Tidak ada yng benar-benar sulit,
Semua begitu mudah.
Jatuh cinta, berbagi sayang, dan selanjutnya kehilangan.
Semua itu mudah.
Semua terjadi
#xvrzcr
AnasAbdin
Show & Tell
ojovivo

Kaledo Art

roma★
Stranger Things

祝日 / Permanent Vacation
Keni
noise dept.

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣
occasionally subtle
No title available

Kiana Khansmith
NASA
Alisa U Zemlji Chuda
Not today Justin
i don't do bad sauce passes
almost home
Cosmic Funnies
seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Australia

seen from United States
seen from Suriname
seen from Portugal
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from Singapore

seen from T1

seen from United States
@xvrzcr
Tidak ada yng benar-benar sulit,
Semua begitu mudah.
Jatuh cinta, berbagi sayang, dan selanjutnya kehilangan.
Semua itu mudah.
Semua terjadi
#xvrzcr
Di hari-hari aku merasa lelah, Aku selalu berharap ada rumah untuk singgah, sekadar berbagi gundah.
Beberapa kali aku temui, yang menetap sekejap, yang beranjak dan memberi jarak, yang hilang tanpa pemberitahuan. Di satu waktu aku dapatkan. Yang telah aku pertimbangkan, bahwa mungkin dirinyalah teman setia, selangkah bersama pun senada seirama, sejauh aku pandang ia selalu ada. Lepas ku-tatap ia pun lenyap.
#xvrzcr
Tidak terhitung berapa kali sudah ia termenung dalam hari ini, entah apa yang terus mengganggu nya, hari-hari berlalu begitu saja di tempat ini. Belakangan ia selalu merindukan masa yang tidak pernah bisa di gambarkan dengan pasti oleh imajenasinya. Ingatan masa kecilnya terus tergurat dalam benak. Tawa riang, suara memekik yang terus tengiang di gendang telinganya. Hari itu ia tidak pernah membayangkan, ia tidak pernah benar-benar yakin hari itu telah berlalu. Rasanya senja-senja di desa baru dilihatnya kemarin, burung-burung kecil nan riuh di tengah sawah. Ayah yang mengayuh sepeda di pematang sawah, dengan kaleng kaleng susu kosong yang telah terisi setengah oleh kerikil mungil, untuk sekedar menakut-nakuti burung pemakan padi. Batang batang yang mulai menunduk, dahan pohon yang tertiup angin perlahan membawa angin dingin mendukung senja di barat sana. Semburat indah di langit senja yang tiap-tiap petang ia saksikan, diatas sepeda tua milik ayah, Jari jari mungil nan hitam menggenggam ujung baju sang pahlawan nya yang kian senja kian menua, Punggung lebar yang melindunginya dari angin, hujan, juga panasnya matahari terkadang. Perjalanan itu selalu menyenangkan, Bapak selalu memiliki cerita-cerita tentang, hujan, langit, mentari , juga terkadang pohon besar di ujung pematang sawah, bapak selalu menjelaskan nama-nama hewan juga tumbuhan, kadang dipenghujung cerita Bapak berkata, bahwa kakek lah yang telah memberi tahu ia segalanya. Bapak Tidak pernah berbohong meski dalam senda gurau tapi semua orang menipuku beberapa kali bahkan tak terhitung mereka katakan bahwa bapak ke kota, bapak bekerja, bapak ada urusan, mereka tidak pernah berterus terang tantang bapak, bapak pun sama, Di hari ia menghadap Tuhan, aku di tempat yang selalu aku datangi dengan nya, dengan sepeda tua, aku tidak menemani nya, aku di bawa pergi, diajak bermain dan menyaksikan burung-burung nakal pemakan padi kami. Hari itu aku mulai malas melihat langit, mulai tidak suka pada senja, aku berhenti berlari-lari di pematang sawah. Bapak yang selalu membawaku dengan sepeda tua tidak lagi bersamaku, bapak curang, meninggalkanku dengan sepeda tua, seharusnya kami bersama-sama. Bapak selalu memberi tahu bagaimana aku harus bersikap dan berkata. Tapi bapak tidak pernah bilang, apa yang harus kulakukan tanpanya, bapak tidak pernah memberitahu bagaimana aku hatus melalui tahun demi tahun tanpa bertanya padanya, bapak tidak lagi disini, bapak tidak lagi disini.
