lo! Biar lo tau rasa!”
Sama-sama resiko profesi loh, dan sama-sama hubungan “atasan” dan “bawahan”, tapi bagaimana posisi kita yang ada diatas mengambil sikap, hasilnya bisa sangat berbeda. Dan percaya atau nggak, kasus-kasus seperti Respon B tadi benar-benar pernah kejadian :)
Terus apa hubungannya pembahasan ngalor ngidul diatas sama fandom ini? Begini…
PERAN SEORANG FANS
Setelah kita mengetahui beratnya beban, pengorbanan dan perjuangan keras yang harus dilalui para member untuk bisa berada di JKT48, kita sebagai fans pun punya dua pilihan respon yang bisa kita ambil, bergantung pada bagaimana kita menempatkan diri kita.
Respon A:
“Ya sudah resiko lo ada disini! Kalo nggak suka atau nggak kuat ya cabut aja sono! Masih banyak kok yang bisa gantiin lo disini, nggak ada lo juga nggak masalah buat gue!”
Respon B:
Karena kita tahu “resiko profesi” seorang member JKT48 itu berat, kita bisa mencoba untuk membantu sedikit meringankan beban mereka dan memberikan support dengan cara apapun yang kita bisa lakukan. Baik melalui fanletter, puisi, lagu, banner maupun hal-hal lainnya, bahkan sekedar memberikan mention penyemangat atau review masukan dan saran di Twitter. Minimal mereka tahu bahwa kerja keras mereka tidak sia-sia.
Mungkin saat membaca tulisan ini ada fans yang berkata bahwa mereka membayar untuk menonton atau bertemu member, berarti secara teknis mereka adalah “majikan” member dan boleh berbuat apa saja pada member. Well, mungkin nggak salah, tapi kalau kamu berpikir karena kamu sudah membayar maka kamu bisa seenaknya pada member, maka kamu sama saja dengan para majikan di luar sana yang bertindak semena-mena pada TKI atau pembantu rumah tangga yang bekerja di tempat mereka hanya karena “saya sudah membayar mereka jadi saya majikan mereka”. Maaf kalau sedikit kasar, tapi ini faktanya.
Oke, kita bahas dengan cara yang lebih halus. Kalau kita berposisi sebagai “atasan” atau “majikan”, sebenarnya hal yang paling baik adalah kita tetap menjaga morale* (kondisi mental) bawahan kita supaya mereka bisa memberikan produktivitas yang terbaik bukan? Coba kalau sebagai atasan kamu sedikit-sedikit ngomong “dasar goblok” ke anak buah setiap kali mereka berbuat kesalahan, pasti kondisi mental mereka akan runtuh dan produktivitas mereka akan jatuh. Sebaliknya, jika kita memberi semangat, dukungan dan masukan konstruktif sehingga kondisi mental mereka bagus dan produktivitas mereka tinggi, kita sendiri juga yang akan merasakan keuntungannya, bukan begitu?
* BTW kalo nggak ngerti konsep morale, coba deh main game strategi klasik ala Romance of Three Kingdoms punya KOEI atau game-game sejenis yang ngatur negara gitu…
Sebagai fans yang udah bayar tentu kita ingin member menampilkan performance terbaik. Kalau kita sudah bayar dan mereka menampilkan performance yang jelek, kita sendiri yang bakal rugi. Karena itulah gue bilang peran fans sebagai support member yang bisa menjaga morale mereka tetap tinggi ini penting, baik untuk member maupun fansnya juga. Toh kalo mereka perform bagus ujungnya juga kita sendiri bakal untung.
Oh? Mungkin ada juga yang bilang ngapain repot-repot dan bukan tugas mereka untuk menjaga kondisi mental member tetap baik. Ya nggak masalah sih, gue malah lebih seneng kalo mereka yang berkata begitu dateng, bayar, nonton dan udah selesai sampai disana. Kalau memang nggak berniat memberi kontribusi yang positif, lebih baik diam dan enjoy the show saja. Jangan malah memberi kontribusi yang negatif dan merugikan orang lain.
Jadi, itulah jawaban gue atas beberapa pertanyaan tentang “fans itu harus bagaimana” yang beberapa hari terakhir mampir ke mention gue. Kalau haters itu bernilai “negatif” dan penonton itu “nol”, maka buat gue pribadi fans lah yang harus memberi nilai “positif” untuk member. Kalau bukan fans maka siapa lagi yang mau mengambil peran itu?
Ini bukan berarti fans harus memberikan dukungan buta dan member salah atau benar harus dianggap selalu benar. Kalau seperti itu, malah bahaya buat member yang kita dukung, karena tidak ada lagi pihak yang bisa menjadi “cermin” dan “kontrol” untuk mereka. Jika member berbuat kesalahan, berikanlah kritik yang membangun dan masukan yang konstruktif dengan cara yang benar melalui jalur yang benar pula, seperti yang kita lakukan apabila ada teman dekat atau anak buah kita berbuat kesalahan. Selalu berikan mereka kesempatan untuk memperbaiki diri dan jangan kita jatuhkan mereka sampai tak bisa bangun dan bangkit lagi. Jangan sampai apa yang kita lakukan malah membawa nilai “negatif” untuk member dan menjadikan kita tak ada bedanya dengan para haters.
—
Yah sudah sekian dulu tulisan dari gue. Kalo mau diskusi bisa langsung tinggalin komentar di tempat komentar di bawah ini atau di Twitter ke @NathanSuwanto juga boleh.
Setelah sejak bulan April 2014 tidak pernah menginjakkan kaki lagi di Jakarta dan teater JKT48 di fX Sudirman, akhirnya datang juga kesempatan untuk menonton Seishun Girls yang kedua kalinya. Atas permintaan teman-teman yang mengerjakan project RankIIIng untuk Team K3, maka gue pun menjadi guest reviewer untuk show malam kali ini.
Show kali ini gue amati dari posisi sekitar row ke-3 dari belakang, bangku biru, kira-kira kursi ke-4 atau ke-5 dari paling kiri (lupa persisnya). Walaupun ditakdirkan duduk persis di belakang Paus Angkasa dan Jendral VVoshrek yang badannya pada segede warung, untungnya gue masih cukup tinggi untuk bisa melihat panggung dengan cukup jelas.
SHOW REVIEW:
Seperti biasa, show ini masih dibuka dengan OVERTURE, satu bagian yang udah didengerin bolak-balik sampai lebih dari 2 tahun masih belum ada yang bosen juga kayaknya…
01. SEISHUN GIRLS
Lagu pertama dari setlist ini yang memiliki nuansa yang ceria dan mood yang selalu berhasil menyenangkan penonton yang melihatnya. Di lagu awal ini gue terpesona dengan LIDYA yang perform dengan penuh semangat dan senyuman, otomatis membuat pandangan mata para penonton jadi tertarik ke arah dia. Tapi selain MinLid yang membuat kaget di lagu ini adalah SAKTIA dan SHAFA yang perform dengan luar biasa keren, terutama Saktia. Sudah lama banget nggak melihat mereka dan ternyata mereka sudah berkembang sampai sejauh ini!
Ah, lagu pembuka ini memang selalu membuat kangen karena dipenuhi dengan kelucuan para member terutama pas mereka berinteraksi saat dialog “kalau mati jadi gimana?”
“MATI PUN TETAP WOTAAAAAAAA!!!!!” (eh bener gitu kan ya dialognya?)
02. BEACH SANDAL
Di lagu ini, LIDYA masih tampil dengan bagus, sementara itu NADILA mulai terlihat dan mencuri perhatian dengan penampilan yang menggemaskan dan penuh senyum manis. SAKTIA melanjutkan kekuatan performanya dengan sangat bagus dan performancenya bisa dibilang sudah tampak seperti front-line girls sementara SHAFA pun melakukan hal yang sama. Kalau masih ada yang meremehkan dua orang ini, coba deh nonton mereka!
Oh ya, dan malam ini, RONA yang mengajak penonton untuk membuat wave. Seru abis!
03. KIMI GA HOSHI NI NARU MADE
Salah satu lagu kesukaan gue di setlist ini karena buat gue ini menggambarkan keinginan untuk meraih mimpi, sehingga suatu hari nanti mereka yang sekarang masih kecil dapat menjadi bintang yang bersinar. Lagu yang selalu mengingatkan gue kenapa gue masih berada di fandom ini, kenapa gue setengah mati berusaha untuk support para member dan kenapa gue mau pusing dan ribet baik untuk oshi gue maupun yang bukan oshi…
Di lagu yang ritmenya energik dan memiliki banyak gerakan tangan ini, RONA tampak mulai panas dan mampu tampil untuk mencuri perhatian di panggung, sementara LIDYA, NADILA, SAKTIA dan SHAFA juga masih sangat bagus disini. Saking banyaknya member yang tampil bagus di tiga lagu awal ini, saya sampai pusing sendiri dan sempat bilang ke Bovie kalau saya tidak bisa jadi reviewer, karena akan sangat sulit memilih 5 member terbaik saat para member menampilkan performance yang sangat luar biasa seperti ini.
Blue Rose yang pernah gue tonton dulu lebih kaya dalam gerakan dan detail-detail kecil terutama dari double centernya, Naomi dan Rona. Di show bulan April, pas bagian “itu tak mungkin, jawaban dari Tuhan” ada momen-momen dimana Naomi melihat ke atas, jauh menembus plafon teater, seolah menatap Tuhan yang ada di atas langit sana dengan gerakan tangan tangan terbuka dan terangkat ke atas dengan sangat kencang berulang kali seolah sedang mengomel ke Tuhan, “JAWABAN DOA GUE MANA NYET BURUAN NYET” atau “WOY DENGERIN GUE NGOMONG SAMA ELO JANGAN BUDEG NJING”.
Saking berkesannya performance Naomi waktu itu, gue sampai mengistilahkan bahwa pas reff itu Naomi seperti sedang DOA MINTA HUJAN sambil marah-marah ke langit karena hujannya nggak cepetan turun. Atau sebaliknya, doa minta hujan berhenti tapi hujannya nggak berhenti-berhenti. Ya, memang sedahsyat dan seintens itu. Dan show kemarin masih JAUH dibawah Blue Rose waktu itu, yang nggak akan pernah bisa gue lupakan.
Performer terbaik Blue Rose kemarin menurut gue adalah RONA. Tidak seintens show April lalu memang, tapi cukup bagus, walaupun terkendala masalah kabel yang melilit stand micnya sehingga dia tidak bisa melakukan gerakan menendang dengan baik. Rambut Rona yang dulu panjang sampai menutup mata menurut gue lebih cocok untuk Blue Rose. Pas dia menggila headbang kesana kemari di bulan April itu ampun banget dah, mati semua penonton. Gerakan dia kemarin tidak seliar waktu itu, mungkin kalau waktu itu power dan level detail gerakannya keluar 90, di show kemarin cuma sekitar 75 saja…
NAOMI adalah 2nd best performer di unit song ini, tapi masih terlihat belum terlalu panas dan perbandingan performancenya dibanding April lalu lebih jauh gap-nya. Bisa gue ibaratkan kalau dia April lalu levelnya di angka 90–95, kemarin cuma keluar 70 saja.
Chikarina masih harus berusaha lebih keras lagi untuk mengimbangi Naomi dan Rona – apalagi kalau gue membandingkan dia kemarin dengan level performance Naomi dan Rona yang bulan April, masih jauh harus mengejarnya! Noella bagus, tapi masih tertutup oleh Naomi dan Rona sehingga tidak berhasil mencuri perhatian di panggung.
Sejujurnya gue pengen lihat lagi Blue Rose dengan formasi asli K3, karena waktu itu walaupun Naomi dan Rona menguasai panggung, Noella dan Lidya pun tampil dahsyat…
05. KINJIRARETA FUTARI: VINIYONA VER.
Ya, gue belum pernah melihat Kinjirareta Futari yang TATAVINY VER., yang menurut banyak orang lebih bagus dan lebih enak dilihat karena tingginya sama. Tapi buat gue Kinjirareta Futari Viniyona Ver. ini adalah satu performance yang nggak bisa hilang dari ingatan mereka yang menontonnya. Sampai sekarang gue masih ingat betul cara Yona membawakan monolog “TAK BISA DENGAN YANG LAIN! APAKAH… INI TAK BOLEH?” di bulan April itu. Pedih sumpah bro. Lebih pedih dibandingkan “sakitnya di sini”…
Sayangnya, kemarin cara Yona bawain monolog itu beda, gue masih lebih suka cara pembawaan dia yang dulu sih. Untungnya, performance Viny dan Yona kemarin itu KEREN BANGET. Di lagu inilah performance terbaik Viny dari show ini muncul. Yona juga tampil bagus banget disini tapi secara overall Yona memang tampil bagus dalam keseluruhan show dari awal sampai akhir. Waktu lagu ini sampai di bagian akhirnya, gue harus jujur bahwa gue sampai menitikkan air mata di ujung monolog Viny saking tersentuhnya :')
06. AME NO DOUBUTSUEN: NADILA (C)
Banyak orang bilang Seishun Girls adalah setlist yang kurang ajar dan gue setuju. Gimana nggak kurang ajar, masih mewek abis terkena kepedihan cinta terlarang langsung dibawa masuk ke kebon binatang yang ceria saat hujan. Hati bagaikan dipermainkan.
NADILA cocok banget jadi anak gajah dan lagu ini jadi terkesan sangat ceria dan hidup dengan segala tingkah laku dan kelucuannya, terutama pas lagi gembungin pipi. Sekali lagi LIDYA juga tampil sangat bagus dari sini dan sangat mencuri perhatian, tampil dengan senyum mengembang dan menggoda penonton di sana sini dengan lirikannya yang tajam dan terkesan iseng. NATALIA juga tampil sangat baik dan seperti biasa SINKA lucu banget dengan kostum panda yang seolah emang diciptakan untuk dia (dan MC setelah lagu ini yang dia bilang mau jadi bantal bentuk babi buat babi itu ughhhh banget lucunya).
All in all, semua perform dengan bagus di lagu ini. SHAFA dan IKHA juga sebenarnya bagus tapi masih ketutup sama Nadila dan Lidya yang tampilnya luar biasa oke malam ini.
07. FUSHIDARA NA NATSU
Nah ini lagu yang gue banget, judulnya aja pake nama gue, ya kan? *dikeplak*
Anyway, di lagu ini NAOMI mulai tampak panas, powernya mulai naik dan dia mencuri perhatian dengan gerakan-gerakan dahsyat yang mengingatkan gue akan masa-masa di Viva Hurricane dulu. Selain Naomi, member yang tampil dahsyat di lagu ini adalah RONA, secara mereka memang tipe member yang cocok banget kalo bawain lagu yang butuh power tinggi dan koreografi rumit seperti ini. Tatapan mata Rona yang tajam sangat berbahaya buat penonton di lagu ini, yang nggak kuat, waspada saja kalau-kalau kena eyelock. Bisa langsung menyerah dan nunduk ke bawah.
08. OJOK DIGANGGU! (DON'T DISTURB!)
Lagu yang James Bond banget. Dengerin lagu ini jadi membayangkan Pierce Brosnan atau Daniel Craig berjemur di pantai dengan mengenakan celana renang pendek. Gitu deh. Jangan malah bayangin Gunther, AZIS atau Gala Evanggala yang berjemur ya.
Lagu ini bertempo lebih slow dan santai dibandingkan Fushidara na Natsu, tapi seperti lagu sebelumnya, panggung dikuasai oleh RONA dan NAOMI yang mesinnya sudah panas dan performancenya sudah sampai ke level tinggi, dengan diwarnai detil-detil gerakan kecil dan ekspresi wajah yang membuat mata penonton mau tak mau tertarik ke arah mereka.
Selain Rona dan Naomi, pencuri perhatian di lagu kali ini adalah NADILA, karena dia bisa memainkan ekspresinya dengan baik, melalui senyuman manis dan kadang juga melalui ekspresi kembung pipi; dan juga NOELLA dengan dance yang penuh tatapan angkuhnya.
09. VIRGIN LOVE
Setelah lagu yang “kacau” bagaikan terhantam badai dan dilanjutkan lagu bersantai di pantai, sekarang kita dihantam lagi dengan lagu yang bertempo tinggi, dengan kostum yang menurut gue mantep banget lah (walau bisa menimbulkan delusi berkepanjangan bagi yang tidak kuat iman, kayak gue pas lihat foto Rona di profile RankIIIng-nya).
RONA dan NAOMI sudah benar-benar panas di titik ini dan mereka seakan mengobrak-abrik panggung dengan kedahsyatan performance mereka. Di sini member-member lain yang tadinya bagus di awal mulai tenggelam oleh mereka berdua, bahkan Noella yang di Fushidara mampu mengimbangi pun disini sudah tidak mampu mengejar lagi.
10. HIZUKEHENKOUSEN (PEMBATAS PERGANTIAN HARI CINTA)
Iya, gue tau lagu ini judul aslinya “Garis Pergantian Hari Cinta”. Tapi satu line “Pembatas Pergantian Hari Cinta” itu tiap kali gue denger pasti memunculkan sebuah visual yang kuat banget di kepala gue. Kayak di sebuah ruangan gelap, di meja yang hanya diterangi lilin, ada diary atau jurnal klasik dengan sampul kulit coklat dan halaman dengan kertas berwarna kuning sedang terbuka, terus ada pembatas pita merah di halaman itu.
Jadi lagu ini ada sedikit kesan mistis, eksotis dan klasik yang menjadikannya sangat keren buat gue, terutama dengan tata lampu panggung yang didominasi biru di lagu ini. Seolah settingnya di Eropa kuno abad 18 seperti era Sherlock Holmes. Di malam hari, di sebuah rumah kecil di bukit yang hanya diterangi lampu dari dalam jendela, hujan penuh petir, langit biru gelap penuh awan, seorang pria dengan jas hujan panjang memegang topi di kepalanya dengan tangan kiri agar tidak terbang, dan memegang tangan pasangannya dengan tangan satunya. Lalu mereka masuk ke mobil dan mobil itu berjalan menyusuri jalan gelap yang hanya diterangi cahaya lampu mobil dan meninggalkan jejak cahaya panjang berwarna merah menyala dari lampu rem di belakangnya…
Eh maaf jadi ngelantur. Gue terbiasa untuk menutup mata sebentar di awal lagu ini dan beberapa bagian lagu ini (terutama pas bagian “pembatas pergantian hari cinta” itu) untuk lebih bisa masuk dan mendalami feel dan makna lagunya yang keren ini. But anyway…
Best performers lagu ini? Masih RONA, NAOMI dan NOELLA, yang mampu menyampaikan makna dan perasaan lagu ini dengan sempurna melalui ekspresi, tatapan mata dan setiap gerakan mereka. Yang mampu menghipnotis gue dari awal hingga akhir lagu ini, sehingga gue bisa benar-benar menikmati lagu ini kemarin dan lupa total kalo gue lagi di Jakarta, di fX, di dalam teater JKT48. Membuat pikiran gue terbawa entah kemana, sampe pas lagunya habis gue masih terdiam menatap panggung dengan terbengong-bengong…
11. BOKU NO UCHIAGE HANABI
Huft, selesai satu lagu yang intense, show berlanjut ke lagu berikutnya yang santai kembali di mana member mengenakan yukata dan membawa Uchiha Sas… eh uchiwa (kipas).
Di lagu ini tidak banyak gerakan yang rumit, member lebih banyak bergerak dan bergoyang ke kiri dan kanan sambil bermain-main dan lebih mengandalkan ekspresi. RONA dengan senyum gingsulnya yang lucu dan NAOMI dengan kecantikannya yang anggun masih menguasai panggung di lagu ini. LIDYA dengan senyum manisnya, juga NADILA dengan ekspresinya yang menggemaskan pun mampu mencuri perhatian. Sementara itu SINKA… lucu banget disini, jangan lupa melihat ke arahnya setiap menonton lagu ini.
Setelah member maupun fans beristirahat sebentar (iya, istirahat, MinLid bilang member nggak sebats kok pas jeda encore) maka show pun dilanjutkan kembali setelah encore. Oh ya encore kali ini merayakan show ke-200 Yona dan dilakukan dengan sangat rapih!
