"I'm Dorothy Gale from Kansas"
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Peter Solarz
KIROKAZE
we're not kids anymore.
🪼
taylor price
No title available
No title available

shark vs the universe

blake kathryn
Jules of Nature

if i look back, i am lost
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Product Placement
Cosmic Funnies
d e v o n
No title available

titsay
One Nice Bug Per Day
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from Morocco

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Arab Emirates
@yezzywuzzy
Melupakan Diri Sendiri
Sudah seberapa sering kau memikirkan apa yang terbaik untuk hidup orang lain, sampai melupakan apa yang terbaik untuk hidupmu sendiri?
Sudah seberapa sering kau menangis merasa kecewa karena tak bisa memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang kau cinta tetapi tak pernah merasa bersalah saat kau tak memberikan dirimu kasih sayang yang sama?
Sudah seberapa sering kau mengusahakan kebaikan untuk hidup orang lain; memikirkan bagaimana masa depan mereka, apakah mereka baik-baik saja, apakah mereka tidur dan makan dengan layak— sedangkan dirimu sendiri kau biarkan kelaparan dan tak tidur dengan tenang?
Sudah seberapa sering kau menjadi begitu egois dengan dirimu sendiri?
Sudah seberapa sering kau mengharapkan kebaikan di hidup orang lain, tetapi lupa memberikan yang terbaik untuk hidupmu sendiri?
Padahal....
Di dalam lubuk hatimu, kau pun sendiri tahu, bahwa mereka tidak memperhatikan dirimu sama halnya bagaimana kamu ke mereka.
Padahal....
Kau pun sendiri tahu, di saat kau sedang membutuhkan uluran tangan, hangat pelukan, dan usapan menenangkan. Tidak pernah ada dari mereka yang benar-benar memberikannya.
Seseorang yang sering kau lupakan, acuhkan, sakiti, dan berikan kalimat-kalimat menyedihkan adalah seseorang yang setia menemanimu di segala keadaan.
Tetapi kenapa masih saja kau lupakan?
Tetapi kenapa masih saja kau abaikan?
Tetapi kenapa masih saja tak kau berikan yang terbaik untuk kebahagiaannya?
Kenapa?
Kukira bertepuk sebelah tangan hanya ada di percintaan, nyatanya dipertemanan juga tak kalah menyakitkan
kalo lagi cape tu, diem istirahat.
gausah sok punya energi buat basa-basi ama org lain
Berprasangka Baik Jangan pernah hidup dalam asumsi burukmu. Kamu akan lelah karena pikiranmu sendiri. Cobalah untuk memvalidasi perasaanmu, kenapa sering berpikir negatif? Diurai satu persatu dan mulailah belajar untuk berprasangka baik pada apa maupun siapa, karena itu jauh lebih melapangkan hatimu Mulailah belajar untuk menerima sesuatu yang tidak menyenangkan sebagai introspeksi diri Lalu hiduplah secukupnya. Menyukai sesuatu sekadarnya, pun tidak menyukai sesuatu cukup biasa saja. Sebab, apapun yang kita hadapi, tentu semuanya atas izin Yang Kuasa
Jakarta, 19 Mei 2023 | Pena Imaji
Menjadi pribadi yang berbeda ditempat kerja bukan karena jaim dan malu, hanya saja merasa bukan tempatnya menjadi diri sendiri. Entah karna takut tak diterima atau mungkin takut terlalu nyaman hingga akhirnya kebablasan.
Menjadi Pusat Dunia
Pembelajaran berikutnya saat semakin dewasa adalah belajar untuk tidak merasa diri sebagai pusat dunia. Seolah segala sesuatu di luar diri kitalah yang harus mengerti dan memahami kita. Merasa pusat kebenaran adalah diri sendiri. Merasa semua hal yang berbeda dari cara pandang dan cara berpikir diri adalah sesuatu yang tidak layak untuk ada di dalam kehidupan. Saat segala sesuatu yang kita pikirkan adalah diri sendiri, di saat yang sama mungkin kita lupa untuk melihat lagi ke dalam diri, menginsyafi hal-hal yang keliru, meminta maaf, kemudian memperbaikinya. Alih-alih terus menerus mencari pembenaran dalam pikiran sendiri bahwa apa yang kita pikirkan adalah hal yang paling benar.
