I will not be small. I will not be quiet. I will not make myself easy to swallow. If you must consume me, then choke.
Stranger Things

JVL

oozey mess
No title available
hello vonnie

Kiana Khansmith

No title available

Love Begins

No title available

JBB: An Artblog!
taylor price

Discoholic đȘ©

romaâ
RMH

â
I'd rather be in outer space đž

⣠Chile in a Photography âŁ
Cosimo Galluzzi
sheepfilms
dirt enthusiast

seen from United States

seen from United States
seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Italy
seen from TĂŒrkiye
seen from United States
seen from Finland

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Mexico
seen from Malaysia

seen from TĂŒrkiye
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
@your-typical-readers
I will not be small. I will not be quiet. I will not make myself easy to swallow. If you must consume me, then choke.
Sudikah tuan menjadi bunga tidurku malam ini? Karena semesta sedang bersuka ria menyambut kepergianmu.
Sudikah tuan menjadi bunga tidurku malam ini? Sudah ku genggam sebilah pisau agar saat kau terlelap dapat ku tancapkan langsung.
Sudikah tuan menjadi bunga tidurku malam ini? Agar saat kau memasukinya dapat ku hajar wajahmu dan mungkin... kupatahkan tulang tulangmu.
Sudikah tuan menjadi bunga tidurku malam ini? Aku sudah menyiapkan ruangan kedap suara khusus untukmu,dan ku siapkan pula satu tangki berisi bensin dan satu kotak korek api, aku ingin meniup lilin tanda selamat tinggal.
when you start reading again and it's like oh. oh . the sun actually does still shine.
Lagi baca bukunya Ziggy Zez.... (sori kak susah namanya) yang judul Kita Pergi Hari ini. Aku yang udah reading slump bertahun tahun kayak dipeluk sama buku ini, sekali duduk bisa baca 40 halaman padahal biasanya 10 halaman udah paling banyak. Love u kak
Already went 2 times to psychiatrist and it was wild.
Yang pertama agak kaget di minggu pertama karena tbtb kayak robot (maklum, badan kaget dikasih antri depresan) minggu kedua dah mulai normal lalu minggu ke3 kita kontrol.
PAS KONTROL NI GA BENGONG GARA GARA DINAIKIN DOSIS ATAU ADA DIAGNOSIS BARU, TAPI KAGET GRGR LIAT BILL RUMAH SAKIT YATUHAN, MAHAL KALI.
Seharian cuma bengong sambil kebayang bayang bill rumah sakit. Hari selanjutnya aman sentosa.
Memang mantap obst psikiater, psikolog dah ga mempan di aku anjer, dah di luar nalar.
Have you ever thought about what it feels like?
Minggu itu minggu yang tenang, gaada apa apa bahkan hujan lagi ga turun (pokoknya super cerah) tapi tiba-tiba aku kayak kena samber petir entah dari mana, dia dateng lagi.
Obrolan yang kukira ga bakal berefek apa-apa ke aku ternyata jadi trigger yang luar biasa menggangguku, satu minggu lebih aku gamau keluar kamar. Aku gamau ketemu orang, gamau buka gorden, nangis terus sampe mataku bengkak, gemeteran, sesek nafas, selalu selimutan, tidur bisa 20 jam sehari, ga makan, bahkan bolos kelas.
Beneran kayak isi pikiran aku ngambil kendali seluruh tubuh aku, aku gatau kalau kekuatan pikiran bisa segini besarnya, serem. Mikir buat pergi aja dari sini? Sering, mikir buat ngejauhin semua orang karena kupikir mereka gaada yang peduli sama aku? Sering, sampe orang-orang terdekatku juga kena imbas. Aku jadi super sensian dan gabisa kena senggol, aku pikir kalau mereka ânyenggolâ aku pasti cuma mau ngerusuhin hidup aku, PADAHAL GAADA YANG KAYAK GITU?!?!?! gaada yang mikir kesana, pikiranku udah kadung keruh.
Biasanya ga gini, kalaupun lagi relapse gapernah separah ini. Aku gabisa mikir lurus, gabisa tenang. Tiap ada yang reach out ke aku yang kupikir cuma âpasti kepo doangâ atau kalau temenku sengaja ga ngehubungin aku dulu malah aku mikirnya âpasti dia ga peduli, ngapain juga nyariin akuâ. Waktu itu kacau banget pokoknya, isi pikiranku super negatif yang mana aku sendiri gabisa kontrol.