EN1. YAKUSOKU YO! (JANJI YA!)
Lagu dengan nuansa anime tahun 1990an yang menyenangkan. Entah apa yang membuat lagu ini terasa begitu membuat kangen, antara instrumennya dan bagian “aa~aaaah…” itu, membuat pikiran seolah melayang ke masa lampau dan memberikan warna nostalgia yang indah. Seolah ingin berjanji dengan para member untuk bertemu kembali…
Gue mati banget terkena senyuman jahil RONA di lagu ini, iseng banget mukanya hih! Setiap momen dadah-dadah ke panggung sangat gue nikmati di sepanjang lagu ini, seperti juga para member yang sumringah sekali wajahnya di lagu ini saat berinteraksi dengan para fans dari atas panggung. Khusus di lagu ini entah kenapa gue nggak bisa lihat member yang lain, mungkin janji kelingking gue emang cuma bisa buat Rona aja ya…
EN2. KOROGARU ISHI NI NARE: WE ARE THE TEAM K3!!!
JADILAH BATU YANG BERPUTAAAAAAR… LAGU YANG MENGGELEGAAAAAAR…
Theme song team K3 ini memang… DAHSYAAAAAAAAAAT! Entah berapa lama lagi para member team K3 bisa membawakan lagu ini dengan power seperti kemarin sebelum panggungnya perlu perbaikan karena jebol. Cocok banget dengan ciri khas dari tim K3 yaitu spirit dan energi yang seakan tak terbatas, yang nonton pun jadi pada semangat!
Nggak perlu ditanya lagi kan kalau lagu power begini siapa juaranya? Yap. NAOMI dan RONA lah yang menguasai dan menghancur leburkan panggung dengan ledakan energi mereka. Tapi walaupun mereka berdua paling bagus, secara keseluruhan semua member tampil luar biasa keren di lagu ini. Mungkin karena merasa bahwa Korogaru ini adalah lagu kebanggaan mereka ya, makanya mereka selalu membawakannya dengan 100% power bahkan mungkin lebih. Gue harus kasih aplaus khusus juga untuk SAKTIA dan SHAFA yang keren banget disini dan membuktikan kalau mereka berdua memang luar biasa!
BONUS SONG: KOKORO NO PLACARD
Karena gue nggak mengikuti AKB48 dan juga sama sekali nggak mengikuti berita apapun tentang Kokoro no Placard, ini adalah pertama kalinya gue tau lagu dan gerakan Kokoro no Placard itu kayak gimana dan ternyata LAGU INI SERU ABIS BRAY.
NAOMI jadi center yang sangat luar biasa keren di lagu ini, sangat enerjik, powerful dan penuh dengan gerakan-gerakan yang eksplosif. Sementara itu RONA menikmati lagu ini dengan caranya sendiri, gerakan dia pas “lihat kesini sebentar saja” itu dia buat persis dengan gerakan “goyang yuk” yang khas ala jiko dia. Dua member ini seolah meledak dan menggila total di lagu ini, menguasai panggung dan menarik perhatian sampai akhirnya waktu bagian goyang bebas, si NATALIA pun menggila dengan goyang Bang Jali!
Performance yang epic banget, gue tepuk tangan kenceng banget di akhir lagu ini…
EN3. CINDERELLA WA DAMASARENAI (a.k.a OLE!!!)
Yah, akhirnya sampai juga di lagu terakhir, lagu yang benar-benar terakhir, tapi yang jadi satu ciri khas yang sangat keren dari setlist Seishun Girls ini. Kostum merah ala flamenco di lagu ini, nggak ada kata lain selain keren dan membuat para member terlihat sangat cantik. Setelah show ini berakhir, ada Viny, Yona dan Nadila yang direct selling di depan teater pake baju ini dan itu sangat wow sekali buat gue. Tapi marilah balik ke pembahasan lagunya dulu sebelum makin ngelantur…
Kalau nonton lagu ini, selalu jangan lupa lihat ke arah NOELLA yang ada di sayap kiri. Sekali lihat tatapan galak, garang dan angkuh Noella di sini dijamin nggak akan pernah lupa. Yang nonton Noella di konser Surabaya pasti masih inget tatapan Noella yang ngeri abis waktu itu. Dan posisi duduk gue kali ini pas banget segaris (lagi) dengan Noella. Nggak salah memang kalau ada yang bilang Cinderella wa Damasarenai ini lagunya Noella banget.
Di antara member yang perform di lagu ini, selain Noella tentunya, ada tiga yang sangat menarik perhatian. NAOMI sangat cocok dengan kostum lagu ini dan performancenya sudah nggak perlu diragukan lagi. RONA juga menguasai panggung dengan artikulasi gerakan yang tajam dan timing yang pas di setiap perhentian gerakan. Tapi yang mungkin mengejutkan adalah NADILA disini membuktikan bahwa dia bukan cuma bisa berekspresi lucu dan menggemaskan di lagu-lagu yang ceria, tapi juga bisa perform dengan wajah serius dan ekspresi tajam yang juara banget lah pokoknya. Buat gue winner yang sebenarnya di lagu ini adalah Nadila, suka banget sama performance dia di lagu ini.
TOP PERFORMING MEMBERS:
Sulit sekali menilai 5 member terbaik dari show sedahsyat ini, sebenarnya waktu gue membuat catatan setelah show, ada 7 member yang ingin gue masukkan karena di antara 7 orang ini ada 2 pasang yang nilainya sama. Untuk keperluan RankIIIng gue menulis 5 top member, tapi disini gue akan berikan 7 member terbaik menurut penilaian gue.
01. RONA ANGGREANI
Sedikit telat panas di awal, tapi mampu menaikkan kualitas performancenya dengan cepat mulai lagu ketiga. Mendapat posisi no.1 karena menurut gue di show ini Rona yang paling konsisten di paling banyak lagu dengan kualitas performance yang sangat tinggi.
02. SHINTA NAOMI
Terlambat panas juga dan butuh waktu lebih lama untuk panas dibandingkan Rona, tapi begitu sudah panas, performancenya jadi sangat amat keren sekali, terutama di beberapa lagu yang terakhir. Level peak performance maksimalnya lebih keren dari Rona, kalau bisa dipertahankan seperti itu di lebih banyak lagu, Naomi akan jadi sangat amat badass.
03. NADILA CINDI WANTARI
Performance yang bagus di keseluruhan setlist, bisa dibilang all-rounder. Sangat bagus sebagai center Ame no Doubutsuen dan mengejutkan di Cinderella Wa Damasarenai. Senyum dan ekspresinya selalu membuat kangen dan ingin melihat ke arahnya.
04. LIDYA MAULIDA DJUHANDAR
MinLid tampil menggebrak di lagu-lagu awal dengan senyum yang memikat, tapi sayang masih belum bisa mencuri perhatian di lagu-lagu yang bertipe power. Performancenya di Ame no Doubutsuen bagus banget dan gue yakin MinLid masih bisa lebih lagi dari ini.
05. SAKTIA OKTAPYANI (VIA)
Penampil paling mengejutkan. Sudah lama nggak lihat Via dan ternyata performance dia sudah naik pesat standarnya sampai melebihi beberapa member reguler K3. Harus lebih sering diberikan slot untuk perform supaya dapat lebih mengasah lagi kemampuannya.
06. NOELLA SISTERINA
Bagus banget di Cinderella wa Damaseranai, bagus di Hizukehenkousen dan Don't Disturb, tapi kali ini kurang bagus di Blue Rose dan secara keseluruhan penampilannya kurang begitu menonjol. Noella bisa lebih dari ini. Walaupun begitu, seperti yang gue bahas diatas, penampilan dia di lagu-lagu yang memang cocok untuk karakternya keren banget dan dia punya aura “angkuh” tersendiri yang istimewa dan nggak dimiliki oleh member lainnya.
07. FAKHRIYANI SHAFARIYANTI (SHAFA)
Satu lagi member yang performancenya meningkat pesat sejak gue lihat di masa trainee dulu, sama seperti Via. Power di performancenya sudah cukup bagus, tapi harus lebih pandai bermain ekspresi, terutama di lagu-lagu setelah unit song. Overall, nice job Shafa!
Gara-gara Via dan Shafa jadi penasaran Nobi dan Sisil sekarang udah seganas apa…
TOP MC MEMBERS:
Kalau yang ini, memilih no.1 nya sangat mudah, tapi no.2 dan 3 sangat susah karena menurut gue performance MC mereka seimbang, ada kelucuannya masing-masing…
01. LIDYA MAULIDA DJUHANDAR alias #MINLID EDAN!!!!!
Di MC setelah Ame no Doubutsuen, MinLid benar-benar menggila! Semua topik yang lagi hangat dan beredar di Twitter ditembak semua sampai Ekan dan Bovie di depan gue jadi gesrek nggak karuan. Gue ikutan ngakak kenceng sampai istri gue bingung gue kenapa.
Pertama, pas ada member lain (Nadila?) yang ngasih salam ke emaknya, MinLid bilang eh jangan nunjuk gitu, nanti emaknya diajak kenalan, ditanyain rumahnya dimana dan dibuntutin. Kalo mau ketemu ya di teater atau pas event handshake aja. Ini namanya dengan satu batu stalker rumah member dan tukang caper mamah member kena batunya!
Kedua, MinLid juga bahas soal SalkusForFun dan yang ketiga, yang mungkin paling kena buat circle Rangga, Bovie, Ekan dkk, MinLid bahas soal bercandaan fans kalo member sebats pas jeda encore dengan bilang Uty nggak sebats kok pas encore. Sumpah pas MinLid keluarin yang ketiga ini, golongan penonton kiri belakang yang ngerti bercandaan ini langsung pecah dan gesrek enggak karuan. MinLid memang MCnya sangat berbahaya!
02. SAKTIA OKTAPYANI (VIA)
Cara ketawa ngakaknya Via itu benar-benar sesuatu banget, kalo yang belum pernah lihat coba deh lihat di video K3poinOshi terutama yang terbaru. Di MC pertama, pas dia bahas ditunjuk kakak kelasnya jadi tim tugas kelompok karena dikira anak pinter itu lucu banget. Dan waktu dia ngetawain Ikha yang grogi pas presentasi itu… Via menggila bener udah!
03. ALICIA CHANZIA (ACHA)
Ini anak emang deh bocor banget kalo udah bercanda. Gue sampe nggak inget dia bercanda apa aja saking garingnya, tapi lucuk! Yang keinget cuma yang MC pertama dia cerita kalo dia itu alergi debu dan gampang bersin. Nah paling repot pas lagi kebelet boker, dia takut pas lagi bersin yang atas, bawahnya ikut bersin. Apa banget deh Cha :)))
PENUTUP:
Baiklah, sekian review dari saya. Ternyata gue kalo buat review panjang bener ya? Makanya sampe butuh 2 hari buat nulis. Semoga dapat kesempatan lagi untuk ke fX dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sehingga akan ada review-review yang berikutnya. Amin.
Sedikit catatan sebelum saya memulai cerita ini, mungkin akan ada banyak pembaca yang merasa kurang nyaman dengan apa yang saya tulis, karena tulisan ini membahas banyak hal yang menyangkut tentang agama, suku dan ras. Namun bagi saya pribadi, cerita ini sangat penting untuk saya sampaikan, karena itulah akhirnya saya memutuskan untuk menulis cerita ini di sini dan menyampaikannya kepada anda semua. Jika ada yang ingin disampaikan atau didiskusikan kepada saya terkait tulisan ini silahkan meninggalkan comment atau bisa mention langsung ke akun Twitter saya.
—
A LONG LONG TIME AGO (19XX):
IN A SMALL RURAL TOWN FAR FAR AWAY…
Untuk memulai cerita ini, kita harus melihat jauh ke belakang, jauh sebelum cerita tentang fandom ini dimulai, bahkan mungkin jauh sebelum saya dilahirkan. Orang tua saya datang dari sebuah kota kecil di Jawa Timur yang bernama Wlingi. Kalau anda pernah tahu kota Blitar atau Tulungagung, nah Wlingi ini di sekitar sana, hanya ini lebih desa lagi daripada kedua kota itu. Sebagai keluarga miskin dari kalangan minoritas pula, keluarga saya banyak menerima perlakuan yang tidak menyenangkan di sini. Sehingga akhirnya setelah saya lahir, sejak kecil pun saya sering diindoktrinasi dengan hal-hal semacam "jangan bergaul dengan orang-orang X" atau "mereka yang dari agama Y itu semuanya orang jahat".
Setelah saya dewasa pun, setiap menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang “berbeda” dengan mereka, orang tua saya masih sering mengucapkan hal seperti “dasar orang X, memang brengsek semua” dan sejenisnya. Saya tidak setuju dengan apa yang mereka katakan, namun saya bisa mengerti dan memaklumi kenapa mereka bisa bersikap dan berkata-kata seperti itu, setelah semua yang mereka alami…
Namun walaupun saya tidak setuju dengan pembedaan seperti itu, toh lingkungan hidup saya juga masih berputar di kalangan orang-orang yang sama dengan saya, yaitu Cina Kristen. Terlebih parah lagi, semenjak kecil orang tua saya menaruh saya di sebuah gereja yang memiliki ajaran yang bisa dibilang cukup kolot, dimana mereka menganggap orang yang beragama lain sebagai manusia-manusia yang sesat dan jahat. Anda kira cuma kelompok ormas tertentu itu yang bisa menyebut agama lain kafir? Well, anda salah.
Lama sekali saya tidak nyaman dengan berbagai sikap mereka. Sudah sering sekali saya dengar kisah anggota mereka yang berbeda pikiran atau pendapat kemudian akhirnya ditendang keluar dan dikucilkan dari komunitas mereka. Mereka menganggap diri mereka seolah paling benar dan jika bertemu dengan orang lain yang “berbeda”, mereka akan menguliahi dan menceramahi orang tersebut sampai orang tersebut menerima apa yang mereka anggap benar (atau pergi dengan kesal karena muak diceramahi).
Dalam hati saya, saya tahu itu tidak benar. Karena Tuhan yang saya baca di kitab suci saya katanya mau duduk dengan orang-orang yang dianggap sesat kok, bahkan dia mau bicara dan menganggap orang-orang yang dibuang oleh masyarakat dan dianggap sampah. Kalau dibawa ke konteks modern, mungkin kalau Tuhan ada di jaman sekarang, dia bakal sering duduk, makan dan ngobrol-ngobrol dengan para debt collector, koruptor dan PSK, bukannya malah menjauhi atau menceramahi mereka habis-habisan. Tapi yah, saya bukan pendeta, dan saya mungkin saja salah, sehingga saya lebih memilih untuk diam saja, karena toh saya pernah mencoba mengungkapkan pendapat saya dan hasilnya saya malah diceramahi habis-habisan dan dianggap sok tahu…
Kehidupan saya pun terus berputar dan berputar seperti itu, di lingkaran dan lingkungan orang-orang yang sama selama 22 tahun, sampai akhirnya pada suatu hari…
—
EIGHT YEARS AGO (2006):
HUBUNGAN ANTAR MANUSIA MEMANG MEREPOTKAN…
Pada tahun 2006, saya mendapat kesempatan untuk studi lanjut ke Singapura selama satu tahun, dan disinilah awal dimana saya pertama kalinya keluar dari lingkaran hidup dan komunitas saya sejak lahir. Tempat awal dimana saya bertemu dengan banyak orang yang berbeda dan belajar bahwa seorang manusia tidak ditentukan oleh asalnya dan bahwa kita tidak bisa menilai manusia berdasarkan dari “atribut” yang dia bawa…
Anda pasti sudah tahu banyak stereotype tentang orang-orang dari negara lain kan? Tapi yang saya temukan adalah kenyataan seperti yang pernah dikatakan dalam film My Name Is Khan (yang keluar tahun 2010, jadi belum ada waktu saya ke Singapura):
“Hanya ada dua jenis manusia di dunia ini. Orang baik yang melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan orang jahat yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk. Hanya itulah perbedaan yang ada pada umat manusia. Tidak ada perbedaan yang lain. Kau mengerti?”
Ya, pada kenyataannya memang hanya ada dua jenis orang ini tidak peduli dari mana pun dia berasal. Saya bertemu dengan orang Singapura yang egois dan tidak mau kalah dalam hal apapun (yang sering disebut “kiasu”), tapi saya bertemu juga dengan orang Singapura yang peduli dan suka membantu teman. Saya bertemu dengan orang India yang rajin dan giat belajar, namun saya bertemu juga dengan orang India yang menjiplak hasil kerja saya dan berkata pada dosen bahwa itu hasil kerjanya, sehingga saya terkena masalah.
Saya bertemu dengan banyak lagi orang-orang dari berbagai negara dan berbagai agama selama satu tahun itu dan menemukan bahwa dari setiap tempat dan asal usul, selalu ada orang baik dan selalu ada orang brengsek. Tidak ada negara yang sepenuhnya baik atau agama yang sepenuhnya brengsek. Semua itu selalu kembali pada manusianya sendiri.
Waktu satu tahun terasa begitu cepat, tak terasa berlalu begitu saja dan pada tahun 2007 saya pun harus kembali lagi ke Indonesia. Karena pengalaman saya selama di Singapura yang sudah mengubah saya, begitu pulang saya pun tak bisa dan tak nyaman lagi berada di tempat ibadah saya yang dulu. Saya pun mencari gereja baru yang didirikan oleh sebuah lembaga internasional, dimana saya banyak bertemu dengan orang-orang dari negara lain seperti Cina, Jepang, Amerika, Meksiko, Jamaika, Australia, India, bahkan sampai Afrika.
Tapi tanpa saya sadari, tanpa adanya lingkungan yang “memaksa” saya untuk bergaul dengan orang-orang yang “berbeda” dengan saya seperti waktu di Singapura, maka di tempat yang baru ini pun lingkaran pergaulan saya kembali berputar seperti dulu, lebih banyak berkelompok dengan mereka yang “sama” dengan saya. Akhirnya saya pun kembali terjebak ke lingkaran setan sama seperti yang dulu lagi…
—
TWO YEARS AGO (2012):
THE REAL STORY BEHIND THE BEGINNING…
Saya sudah pernah menceritakan bagaimana awalnya saya masuk ke fandom ini di sebuah postingan awal di blog saya, namun saya tidak pernah menceritakan kisah sebenarnya di balik kenapa waktu itu saya pergi ke Jakarta untuk menghadiri Popcon Asia.
Pada pertengahan tahun 2012, gereja saya akan mengadakan sebuah acara Youth Camp (semacam retret kaum muda) di Kalimantan yang bertujuan untuk memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak muda dari desa-desa yang tertinggal di sana dan mereka membutuhkan bantuan dari anggota mereka untuk menjadi pengajar di sana. Saat itu, saya sedang mempertimbangkan untuk masuk sekolah kependetaan (iya ini serius) dan saya merasa bahwa pergi ke Kalimantan itu akan menjadi satu jalan dan langkah akhir dalam saya memutuskan akan jadi masuk sekolah kependetaan itu atau tidak.
Saya sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari keuangan, kesehatan (saya sampai rutin berolahraga supaya fit untuk acara ini) sampai ijin cuti dari kantor sudah saya siapkan. Tak disangka, melalui hal-hal yang tidak masuk dinalar kalau ini bukan datang dari Yang Diatas, langkah saya untuk mengikuti Youth Camp ini seakan diblok oleh blokingan yang lebih dahsyat dibandingkan Tim Howard maupun Guillermo Ochoa sekalipun. Saya berusaha keras mencari jalan agar saya bisa ikut berangkat, namun apapun yang saya lakukan, semua jalan sudah tertutup dan saya akhirnya gagal ikut dalam acara ini.
Saya sudah tidak bisa berpikir rasional bahwa mungkin ini adalah jawaban “TIDAK” dari Yang Diatas mengenai pertimbangan saya untuk masuk sekolah kependetaan. Yang saya rasakan hanyalah kekecewaan dan amarah yang begitu luar biasa sampai akhirnya saya menyumpahi Yang Diatas dengan kata-kata seperti “fuck you, God” dan sejenisnya.