Karena memang tidak mudah, saat kita tumbuh dengan seluruh emosi dan keinginan. Kemudian berhadap-hadapan dengan realita yang berbeda. Dan kenyataan inilah yang sebenarnya selama ini kita hindari.
Apakah semua perlawanan tersebut bentuk dari upaya menutup rasa insecure kita terhadap diri sendiri? Perasaan-perasaan dan beragam hal yang membuat diri kita yang sebenarnya memang lemah, tampak lebih kuat. Padahal tidak ada salahnya mengakui diri, lemah. Atau karena banyak sekali rentetan kejadian yang pernah dialami menjadi akumulasi perasaan negatif yang menyeruak menjadi perilaku-perilaku yang ternyata menyakiti orang lain di sekitar kita.
Dan kita gagal belajar, bahwa kita bukanlah pusat dunia. Bukan kita yang paling benar - dan berani meminta maaf untuk kesalahan sendiri. Orang lain tak harus memahami kita - dan kita belajar untuk bisa memahami orang lain. Dan belajar mengendalikan pikiran-pikiran negatif yang selama ini kita berikan ruang dan pemakluman, agar bisa melihat dunia ini lebih bijak lagi.
“Orang-orang sering lupa, bahwa memaafkan kerap tak datang sepaket dengan melupakan.”
—
2022.
pintu yang dibuka untukku ternyata benar-benar tak terduga. begitu lurus dan tak banyak kendala. tahun peralihan dari beban keluarga menjadi si yang sibuk kerja. aku yang hidup tak beraturan tiba-tiba dipaksa oleh keadaan.
lingkungan baru, ilmu baru, dan suasana baru. memasuki dunia kerja ternyata tak semenakutkan itu. hanya saja terkadang merasa takut terlalu lama terjebak di zona nyaman, yang pada akhirnya membuat diri ini hidup tanpa tantangan. apakah ini saja yang kubutuhkan? atau ada hal lain yang harus kukejar? ini masih terpikir dibenakku hingga kini
makin kesini rasanya people come n go udah biasa ya. tak lagi menaruh harapan kepada mereka untuk selalu ada. bertegur sapa basa-basi rasanya juga sudah cukup. apa lagi yang bisa kita harapkan dalam hidup ini, kecuali diri sendiri.
bukankah diri ini juga sudah cukup banyak mengorbankan waktu untuk orang lain? tak pernah menolak ajakan siapa saja yang meminta dan mendengar cerita banyak orang, padahal cerita sendiri saja tak punya tujuan.
selalu berusaha menyenangkan semua orang, namun diri sendiri tak pernah dipedulikan. orang lain juga bahagia tanpa kita, jadi kenapa harus kita yang berperan penting dalam hidup mereka?
pada akhirnya terasa melelahkan mengiyakan semua kata mereka yang bahkan belum tentu buat kita sendiri bahagia. sudah cukup diri ini yg dulu, kini semua ada batasnya. makin dewasa harusnya tau mana yang akan diprioritaskan. diri sendiri atau orang lain. semoga semakin dewasa dalam menjalani hidup di tahun 2023 ini.
#latepost (baru kelar skrg)
senin sampai sabtu kerja, masa kalo minggu keluar masi ditanyain mau kemana? ya nyari kebahagiaan dong
beberapa orang sadar berada di jalan yg salah, tetapi tetap memilih terus melangkah
seolah merasa tersesat, padahal terlanjur, dan takut tak ada pilihan
percayalah akan ada jalan yang lebih indah jika berani berbalik arah dan memilih jalan lain di persimpangan
selalu berusaha menyesuaikan diri menjadi versi terbaik untuk setiap orang, tapi tetap saja menjadi orang yang sering mengecewakan orang lain pada akhirnya.
ada banyak cerita yang tercecer di kepala, yang tak tau harus disusun bagaimana.
ada banyak hal yang mungkin harus diceritakan, tapi nyatanya ia tak bertuan.
dulu rasanya mudah sekali meminta hadirnya seseorang. kian lama kian sering memberikan jeda. lupa, hingga tak lagi terbiasa.
23 tahun.
bertambahnya usia tak lagi menjadi hal yang dinantikan dengan hangat, tak lagi hal yang disambut dengan tawa gembira.