Beneran deh ya, gimana ya cara nulisnyaâŠpokoknya minggu itu beneran minggu terserem di hidupku. Kepalaku super berisik nyuruh ina inu, aku mau melakukan aktivitas aja kayak keburu cape duluan gara-gara isi pikiranku. Kayak ada yang hidup di kepalaku, takut. Aku ngerasa super insecure dan rendah diri pas minggu itu. Dalam otakku aku adalah manusia yang paling menderita, kesepian, paling jelek, dan paling paling super negatif lainnya. Mikir hal positif? Gabisa, aku udah cape duluan sama isi kepalaku, ga sempet matahin semuanya, energiku abis.
Ya gitu,masih suka relapse tapi masih bisa dikontrol dan lebih tenang sih. Sebenernya kalau ada yang bilang sebaik-baiknya obat adalah waktu, bullshit.
âWaktu ga menyembuhkan apapun, aku cuma dibikin terbiasa aja.â
Sekarang aku lagi reach out ke tenaga profesional, wish me luck. <3
udah senang postingannya di like di instagram. tapi ternyata dia like semua foto yang ada di home-nya. ouyeah kesenangan itu sifatnya semu sekali people.
AHAHAHAHA BENER BANGET, MANA BAPER DULUAN đđ„Č
AKU SELAMA INI KEMANA AJA, enak banget tidur matiin lampu yaa walau aku belum tidur sih. Cuma rasanya tenang banget huhuhu.
Btw lampu tidurku bentuk awan :3
(Ya walaupun td rusak trs harus diganjel sih đ)
Jadi hari ini lagi banyak banget downnya daripada upnya, beneran bingung banget, entah gara gara faktor hormon (aku harusnya bentar lagi menstruasi) atau emamg beneran lagi down aja.
Mental breakdown yang pertama tadi siang, gara gara keinget ortu yang belakangan lagi suka ribut and i always be the "mediator" and also the "tempat curhat" for both of them and it make me fed up, cape banget dengernya.
The 2nd one sih barusan, jadi long story short gue emang lagi take a break from instagram bcs suatu alasan. Terus berasa kosong banget sekarang soalnya gua suka interaktif gitu di ig kan kayak nanya nanya atau share sesuatu di sana, terus jadinya karena ngerasa kosong gua suka bolak balik wa, tiktok, sama twt dan lama lama bosen. Trs gua sebel banget liat wa gua kayak kosong banget kek is there no one wants to ask how I'm doing? Yaa agak gimana gitu sih sebenernya, cuma kalo dipikir jahat tuh kayak gini, gua sering banget loh nanya kabar kalian, ini beneran gaada yang mau nanya kabar gua ni? Gitu. Ya sebenernya gaboleh berharap sama manusia atau pun "minta imbalan" gitu kan, cuma sedih banget rasanya.
Akhirnya tadi gua reach out temen gua, kek gini
:(
Now i feel loved, thank u
senyum manis laksana jajanan SD
Gadis dengan rambut sebahu itu mengerjapkan matanya berkali kali, tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya. tak mungkin, ia bilang kepadaku akan pergi jauh. coklat panasnya sudah mulai dingin, namun ia tak peduli; hatinya panas sekarang. Pandangannya tak lepas dari sosok yang sampai saat ini masih memenuhi relung hatinya.
Kata-kata itu terdengar lagi, semua kejadian muncul di kepalanya bak sedang menertawakannya yang tak kunjung juga bisa beralih dari masa lalu, sialan. Bagaimana awal mereka bertemu, bagaimana senyumnya terbit dari wajah manis itu, sampai bagaimana cara ia menatap. Ia masih ingat semua, bahkan sampai hal terkecil, seperti harum parfumnya, sepatu kesukaannya, kebiasaannya sehari-hari sampai hobinya beberapa bulan kebelakang.
Anggaplah ia gila, musyrik ( karena lebih percaya lelaki itu) atau bahkan apapun itu. saat itu sangat indah, siapapun akan setuju dengan ucapannya jika melihat langsung. seorang wanita yang selalu memakai tas ransel kecil menghabiskan waktunya dengan pria yang memiliki mata teduh. sumpah demi jingganya matahari sore, aku seperti tenggelam dalam matanya.