Dengan tabungan yang sudah disiapkan dan ijin cuti yang sudah di tangan, akhirnya saya pun memutuskan untuk “kabur” ke Jakarta memenuhi ajakan seorang teman untuk datang ke acara Popcon Asia dan disanalah awal kisah saya masuk ke fandom ini dimulai…
—
PRESENT DAY (2014):
TWO YEARS LATER - BHINNEKA TUNGGAL IKA SEJATI
Berada selama dua tahun di fandom ini telah benar-benar mengubah hidup saya dalam arti yang sebenarnya melalui perjumpaan dan perkenalan dengan begitu banyak orang. Akun Twitter saya mengalami kenaikan follower dari 100 menuju 1.750 orang dan jumlah teman baru yang saya temui dalam dua tahun di fandom ini pun sudah mencapai puluhan, jika tidak ratusan, sampai saya sulit kalau harus menyebutkannya satu persatu…
Bagi saya sendiri fandom JKT48 ini adalah sebuah melting pot of humanity, seperti sebuah miniatur dari dunia – atau minimal Indonesia – sebuah kolam tempat orang-orang dari berbagai penjuru bisa bertemu dan berinteraksi. Di sini saya bertemu dengan fans dengan berbagai latar belakang mulai dari Medan, Padang, Sunda, Betawi, Jawa dan masih banyak lagi. Saya masih menunggu apa ada fans JKT48 dari Papua yang bisa saya ajak berkenalan.
Satu hal yang saya suka di sini adalah jika ada yang memanggil saya dengan sebutan “mas” atau “bang”. Saya kenal beberapa orang yang hanya mau dipanggil “koh” dan dia akan marah atau bersikap acuh jika ada yang memanggilnya dengan sebutan selain itu. Tapi bagi saya, saat seseorang memanggil saya dengan sebutan “mas” atau “bang”, itu berarti saya menganggap dia sudah bisa melihat saya sebagaimana adanya saya, bukan dari “atribut” atau asal usul saya. Hal sederhana memang, tapi sangat berarti buat saya.
Di fandom ini saya juga bertemu dengan banyak hal menarik dan unik dari para member yang mungkin ada diluar stereotipe atau stigma umum. Contohnya dari oshi saya sendiri, Rona Anggreani, dia adalah seorang campuran Cina-Jawa dari ibunya yang berdarah Jawa dan ayahnya yang keturunan Cina. Dia sendiri menganut Katolik dan ibunya menganut Islam. Ada juga Shinta Naomi dan Sinka Juliani, kakak beradik keturunan Cina yang menganut Islam, berbeda dengan pandangan umum bahwa keturunan Cina itu pasti menganut Kristen, Katolik atau Budha. Adanya perbedaan agama maupun latar belakang ini tidak menjadi pemicu perseteruan antara para member, namun memberi warna dan keunikan tersendiri pada masing-masing mereka. Perbedaan ini tidak menghalangi mereka untuk bisa menjadi kompak, bersatu dan bersahabat erat antara satu dan lainnya.
Sebelum saya masuk ke fandom ini, saya jujur tidak begitu peduli dengan mereka yang memiliki kepercayaan berbeda dengan saya, tapi fandom ini mengubah semuanya. Mulai dari hal yang sederhana, jika ada tanggal merah di kalender dan itu berhubungan dengan hari libur Islam, misalnya, saya tidak akan pusing mencari tahu tentang itu hari libur apa dan apa arti hari libur tersebut bagi mereka yang merayakannya, paling kalau ada yang menanyakan kepada saya “besok hari libur apa?” maka saya akan menjawab “hari libur Islam” (sesuatu yang masih sering dilakukan orang tua dan banyak teman-teman saya). Tapi sekarang saya peduli, saya ingin tahu dan saya sering menanyakan pada teman-teman saya “hari libur ini artinya apa dan apa yang kamu rayakan disana”.
Bagaimana mendadak saya bisa menjadi peduli seperti itu? Kepedulian dimulai dari hal-hal kecil. Pernah suatu hari saat sedang makan bersama di fX, seorang teman yang tahu saya menganut Kristen menanyakan kepada saya “kok nggak doa sebelum makan bro?” waktu saya langsung makan begitu makanan datang (karena masih kesal dengan Yang Diatas sehingga saya tidak berdoa). Saya pun mulai belajar untuk peduli dengan orang lain dan apa yang mereka percayai, misalnya sebelum bingo teater saya suka mengingatkan “bro udah sholat belum?” kepada teman yang saya lihat nongkrong terus di depan teater sejak siang dan saya curigai belum sempat sholat. Interaksi dan hal-hal seperti inilah yang memperkaya kehidupan saya dan menjadikan saya bisa menjadi seperti hari ini.
Kalau ada yang meragukan bahwa Bhinneka Tunggal Ika ini masih ada dan hidup di Indonesia, maka saya sarankan kalian masuk ke fandom JKT48 ini dan berinteraksi dengan orang-orang yang kalian temui. Seperti yang pernah saya katakan, harta paling berharga di fandom ini bukan terletak pada bisa nonton teater atau diwaro member, tapi pada semua hubungan antar manusia yang akan kamu temukan disini. Buka mata dan lihatlah pada orang-orang yang ada di sekelilingmu, segala pertemuan dan perjumpaan inilah yang nantinya akan bisa benar-benar membawa dampak dan perubahan untuk hidupmu.
Saya tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi andai waktu itu saya jadi berangkat ke Kalimantan. Mungkin kehidupan saya tetap akan begitu-begitu saja dengan lingkaran pergaulan yang itu-itu saja dan mungkin pikiran saya tidak akan pernah terbuka. Yang jelas, saya belajar sangat banyak dari fandom ini dan bersyukur bisa ada disini. Ada banyak orang yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang mau mengaku dengan bangga bahwa dirinya adalah fans JKT48. Karena itu sekarang saya mau mengatakan bahwa:
SAYA FANS JKT48 DAN SAYA BANGGA! TERIMA KASIH JKT48!
Setelah kemarin bahas Stella Cornelia di event CLAS:H Surabaya, sekarang waktunya bahas tentang Diasta Priswarini. Sudah lama banget pengen ketemu dan ngobrol sama Diasta dan kesempatannya baru datang hari ini. Di event CLAS:H kali ini, Diasta dijadwalkan dalam tiga kegiatan, yaitu menjadi juri CLAS:H, membawakan lagu tema CLAS:H yang berjudul “Keep The Joy Loop Forever” hasil kolaborasi dengan REDSHiFT dan yang terakhir melakukan Meet and Greet dengan para fansnya di penghujung acara ini.
Sepanjang acara CLAS:H Surabaya ini, Diasta tampil dalam perwujudan “Megurine Luka”, tokoh vocaloid yang terkenal dengan ciri khas berupa rambut panjang warna pink. Kostum ini menurut saya cocok untuk Diasta, terutama karena kostum Luka ini menggunakan leher tinggi dan bagian depannya tertutup sehingga tidak mengganggu Diasta dalam melakukan gerakan-gerakan yang cukup energetik nantinya dalam live performancenya.
SEBAGAI JURI EVENT CLAS:H SEMI-FINAL SURABAYA
Ada banyak orang yang berkomentar bahwa Diasta belum mumpuni dan kurang dari segi pengalaman untuk bertindak sebagai juri CLAS:H, apalagi bila dibandingkan dengan Reika Arikawa yang sudah malang melintang dan terkenal di dunia cosplay, bahkan di skala internasional. Menurut saya sih pendapat seperti itu wajar saja, ya memang dari empat juri di acara ini yaitu Reika, Diasta, Stella dan Miho, Reika lah yang levelnya paling tinggi dan bisa dibilang jauh diatas ketiga juri lainnya. Tapi apakah itu berarti Diasta tidak layak menjadi juri acara ini? Well, belum tentu, mari kita lihat ke belakang…
Bukan, bukan belakang foto ini. Latar belakang Diasta maksudnya.
Sebelum masuk ke JKT48, Diasta sudah nggak asing lagi dengan yang namanya dunia Jejepangan. Dia pernah jadi bagian dari band J-Pop Voice of June dan Summer Sound, serta aktif dalam beberapa group dance cover. Beda dengan mbak juri satunya yang nggak paham Dragon Ball dan Planet Namek itu apaan, haha. Jadi bisa dibilang dia paling nggak sudah cukup ngerti cosplay itu apa dan mengapa sehingga bisa lah ya jadi juri untuk acara cosplay seperti CLAS:H ini. Lagian seperti bisa dilihat dari foto diatas, dalam menjalani peran sebagai juri, Diasta sangat fokus, serius dan memperhatikan dengan baik kok. Sangat jelas terlihat kalau dia menikmati berada di acara ini, apalagi bisa duduk bareng Reika, hehe…
LIVE PERFORMANCE “KEEP THE JOY LOOP FOREVER”
Di sela-sela sesi penjurian, Diasta mendapat kesempatan membawakan theme song CLAS:H 2014 berjudul “Keep The Joy Loop Forever” yang merupakan hasil kolaborasi antara Diasta dengan REDSHiFT. Sebelum saya berkomentar, tonton sama-sama yuk videonya.
Luar biasa bukan? Genre lagu vocaloid seperti ini tampaknya memang cocok dengan image dan karakter Diasta. Interaksi Diasta dengan penonton pun cukup bagus dan membuat mereka yang menonton jadi ikut bersemangat dan kompak bersorak ke arah Diasta. Dance yang dilakukan Diasta cukup energetik walau tidak sekompleks lagu-lagu yang pernah dia bawakan dulu. Overall, bagus lah lagu ini dan performance Diasta. Sampai beberapa hari setelah pulang dari acara ini, lagunya masih “looping forever” terus di kepala gue…
Meet and Greet ini diadakan di atas panggung CLAS:H! Untungnya jam segitu penonton sudah mulai sepi sehingga tidak harus malu di atas panggung dilihat banyak orang dan untungnya lagi ada beberapa teman yang ikut mengantri seperti Ephin, Ito dan teman-teman cosplayer dari grup Senpasen Boyz yang sepertinya memang semuanya pada ngefans berat sama Diasta sampai konyol banget waktu sign poster dan 2–shot haha.
Jadi format Meet and Greet kali ini adalah naik panggung, kasih kupon Meet and Greet ke Diasta, kasih posternya buat di-sign Diasta, foto bareng Diasta (boleh pake DSLR sendiri, saya difotoin si Ito) dan terakhir salaman. Karena ada teman saya di Bandung yang pengen banget punya poster Diasta, akhirnya poster Diasta yang saya pegang saya sign-kan ke Diasta untuk dia. Sempat sih kenalan dan ngomong nama saya, tapi sepertinya Diasta nggak denger karena ramai. Dan pas saya ngetes “Diasta inget aku nggak?”, ternyata dia beneran nggak denger dan dia juga lupa/nggak tau saya siapa, ya sudahlah ya.
By the way, ini penampakan poster Diasta yang di-sign untuk teman saya…
Selesai sampai disini ceritanya? Belum. Ada satu momen keajaiban yang terjadi yang bikin saya seneng banget dan nggak bisa terjadi kalau bukan karena kesigapan seseorang…
SPECIAL THANKS TO: VELIX (DIASTA'S MANAGER)
Jadi ceritanya, habis selesai Meet and Greet sama Diasta, gue, Ephin dan Ito masih di atas panggung karena semua peserta Meet and Greet (seharusnya) akan foto bareng Diasta di akhir sesi Meet and Greet. Kita bertiga masih pengen ngobrol lagi sama Diasta dan kasak kusuk di atas panggung pengen beli poster lagi, tapi nggak bisa karena merchandise booth sudah tutup, karena memang sudah malam dan acara CLAS:H sudah hampir selesai.
Di luar dugaan, mendadak Velix turun dari panggung dan mengambilkan kita satu poster lagi untuk dibeli. Gue dan Ephin langsung memutuskan untuk patungan. Poster buat gue, foto barengnya buat Ephin supaya dia bisa ngobrol banyak sama Diasta. Sempat terjadi keributan di awal, karena pas Ephin nunjukin nama dan ID Twitter dia di handphone, Diasta nyaris sign di posternya. Gue teriak, Ephin teriak, dua-duanya sama-sama ngomong, Diasta bengong dan suasana jadi ribut dan kacau sendiri di atas panggung hahahahaha.
Akhirnya gue menenangkan Ephin dan bilang “sudah gue aja yang jelasin ke Diasta”. Mulailah gue menjelaskan pembagian patungannya ke Diasta secara perlahan-lahan:
• Posternya buat gue, jadi tanda tangannya disana untuk nama gue.
• Ephin mau minta tanda tangan Diasta di kupon Meet and Greet nya.
• 2–shot sama Diasta buat Ephin juga.
Diasta pun mengerti dan melihat nama gue di handphone, lalu mulai menulis nama gue di poster. Tapi sejenak kemudian dia mendadak seperti tersadar akan sesuatu dan…
Diasta: “Loh, ini kak Nathan?”
Gue: “Iya… lho kenal ya?”
Diasta: “Yang suka nulis-nulis artikel itu kan?”
Gue: “Eeeee artikel yang mana ya?” (panik, mulai grogi)
Diasta: “Pernah nulis artikel di Diasta Writer kan?”
Gue: “I-iyaaa…” (gue cuma pernah nulis 1 artikel di DW, berarti dia baca yang itu)
Diasta: “Artikelnya bagus banget, makasih yaaaaa. Aku terharu pas bacanya.”
Diasta: “Kak! Ini Nathan yang nulis artikel waktu itu lho…” (manggil Velix)
Velix: “Hah? Lho tinggalnya di Surabaya ya?”
Gue: “Iya. Saya ke Jakarta jarang kok, teater juga baru 14 kali.”
Velix: “Cie sampe diitungin. Eh artikelnya beneran bagus lho, saya terharu bacanya.”
Gue: “Enggggg beneran dibaca ya?”
Velix: “Iya, itu kan yang awalnya belum tau Diasta, terus kenal Gala, akhirnya tau dst dst.”
Gue: “……………………………” (wasyem beneran dibaca ternyata)
Akhirnya jadi ngobrol lumayan panjang yang menyenangkan soal Diasta dan di ujung obrolan itu baru kenalan dan tau kalau namanya Velix dan dia ternyata manager Diasta. Awalnya sih sama sekali nggak menyangka kalau dia manager Diasta, soalnya dia ramah banget dan enak diajak ngobrol sama para fans Diasta, beda dari tipikal manager artis pada umumnya, jadi kebanyakan dari kita mengira dia bagian dari panitia CLAS:H.
Begitu tahu dia manager Diasta, kita sempat kaget juga, tapi lega karena Diasta ditangani manager yang baik dan sigap. Kalau waktu itu Velix nggak sigap ngambilin poster begitu denger kita kasak kusuk pengen nambah, atau dia denger tapi dia cuek dan masa bodoh aja, maka kejadian epic nan luar biasa (buat saya) di atas ini nggak akan ada.
Bro Velix, kalau dirimu baca tulisan ini, saya mau bilang terima kasih banyak dan keep up the good work yah. Teruslah dukung dan jaga Diasta dengan baik sampai dia bisa meraih segala mimpinya dan mendapatkan kesuksesan. Ditunggu untuk launching single perdana Diasta. Sampai ketemu lagi yah di lain kesempatan, semoga bisa ke Surabaya lagi!
Oh iya, ada sedikit bonus dari sesi Meet and Greet yang terakhir ini. Dari yang awalnya cuma Ephin aja yang direncakan mau 2–shot dengan Diasta, karena Diasta dan Velix nggak keberatan, akhirnya gue, Ephin, Ito dan Diasta foto bareng berempat. Foto yang itu entah kemana sampai sekarang saya belum terima, jadi saya kasih yang 2–shot saya sama Diasta aja yah. Untuk poster dari Diasta yang ada tanda tangan untuk saya masih saya simpan rapi dan terlalu sayang kalau mau dibuka plastiknya untuk difoto, maaf ya :P
Enjoy the 2–shot dan jangan pada ngiri:
Iya, tau, Diasta cantik banget kan? MAKANYA jangan sampai ketinggalan Meet and Greet sama Diasta di kota-kota berikutnya! Dia bakal ada di Yogyakarta (26 April), Ennichisai Blok M Jakarta (24 Mei) dan Grand Final di Balai Kartini (21 Juni). BURUAN CATET!
Buat Diasta, makasih banyak buat Meet and Greetnya yang sangat berkesan. Semoga sukses selalu dan ingat untuk terus percaya pada mimpi-mimpimu ya. Saya akan selalu terus dukung kamu walau dari jauh. Semoga suatu hari nanti kita bisa ketemu lagi dan ada kesempatan untuk ngobrol-ngobrol lebih lama ya. Ganbatte kudasai Diasta-san! ^o^
Melanjutkan dari artikel sebelumnya tentang Meet and Greet Stella, pada esok harinya, hari Minggu, 13 April 2014, Stella pun menghadiri acara CLAS:H SURABAYA yang diadakan di panggung utama Surabaya Town Square (Sutos). Dalam acara ini, Stella melakukan berbagai kegiatan, di antaranya live performance single “GELISAH”, menjadi juri dari event CLAS:H dan juga melakukan direct selling photobook “FORWARD” di merchandise booth.
LIVE PERFORMANCE SINGLE “GELISAH” (13:30)
Lebih awal dari jadwal semula yang direncanakan yaitu pukul 14:00, Stella pun naik ke panggung dengan setelan bernuansa putih biru yang menurut saya jauh lebih bagus dan membuat dia tampak cantik dibandingkan dengan baju yang dikenakan saat MnG.
NOTE: Foto ini saya dapatkan dari Google Image Search. Apabila ada yang mengetahui pemilik foto ini tolong bisa dimention ke saya ya, supaya saya bisa kasih creditsnya.
Seperti biasa, live perfomance Stella sangat bagus, hanya saja saya merasa event CLAS:H yang notabene merupakan acara Jejepangan, bukan merupakan tempat yang cocok untuk melakukan promo single “Gelisah” yang genre dan nuansa lagunya sangat jauh dengan apa yang biasanya diminati oleh para fans Jejepangan. Entahlah, mungkin Stella dan tim punya pertimbangan tersendiri mengenai hal ini yang saya tidak tahu.
SEBAGAI JURI EVENT CLAS:H SEMI-FINAL SURABAYA
Beberapa lama kemudian, Stella kembali muncul ke atas panggung bersama Diasta dalam mode cosplay. Stella cosplay sebagai Hatsune Miku dan Diasta sebagai Megurine Luka. Mungkin karena memang sudah pengalaman, Diasta cocok sekali cosplay sebagai Luka, tapi cosplay Stella sebagai Miku terasa kurang cocok dan dia sering kali terlihat kurang nyaman dengan kostum cosplaynya.
Dalam menjalani perannya sebagai juri CLAS:H, kadang kala Stella tampak kebingungan dengan apa yang ditampilkan para cosplayer di panggung. Mungkin karena ini memang bukan bidang dan dunia Stella, jadi dia sepertinya kurang mengerti dengan apa yang harus dia nilai dan amati dari lomba cosplay ini. Komentar-komentarnya tentang para peserta cosplay pun terdengar cukup standar. Kasihan juga sih jadi kadang kelihatan bosan dan suntuk, apalagi acaranya panjang dan berlangsung dari siang sampai sore karena pesertanya banyak (foto dibawah ini bukan saya yang ambil yah).
Untunglah beberapa segmen lomba cosplay ini yang bertema action cukup menghibur sehingga sesekali Stella tidak terlalu bosan. Dan untung juga ada satu bagian lomba di akhir yaitu “Cosplay Dance Cover Competition” yang tampaknya cukup nyambung dengan dirinya dan bisa dimengerti oleh Stella sehingga dia di bagian ini bisa menilai dengan baik.
Cuma ya itu, kenapa kok pas dance cover competition ini 2 dari 3 grup pesertanya pakai lagu AKB48 sih (Heavy Rotation, Kaze wa Futeiru dan Flying Get). Apa karena sudah tahu jurinya Stella dan Diasta yang mantan JKT48? Seharusnya malah Stella dan Diasta lebih keras dalam penjuriannya karena mereka mantan JKT48, nggak tahu deh.