Remuk redam
Kamu tidak pernah tahu seberapa hancurnya aku, nangis gabisa berenti, nggak makan berhari-hari, selalu ngerasa salah.
setiap hari aku nanya ke temen-temenku salahku dimana, apa yang udah aku lakuin, sampe kamu tega nyakitin aku sebegitunya.
Kamu tega pergi sama perempuan lain
Kamu bisa makan sama dia
Bahkan, di angan-angan seklipun aku gapernah ngebayangin, kamu sanggup ngelakuin semua itu.
Aku ga menyesali semua waktuku sama kamu. Ada hari, dimana aku bangun lebih pagi, demi punya waktu lebih buat masak makan siangmu.
Ada malam, dimana aku tidur lebih larut, demi nunggu kamu menyelesaikn harimu, dan kemudian kita bercengkrama bersama malam.
Kini, aku bangun lebih pagi untuk diriku sendiri, dan tidur larut, tanpa kamu disini.
Aku pun pernah coba baik dan bercerita dengan pria lain, pergi ke kedai kopi, untuk sekedar berbincang. Tapi ternyata aku tidak bisa.
Aku tidak seberuntung kamu, yang lekas mampu membuka hati untuk orang baru.
Aku tidak sehebat itu.
Aku tidak lagi bersedih setiap malam, membayangkan percakapan remeh sepanjang jalan.
Tidak, aku belum sepenuhnya pulih dari perih. Aku hanya rela, rela untuk kamu lebih bagia.
Aku tidak meminta balas untuk luka, atau pun karma untuk kecewa.
Aku hanya ingin kau sadar, bahwa aku tidak akan kau temukan pada wanita mana pun didunia.
Nak, jadilah perempuan yang bersahaja, milikilah hati baik, rupamu akan berubah bila tiba waktunya. Banyak sudah perempuan rupawan. Tak terhitung kecantikan yang telah ibu saksikan. Tapi itu bukan satu-satunya.
Parasmu tidak bertahan selamanya, hanya perlu kau jaga sampai waktunya. Entah sampai kapan ibu mampu menjagamu dari kerasnya dunia. Kau harus menjaganya walau tanpa ibu disana.
Pilihlah laki-laki yang menghormatimu layaknya wanita berharga. Genggam erat tangan yang melindungimu. Teruslah bersamanya. Yang ketika marah tidak memaki juga mempermalukanmu. Pun tidak akan pernah mengangkat tangannya padamu.
Telusuri hidupmu hingga kau merasa cukup. Jangan lebih atau pun kurang. Cukupkan apa-apa yang kau miliki. Berlebihan akan membuatmu bosan dan lelah dikemudian hari.
Kecewa yang kau miliki, cukup kau jadikan memori. Jauhkan hatimu dari rasa benci. Lindungi harkat dan martabatmu. Jadilah selalu yang mudah memberi.
kadang kau perlu menjadi ibu, ayah, juga teman untuk dirimu sendiri.
Mencinta tidak pernah sesulit ini
Memiliki tidak akan menyakitkan begini
Yang menyakitimu adalah hal-hal yang tidak semestinya kau miliki, terlebih mempertahankannya hanya menambah perih
Biarkan berlalu, waktu akan terasa cepat, dan lukamu pun akan sembuh cepat.
Mungkin saja banyak hal menyenangkan
Terdapat kebahagian
Tersimpan bertubi-tubi cinta
Teruslah berusaha hidup
Meski hanya demi segurat rekahan pipi selanjutnya.
Ayah, hari-hari ini aku terpikir untuk bercerita.
Perihal cinta juga cita-cita. Aku ingin berbagi kasih juga kisah. Menuntaskan rindu yang terus menggebu. Pelukanmu masih terasa hangat. Bahkan setelah bertahun berlalu. Nasihatmu masih tergiang. Meski engkau telah berpulang.
Semoga cinta kasihmu, memberi banyak kekuatan pada kisahku.