Lalu senyumnya, kelewat indah sampai ku pikir pelangi akan cemburu melihatnya. Sialnya ia jarang tersenyum, OH! aku beberapa kali berhasil menerbitkan sabit itu dari wajahnya. Aduhai, bahkan jajanan permen di depan SD-pun akan minder melihatnya. Katanya ia tak suka tersenyum, tak cocok dengan wajahnya lagi pula wajah dinginnya tak cocok jika disandingkan dengan senyuman manis itu. Aku mengangguk setuju saja saat ia bilang begitu, padahal hatiku mengutuknya habis habisan, bagaimana bisa ia membenci senyum itu? jika aku jadi dirinya akan kusuguhkan seluruh dunia senyum itu tiap harinya.
Langkahnya yang panjang panjang itu takkan menyulitkanku, toh tinggiku tak jauh darinya walau usia kami tertaut 3 tahun. Dia juga pernah bilang kepadaku kalau ia malu jika tak memakai topi, katanya rambutnya kelewat halus jadi jika tidak pakai penutup kepala ia akan terlihat seperti profesor rambut tipis yang rambutnya belah tengah, aku tertawa saja mendengarnya; pura pura setuju karena menurutku apapun yang ia pakai takkan mengubah cara pandangku kepadanya ya kecuali jika tiba tiba dia memakai koteka sih.
brak âeh, Nara ya? apakabar?â
Aku tersadar dari lamunan dan segera di hadapkan dengan kenyataan bahwa yang ada di depan ku adalah...
âHalo Ra?â ujarnya sambil memperhatikanku,
âeh iya, kak Raka ya?â ucapku hati hati.
âEh iya bener ternyata Nara, hai apakabar Ra?â
âKabarku baik kok, kakak sendiri gimana?â belum selesai aku bertanya lelaki yang dipanggil Raka ini membelakangiku, seperti memanggil seseorang,
âNah Ra, ini Nadine, pacarku.â
âE-eh iya, hai kak, namaku Naraâ ucapku satu paket dengan senyum simpul,
âHai Nara, aku Nadineâ jawabnya
setelah basa-basi singkat ia dan kekasihnya meninggalkanku dengan coklat panasku,
âSenyumnya masih semanis jajanan SD yaâ ujarku pelan.
Non-cutesy self-care tips
Have you been eating well? If not, eat a piece of fruit or a handful of nuts. You need vitamins and protein.
Youâre probably not drinking enough water.
When is the last time you showered? Take a cold shower to wake you up or a hot shower if you need to relax.
Do the laundry thatâs been piling up. Youâve been wearing that sweatshirt for too long.
Take care of the dishes in the sink that have been there for three days and have started to stress you out.
Did you brush your teeth this morning? How about your hair?
Listen to the messages on your phone that have been there for days.
Go outside for at least a couple of minutes. You donât even have to do anything; just sit down. Breathe in the fresh air and get some vitamin D.
Open your blinds. Your room is too dark and itâs probably making you tired.
Spend some time with your pet. Pet them, feed them, take them for a walk or clean out their litter box. Caring for them will make you feel useful and responsible and give you something to do.
The self-care posts that tell you to take a bath and eat chocolate and read a book are good but do what needs to be done first. Eating chocolate when you havenât showered in four days and you canât remember when the last time you changed your underwear was wonât make you feel better. It will probably make you feel worse. Clean yourself up; clean your surroundings up. Then take care of the little things. Tackle life one thing at a time.
Hari ini kepalaku penuh banget, mau pecah.
Aku gatau mau cerita ke siapa.
Singkat cerita aku mau ngasih clue ke temen temen instagram soal keadaanku, tapi gaada yang notice
Wkwkwk salahku juga sih naronya kayak gini, siapa yang bakal nyadar coba ckckck
(Aku naro clue disetiap kata pertama di setiap baris)
đđ
ih YaAllah, pengen kaya raya.
Mahmoud Darwish bilang: "Saya pikir puisi bisa mengubah segalanya, bisa mengubah sejarah, dan bisa memanusiakan. Tetapi sekarang saya berpikir puisi itu hanya mengubah penyair".
Ya, menjadi seniman memang cendrung seperti itu. Kadang saya berpikir, entah penulis itu lah yang sedang berkarya, atau karyanya itu lah yang sedang menulisnya. Tapi bila dia yang menulis, apa yang ditulisnya sebenarnya, karya kebohongan kah?