DIRECT SELLING PHOTOBOOK “FORWARD” (17:30)
Setelah penjurian selesai, kira-kira setelah waktu sholat magrib selesai, Stella pun datang ke booth merchandise untuk melakukan Direct Selling. Masih dengan baju yang dipakai waktu cosplay jadi Hatsune Miku, tapi sekarang tanpa pakai wig. Rambutnya diikat ke belakang. Sudah setahun lamanya nggak lihat langsung jidat Stella…
Sayangnya, di awal-awal direct selling, cuma sedikit yang datang untuk beli photobook Stella. Awalnya Ephin (@YukariEphine) cuma pengen beli satu, tapi setelah melihat kondisi yang sepi, akhirnya kita yang ada di depan booth mulai ngobrol dan merumuskan strategi. Ephin beli photobook satu lagi, tapi minta bukunya ditandatangani. Awalnya manager Stella terlihat menolak, tapi karena Stella sendiri setuju, akhirnya dapat tanda tangan.
Nah, strategi kecil ini tampaknya membawa hasil. Fans lain yang melihat bahwa kalau beli photobook Stella langsung disini bisa dapat tanda tangan Stella, akhirnya langsung antri untuk membeli photobook tersebut. Penjualan pun berlangsung dengan lancar dan para fans pun tampak puas karena bisa ngobrol cukup lama dan dapat tanda tangan Stella disini, sesuatu yang spesial dan nggak bisa didapatkan kalau beli photobooknya online.
SARAN UNTUK TIM MANAJEMEN STELLA:
Cobalah untuk tidak terlalu kaku dan bisa lebih fleksibel terhadap keadaan di lapangan. Saya tahu mungkin konsep awal dari tim Stella hanya yang ikut Meet and Greet yang bisa dapat tanda tangan Stella, sebagai bagian dari benefit kelas Platinum dan Diamond. Tapi ada kesempatan direct selling seperti ini, kalau bisa memberikan benefit yang berharga untuk fans tapi tidak membutuhkan biaya atau merugikan Stella (paling hanya memakan waktu lebih), mengapa tidak dimanfaatkan? Toh fans yang ikut Meet and Greet juga tidak akan ada yang protes. Semua juga bakal senang kalau photobook Stella bisa laris.
Ingat salah satu prinsip marketing yang penting adalah “bagaimana memberikan value yang sebesar-besarnya di mata pelanggan dengan cost yang sekecil-kecilnya bagi kita”. Dalam dunia entertainment seperti ini yang namanya value ini relatif dan bergantung pada persepsi, bukan sesuatu yang mutlak. Apa yang kita anggap biasa, bisa jadi dianggap penting dan berharga oleh fans. Tanda tangan mungkin sebuah hal yang kecil untuk Stella, seperti yang saya bilang tadi, tidak memakan biaya dan tidak merugikan apapun. Namun buat seorang fans yang sedang bimbang, hal itu bisa jadi faktor penting yang akan menentukan apakah dia akan membeli apa yang kita tawarkan atau tidak.
Sebaiknya tim manajemen Stella bisa belajar lebih jeli dan sigap mengamati perkembangan yang ada di lapangan, sehingga bisa langsung memberikan saran, masukan dan strategi baru kepada Stella untuk lebih mensukseskan kegiatan yang ada, apabila rencana dan strategi awal yang telah disusun dan disiapkan tidak dapat berjalan dengan baik. Jangan bersikap kaku dan terpaku dengan satu rencana saja. Apabila terlihat bahwa rencana itu tidak berhasil, maka segera ubah dan lakukan adaptasi sesuai situasi dan kondisi.
Satu hal lagi, belajarlah untuk lebih ramah dan tersenyum kepada fans. Sebagai bagian dari tim Stella, apalagi berhadapan langsung dengan para fans, maka anda pun harus bisa memberikan service yang baik kepada mereka. Apabila hanya Stella yang tersenyum dan ramah tetapi tim bersikap tertutup dan tidak ramah, maka kesan yang muncul juga tidak akan baik. Ingat anda disini bukan sebagai bodyguard Stella (maaf, tapi sikap tubuh anda menunjukkan seperti itu). Berusahalah menjalin interaksi lebih baik dengan fans.
Sekedar saran tentang contoh hal yang bisa dilakukan tim: saat Meet and Greet, fans di kelas Silver menganggur dan tidak ada kegiatan saat menunggu Stella keliling untuk private time dan tanda tangan photobook. Anda bisa saja berpikir “biarkan saja mereka menunggu toh mereka kelas yang bayar paling murah”. Tapi cobalah anda mendekati mereka dan ajak mereka ngobrol. Minta pendapat, komentar dan saran mereka tentang acara tersebut. Maka anda akan mendapatkan banyak masukan berharga dan lebih dari itu, anda akan menciptakan kesan yang baik tentang Stella dan tim manajemennya.
Kesan yang baik itu mahal sekali harganya dan bisa menentukan apakah seorang fans akan terus mau untuk mendukung Stella ke depannya dalam perjalanan solo karirnya. Apa yang anda lakukan disini, kesan apa yang anda munculkan di kalangan para fans, baik atau buruk, itu akan membawa pengaruh juga untuk Stella, jadi tolong berikanlah kesan yang baik pada para fans Stella karena itu akan membantu membawa kesuksesan untuk Stella.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata saya yang menyinggung atau kurang berkenan disini, semoga apa yang saya sampaikan bisa diterima dengan baik, karena saya menyampaikan hal-hal ini tidak lain demi kemajuan dan kebaikan Stella juga.
Jadi, setelah sekitar 4 bulan nggak ketemu Stella sejak pertemuan terakhir di Konser JKT48 Malang tanggal 8 Desember 2013, akhirnya pada hari Sabtu, 12 April 2014 ini datang juga kesempatan untuk bertemu kembali dengan Stella, untuk yang pertama kalinya sejak dia memutuskan untuk lulus dari JKT48 dan memulai solo karirnya di tahun 2014 ini.
Surabaya merupakan kota keempat yang dikunjungi Stella dalam rangkaian tur untuk mempromosikan photobook terbarunya “FORWARD” serta single pertamanya “GELISAH” setelah Malang, Medan dan Jakarta. Setelah dari Surabaya, berikutnya Stella masih akan berkunjung ke 4 kota lainnya yaitu Makassar, Jogjakarta, Bandung dan Semarang, seperti yang bisa dilihat dalam poster ini (jangan lupa daftar ya, dijamin seru lho acaranya).
Kondisi Surabaya yang diguyur hujan gerimis sejak siang hari tidak menyurutkan niat para fans Stella untuk datang ke acara ini. Sebelum open gate jam 18:00, puluhan fans sudah berkumpul di depan Colors Pub & Restaurant untuk menunggu pintu dibuka.
Saat open gate, fans memasuki ruangan dimulai dari kelas Diamond, Platinum, Gold dan terakhir Silver. Diamond duduk di paling depan, Gold duduk di depan namun di belakang pilar (jadi ingat teater ya) dan Platinum duduk sedikit di belakang namun di posisi yang lebih tinggi sehingga masih bisa jelas melihat panggung. Ketiga kelas ini mendapatkan meja bundar dimana tiap meja bisa ditempati 4 orang, plus 1 kursi dikosongkan dimana nantinya Stella akan mendatangi para fans disana untuk ngobrol. Sementara itu Silver duduk di paling belakang dan tidak memiliki meja sendiri, melainkan berbagi meja di sebuah meja yang panjang yang posisinya di belakang kursi mereka (seperti meja bar).
Walaupun di Meet & Greet in kebanyakan yang datang adalah kaum pria, namun karena saya duduk bareng istri saya, @MissRirin728 dan @RatihNitiHarjo, akhirnya saya pun menjadi cowok yang paling ganteng di meja saya sepanjang acara ini… #abaikan
WAITING FOR THE SHOW TO BEGIN…
Berhubung Stella harus melakukan promosi terlebih dahulu di 3 radio di Surabaya (Istara FM, Prima Radio dan Jeje Radio) maka acara Meet and Greet ini pun tertunda sekitar satu jam lebih. Kebanyakan fans menghabiskan waktu ini dengan ngobrol-ngobrol dengan teman semeja mereka tentang Stella, sampai akhirnya mendadak MC acara ini pun muncul, yaitu mb Laurencia Agnes (berhubung dia cakep dan kayaknya banyak yang tertarik untuk follow, nih akunnya: @LaurenciaAgnes3, jangan lupa bayar saya ongkos promosi ya mb).
Untuk memanaskan suasana, mb MC Lauren (maaf ya mb saya panggil begini) pun menanyakan beberapa pertanyaan ke fans seperti “Menurut kamu Stella itu seperti apa sih?” yang memunculkan beberapa jawaban seperti sexy, smart dan adorable (yang terakhir ini jawabannya Ekan Paus). Lalu dilanjutkan dengan meminta fans yang hafal untuk menyanyikan bagian reff dari lagu GELISAH. Saya sempat disuruh sih, namun sayang sekali saya belum hafal lirik dari lagu ini karena masih belum punya CDnya, baru denger beberapa kali. Maaf ya mb MC, saya fans berat Stella kok, tapi ya belum hafal aja.
Setelah selesai basa basi dan pemanasan, maka akhirnya mb MC Lauren pun memanggil Stella yang langsung naik ke atas stage, yang malam itu memakai baju seperti ini:
“Unggggggg…”
Anda gemes? SAYA JUGA! Tapi marilah kita lanjutkan dulu reportnya…
STELLA: OPENING MC
Mungkin karena belum terbiasa berdiri sendiri di depan audience yang cukup banyak, Stella tampak cukup grogi di MC pembuka ini. Pertanyaan standar dia, “sudah pada makan?” pun kembali dilontarkan, dilanjutkan dengan beberapa statement seperti “mau ngapain yaaaaa” dan “mau ngomong apa yaaaaa” yang membuat penonton tidak tahu harus merespon seperti apa. Untung mb MC Lauren sigap dan langsung mengarahkan Stella untuk membuka malam ini dengan performancenya…
Oh ya, sebelum itu, sempat ada kejadian dimana mb MC Lauren menghalangi pandangan langsung Ekan Paus ke arah Stella. Langsung lah tanpa ampun dan tanpa basa-basi Ekan Paus mendamprat mb MC Lauren, “Mb minggir mb, nggak kelihatan nih!” Kasihan mb MC, padahal seperti kata Stella, “Yang badannya lebih gede siapa coba?” :(
M01. DUA BAND - KAU
Nah, lagu pertama ini jujur saya rasa agak fail. Bukan dalam hal performance, karena di lagu ini Stella membawakannya dengan sangat baik dan penjiwaannya juga mantap, tapi lebih ke pemilihan lagunya. Entah berapa orang fans yang tahu lagu ini saat MnG kemarin, tapi tampaknya sangat sedikit, karena sewaktu Stella mengajak penonton nyanyi bareng, hampir tidak ada yang merespon. Bukan tidak mau merespon, tapi memang mungkin nggak tau lagunya. Di meja saya sendiri, seingat saya nggak ada yang tahu ini lagu apa. Saya tanya ke 2 teman saya, Ekanda dan xSuckix, mereka juga tidak tau. Baru pas selesai acara dan mau pulang, ada yang memberi tahu saya judul lagu ini.
Mungkin untuk ke depannya, Stella dan tim bisa memilih lagu yang lebih umum atau lebih baru ya, sehingga bisa dinikmati bersama oleh semua penonton yang datang.
M02. TEN 2 FIVE - I WILL FLY
Lagu kebangsaan Stella (dia sendiri yang bilang begitu) pun akhirnya keluar. Penonton pun menjadi panas dan langsung ikut menyanyi bersama. Performance dan pembawaan Stella di lagu ini nggak perlu dikomentari lagi deh, sesuai dengan sebutannya yaitu lagu kebangsaan, sepertinya Stella sudah pengalaman sekali membawakan lagu ini sampai performancenya kemarin sudah benar-benar bisa dibilang mendekati sempurna.
Oh iya, saat membawakan lagu ini, Stella sempat turun dari panggung dan duduk di meja beberapa fans di kelas Diamond dan Platinum sambil bernyanyi sehingga membuat para fans salah tingkah. Sayang sekali waktu itu saya kurang sigap, empat kursi di meja saya semuanya sudah terisi penuh sehingga tidak ada tempat untuk Stella duduk di meja saya. Begitu saya selesai narik kursi kosong dari meja sebelah, eh Stella udah balik ke panggung.
MC INTERVIEW, Q&A SESSION, DINNER
Selesai 2 lagu, Stella pun diundang MC turun dari panggung untuk duduk persis di depan deretan meja fans kelas Diamond untuk memulai sesi interaksi, ngobrol dan tanya jawab. Pertanyaan yang diajukan cenderung umum, tapi sayang sekali masih banyak yang nanya soal JKT48, malahan ada yang sekalian nitip salam untuk Sonya (lah). Mungkin ke depan pertanyaan seperti ini bisa dikurangi atau dihilangkan yah, nanya tentang Stella aja.
Beberapa pertanyaan di sini yang saya rasa cukup bagus adalah “kenapa pilih genre musik jazz”, “apa arti kesuksesan buat seorang Stella” dan “apa cerita di balik lirik lagu Gelisah”.
Sebelum pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab, Stella sempat menceritakan sedikit suka duka menjalani solo karir. Dulu menjalani semuanya ramai-ramai tapi sekarang semua dikerjakan dan dipikirkan sendirian. Mulai dari konsep acara, lagu dan sebagainya. Tapi semua itu membantu Stella untuk bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.
Untuk lagu Gelisah, lirik lagunya menggambarkan perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta. Stella pun sempat nanya ke penonton, “semua pernah tau rasanya jatuh cinta kan?” dan ada yang menjawab dengan modus, “iya Stel jatuh cinta sama kamu”, hahaha.
Kalau pertanyaan yang lucu, ada yang ini:
Fans: “Stella, suka masak nggak?”
Stella: “Iya, kenapa?”
Fans: “Ya, mungkin bisa bikin acara di TV yang masak-memasak bersama Stella gitu…”
MC, Stella dan semua fans lain: *ngakak* xD
Ada juga yang pengen ngelucu dengan nanya “Stella kapan konser di planet Namec” dan malah ditanggapi serius oleh Stella sampai yang nanya disuruh maju ke depan. Akhirnya jadi fail karena MC dan Stella sama-sama nggak ngerti planet Namec itu apaan. Duh, para mb ini waktu kecil nggak pernah nonton kartun atau baca komik Dragon Ball ya?
Anyway, setelah Q&A selesai, acara pun dilanjutkan dengan makan prasmanan, yang mana makanannya ini uenakkkkkkk polllllll! Saya pun ngambil makan banyak banget sampai akhirnya kekenyangan dan susah jalan, hahaha. Kapan lagi bisa begini, ya nggak?
PRIVATE TIME & BOOK SIGNING
Setelah waktu makan selesai, Stella pun akhirnya mendatangi 2 meja Gold untuk private time, ngobrol-ngobrol santai gitu. Dari meja Gold, selanjutnya Stella mendatangi meja Diamond dan Platinum. Bedanya dengan Gold, di dua kelas ini Stella juga menandatangani photobook dan CD single yang ada di dalamnya, jadi bisa ngobrol sedikit lebih lama deh.
Karena saya dapat dua photobook, yang satu saya minta tanda tangan buat saya dan istri, sedangkan satunya saya mintakan tanda tangan untuk bang Arman Salim, karena waktu ada Meet and Greet di Jakarta dia tidak bisa ikut dan dia pengen dapet tanda tangan Stella di photobooknya (kalau beli secara online nggak dapat tanda tangan).
Setelah sesi makan dan private time serta book signing selesai, maka Stella pun kembali naik ke atas panggung untuk menyanyikan lagu berikutnya yang menggebrak perasaan…
M03. ANDRA AND THE BACKBONE - SEMPURNA
Ya ini! Pilihan lagu yang cocok banget untuk dinyanyikan Stella malam hari ini, nggak ada kata lain selain sempurna, membuat semua penonton surprised dan langsung bersorak. Fans mana sih yang nggak tahu lagu yang populer ini? Dari awal hingga akhir penonton ikut bernyanyi, terlebih ketika sampai di bagian pre-chorus dan reff yang legendaris itu…
“JANGANLAH KAU TINGGALKAN DIRIKU, TAKKAN MAMPU MENGHADAPI SEMUA…
HANYA BERSAMAMU KU AKAN BISA…
KAU ADALAH DARAHKU… KAU ADALAH JANTUNGKU…
KAU ADALAH HIDUPKU, LENGKAPI DIRIKU, OH SAYANGKU KAU BEGITU…
S-E-M-P-U-R-N-A!!!!!”
Serius deh, dengerin Stella bawain lagu ini jauh lebih merinding dibandingkan pas dia bawain lagu “I Will Fly”. Kayaknya penonton di kota lain harus request lagu ini deh, jangan sampai nggak kebagian karena bakal sayang banget kalo Stella nggak bawain lagu ini. Lihat Stella bawain lagu ini tuh sesuatu yang wajib dan nggak akan pernah terlupakan.
M04. STELLA CORNELIA - GELISAH
Yap, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga, saat Stella membawakan single terbarunya yang berjudul Gelisah ini. Ini lagunya easy listening, agak jazzy dan cocok untuk tipikal suara Stella. Seperti yang diakui oleh Stella saat Q&A bahwa lagu ini “dia banget”. Performance Stella malam ini bagus sekali dan penonton pun tampaknya sudah banyak yang hafal lagu ini, semuanya ikut bernyanyi bersama sepanjang lagu ini.
Yang agak disayangkan, ada beberapa orang yang ngechant waktu Stella bawain lagu ini. Tolonglah, biarkan sekarang Stella bisa menjadi seorang Stella Cornelia, bukan terus sebagai Stella JKT48 lagi. Bantulah dia supaya bisa menjalani karir sebagai diri sendiri.
Untuk single pertama, ini lagu yang sangat bagus, walau seperti komentar dari beberapa orang, harus diakui bahwa di sini Stella masih “main aman”. Semoga di single berikutnya bisa lebih menantang diri sendiri dan bisa mengeluarkan sesuatu yang berbeda dan menggebrak ya. Harus keluar dari zona nyaman kalau mau masuk pasar mainstream.
FOTO DENGAN STELLA DAN HANDSHAKE
Acara pun selesai. Waktunya bagi para fans untuk foto bersama Stella, dimulai dari Silver (10 orang + Stella), Gold (5 orang + Stella), Platinum (3–shot) dan Diamond (2–shot).
Setelah melakukan foto bersama, para fans langsung bersalaman dengan Stella diatas panggung. Tiga kelas yang pertama melakukan salaman singkat, sedangkan khusus kelas Diamond mendapatkan waktu handshake selama 2 menit. Lumayan lama juga tuh…
Karena memang hari itu saya berencana 3–shot dengan Stella dan istri, saya mengambil kelas Platinum. Semua foto diambil dengan kamera DSLR pihak EMCreaPro dan saya harus mengatakan bahwa saya SANGAT PUAS dengan hasil dari fotografer EMCreaPro ini. Bahkan semua hasil foto saat acara ini diupload dengan resolusi tinggi ke Flickr dan bebas didownload. Saya hanya pasang gambar ukuran kecil untuk menyesuaikan dengan lebar blog ini, tapi sekedar informasi, ukuran original dari foto dibawah adalah 3000 x 1867!
PENUTUP
Overall saya puas sekali dengan acara ini yang berlangsung santai dan menyenangkan. Performance dari Stella sangat baik dan suasana serta susunan acara dikemas dengan sangat baik oleh team EMCreaPro sehingga para fans yang datang bisa mendapatkan pengalaman dan kesan yang sangat menyenangkan bersama Stella Cornelia.