Terimakasih telah menjadi ayah, meski hanya abadi dalam ingatanku. ❤
Apa aku pernah katakan kita tak sejalan? Tidak.
Hanya saja aku tak ingin kita menjadi beban.
Rumitnya kita.
Merasa paling luka, diantara sulitnya melupa. Engkau seakan paling tersiksa.
Sederhananya, aku kembali kecewa.
Menjelasakan panjang lebar bukan Kebiasaanku padamu. Terlebih pada dunia yang semu.
Aku terbiasa diam, dan memendam. Beberapa hilang ditelan malam. Sisanya tersimpan dalam ingatan panjang.
Percakapan Hujan
oleh bunda Intan Savitri :)
Sesore yang basah ini segar seperti pipimu yang merona karena cinta
Hanya ingin mengabarkan bahwa menyimpan harapan adalah salah satu cara untuk terus berjalan
Sambil memandangmu dari puncak langit dan berkata bahwa cuma aku yang menghapuskan terik dan memberi daya pada bumi untuk terus berjuang
Hanya ingin mengabarkan bahwa merelakan adalah cara mencintai yang paling dalam
Biarkan aku membasahimu. Aku tahu kamu tidak seperti orang kebanyakan, mengatakan menyukaiku tetapi menyiapkan segala penghalang
Hidup selalu paradoks. Tetapi begitulah kita, begitu rajin dan tabah melakukannya berulang-ulang
Hanya ingin mengabarkan bahwa menunggu adalah pekerjaan semua orang, mereka jemu tetapi tetap melalukan. Seperti kamu, menunggu aku dalam diam.
Cita-cita yang mustahil, dicapai melalui kerja-kerja kecil yang diselesaikan.
Aku tidak lagi bertanya kabarmu, semula aku selalu bertanya, sedang apa kamu, dengan siapa pula kamu disana?
Apa aku bosan? Iya, ah tapi tidak juga. Aku belum pernah mempertahankan seseorang lebih dari tiga tahun dibenakku. Mengganggumu sangat menyenangkan. Membuatmu kesal pun demikian. Tapi kamu tidak pernah marah, bersama diriku sendiri yang mudah marah, menemukan orang sepertimu, yang sabar dan biasa saja saat kuganggu rasanya sungguh menantang. Aku senang denganmu. Dulu.
Apa aku membenci? Tidak. Bahkan aku sedang mencari cara agar membencimu. Sangat mudah bagiku melupakan hal yang tidak aku sukai. Tapi, aku menyukaimu.
Pertama kali seumur hidupku, berani sekali aku menyatakan perasaan ini. Salah tidak suka padamu? Aku tidak tau jawabannya. Juga tidak ingin tau sebenarnya.
Mungkin aku akan terus menulis tentangmu hingga suatu hari kamu tau, tulisan-tulisan ini untukmu.
Berulang kali disakiti, dihianati dan tidak diperdulikan sama sekali, menjadi alasan yang tepat untuk pergi. Bukan perihal tidak disayang. Lebih kepada rasa diabaikan berulang kali dianggap mati. Bodoh dan tidak berguna smaa sekali.
Dibandingkan, dibeda-bedakan, tidak didengarkan, yang mana buta dan yang mana dibutakan? Yang mana tuli dan yang mana di tulikan? Yang mana bisu dan yang mana dibisukan? Yang akhirnya diam tanpa bantahan, pun masih tetap disalahkan. Adilkah demikian?
Ingin bersikap tak acuh sama sekali tapi tidak memungkinkan begini. Bertanya salah. Diam semakin salah. Dipandang rendah. Pembuat masalah. Sampai disini sudah pahamkah? Dianggap benalu yang mengganggu.
Kembali, dan terus kembali. Semakin lupa dirapalkan. Semakin jelas bayang tergurat pada dinding-dinding, di langit-langit kamar, dan seluruh arah pandangan. Tidak jelas bagaimana, tapi selalu ada saja rupamu di entah apapun itu.
Hilang sudah rasa ingin bersama pun memiliki selamanya, entah bosan atau mungkin lelah pada arah waktu yang kurang pasti. Tapi, aku pastikan melangkah mundur padamu, tidak juga menjauh sebenarnya. Cukuplah mungkin waktu untuk kita. Sampai jumpa rindu.