tapi justru menjadi hal yg penuh kekhawatiran.
ada banyak beban yg harus dipikul, ada bahu yg harus semakin kokoh dan kuat, ada kaki yg harus selalu melangkah dan kembali bangkit jika terjatuh, dan akan ada air mata yang selalu menetes tanpa suara.
makin dewasa, makin harus berdiri di kaki sendiri. lebih memilih diam pada hal yang biasanya dipermasalahkan. semakin memperkecil pertemanan. tak lagi peduli akan validasi dari setiap orang.
ya, pada akhirnya kita akan sendirian. tak lagi peduli pada siapa yang ingin datang dan pergi. hanya saja selalu menanti sosok yang setia menemani hingga akhir.
hanya ingin menjadi diri sendiri, menjadi orang yang disenangi dan dicintai, ikhlas dan selalu bahagia. bisa menjadi anak mandiri dan selalu berada di jalan yg benar.
-anak yg baru saja menginjak 23 tahun
sedang berusaha buat gapapa-in sesuatu yang dulunya diperdebatkan. mencoba menerima hal yang terjadi diluar kendali.
sedang berusaha tumbuh dewasa dengan pemikirannya, meskipun masih ada tangis yang ditutup dalam dekap selimut.
satu kali, gapapa.
dua kali, masih gapapa.
tapi untuk beberapa kali rasanya runtuh, tak kuat lagi membendung hal yang sudah dicoba untuk digapapain.
Siapa bilang jadi anak bungsu enak?
Dia yg harus mengikuti alur yang sudah kakaknya bangun. Dia yang berjalan di atas standar kehidupan yang sudah kakaknya lewati. Semakin kakaknya sukses, maka semakin tinggi pula batasan yang harus ia gapai.
Dia yang zamannya berbeda, namun selalu dibandingkan. Perihal selera, penampilan, dan gaya hidup juga turut dikomentari. Dalam perdebatan suaranya tak pernah sekalipun didengar. Dia yang selalu dianggap kecil, lemah, dan cengeng. Anak bungsu yang selalu diberi asupan dan ketetapan, bukan pilihan.
Ketika ia tumbuh dewasa, ia dituntut untuk bisa. Bagaimana caranya ia bisa mengandalkan dirinya saat orang-orang sekitarnya tak pernah membangun kepercayaan untuknya. Selalu disupport dalam pendidikan karna yakin ia mampu, tapi lupa akan mentalnya yang telah terkubur pelan.
Ditinggal menikah oleh kakaknya satu per satu. Menyaksikan rumah yang dulunya ramai seketika menjadi sepi. Dia yang risau akan umur orang tua yang terus bertambah, ketika para kakaknya sibuk dengan keluarga kecilnya.
Tapi kini, ia sedang berusaha menjadi dewasa dan mandiri dengan pilihannya sendiri. Tak ingin lagi dikomentari, hanya ingin dilihat bahwa ia juga bisa menjadi.
26/03/22
-yezzywuzzy-
Hello
Cuma mau bilang makasih untuk tahun 2021. Tahun yang lagi-lagi terasa singkat, padat, dan memaksaku untuk kuat. Kukira aku belum bisa jadi yang terbaik ditahun ini, tapi ternyata aku salah. Ada banyak hal yang awalnya aku takuti, justru sekarang terlewati. Terlalu sering memikirkan apa yang belum aku dapatkan, sampai lupa mengapresiasi hal-hal yang seharusnya aku banggakan. Ijazah sudah di tangan, tapi karir masih saja dalam angan. Ditambah masalah jodoh yang belum Tuhan pertemukan.
Namun di sisi lain aku bersyukur, masih dikelilingi keluarga dan teman yang selalu memberi kehangatan dan kebahagiaan. Keluarga yang tidak menaruh beban di pundakku dan juga tidak memaksa jalan hidupku. Teman yang selalu menemani dan mendengar ocehanku yang tiada hentinya disela kesibukan yang mereka jalani.
Aku lupa kapan terakhir bersedih dan menangis. Rasanya damai ketika tak lagi mengkhawatirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan. Selalu percaya bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Ketika satu pintu tak bisa kubuka, pasti akan ada pintu lainnya yang dibuka lebar untukku.
2022, please be nice ya. Ada hal yang harus dan akan dicapai ditahun ini, semangat🖤
1-1-2022