Untuk teman-teman di kota lain yang akan dikunjungi Stella, jangan ragu untuk daftar dan ikut acara ini. Kalau bisa ambil minimal yang Platinum karena momen kalian bisa dapat private time dan tanda tangan langsung dari Stella itu berharga dan tidak akan terlupakan. Dijamin pasti nggak akan menyesal lah kalau ikut acara ini. Saya tunggu juga review-review dari teman-teman di kota lain yang nantinya ikut Meet and Greet Stella juga ya :)
Atas permintaan beberapa teman, kali ini mau cerita tentang seorang member team J kesayangan gue yaitu si Ghaida Farisya. Pada awalnya, sebenarnya cuma pengen cerita tentang pengalaman handshake yang terakhir, yaitu pas handshake event Manatsu no Sounds Good aja. Tapi supaya ceritanya nyambung, tampaknya harus diceritakan dari awal banget. Dari gimana pertama kalinya bisa ketemu langsung dan ngobrol banyak sama dia sampai bisa jadi saling kenal…
1st MEETING: MnG JKT48 DI SURABAYA (30 JUNI 2013)
Ini dulu banget sekitar bulan Juli 2013, aku sudah pernah cerita di Twitter tapi mungkin udah pada lupa. Jadi pas konser di Surabaya tanggal 30 Juni 2013, untuk pemegang tiket VIP dapat kesempatan Meet and Greet dengan member dengan format dinner. Ini salah satu MnG terbaik yang pernah ada sampai fans-fans di kota lain ngiri. Dilakukan setelah konser, semua member pake baju bebas dan dibagi ke dalam 15 meja (Sonia nggak ikutan karena sakit jadi dia balik duluan ke hotel). Jadi tiap meja ada member yang duduk sama fans. Aku masih inget banget waktu itu aku dapet meja no. 6, dan waktu itu hampir semua member sudah pada dapet meja semua tapi mejaku belum dapat member. Tinggal 5 member tersisa aku lupa siapa aja, tapi di antara 5 itu Ghaida yang dipengenin banget sama anak-anak mejaku (termasuk aku). Pas Ghaida mulai ngambil nomer undian di kayak fishbowl gitu, semua orang di mejaku rame-rame serentak pegang papan nomer meja di mejaku dan menggumam "Ghaidaghaidaghaidaghaidaghaidaghaida" gitu. Dan yah pada akhirnya beneran mejaku dapet Ghaida deh hehehehehehe... xD
Ini lucu banget soalnya pas H-1 konser, malamnya aku sempat iseng bilang ke temen aku si P di Jakarta, "P kalo gue dapet duduk bareng Ghaida elu mau titip pesen apa?". Pas beneran dapet sama Ghaida ini jadi kayak kebetulan yang kocak banget gitu, kayak udah ada yang ngatur dari atas aja hahahahahaha. Aku langsung nge-LINE 2 orang temen aku si P dan juga R yang juga deket sama Ghaida, trus aku sampein salam dari mereka berdua ke Ghaida. Pas itu aku duduk posisinya jarak 2 kursi dari dia jadi bisa ngobrol lumayan enak, apalagi orang yang diantara aku dan Ghaida kebanyakan diem doang saking tegangnya hahahaha. Ngobrolin macem-macem mulai dari kuliah, setlist, unit song, tokusatsu, Jejepangan, Bima Satria Garuda, Stella, Diasta, seru lah pokoknya. Ya bayangin aja dinner sambil ngobrol sekitar sejam sama dia. Dan dia anaknya nice banget, ngeladenin setiap orang dengan ramah, ngajak kenalan satu persatu. Pas pertama duduk dan suasana tegang dia langsung nanyain nama kita satu-satu dan berusaha inget nama kita sambil ngobrol.
Jadi inget kejadian lucu ini,
Ghaida: "Kakak namanya siapa?"
Gue: "Oh nama aku Nathan."
Ghaida: "Hah? Kak Nathan yang ituuuuuu?"
(mungkin mau nyebut last name gue tapi lupa)
Gue: "???? Eh? Yang mana?"
Ghaida: "Ituuuuu yang sering mention..."
Gue: "Euuuh kayaknya aku nggak mention deh..."
(panik dan kaget karena ditembak, padahal benernya sih suka mention tapi mendadak hilang ingatan)
Ghaida: (bibirnya dimanyunin, mungkin kecewa karena dia pikir salah orang)
Trus tanya aku kerja apa bla bla bla, aku cerita udah ada istri yang dapet duduk di meja lain (sama Frieska) dan lainnya. Bersyukur sih hari itu bisa dapet semeja sama Ghaida. Pas selesai aku tanya anak-anak lain di mejaku gimana kesannya tentang Ghaida, semua dapet kesan yang sangat positif dan mereka semua langsung oshiadd atau minimal nambah member favorit di tempat huehehehehe (kalo aku sebelum konser emang udah jadiin dia member favorit).
Ghaida: "Wah! Kakak dari Surabaya yang temennya kak R!"
Gue: (mati kaku lihat dia pake baju goth-loli + mati karena diinget)
Ghaida: "Kak! Kakak jangan sedih ya ci Stella lulus. Aku percaya ci Stella pasti bisa sukses kok setelah lulus dari sini. Kakak juga harus terus dukung dia yaaaaaa..." (sambil genggam tangan dengan erat dan goyangin penuh semangat)
Gue: (disini udah mati kaku, nahan terharu, ga bisa ngomong apapun)
Ghaida: "Kak, istrinya diajak nggak?"
Gue: "Eeeee... diajak, ini antri di belakangku persis, kenalan aja ya nanti."
Ghaida: "Sip kak! Makasih sudah dataaaaang!"
Gue: "Sama-sama, kamu juga terus semangat ya Ghaida!"
Ghaida: "Pasti kak! Dadaaaaaahhh~"
Buset beneran. Nyesel banget banget cuma beli 2 tiket ke Ghaida. Pas itu langsung buat janji ke diri sendiri, lain kali harus bakal balik dengan lebih banyak tiket dan ngobrol lebih banyak lagi sama Ghaida!
2nd HANDSHAKE: MUSIM PANAS SOUNDS GOOD (23 FEBRUARY 2014)
Yak kali ini udah siap dengan 6 tiket di tangan karena banyak banget yang mau diomongin. Sebenarnya pengen dibagi jadi 2-3 kali muter, tapi karena ada "Cahaya Asia Selalu Terdepan" di belakang dengan banyak tiket di tangannya dan waktu udah lewat dari jadwal sesi, takut nggak keburu dan malah dipotong waktunya sama yang jaga. Akhirnya setelah dikasih tau anak-anak lain yang sudah duluan handshake sama Ghaida kalo time keeper di tempat Ghaida nggak korupsi waktu, gue pasrahin kasih 6 tiket langsung.
Ghaida: "Waaah halo kakak! Dateng lagi ya! Istrinya mana?"
Gue: "Hmmm dia nggak ikut kali ini, lagi ada acara keluarga."
Ghaida: "Yaaah." (cemberut manyun majuin bibir bawah gitu lucu bangets aaaaaakkkk)
Gue: "Ghaida aku mau ngomong sesuatu."
Ghaida: "Ya kak?"
Gue: "Ghaida, waktu itu habis Stella lulus, kamu kan semangatin aku. Aku berterima kasih banget. Sekarang aku kesini mau gantian semangatin kamu. Aku tau kamu mungkin sedih dan agak kesepian teman-teman dekat kamu banyak yang lulus. Tapi kamu jangan merasa sendirian. Kamu jangan merasa disini berjuang dan berjalan sendiri tanpa ada yang perhatikan kamu. Ada banyak orang yang sayang kamu. Ada banyak yang orang yang perhatikan kamu. Ada banyak orang yang mau dukung dan jagain kamu. Aku juga ada disini untuk dukung kamu kok. Terus semangat ya..."
Ghaida: "........ makasih kak, aduh jadi terharu." (ngelap mata, nangis dikit)
Gue: "Eh sambil duduk aja nanti kamu capek."
Ghaida: "Ah nggak apa kak aku berdiri aja."
Gue: "Ini sudah molor hampir 30 menit dari seharusnya loh, nanti kamu nggak bisa istirahat, ini antrian kamu tadi panjang banget."
NOTE: kondisi waktu itu udah sekitar telat 30 menit dari jam tutup sesi yang seharusnya, dan inget belakang gue masih ada Cahaya Asia yang bawa banyak tiket, antara sesi Ghaida dan sesi berikutnya harusnya ada break 30 menit buat lunch tapi karena dia belum selesai ya jalan terus line dia.
Ghaida: "Aku malah seneng kak, sekarang bisa rame dan banyak yang dateng, dulu awalnya sedih, karena sepi banget, yang datang sedikit, sekarang banyak yang dateng jadi seneng dan terharu."
Gue: "......." (terenyuh dan terharu banget)
Gue: "Tapi kamu jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit parah lagi. Jangan suka nggak makan juga kayak di Surabaya dulu."
Ghaida: "Iya kak, selalu sehat kok ini hehehe."
Gue: "Kuliah gimana? Udah semester 4 ya?" <-- mulai kehabisan topik, 60 detiknya masih sisa
Ghaida: "Baik kak. Iya udah semester 4 (atau 3, gue lupa), tugasnya mulai makin sulit, tapi bisa kok."
Satpam: "Yak waktu habis."
Gue: "Makasih ya Ghaida buat ngobrolnya, nanti lain kali aku ajak istriku kesini lagi ya. Semangat terus ya. Aku terus dukung kamu kok."
Ghaida: "Iya kak, makasih banget, makasih banyak ya kak udah dukung aku."
(nunduk bungkuk setengah badan 1-2 detik, aaaaaaaaaaaahhhh pengen puk puk dia >.<)
Gue: "Dadaaah Ghaida sampai ketemu lagi yaaaa." (jalan keluar booth)
Ghaida: "Dadaaah kakak hati-hati ya pulangnyaaaa."
Mungkin kalo cuma sekedar tulisan begini kurang bisa kena ya waktu itu suasananya seperti apa. Tapi handshake sama Ghaida kali ini buat gue pribadi sangat SANGAT menghangatkan jiwa. Jadi terasa sesuatu yang menyentuh hati gitu pas handshake sama dia. Seseorang yang bisa dibanggakan banget dan layak untuk terus didukung. Kayaknya tiap handshake bakal terus balik ke dia, dan lain kali mau beli tiket lebih banyak lagi. Bersyukur banget pas MnG Surabaya itu bisa dapet duduk sama dia jadi bisa dapet kesempatan kenal dia lebih dekat dan akhirnya jadi yakin untuk terus dukung dia sampai sekarang. Mungkin memang bukan oshimen, tapi dia berharga banget sih buat aku. Kalo sampai sekarang aku masih bertahan disini, ya mungkin selain karena dukung oshimen yang lady rocker itu, salah satu alasannya karena pengen lihat, dukung dan terus semangatin Ghaida untuk terus berkembang juga, hahahaha.
Jangan nangis ya pas baca ini :')
NOTE [2]: Habis sesi handshake yang molor ini, (kayaknya) dengan tanpa istirahat, dia langsung naik panggung untuk perform sama Nabilah lagu Changcutters yang I Love You Beibeh itu. Penuh semangat lagi performnya. Pas lihat dia di panggung langsung kaget dan terharu banget, sampe mikir ini anak udah segitu capeknya berdiri 90 menit untuk handshake langsung naik panggung lagi aja untuk perform, tapi masih kelihatan semangat dan all-out banget. Bener-bener deh, sampe kehilangan kata-kata untuk menggambarkan hebatnya dia, salut banget lah pokoknya sama Ghaida ini.
Well, masih pengen ngomong banyak tapi udah speechless jadi segini aja dulu ya :')
Pada hari Minggu, 23 Februari 2014 yang lalu, telah diadakan Musim Panas Sounds Good Handshake Festival yang bertempat di Balai Kartini, Jakarta. Di event kali ini sudah banyak sekali perbaikan-perbaikan dibandingkan event handshake sebelumnya yang diadakan di Epicentrum Walk tanggal 10 November 2013. Tampaknya kali ini JOT sudah mendengarkan banyak saran dan keluhan dari fans sejak handshake yang lalu, walaupun masih ada beberapa area yang masih bisa diperbaiki menjadi lebih baik.
HAL YANG SUDAH DIBENAHI DENGAN BAIK:
1. Seluruh staff timekeeper di setiap booth handshake sudah dibekali dengan stopwatch (kecuali Ogino yang masih tetap setia menggunakan arlojinya). Secara keseluruhan, di event ini pemotongan waktu sudah sangat berkurang, walaupun beberapa teman masih mengalami kejadian waktu mereka dipotong. Dari pengalaman saya sendiri, seluruh tiket yang saya gunakan mendapatkan waktu seperti yang seharusnya, bahkan terkadang saya minta lihat stopwatchnya dan timekeeper juga tidak keberatan kok menunjukkan kalau waktu yang kita dapatkan sudah sesuai dengan apa yang kita bayarkan.
2. Entah training seperti apa yang diberikan JOT kepada para staff timekeeper kali ini, tapi sekarang mereka menjadi murah senyum dan ramah kepada fans, tidak lagi bersikap bagaikan musuh fans seperti yang terasa di event handshake sebelumnya. Mereka sangat enak untuk diajak ngobrol sambil menunggu giliran. Penambahan staff wanita sebagai timekeeper ini juga sesuatu yang baik, karena rata-rata para staff timekeeper wanita inilah yang enak untuk diajak ngobrol dan bertukar cerita sambil mengantri. Mereka tidak bersikap antipati terhadap fans, malah sering bisa diajak berkomplot untuk mengerjai member di bilik handshake bersama fans yang akan handshake, hehehehe…
3. Pemisahan lokasi antara stage dan area handshake membuat flow pengunjung jadi lebih baik dan kepadatan di area handshake lebih mudah diatur, sehingga antrian di area handshake jadi lebih rapi dan nyaman. Dampak positif lainnya adalah fans dan member tidak terganggu oleh suara dari stage saat melakukan handshake, sehingga fans dan member tidak harus saling berteriak dan bolak balik berkata “hah? apa?” seperti waktu handshake sebelumnya, dimana saat ada member lain yang sedang perform di stage, saya sering kali harus adu teriak dengan member di bilik handshake supaya bisa saling mendengar satu sama lain (terutama pas handshake dengan Sonia yang posisinya persis di sebelah stage sewaktu event handshake KFC, harus teriak terus-terusan itu).
SARAN UNTUK EVENT BERIKUTNYA:
1. Venue kemarin panasnya benar-benar luar biasa, terutama pada saat mengantri untuk proses scanning barcode pada tiket handshake dan masuk ke area handshake. Mungkin untuk event berikutnya bisa ditambahkan AC model berdiri seperti yang biasa ada di restoran atau venue untuk meeting sehingga bisa membantu mengurangi panasnya.
2. Dan sehubungan dengan panasnya venue ini, kemarin di meja handshake seluruh member yang saya kunjungi nggak terlihat ada minuman untuk member. Apa member harus beli minuman sendiri? Mungkin ini hal yang sederhana, tapi tolong lah disediakan minuman untuk member. Mereka di event ini selain harus berdiri terus menerus, juga harus sering naik ke stage untuk mengisi acara. Di kondisi venue yang sepanas kemarin, kasihan kalau mereka hanya bisa minum di jeda antar sesi saja…
3. Untuk menghindari tabrakan dan crossing antara fans yang sedang menunggu tiket handshakenya discan dan distempel dengan fans yang sudah selesai discan dan mau masuk menuju area handshake, mungkin bisa diberi garis kuning seperti yang ada di imigrasi airport atau sejenisnya untuk memberi ruang antara meja registrasi dengan baris antrian paling depan. Jarak yang perlu diciptakan kira-kira 150cm, sehingga fans yang sudah selesai scan dan stempel tiket punya ruang untuk bisa langsung lewat di belakang fans yang masih scan tiket untuk langsung menuju ke area handshake.
Alternatifnya, jika dirasa fans masih susah diatur walau dengan garis pembatas antrian, mungkin bisa menggunakan model antrian zig-zag atau mengular seperti yang biasa digunakan di teater sehingga alur jalannya antrian lebih bisa dikendalian.
4. Tempat sampah sangat kurang di event ini. Setelah makan di dekat booth Lawson, saya tidak menemukan tempat sampah di dekat sana dan kondisi penonton yang sangat padat tidak memungkinkan saya untuk keluar ballroom membuang sampah dan kembali lagi ke posisi semula. Dengan sangat terpaksa akhirnya saya harus menaruh mangkok oden kosong saya di sebuah meja yang ada di belakang, bersama puluhan mangkok oden kosong lainnya yang sudah tergeletak disana.
—
Overall, event handshake kali ini jauh lebih memuaskan dibandingkan yang sebelumnya. Pemilihan Balai Kartini sebagai lokasi venue saya rasa sudah tepat dan cukup untuk menampung jumlah fans yang ada. Dengan sedikit perbaikan dan pembenahan, saya rasa Balai Kartini ini sangat cocok untuk dijadikan lokasi event-event handshake festival yang selanjutnya. Mungkin perlu dipertimbangkan untuk terus menyewa Balai Kartini untuk setiap event handshake selanjutnya, daripada harus mengadakannya di mall seperti dulu.
Terima kasih JOT untuk semua kerja kerasnya dan semoga di event yang berikutnya, baik seluruh fans maupun member dapat merasakan pengalaman yang lebih baik lagi.
Waktu yang menyenangkan berlalu dengan cepat. Ungkapan khas yang selalu diucapkan Cindy Yuvia sebagai bagian dari monolog awal lagu “Yuuhi wo Miteiru ka” ini sangat tepat untuk diungkapkan bagi setlist “Boku no Taiyou” yang dibawakan oleh JKT48 Team K3. Setlist yang mulai dibawakan pada hari Jumat, 17 Mei 2013 ini tanpa terasa sudah memasuki akhirnya pada hari Minggu, 22 Februari 2014 – yang menjadikan usia setlist ini hanya selama 281 hari saja, kurang sedikit dari 9 bulan dan tidak sampai satu tahun.
Selama setlist ini berlangsung, saya hanya berkesempatan menontonnya dua kali saja. Yang pertama adalah pada show siang hari Sabtu, 9 November 2013 yang bertepatan dengan show ke-100 Rona Anggreani. Di show tersebut saya tidak bisa benar-benar menilai setlist ini, terutama untuk bagian unit song, karena posisi saya berdiri ada di standing paling kiri dekat pintu masuk teater, ditambah lagi menjelang lagu “Yuuhi wo Miteiru ka” saya harus pelan-pelan bergeser menuju posisi standing di depan Sound Booth untuk membantu teman-teman fans Rona memimpin encore untuk Rona. Barulah di kesempatan menonton yang kedua kali, yaitu waktu senshuuraku ini, saya memiliki kesempatan untuk benar-benar menikmati dan menilai keseluruhan setlist ini.
Namun sebelum saya memulai review saya, ada baiknya kita sekaligus melihat kembali sejarah perjalanan generasi kedua JKT48 sekaligus team K3 dari awal hingga sekarang.
—
INTRODUCTION: THE ROAD TO BOKU NO TAIYOU
Saya masih ingat awal generasi kedua memulai debut mereka di teater dengan setlist Pajama Drive, banyak sekali cemoohan dan makian dari fans yang mereka terima. Performance mereka yang masih bisa dibilang sangat buruk, ditambah lagi dengan perbandingan-perbandingan yang mereka terima dengan generasi pertama (yang tidak bisa dihindari, karena mereka membawakan setlist yang pernah dibawakan generasi pertama) sering kali sangat menyakitkan dan menusuk hati. Teater pun terus menerus sepi, dan hampir tidak pernah terisi penuh karena fans lebih memilih untuk menonton setlist “Renai Kinshi Jourei” dari Team J. Bahkan pernah saya mendengar ada fans yang dulu, saking sebalnya dengan buruknya performa mereka, sampai berkata kepada member generasi kedua, “KALAU TIDAK NIAT PERFORM PULANG SAJA!”
Perlahan, show Pajama Drive yang dibawakan oleh generasi kedua semakin membaik dan show menjadi mulai bisa dinikmati. Review yang positif pun mulai bermunculan, sampai pada akhirnya saya melihat beberapa fans mulai mengakui mereka dan menuliskan di akhir review seperti ini: “SELAMAT GEN 2, KALIAN LAYAK DUKUNG!” Bisa dibayangkan bagaimana perasaan lega dan bersyukur member generasi kedua saat mereka membaca review-review seperti ini. Namun demikian, perbandingan dengan generasi pertama terus tidak bisa dihindarkan selama mereka masih terus membawakan setlist Pajama Drive ini. Sampai akhirnya semua mulai berubah untuk generasi kedua saat diumumkan bahwa mereka akan membawakan setlist “Boku no Taiyou”…
Awalnya, beban yang dipikul generasi kedua begitu berat. “Boku no Taiyou” dikenal sebagai salah satu setlist legendaris di AKB48 yang dibawakan oleh “Team Himawari-gumi”, yaitu tim sementara yang merupakan gabungan AKB48 team A dan team K yang dibentuk oleh Aki-P untuk menghilangkan konflik antara kedua tim tersebut. Fans meragukan apakah generasi kedua mampu membawakan setlist ini sendirian, seperti yang pernah dilakukan oleh AKB48 Team 4. Apalagi shonichi “Boku no Taiyou” hanya berjarak LIMA HARI dari senshuuraku (show terakhir) Pajama Drive generasi kedua pada tanggal 12 Mei 2013. Sebuah waktu yang begitu singkat untuk pergantian setlist.
Pada tanggal 17 Mei 2013, show pertama (shonichi) “Boku no Taiyou” pun dimulai. Saat itu setlist ini masih dibawakan secara bergantian oleh keseluruhan generasi kedua. Satu bulan kemudian, barulah team K3 yang sekarang dipimpin Shinta Naomi ini dibentuk pada tanggal 25 Juni 2013 dan beranggotakan 18 member. Sisanya tetap menjadi trainee, yang hari ini statusnya oleh fans dianggap sebagai “super team” karena para trainee ini menguasai SEMUA setlist yang dibawakan oleh JKT48 (5 setlist, dengan ikut menghitung Seishun Girls yang akan mulai dibawakan team K3 pada 8 Maret 2014).
Team K3 (dan Trainee) pun mengalami peningkatan yang luar biasa. Setiap member mulai bisa menemukan ciri khasnya masing-masing. Kemampuan mereka pun langsung melesat jauh melebihi saat mereka masih membawakan setlist Pajama Drive. Dengan setlist ini, akhirnya team K3 mampu menjadi diri mereka sendiri dan keluar dari bayang-bayang team J, sukses bertumbuh menjadi sebuah tim yang memiliki setlist dengan ciri khas mereka sendiri, yang oleh fans mereka disebut dengan hangat sebagai “Pulau Matahari”. Sebuah setlist yang penuh dengan keasyikan dan kegembiraan, dipenuhi dengan berbagai chant lucu dan unik yang diciptakan oleh fans yang tentunya akan sangat dirindukan oleh semuanya begitu setlist ini selesai.
Berdasarkan data yang saya ambil dari MyTheater (KlasemenJKT48), Senshuuraku “Boku no Taiyou” ini merupakan show “Boku no Taiyou” yang ke-138 dan merupakan show ke-210 secara keseluruhan oleh generasi kedua (69x Pajama Drive, 138x BnT dan 3x RKJ Tribute). Sejauh manakah mereka telah mampu untuk berkembang sejak pertama kalinya mereka melakukan debut sekitar satu tahun yang lalu?
PRE-SHOW, KAGEANA & OVERTURE:
Untuk show ini, saya menukarkan verifikasi lebih awal untuk menghindari kecurangan maupun tiket habis seperti yang kadang terjadi di berbagai show khusus JKT48. Saya mendapatkan bingo no. 2 dan dipanggil masuk di urutan pertengahan, sehingga saya mendapatkan tempat duduk di row ke-5 dari depan, kursi sebelah kiri ke-7 dihitung dari tengah, posisi yang cukup strategis untuk memperhatikan panggung dengan jelas.
Kageana di show kali ini dibawakan oleh CINDY YUVIA. Engine call oleh para member team K3 pun terdengar keras dan bersemangat sebelum akhirnya overture dimulai dan semua fans dengan bersemangat mengayunkan lightstick dan meneriakkan chant mix. Tetapi sebelum lagu pertama dimulai, layar turun dan memutar kisah mengenai perjalanan dari setlist “Boku no Taiyou” ini, bagaimana kerasnya member berlatih, beberapa kritikan pedas yang ditulis fans dan dimasukkan ke kotak saran waktu itu pun ditampilkan jelas isinya disini. Ada terlihat saat-saat member terlihat lelah, menangis dan putus asa. Tapi mereka terus berjuang hingga akhirnya sampai ke hari terakhir setlist ini.
******
MAAF MAU MENGOMEL SEDIKIT YA…
Sedikit terganggu dengan para fans di sekitar saya yang ribut sendiri dan malah ketawa cekikikan dan mengatai member yang tampak menangis dan sedih di layar saat video ini diputar. Apa kalian tidak bisa menghargai orang lain? Harus ditegur dulu baru mau diam? Suasana teater yang harusnya penonton merasa terharu dan ikut berempati dengan perjuangan keras member jadi rusak gara-gara ulah kalian. Kalau kalian sudah tidak bisa menghargai member dan penonton lain, nggak usah nonton teater lah ya. Dan jangan bilang kalian sudah bayar dan bebas berbuat apapun, karena saya juga sudah bayar dan bisa juga bebas berbuat apapun untuk menikmati show, termasuk mengomeli kalian kalau sudah sampai melewati batas seperti kemarin. Nggak perlu sampai dipukul kan?
******
DREAMING GIRLS:
Salah satu lagu paling ikonik dari setlist “Boku no Taiyou”. Dibawakan secara acapella dengan diiringi tepukan tangan member. Salah satu lagu favorit saya yang sangat sering saya dengarkan di iPad. Bisa mendengarkan lagu ini secara langsung sungguh luar biasa. Sayang karena saya jarang menonton, saya tidak bisa membedakan apakah lagu ini (maupun lagu-lagu berikutnya) dibawakan secara live. Pokoknya, lagu ini sangat luar biasa deh, dan yang menonton banyak yang menahan napas saat lagu singkat ini dibawakan. No comment, just perfect! Truly a perfect way to start this last show!
RUN RUN RUN!!!!!!!!!!!!!!!!!:
Iya tanda serunya harus dikasih banyak karena lagu ini sukses bikin saya pengen lari-larian di dalam teater pas denger bagian reff lagu ini. Riff gitar saat perpindahan lagu dari Dreaming Girls ke lagu ini nggak pernah gagal dalam menaikkan emosi penonton yang langsung ngechant gila-gilaan begitu lagu ini dimulai. Member yang paling semangat narinya di lagu ini adalah Naomi dan Rona. Dua orang ini dance dengan menggila seperti besok sudah mau kiamat dan nggak ada hari lain dan energinya mau benar-benar dihabiskan sampai nol, enggak peduli besok mau ada event handshake atau apapun juga.
Member lain juga perform dengan gila-gilaan tapi memang Naomi dan Rona yang benar-benar menarik perhatian. Sedikit dibawah mereka berdua Noella dan Nadila yang malam ini juga tampil dengan sangat luar biasa dan terus menebar senyum.
MIRAI NO KAJITSU:
Jujur, lagu yang dulu sering saya sebut sebagai lagu “Boys and Girls” karena nggak inget judulnya ini, dulunya merupakan satu lagu yang saya bener-bener enggak suka. Menurut saya gerakannya aneh banget dan koreografinya nggak jelas. Di CD single RIVER, ini adalah satu lagu yang selalu saya skip pas lagi dengerin CDnya. Tapi ternyata yang ditampilkan malam ini sangat sangat sangat berbeda…
Ya, ternyata pas dulu pertama kali generasi kedua (belum team K3) membawakan lagu ini tuh gerakannya sangat nggak kompak dan sangat nggak sinkron sehingga koreografinya tampak nggak jelas dan acak adut. Pas gerakannya udah kompak dan sinkron, terutama yang gerakan nonjok-nonjok ke atas, lagu ini JADI KEREN BANGET. Susah menemukan performer terbaik dari lagu ini, karena semuanya kompak dan menyatu, yang membuat lagu ini jadi enak banget untuk dinikmati. Ya di lagu ini kelihatan benar perbedaan member yang dulu dan sekarang, apalagi buat mereka yang pernah lihat pertama kali mereka bawain Mirai no Kajitsu sebelum ada setlist K3 dulu. Jauh banget lah bedanya.
VIVA HURRICANE:
Di lagu ini saya pusing, beneran pusing. Kenapa pusing? Iya, karena Naomi sama Rona menggila lagi di lagu ini, udah nggak ngerti gimana bisa muter-muter seperti itu badannya, sampai kepala saya pusing coba ngikutin gerakannya. Intinya terhempas lah sudah sama lagu ini terkena serangan badai Naomi sama kedahsyatan goyangan Rona yang mengguncang. Capek nontonnya, tapi hati senang, hahahaha…
—
Topik MC disini adalah “kesan-kesan selama membawakan setlist Boku no Taiyou”. Sudah diduga dengan topik seperti ini ya panggung berubah menjadi laut tangisan air mata. Yupi dari sejak awal sudah menahan nangis, dan pas giliran dia yang MC, pecah sudah semuanya, menangis sesenggukan. Hampir semua member disini menangis, cuma beberapa member aja yang tetap strong dan bertahan. Untuk rekap MC nya, karena nggak sempat catat waktu nonton show, bisa baca yang dari MyTheater ya.
Sekarang mari kita lanjut dulu ke 5 unit song yang bener-bener bikin susah lepas dari setlist ini. Ngangenin dan bikin gagal move on semua deh ini lagunya…
IDOL NANTE YOBANAIDE:
Nadila, Naomi, Sinka, Yupi
Ini emang unit song yang LUCUUUUU BANGEEEEET hahahaha. Dulu banyak yang bilang Naomi salah unit song disini tapi menurut saya cocok aja koq, apalagi kalo pas penampilannya dibuat loli (iya Naomi bisa jadi loli yang lucu banget kok, apalagi kalo pas twintail). Disini Naomi gerakannya super energetik, mungkin masih kebawa dari Viva Hurricane ya. Kedahsyatan gerakan Naomi ini akhirnya menenggelamkan Sinka dan Yupi yang kekuatan dancenya tidak sekuat Naomi saat bagian reff, membuat fokus penonton di lagu ini jadi sangat terpusat pada Naomi.
Nadila masih cukup bisa mengimbangi Naomi disini dengan senyuman yang terus mengembang dengan gerakan yang rapih dan mantap, walau dari segi power masih kalah dari Naomi. Apakah memang Naomi yang terlalu overpowered disini? Hmmm. Untunglah saat bagian verse, Yupi dan Sinka masih mampu menarik perhatian penonton setiap mereka membawakan line-line yang menjadi bagian mereka dengan image mereka yang memang lucu dan cocok sekali dengan lagu ini.
BOKU TO JULIET TO JETCOASTER:
Rona, Acha, Natalia
Sebenarnya menonton unit song ini ada suatu hal yang ingin saya buktikan sendiri sih. Sudah beberapa kali teman yang menonton mengomentari bahwa performance Nat disini lebih baik dibandingkan Rona. Mengingat performance Rona yang luar biasa di unit song dan juga setlist Pajama Drive dulu (terutama waktu bonus song “Gomen ne Summer” yang membuat rahang saya sampai jatuh ke lantai), agak susah rasanya buat saya untuk percaya kalau Rona bisa kalah di unit song (no offense buat Acha dan Nat yah).
Seperti dugaan awal, sebagai center unit song ini, Rona membuka unit song ini dengan sangat baik. Tapi begitu memasuki bagian Nat membawakan line dia, saya pun harus mengakui dia memang ada di atas Rona untuk penguasaan panggungnya. Vokal dan ekspresinya bagus, juga interaksi dan eye contactnya dengan penonton yang membuat penonton jadi seperti tertarik ke arah dia. Untuk urusan dance, Rona masih nomor satu, tapi overall performance Rona masih bisa ditingkatkan lagi di beberapa area lainnya.
Acha secara keseluruhan oke performnya, tapi memang karena ada Rona dan Nat disini dia jadi sedikit tenggelam. Secara keseluruhan, Nat dan Acha sudah meningkat jauh dibandingkan sebelumnya, sementara Rona masih tampil luar biasa namun terlihat agak stagnan, belum terasa power up secara signifikan sejak era setlist Pajama Drive. Acha yang tampaknya paling banyak mengalami peningkatan setelah menjalani 100 show lebih bersama Rona dan Nat di unit song ini.
HIGURASHI NO KOI:
Tata dan Ikha
Bukan, lagu ini bukan “Temodemo no Namida versi K3”, yang bilang begitu pasti nggak paham esensi dari lagu ini. Slow ballad ini nuansanya menyenangkan banget, terasa familiar bagi mereka yang tumbuh dengan musik Final Fantasy, ada sesuatu yang seolah mistis disini, mungkin pengaruh dari instrumen lagunya. Entah kenapa mendengar lagu ini selalu jadi teringat akan “Suteki Da Ne”, tapi mungkin hanya saya saja ya?
Anyway, disini Tata dan Ikha performnya luar biasa bagusnya. Terutama untuk ekspresi wajah Tata yang penuh dengan kesedihan itu sudah masuk banget deh. Ikha secara overall perform dengan baik hanya kalah di penguasaan ekspresi saja dengan Tata. Entah harus berkomentar apa lagi tentang unit song ini, duetnya sudah hampir mendekati taraf sempurna sih ini, cuma Ikha bisa improve sedikit lagi saja di penjiwaannya.
ITOSHISA NO DEFENSE:
Noella, Lidya, Yona
WOOOO-OOOOH~ YEEEEY-YEAAAAHH~ salah satu lagu favorit gue yang udah gue tunggu-tunggu untuk bisa nonton lagi di depan mata! NOELLAAAAAAARGH! …..eh maaf jadi khilaf, sampai berubah jadi informal dan pakai “gue”. Oke lanjut reviewnya ya…
Ya gimana mau nggak khilaf sih kalau 3 member ini semuanya tampil luar biasa. Di part solo line “jangan bilang cinta padahal engkau sama sekali”, Noella di telinga saya sudah terdengar seperti Anggun C. Sasmi dan seluruh penonton pun bersorak dan bertepuk tangan di bagian ini saking begitu luar biasanya Noella membawakannya.
Waktu reff “bagaikan berdoa dipeluk oleh lenganmu, biarkan saja diriku sendiri” entah ekspresi saya sudah bagaimana, begitu luar biasanya tarikan-tarikan ke nada tinggi yang dibawakan dengan begitu sempurna (entah itu live itu bukan saya sudah tidak peduli) saya mungkin tidak terasa sudah menahan napas saat menontonnya. Baik vokal, dance maupun penjiwaan 3 member ini sudah begitu sempurna, menyatu dan luar biasa, sehingga walaupun Noella mendominasi, panggung ini tidak terasa seperti milik Noella sendiri melainkan ketiganya seperti bersinkronisasi secara utuh dalam setiap gerakan mereka. Overall, urutan performer terbaik di unit song ini Noella, Yona, lalu Lidya.
Iya ya Noella, seperti yang kamu bilang waktu handshake, sepertinya akan SANGAT SANGAT SULIT untuk bisa move on dari unit song ini. TOO PERFECT! MAGNIFICENT!
(((HIMAWARI))):
Della, Hanna, Viny, Uty
Kalau “Run Run Run” tadi dikasih banyak tanda seru, Himawari ini harus dikasih kurung tiga di kiri kanan karena sudah terkenal dengan chant mix khasnya yaitu (((siapa???))). Salah satu hal yang paling gue suka di Himawari ini adalah intronya, yang hanya bisa dirasakan ketika nonton langsung. Transisi dari “Itoshisa no Defense” yang bernuansa gelap menuju lagu yang bernuansa terang dan dipenuhi cahaya ini seolah membuat panggung menjadi begitu silau, seolah ada cahaya matahari yang datang masuk dan menembus kegelapan. Seolah ada cahaya begitu terang yang kalau gue vampir, mungkin sudah mati terbakar. Feel ini nggak akan dapat dirasakan hanya dari DVDnya saja.
Penguasa utama dari lagu ini tentu saja si “Himawari Biru”, Hanna. Dengan pembawaan dan postur yang baik serta gerakan tangan dan ekspresi yang sempurna, Hanna menjadi daya tarik utama dari lagu ini (apa lagi dengan kostumnya yang biru sendiri). Sedikit di bawah Hanna, ada Viny dengan penjiwaan yang matang dan pembawaan yang kalem memberikan warna tersendiri, terutama saat membawakan line “naiki motor tua menara sebagai petunjuk” yang sangat familiar bagi para fans lagu ini dan setlist ini.
Della punya kualitas vokal yang sangat baik, tapi dari segi penjiwaan dan ekspresi masih perlu peningkatan lagi untuk bisa membawakan lagu-lagu yang butuh pendalaman kuat seperti Himawari ini. Uty, baik dari segi penjiwaan, ekspresi dan vokalnya semua masih butuh banyak peningkatan lagi. Overall Della dan Uty masih punya banyak ruang untuk peningkatan dan semoga dengan adanya setlist baru nanti, bisa belajar dan menempa diri lagi dari awal untuk menjadi lebih baik lagi. Semua itu bisa dilatih kok kalau mau :)
—
Setelah MC2, show pun berlanjut ke tiga group songs berturut-turut.
TAKEUCHI SENPAIIIIIII~:
Parampampaa~ WOOOY! Parampampaa~ WOOOY! Seru banget lah pokoknya lagu ini hihihihihi. Standout performers di lagu ini: Naomi, Rona, Noella, Nadila, Tata. Dulu pas lihat lagu ini di DVD selalu bosan, tapi malam ini mereka bisa membawakannya dengan sangat bagus dan keren, membuat suasana teater menjadi ramai. LOVE YOU TOO!!!!!
SONNA KONNA WAKE DE:
Untuk standout performers masih sama dengan yang diatas. Bagian paling lucu sekaligus asyik di lagu ini pas melihat bagian dance Rona dan Yupi yang saling memeluk pinggang terus berputar, ya entah kenapa lucu aja melihat dua orang loli kecil namun berbeda umur ini membuat gerakan dance seperti itu, biasanya kan gerakan seperti ini ada di semacam tarian Latin atau Spanyol yang dancernya tinggi-tinggi… *kemudian disambit boots dari stage sama Rona dan Yupi karena bahas tinggi badan*
DEJA VU:
Karena Rona di lagu ini banyak ke kanan jadi nggak bisa melihat dan menilai performance dia dengan jelas. Tapi di sebelah kiri Naomi, Nadila dan Noella tampil dengan sangat-sangat baik. Kalau boleh sedikit mengungkit masa lalu (maaf ya) disini sangat terasa kehilangan Octi Sevpin yang biasanya performnya sangat luar biasa di lagu ini. Sayang sekali Uty masih terasa belum cukup mampu untuk menggantikan posisi Octi di sini…
—
MC 3 sebelum mulai “Yuuhi Wo Miteiru Ka ” ini lucu banget. Topiknya pengalaman seru atau unik selama di BnT dan unit song yang diinginkan. Ternyata semua pada pengen nyobain “Idol Nante Yobanaide” karena lucu. Dan waktu Tata peragain gerakan “tolong jangan panggil diriku idol” itu dia lucu banget hahahaha. Noella pengen juga di Idol Nante karena katanya unit song itu dia banget. Penasaran deh gimana jadinya kalo Noella dengan suara yang dalem seperti itu bawain Idol Nante, muahahahahah.
YUUHI WO MITEIRU KA?:
Begitu intro lagu ini mulai, saya langsung jadi cengeng. Begitu Yupi mulai ngomong (lebih tepatnya sudah mau nangis sih) “waktu yang menyenangkan berlalu dengan cepat ya” langsung tersadar bahwa ini mungkin bakal jadi “Yuuhi wo Miteiru Ka” terakhir yang saya tonton dengan formasi original team K3 yang seperti ini. Kalaupun ada konser atau Boku no Taiyou revival pun pasti nggak akan pernah bisa tampil dengan formasi yang persis ini lagi. Mendadak perasaan dan hati ini jadi terasa hancur berkeping-keping dan diiris-iris, sudah jadi sulit sekali untuk terus melihat ke panggung…
Tapi para member terus berusaha tampil all-out dengan senyuman yang ceria, bahkan terus berinteraksi dan bermain-main dengan satu sama lainnya. Disini sekali lagi yang terlihat performa dan interaksinya bagus sih Rona dan Naomi, tapi itu mungkin karena posisi mereka yang sering persis di depan saya saja. Secara keseluruhan performa semua member di “Yuuhi Wo Miteiru Ka” ini bagussss banget. Emosinya sudah dapat dan bisa tersampaikan ke semua yang menonton, mungkin karena feel dan suasana di panggung teater hari itu lagi cocok banget sama nuansa dan tema dari lagunya ya?
Pokoknya bakal kangen banget sama lagu ini, terutama monolog awalnya si Yupi…
—
Setelah encore yang keren dari para penonton (iya memang agak kacau tapi buat saya tetap keren, terutama pembukaannya dan pantunnya haha), layar di panggung pun diturunkan sekali lagi. Sebuah video yang berisi slideshow foto-foto member selama mementaskan “Boku no Taiyou” pun diputar, dengan diiringi latar belakang musik “Viva Hurricane”. Tak lama kemudian, layar pun kembali naik dan member kembali masuk.
LAY DOWN:
Waduh ini. Hancurlah sudah ini. Lay Down super all-out. Semua member headbang dengan all-out. Naomi mengibas rambut dengan all-out. Ngeri sendiri lihatnya.
Ikha sumpah keren abis pas bagian solo line “diriku ingin selalu menguasai CINTAAAHH!” itu, sampai nggak terasa kedua tangan saya pun langsung membentuk \m/ \m/ dan mengacung keatas. Beneran deh, performance malam ini membuat saya serasa ingin berlutut dan jadi peliharaan mereka semua. Semua member malam ini perform dengan sangat luar biasa, hanya saja buat saya pribadi top performer di lagu ini memang Ikha, karena saya suka banget dengan bagian-bagian solo line dia, hahahaha…
Dan tak terasa, setelah MC 5 yang membahas “apa yang bakal dikangenin dari Boku no Taiyou setelah ganti setlist”, masuklah ke dua lagu terakhir yang penuh dengan nuansa haru dan perpisahan, juga gerakan melambaikan tangan yang bikin sedih…
BINGO!:
“WOO… WOO… WOO…” (kemudian hati ini mendadak sesak). Pas bagian “Bingo, Bingo, akhirnya kita berjumpa lagi” ada perasaan sedih dan ngomong di dalam hati kenapa baru berjumpa dua kali kok sudah harus berpisah aja lagi. Semua member perform di lagu ini dengan luar biasa sebagai suatu kesatuan dan suatu team, nggak ada yang bisa dibilang lebih menonjol dari yang lain, semuanya luar biasa dan penuh penjiwaan total, semuanya berusaha memberikan yang terbaik malam hari ini…
BOKU NO TAIYOU:
Saat melambaikan tangan di bagian “na na na na… na na na na… na na, na na na…” itu rasanya benar-benar sedih sekali, berasa seperti benar-benar akan berpisah dan mengucapkan selamat tinggal ke setlist yang luar biasa ini, benar-benar akan rindu dengan Pulau Matahari dan kehangatannya. Setlist ini terasa begitu singkat.
Salut dengan semua member di atas panggung yang masih terus bisa perform dengan luar biasa sambil terus tersenyum di lagu yang sangat emosional ini. Pas melambaikan tangan, semuanya melakukan dengan sepenuh tenaga dan penuh penjiwaan, seolah mereka semua ingin memberikan yang terbaik di lagu terakhir di show terakhir setlist ini.
Sudah tidak bisa dan tidak perlu lagi rasanya mencari dan menentukan performer yang standout di lagu ini. Lagu ini hanya cukup untuk dihayati, dinikmati dan dirasakan saja emosinya sebagai penutup dari perjalanan setlist “Boku no Taiyou” K3 ini. Emosi dan perasaan di dalam teater terasa sekali seolah menjadi satu, baik member diatas panggung maupun para penonton yang ada di teater sama-sama tidak ingin berpisah dengan setlist ini. Tapi akhirnya, tirai layar Pulau Matahari pun harus turun dan mengakhiri kisah ini.
—
Show ini, beserta seluruh rangkaian group shot serta handshakenya, pun akhirnya berakhir sekitar jam 22:15 malam. Apabila DVD “Boku no Taiyou” yang oleh banyak orang dianggap luar biasa itu diberi nilai 8.0, maka show senshuuraku malam ini sangat layak untuk mendapatkan nilai 9.5. Performance yang sangat luar biasa dari seluruh member JKT48 team K3 yang layak untuk diacungi jempol dan diberi aplaus panjang.
Masih sulit untuk percaya setlist luar biasa ini sudah selesai dan masih menyesali kenapa hanya sempat nonton 2 kali (mana yang satu standing pula). Tapi kehidupan memang harus terus berjalan dan ada saatnya kita harus terus melangkah maju. Terima kasih untuk semua member team K3 sudah memberikan sebuah show terakhir yang sangat luar biasa dan akan selalu dikenang! Demikianlah review senshuuraku ini sepanjang hampir 3700 kata ini pun akhirnya selesai, semoga tidak bosan membacanya.
See you later on the next K3 stage: SEISHUN GIRLS – starting 8/3/2014!
Jika pada Part I saya lebih banyak membahas mengenai faktor-faktor eksternal yang sedang terjadi sehingga mungkin menyebabkan banyak member graduate, di Part II ini saya akan membahas faktor-faktor internal dari manajemen JKT48 sendiri yang bisa menyebabkan kemunduran bahkan kehancuran JKT48 apabila masalah-masalah ini tidak cepat ditangani dan dicarikan jalan keluarnya.
HITS RECORD: Kualitas Produk Yang Sangat Buruk
Dari seluruh produk CD dan DVD JKT48 yang sudah dirilis oleh Hits Record tampaknya tidak ada yang benar-benar baik kualitasnya. Mulai dari masalah pada casing CD tersebut (gerigi penahan CD di tengah patah, engsel kotak CD pecah dan lain sebagainya) sampai pada kualitas rekaman yang buruk sehingga CD/DVD tersebut sangat tidak nyaman untuk didengarkan di telinga terutama bila menggunakan speaker atau headphone yang cukup bagus kualitasnya untuk mendengar detail dari lagunya.
Pada awalnya fans tidak terlalu mempermasalahkan hal ini karena toh mereka membeli CD untuk mendapatkan tiket handshake atau bonus photopacknya (lebih tepatnya, fans membeli tiket handshake berbonus CD). Cukup satu CD yang disimpan untuk didengarkan dan sisanya dihibahkan atau entah dibuang kemana. Masalah mulai muncul saat DVD Konser Tennis Indoor maupun setlist Renai Kinshi Jourei dan Boku no Taiyou kualitasnya sangat parah sehingga banyak sekali DVD ini yang tidak bisa dimainkan di komputer maupun DVD player. Kebanyakan fans membeli DVD-DVD ini karena memang ingin menonton isinya, bukan sekedar untuk mendapatkan bonusnya. Maka tidaklah heran jika protes dan sumpah serapah terhadap JOT dan Hits Record pun bermunculan dengan cepat di social media.
Respon dari Hits Record? Komplain dari fans dianggap angin lalu, promosi dan jualan jalan terus walaupun quality control mereka masih sangat parah sehingga DVD-DVD yang rusak pun masih terus tersebar di pasaran, sehingga merugikan banyak fans yang sudah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membelinya. Mungkin tidak lama lagi diberi bonus apapun fans tidak akan mau lagi membeli DVD karena kecewa dengan kualitasnya, besar kemungkinan rusak dan lebih mudah mengkopi dari teman yang dapat DVD yang jalannya lancar.
MANAJEMEN TEATER: Melayani atau Memusuhi Fans?
Di kalangan fans JKT48, dulu ada sebuah motto yang sangat populer:
1. JOT selalu salah.
2. Apabila JOT benar, maka lihat no. 1
Tanpa disadari oleh para fans, manajemen teater pun menerapkan motto yang sama dalam memperlakukan para fans yang datang ke teater:
1. Fans selalu salah.
2. Apabila fans benar, maka lihat no. 1
Fans adalah pelanggan dan (katanya) pelanggan adalah raja. Tapi yang terjadi, para pelanggan ini malah sering kali diperlakukan semena-mena bahkan dibentak-bentak oleh para penjual barang/jasa yang seharusnya memperlakukan para pelanggan ini dengan baik. Dan apabila terjadi kesalahan sehingga para pelanggan ini tidak mendapatkan hal yang seharusnya menjadi hak mereka, malah mereka yang disalahkan oleh penjualnya. Mau beberapa contoh?
MENANG VERIF TAPI TIDAK BISA TUKAR TIKET
Hal ini pertama kali muncul ke permukaan dan menjadi besar pada saat show Senshuuraku Pajama Drive Gen 1. Banyak fans yang menang verifikasi tapi tidak bisa menukarkan tiket dengan alasan tiketnya sudah ditukarkan orang lain. Respon dari manajemen teater? Bukannya mencoba memberikan solusi yang baik, malahan salah seorang petinggi JOT memarahi fans dan menyalahkan mereka dengan kata-kata “siapa suruh email verifikasi dan ID OFC dibagi-bagi ke orang lain”. Menyedihkan bukan? Manajemen memperlakukan fans seolah-olah mereka semua adalah calo tiket. Bayangkan perasaan fans yang sudah mendapatkan verifikasi dengan jalur yang benar tapi diperlakukan seperti ini. Mungkin saja mereka akan berpikir, “ah kalau tahu begini mendingan lain kali saya langsung cari dari calo saja.”
Sayangnya, hal ini tidak segera diperbaiki namun malah semakin menjadi-jadi dan semakin parah. Hampir di setiap show teater yang merayakan ulang tahun member atau ada momen yang khusus, hal ini selalu terjadi. Dan sikap yang diambil oleh manajemen teater selalu sama, menyalahkan fans dan menuduh mereka sudah melakukan sharing ID. Kondisi seluruh staff teater mulai dari penjaga loket sampai dengan manajemennya yang tidak ada usaha sama sekali dalam membantu fans, ditambah dengan banyaknya laporan mengenai berbagai kecurangan yang dilakukan oleh manajemen teater sendiri, membuat fans sudah sangat sulit untuk mempercayai manajemen teater.
SUDAH LAMA ANTRI TUKAR TIKET, DITUDUH TELAT
Ini juga sudah beberapa kali terjadi dan dialami sendiri beberapa teman. Sudah antri di loket untuk tukar verifikasi dan beli tiket, karena antrian panjang akhirnya loket ditutup. Staff teater menyalahkan fans yang sudah antri dan tidak bisa tukar tiket dengan mengatakan kenapa datang terlambat melewati batas waktu penukaran. Padahal para fans tersebut sudah antri jauh sebelum batas waktu yang dikatakan oleh staff tersebut, hanya saja memang kondisi di lapangan dimana antrian panjang dan pelayanan dari staff penjaga loket lambat. Akhirnya fans yang dirugikan dan fans juga yang disalahkan, bahkan dimarah-marahi oleh manajemen teater.
MAU BELI TIKET PELAJAR DIBILANG KUOTA HABIS
Sebenarnya saya tidak tahu apakah JOT memang memiliki batasan kuota untuk tiket pelajar dalam setiap show teater, namun jika memang ada, menurut saya perlu untuk dikomunikasikan kepada fans bahwa hal ini memang benar dan berapa jumlah yang tiket yang tersedia untuk setiap show sehingga semuanya menjadi jelas. Yang terjadi saat ini, sering kali saat fans yang seharusnya berhak membeli tiket dengan harga pelajar 50 ribu datang ke loket, mereka diberi tahu bahwa tiket pelajar sudah habis dan mereka harus membayar 100 ribu jika ingin menonton.
Dari mana kita bisa tahu bahwa tiket sudah benar-benar habis dan para penjaga loket tidak sedang melakukan permainan korupsi? Bahkan adanya batasan dalam jumlah tiket pelajar pun sampai hari ini tidak ada kepastian informasi yang jelas. Sudah menjadi hal yang wajar apabila fans kemudian menjadi curiga dan merasa dipermainkan dengan adanya hal seperti ini. Tanggapan dari staff teater? Kembali menyalahkan fans karena datang terlambat dan menyuruh fans untuk datang lebih awal jika mau dapat tiket pelajar.
WAKTU HANDSHAKE DIPOTONG, DISURUH MAKLUM
Kasus ini sudah sering saya dengar, tapi akhirnya saya alami sendiri waktu event handshake Fortune Cookies Yang Mencinta di Epiwalk, 10 November 2013. Jadi waktu sesi 9, saya berada di jalur 7 dengan memegang 8 tiket handshake untuk Stella Cornelia, yang berarti hak waktu handshake yang seharusnya saya dapatkan adalah 80 detik. Seperti saran beberapa teman yang pernah dicurangi, saya menyalakan stopwatch pada handphone dan menaruhnya di meja saat akan memulai handshake. Baru 30 detik, saya sudah diusir oleh satpam dengan alasan “membernya nggak bisa lama-lama, kasihan nanti capek, masih harus mini konser”.
Saat saya pamit pada Stella dan berkata bahwa sebenarnya saya memiliki 8 tiket tapi ya sudah saya relakan supaya dia bisa istirahat, Stella bilang tidak apa-apa dan meminta saya melanjutkan sampai habis waktu 80 detik. Satpam terus saja mengintervensi bahkan menuduh saya mencurangi stopwatch. Faktanya, memang saya sempat mem-pause stopwatch itu sekitar 2-3 detik saat saya pamit dengan Stella karena saya sudah bersiap untuk keluar, tapi stopwatch itu tidak saya reset, kemudian saat Stella bilang lanjutkan saja handshakenya, saya pun menyalakan kembali stopwatchnya. Tapi satpam terus saja bersikukuh saya curang, dan berakhir dengan adu mulut dengan Stella yang berkata bahwa dia melihat sendiri bahwa saya tidak curang.
Saya langsung membentak keras si satpam dengan kata-kata “bang anak ini mau lulus, ini terakhir saya ketemu dia, habis ini nggak bisa ketemu lagi!” Si satpam pun langsung melengos keluar bilik, tapi tidak lama kemudian, dia masuk lagi dan mendorong saya keluar dengan kasar. Pada detik 50, karena suasana sudah tidak menyenangkan dan saya merasa tidak ada gunanya melanjutkan handshake, saya pun keluar dengan perasaan dongkol. Adapun di belakang saya waktu itu ada Ekanda (@ekan_dash) yang sedang mengantri dan dia melihat sendiri hal ini. Setelah giliran saya selesai, dia pun mendapat perlakukan sama dengan alasan “kamu kan tadi sudah banyak di sesi sebelumnya”. Hubungannya apa coba? Apakah itu alasan yang valid untuk menghilangkan hak dari konsumen yang sudah membayar?
Saya jadi mau tidak mau berpikir, jika memang akan ada mini-konser di akhir acara, kenapa mengadakan handshake sesi 9 jika sejak awal sudah tahu bahwa waktu yang ada di sesi itu akan sangat terbatas? Apakah JOT sejak awal memang sudah berencana untuk memotong waktu handshake fans di sesi 9 dan tidak memberikan apa yang memang seharusnya menjadi hak fans? Jika memang hal ini benar, bukankah berarti JOT secara sengaja dan sadar sejak awal sudah berencana merugikan fans dan melakukan penipuan terhadap fans dengan sejak awal tidak berencana memberikan apa yang seharusnya mereka berikan sesuai dengan yang sudah dibayarkan oleh fans? Jika alasannya adalah sesi 9 diadakan karena permintaan fans sendiri (karena banyak yang masih mau handshake tapi slot member tersebut sudah habis terjual), bukankah mereka tetap bisa mengadakan sesi 9, tapi menyesuaikan jumlah tiket yang disediakan dengan waktu yang ada? Bukannya malah saja terus menjual tiket sesi 9 sebanyak-banyaknya tanpa adanya perencanaan yang matang dengan pemikiran “kalau memang waktunya nanti tidak cukup, potong saja waktu handshake per tiketnya dan bilang mau ada konser”.
MAU 2-SHOT TAPI TIKET DIBILANG PALSU
Ini adalah sebuah kasus yang baru saja terjadi dan dialami oleh teman saya sendiri yaitu Hasya. Cerita lengkapnya bisa dibaca disini, tapi singkatnya adalah: Hasya menukarkan tiket 2-shot di loket sebelum nonton show, dan baru dibilang bahwa tiketnya palsu pada saat Hasya sudah akan melakukan 2-shot dengan Viny. Bayangkan kamu sudah bersiap melakukan 2-shot dan mendadak dituduh sebagai pemalsu tiket di depan oshimenmu, bagaimana perasaan kamu? Kembali lagi yang disalahkan adalah fans, dalam hal ini teman saya, padahal pihak loket sudah menerima tiket 2-shot tanpa masalah dan baru 2 jam kemudian diberi tahu bahwa tiketnya palsu. Pihak JOT tidak mengembalikan tiket 2-shot milik Hasya dan juga tidak bisa membuktikan dengan jelas bahwa tiket Hasya palsu, mereka hanya bersikukuh pada tiketnya palsu.
Seperti dibahas oleh bang Emil, ada dugaan kecurangan yang dilakukan JOT disini dan masalah ini tidak akan dibiarkan begitu saja, namun akan diselesaikan melalui tuntutan resmi terhadap JOT. Mungkin dari sana kita akan bisa melihat permainan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam tubuh JOT itu sendiri.
***
Apakah ada di antara kalian yang juga pernah mengalami perlakuan yang serupa dari manajemen teater maupun staff JOT? Beberapa teman di Jakarta sedang mencoba menjalankan suatu project untuk menyadarkan dan memperbaiki kondisi manajemen dan staff saat ini. Langkah pertama yang dibutuhkan adalah mengumpulkan data mengenai kinerja manajemen yang tidak baik. Kalau kamu pernah merasakan hal-hal seperti yang saya sebutkan diatas tadi, atau ada keluh kesah lainnya yang ingin disampaikan, silahkan langsung mengisi form ini. Terima kasih untuk kerja samanya.
***
JOT: Kacaunya Target Pasar dan Jadwal Perilisan Produk/Event
Fans umumnya tahu bahwa idoling bukanlah sebuah hobi yang murah. Di Jepang sana, target pasar dari AKB48 dan sister groupnya adalah pria-pria matang dan cukup berumur yang mempunyai penghasilan lebih untuk dihabiskan di hobi idoling ini. Namun entah kenapa dan bagaimana, di Indonesia ini, target pasar JKT48 malah lebih banyak menyasar ke anak-anak remaja dan usia sekolah maupun mahasiswa, yang secara finansial sebenarnya berat bagi mereka untuk bisa mengikuti seluruh rangkaian produk dan acara yang ditawarkan JKT48 secara terus menerus (untuk mereka yang sudah bekerja dan mapan pun sebenarnya cukup berat).
Hal ini diperparah dengan jadwal perilisan produk maupun event yang selalu terkesan mendadak dan berdekatan. Fans jadi bingung harus memilih salah satu dari berbagai produk maupun event yang ada, yang akhirnya mengakibatkan tidak lakunya sebagian produk maupun event tersebut. Contoh paling mudah: pada saat artikel ini ditulis, event handshake Manatsu no Sounds Good hanya tersisa 11 hari lagi, tapi slot handshake belum ada satu pun yang sold out, berbeda sekali dengan event handshake Fortune Cookies sebelumnya. Banyak fans yang mengatakan lebih memilih 2-shot daripada handshake karena interaksinya lebih lama dan ada kenang-kenangan yang nyata dari event tersebut. Karena sekali 2-shot (lewat jalur resmi) harus mengeluarkan dana kurang lebih setara 4 kali handshake, tentu saja sangat sulit bagi seorang fans untuk mengikuti event 2-shot dan handshake sekaligus.
MEMBER JKT48: Persaingan Antar Generasi Tanpa Regenerasi
Sudah lama menjadi rahasia umum bahwa di antara member team J dan team K3 serta trainee terdapat persaingan keras yang tampaknya sudah mulai menjurus pada pertikaian yang tidak sehat, terutama sejak member K3 mulai mendapatkan bagian dalam senbatsu single, yang dimulai dari single Yuuhi wo Miteiru Ka. Hal ini menyebabkan sulit mengharapkan adanya regenerasi dalam tubuh JKT48 dimana generasi sebelumnya memberikan transfer ilmu kepada generasi berikutnya. Sebenarnya adanya setlist yang berbeda tidak bisa dijadikan alasan transfer ilmu tidak bisa dilakukan antar dua generasi, toh ada banyak hal yang bisa diajarkan seperti mental, attitude, profesionalisme, bagaimana menghadapi fans, hater dan lain sebagainya.
Dengan adanya generasi ketiga, yang saya harapkan adalah konsep “under” seperti yang dilakukan di AKB48 bisa benar-benar diterapkan disini. Dimana satu trainee berlatih dibawah bimbingan satu member tetap dan menggantikannya di teater saat member tersebut tidak bisa tampil. Selain itu tentu saja trainee harus memiliki setlist sendiri sehingga tiap trainee punya kesempatan untuk turun di 2 setlist berbeda (set team J/K3 dan set trainee). Jangan sampai seperti saat ini dimana trainee hanya bisa tampil jika ada member tim J/K3 yang tidak tampil, karena jumlah mereka yang hanya 7 orang terlalu sedikit untuk punya setlist sendiri.
Satu hal lagi yang cukup penting dan harus saya sampaikan (maaf jika anda termasuk yang saya sebutkan disini dan anda tersinggung dengan kata-kata saya): orang tua member harus memahami lebih lagi mengenai konsep group 48 dan cepat sadar bahwa JKT48 tidak akan terus berjalan hanya dengan satu tim atau satu generasi saja. Mereka harus menyadari bahwa tim tempat anaknya berada bukanlah satu-satunya tim, sehingga mereka merasa berhak protes atau marah kepada manajemen apabila tim yang berbeda mendapatkan spotlight atau member dari tim yang berbeda masuk menjadi anggota senbatsu single. Hal terburuk yang dilakukan orang tua member adalah MERACUNI pikiran anak-anak mereka untuk bermusuhan dan bertentangan dengan tim lainnya sehingga mengakibatkan adanya suasana tidak sehat serta timbulnya perpecahan dan pertikaian di dalam tubuh para member JKT48.
Apabila hal ini tidak cepat diatasi, maka semakin banyak generasi dan semakin banyak tim yang ada dalam JKT48, masalah dan perpecahan yang timbul akan semakin besar. Bisa saja pertikaian ini juga sudah menjadi salah satu alasan mengapa belakangan banyak member yang memutuskan untuk lulus, karena mereka sudah capek dan lelah dalam menghadapi pertikaian yang terjadi. Alih-alih bekerja sama untuk bersama-sama meraih mimpi, mentalitas yang terjadi sekarang adalah “yang kuat bertahan dan yang lemah akan mati”. Generasi pertama dan kedua yang mentalnya sudah cukup terlatih dalam menghadapi cibiran masyarakat umum maupun cibiran dari kalangan fans sendiri pun akhirnya banyak yang berguguran. Apakah mental dari anak-anak generasi ketiga akan cukup kuat untuk mengatasi semua gejolak yang terjadi dalam tubuh JKT48 ini sehingga mereka akan mampu bertahan disini?
ADDENDUM: Dan berbagai kasus-kasus lainnya…
Di bagian ini saya akan mencoba melakukan revisi secara berkala dan memasukkan kasus-kasus lain yang diinformasikan oleh teman-teman di Twitter maupun disampaikan secara langsung kepada saya:
1. Sewaktu penjualan CD RIVER (atau Yuuhi?), harga CD tersebut sempat dinaikkan menjadi 50 ribu dengan alasan staff tidak memiliki uang kembalian. Setelah adanya protes keras dari fans, akhirnya harga pun diturunkan kembali menjadi 40 ribu. Tidak diketahui berapa jumlah fans yang sempat membeli dengan harga yang di mark-up jadi 50 ribu tersebut.
2. Harga DVD Konser Tennis Indoor pada waktu Direct Selling di Surabaya sempat dinaikkan jadi 200 ribu dengan alasan menurut Hits Record harga di luar kota berbeda. Setelah melihat fans menjadi tidak berminat membeli dan mulai ramai-ramai meninggalkan antrian DS, mendadak harga pun kembali turun menjadi 150 ribu.
3. Pada waktu handshake Yuuhi wo Miteiru Ka, banyak fans yang tiketnya hangus karena lambatnya proses scan barcode yang dilakukan oleh staff. Tidak ada penukaran ke sesi lain maupun pengembalian uang untuk fans yang tiketnya hangus ini sehingga banyak sekali yang menjadi dirugikan. Alasan yang diberikan staff kembali menyalahkan fans: telat antri, seharusnya datang antri lebih awal.
4. Pada waktu handshake susulan Yuuhi wo Miteiru Ka untuk Beby dan Stella, staff secara sepihak memutuskan untuk menutup waktu handshake sebelum waktunya dengan alasan antrian sepi. Padahal masih banyak fans yang belum sampai ke lokasi handshake dan memang waktu penukaran tiket seperti yang tercantum di website seharusnya belum selesai. Ada pula beberapa fans yang memberikan waktu untuk Beby dan Stella istirahat makan siang seperti yang tercantum di website, tapi begitu mereka kembali event handshake sudah ditutup. Memang akhirnya diberikan handshake susulan lagi, tapi ada banyak fans yang kehilangan kesempatan handshake karena sudah harus kembali ke luar kota atau jadwal handshake susulan berikutnya berbenturan dengan kegiatan mereka.
—-
Sekilas, tulisan diatas memberikan kesan bahwa JKT48 sudah tidak ada harapan lagi. Namun beberapa waktu lalu, adanya pergantian manajemen yang ditandai dengan masuknya Kato Mifumi ke dalam jajaran manajemen JOT memberikan harapan baru, karena beliau mau peduli dan tanggap terhadap keluhan dari fans, yang ditandai dengan gerak cepatnya dalam mengatasi masalah Handshake Nasional. Tulisan ini, dan juga form keluhan yang sedang dikumpulkan oleh teman-teman di Jakarta ini, bertujuan untuk membuka mata manajemen dan menyadarkan mereka akan berbagai permasalahan yang ada ini. Jika memberi tahu dengan baik-baik saja tidak cukup, maka mungkin perlu dilakukan sebuah pukulan keras yang akan menggerakkan mereka untuk melakukan berbagai perbaikan, demi kebaikan para fans, para member maupun para staff itu sendiri.
Sekian tulisan dari saya. Seperti biasa kritik, masukan serta diskusi yang membangun untuk memperbaiki masa depan JKT48 sangat saya tunggu baik melalui kolom komentar di bawah ini atau langsung melalui Twitter :)
Di akhir tahun 2013, kita dihadapkan pada gelombang kelulusan yang diawali oleh Stella Cornelia dari team J. Tak lama kemudian, Sonya Pandarmawan dan Diasta Priswarini pun menyusul, juga kemudian disusul lagi oleh Dellia Erdita dan Nadhifa Karimah dari team Trainee. Lalu di awal tahun 2014 ini, kita baru saja kehilangan Octi Sevpin dari team K3 dan Cindy Gulla dari team J. Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah “Mengapa semua ini terjadi? Mengapa SEKARANG?”
Jawaban yang biasanya saya berikan adalah, mungkin ini adalah waktu yang tepat bagi para member yang sudah merasa cukup belajar dan mendapatkan ilmu di JKT48 untuk melompat ke jenjang selanjutnya. Mungkin ini juga adalah waktu yang tepat juga bagi mereka yang merasa tidak mendapatkan apa-apa di JKT48 untuk mencoba mengejar mimpinya melalui jalan yang berbeda sebelum waktu terus berjalan dan semuanya menjadi terlambat untuk mereka. Mengapa? Karena dari apa yang saya lihat, JKT48 telah mencapai puncaknya beberapa waktu yang lalu, dan saat ini idol group ini sedang memasuki fase menurun. Dan saya belum bisa melihat bagaimana mereka bisa bangkit dan naik lagi setelah ini, apalagi sampai bisa menyamai atau melebihi puncak keberhasilan yang sudah mereka rasakan beberapa waktu yang lalu.
DISCLAIMER:
Di artikel ini bukan berarti saya mengajak, mempengaruhi, membenarkan atau mendorong member-member yang masih ada di JKT48 untuk ramai-ramai graduate. Saya hanya mencoba menganalisa apa yang terjadi di JKT48 saat ini dan alasan mengapa member-member yang telah graduate memutuskan untuk lulus pada waktu ini. Mungkin saja analisa saya salah dan hal-hal di bawah ini bisa menjadi tidak valid dalam perkembangan ke depannya. Mohon maaf apabila posting saya ini dirasa tidak berkenan, tapi disini saya mencoba memberikan penilaian secara objektif dan tidak ada niatan sama sekali untuk menjadi hater atau menghancurkan JKT48.
Dari beberapa survey singkat yang saya adakan sebagai bahan menulis artikel ini, jawabannya sangat bervariasi. Karena itu saya ingin mengajak semuanya untuk berdiskusi dan memberi pendapat tentang bagaimana JKT48 bisa mengatasi hal-hal dibawah ini dan berkembang ke depannya, bisa lewat comment di bawah, atau langsung di Twitter. Selamat membaca :)
SINGLE ORIGINAL UNTUK JKT48 SUDAH LEWAT
Single original. Hal yang satu ini bisa dibilang sebagai satu hal yang dari dulu sangat ditunggu-tunggu oleh fans JKT48 dan juga member JKT48. Setiap kali diinterview member selalu bilang bahwa salah satu keinginan terbesar mereka adalah dibuatkan single oleh Aki-P. Sebenarnya kalau dilihat ke belakang, JKT48 ini bisa dibilang sudah punya “single yang sebenarnya bukan original tapi ya bisa dibilang original juga”. Semua pasti tahu kan single mana yang saya maksud?
Ya, FORTUNE COOKIES YANG MENCINTA.
Nggak bisa dibilang benar-benar original, tapi secara teknis nggak bisa juga dibilang single coveran. Saya lebih suka menyebut ini single DOUBLE RELEASE yang diluncurkan bersamaan dengan versi AKB48 pada tanggal 21 Agustus 2013. Single ini memang bukan dibuat khusus untuk JKT48 karena sebenarnya ini adalah single ke-32 AKB48 yang dibuat Aki-P untuk Sashihara Rino (HKT48) sebagai pemenang Senbatsu Sousenkyo ke-5 pada 8 Juni 2013. Tapi karena versi JKT48 dan AKB48 dikeluarkan bersamaan, bukankah wajar kalau single ini bisa dianggap sebagai single “baru” untuk JKT48 dan buka sekedar daur ulang dari single lama milik AKB48?
Kalau bicara jujur, meminta Aki-P membuatkan lagu tersendiri untuk JKT48 adalah hal yang bisa dibilang mustahil. Karena dia harus menulis lirik dalam bahasa Indonesia dan menyewa composer untuk membuat lagunya yang tentu membutuhkan biaya yang tidak murah. Hal paling masuk akal adalah Aki-P membuat lagu dalam bahasa Jepang, lalu memberikan tugas kepada staff di Indonesia untuk menerjemahkannya menjadi versi JKT48. Supaya tidak rugi, versi bahasa Jepangnya lalu dirilis dan dinyanyikan juga oleh AKB48. Sia-sia kan kalau sudah membuat lagu dalam bahasa Jepang lalu tidak dipakai? Mending sekalian dipakai saja karena sudah ada. Ini seperti peribahasa “membunuh dua burung dengan satu batu”.
Memang, yang terjadi di single FORTUNE COOKIES ini bukan seperti itu, karena seperti yang saya bilang tadi ini bukan lagu untuk JKT48 yang dirilis bersamaan dengan AKB48, tapi lagu AKB48 yang dirilis bersamaan dengan JKT48. Tapi apapun itu, saat pengumuman mengenai single ini diumumkan, fans menyambut dengan luar biasa. Alasannya? Ya itu tadi, karena single ini dianggap sebagai sesuatu yang baru untuk JKT48. Tidak ada yang tahu lagu ini bakal seperti apa, liriknya bagaimana, gerakan dancenya seperti apa dan sebagainya. Karena memang lagu ini benar-benar baru sehingga fans AKB48 dan fans JKT48 baru akan tahu seluruhnya tentang lagu ini bersama-sama saat single ini dirilis.
Demikianlah, saat single ini dirilis, popularitasnya di kalangan fans JKT48 meledak luar biasa. Mulai dari konsep membuat video klip bersama fans, sampai dengan gerakan lagu ini yang mudah diikuti sehingga melahirkan flash mob dimana-mana, membuat lagu ini sangat diterima oleh fans. Di lagu mana lagi fans bisa berdiri dan berjoget bersama member saat mereka membawakan lagu ini? Lagu ini pun jadi hit dan selalu dijadikan penutup di konser-konser luar kota dan hampir selalu dinyanyikan saat acara live di berbagai stasiun TV.
Sebagian besar fans JKT48 pasti setuju kalau dibilang single FORTUNE COOKIES adalah single terbaik JKT48 sampai hari ini dan dirilisnya single ini merupakan MOMEN PUNCAK dari perjalanan JKT48 selama ini. Secara jujur, paling tidak saat ini dan untuk waktu dekat ini saya belum melihat JKT48 bisa menemukan cara untuk mencapai dan menyamai titik puncak ini lagi, apalagi untuk melebihinya. Karena titik puncak sudah tercapai, maka dari sana jalan yang tersisa hanyalah satu, yaitu TURUN. Mungkin beberapa member merasakan hal ini sehingga mereka berpikir jika ingin lulus dari JKT48 maka waktu yang tepat adalah saat ini, saat dimana JKT48 sedang dalam masa puncaknya.
SULITNYA JKT48 MENEMBUS PASAR MAINSTREAM
Seperti yang saya bahas diatas, sebagian besar fans JKT48 setuju bahwa FORTUNE COOKIES adalah single terbaik JKT48 sampai saat ini, tapi mereka juga menunjukkan fakta (yang saya juga sangat setuju) bahwa di kalangan masyarakat umum tetap lagu yang paling dikenal oleh mereka adalah HEAVY ROTATION. Sayangnya, hal ini terjadi karena di awal karir JKT48 dulu, Heavy Rotation digunakan sebagai bahan olokan oleh masyarakat umum yang belum terlalu mengenal JKT48, dimana JKT48 disebut sebagai “grup aiwoncu ainidyu”. Jadi bisa disimpulkan bahwa Heavy Rotation merupakan lagu JKT48 yang paling dikenal oleh masyarakat umum tapi BUKAN karena kualitasnya.
Beberapa fans juga mengatakan bahwa selain FORTUNE COOKIES, munculnya single RIVER adalah salah satu momen penting dalam perjalanan karir JKT48, karena itu adalah titik balik yang menunjukkan bahwa JKT48 telah menjadi matang dan dewasa, bahkan bisa disandingkan dengan para kakaknya yaitu AKB48. Namun demikian, walaupun single RIVER ini penting bagi fans JKT48, toh banyak sekali masyarakat umum yang belum tahu atau menganggap keberadaan dari lagu ini, bahkan setelah lagu ini sering dipakai oleh Honda dalam mempromosikan HONDA BRIO bersama JKT48. Jadi bisa disimpulkan apa yang dianggap baik atau penting oleh fans JKT48, belum tentu bahkan susah sekali dianggap baik dan penting oleh masyarakat umum.
Bukti nyata dari sulitnya JKT48 menembus pasar mainstream? Silakan mampir ke Disc Tara terdekat di kota anda dan carilah album maupun single JKT48 disana. Lihat sendiri berapa sisa stok yang masih ada disana. Paling tidak di berbagai Disc Tara di Surabaya, saya menemukan banyak sekali CD/DVD JKT48 yang belum terjual, bahkan Heavy Rotation yang umurnya sudah hampir lewat setahun pun masih ada banyak disana.
Hal inilah yang mungkin membuat sebagian member berpikir tidak perlu terlalu lama berada di JKT48 karena di tempat ini mereka tidak akan bisa mencapai kepopuleran mainstream. Cukuplah setahun dua tahun disini untuk menimba ilmu, kemudian pergi dan berangkat menempuh jalan yang lain untuk mencapai mimpi mereka.
GELOMBANG PERUBAHAN BESAR PADA AKB48
Bicara tentang JKT48 tentu saja tidak bisa lepas dari AKB48, karena jika group AKB48 (beserta semua sister groupnya di Jepang) sampai bubar maka tentulah kemungkinan besar JKT48 pun akan ikut selesai. Dalam tahun 2013 saja, perubahan besar sedang terjadi dimana banyak member penting yang merupakan generasi awal maupun pilar yang menopang AKB48 memutuskan untuk graduate. Sebut saja Tomomi Itano, Mariko Shinoda, Tomomi Kasai dan Sayaka Akimoto. Di AKB48 saja (belum termasuk sister group lainnya) ada 10 member yang lulus pada tahun 2013. Di awal tahun 2014 ini sudah ada satu yang lulus, dan tidak lama lagi akan disusul oleh Yuko Oshima.
Manajemen AKB48 tentu saja tidak tinggal diam dan mereka akan mengadakan Grand Reformation (semacam team shuffle besar-besaran) pada tanggal 24 Februari 2014. Saat manajemen mengadakan polling tentang kepuasan fans terhadap kondisi grup saat ini dan apakah mereka setuju dengan Grand Reformation, respon dari fans menurut laporan AKB48WrapUp adalah seperti ini:
Kesimpulannya? Banyak fans tidak puas dengan kondisi AKB48 saat ini, tapi mereka tidak mau ada reshuffle yang sampai mengutak-atik sister group lainnya. Bahkan ada yang mengatakan tidak mau kalau sampai ada member JKT48 direshuffle ke AKB48, mungkin karena melihat kasus Rena Nozawa yang langsung bisa menembus team K tanpa harus melalui masa-masa berat sebagai Kenkyuusei AKB48. Dengan hasil polling seperti ini dan Grand Reformation yang kurang 2 minggu lagi, maka saya rasa manajemen AKB48 pun sedang pusing di Jepang sana.
Kondisi eksodus masal dan ketidakpastian yang sedang terjadi di AKB48 ini pun pasti terdengar pula oleh para member JKT48. Mungkin hal tersebut juga bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan para member yang memutuskan untuk lulus dari JKT48 sekarang, karena mereka merasa masa-masa group 48 berada di puncak kejayaan sudah lewat dan mereka tidak akan bisa lebih sukses lagi dari sekarang.
Menarik untuk menunggu hasil dari Grand Reformation ini, yang akan terjadi hanya sehari setelah event handshake Manatsu no Sounds Good JKT48! Apakah akan ada member AKB48 lain yang akan ditransfer ke JKT48 atau sebaliknya? Apakah perubahan ini akan berhasil membangkitkan kembali pamor dan kekuatan group 48 di Jepang? Jika ada hal positif yang bisa diambil dari Grand Reformation tersebut, mungkin kita bisa berharap kondisi di JKT48 pun akan ikut perlahan turut membaik. Namun jika tidak, mungkin sudah saatnya kita mulai bersiap untuk kemungkinan terburuk. Mungkin saja generasi ketiga ini akan menjadi generasi terakhir dari JKT48…
---
Sekian pembahasan saya untuk Part I. Di Part II nantinya saya akan membahas dari sisi manajemen dan operasional JKT48 serta berbagai permasalahan yang sedang terjadi saat ini dan dapat menurunkan minat fans untuk terus bertahan di fandom ini. Saya tunggu berbagai komentar dan tanggapan untuk pembahasan diatas. Kalau ada hal yang tidak setuju, jangan langsung marah-marah, mari kita diskusikan bagaimana baiknya supaya JKT48 bisa terus bertahan dan semakin maju :)