Jadi lebih baik menjadi orang biasa saja, menjadi sesuatu yang disebut "seseorang yang menulis" saja, tanpa perlu embel-embel penyair, cerpenis, seniman, atau apapun penamaannya. Kejujuran jauh lebih penting daripada keindahan. Kejujuran jauh lebih mulia daripada skill menyair.
Penyair atau seniman itu adalah sampah selama dia tidak menulis kejujuran. Setinggi dan selegend apapun.
Agree
Kami Menganalisis Sastra
Apakah hal pertama yang teman-teman bayangkan ketika mendengar jurusan sastra Indonesia? Keren? XD Haha. Tidak sedikit yang menaikkan alis lalu bertanya, âLulusannya mau jadi apa, tuh? Penyair? Pengarang?â :D Wahai kamu, kuliah di jurusan sastra Indonesia tidaklah mendidik kita menjadi seorang pengarang semata tetapi menjadi ahli di bidangnya. Kitalah calon ahli sastra dan ahli bahasa. Aamiin.
Nah, saya mau berbagi pengalaman selama menjadi mahasiswi sastra Indonesia di Universitas Indonesia. Awalnya, saya bermimpi menjadi seorang N.H. Dini, namun kini berubah haluan dan ingin menjadi Harimurti Kridalaksana versi wanita, hehe. Ya, gambaran pertamaku tentang sastra Indonesia adalah belajar berpuisi, menulis cerpen, main drama, mendalami EYD, dst. Ternyata ⊠ha! Tidak sesederhana itu. Sastra Indonesia UI terbagi atas tiga peminatan, yakni linguistik, sastra, dan filologi.
 Peminatan Sastra Indonesia (di Universitas Indonesia)
Linguistik itu mata kuliah (matkul) yang berhubungan dengan bahasa. Kamu bakal belajar bagaimana bunyi itu dihasilkan, proses pembentukan kata hingga kalimat, bahasa isyarat, bahasa-bahasa di Indonesia, analisis wacana, semantik, dialektologi, leksikografi, sosiolinguistik, penyuntingan, dan lain-lain. Belajar linguistik itu penuh tantangan dan seru. Oya, ada kutipan perkataan dosen yang membuat saya bangga mempelajari linguistik, âBahasa itu ilmu yang luas. Setiap cabang ilmu membutuhkan bahasa sebagai perantara penyampaiannya, kan? Maka untuk itulah kita ada.â Cihuy!
Bayangan saya tentang mata kuliah sastra ternyata cukup jauh dari kenyataan. Kami memang mempelajari prosa, drama, dan puisi, tetapi tidak berarti belajar menulis puisi dan cerpen yang baik. Lebih jauh dari itu, kami menganalisis mereka! Seru banget! ^^ Matkul sastra lainnya, ada sastra anak, sastra gender, perkembangan sastra, penulisan kreatif, kritik sastra, sastra bandingan, dan lainnya. Sastra membuat saya lebih peka dan lebih kritis.
Mari melangkah ke peminatan selanjutnya, filologi. Filologi ini termasuk sastra klasik. Kalian tahu huruf Jawi? Itu lho, huruf Arab tetapi dibaca secara Melayu. Membahas naskah-naskah kuno, nih. Matkulnya ada kemahiran membaca naskah klasik, kita bakal berlatih membaca naskah kuno contohnya Hang Tuah dan selanjutnya dianalisis di matkul pengkajian naskah klasik, tradisi sastra nusantara, sastra melayu tionghoa, bahasa melayu klasik, sastra wayang, sastra lisan, sastra sejarah, dan lain-lain.
Bagaimana? Seru-seru, kan, mata kuliah di jurusan sastra Indonesia? Dijamin, pengetahuanmu tentang sastra dan bahasa akan lebih kaya dari sebelumnya (tentu saja), hehe. ^^
 Lulusan Sastra Indonesia
Ke mana kita mesti melangkah setelah menjadi sarjana humaniora (S.Hum.)? Ya, tergantung kamu. Kamu mau jadi apa? Berkuliah lagi dan menjadi dosen? Menjadi pengajar bahasa Indonesia di luar negeri? Menjadi linguis? Menjadi peneliti? Menjadi editor atau penyelaras bahasa? Bekerja di Badan Bahasa? Bekerja di Perpustakaan Nasional agar lebih akrab dengan naskah kuno? Atau menjadi pengarang seperti cita-citamu semula? Semuanya asyik dan bisa kamu lakukan. Intinya sih, para dosen mendidik kita agar menjadi ahli sastra dan ahli bahasa. Profesi apa pun yang ingin kamu tekuni kemudian, itu kembali pada pilihan masing-masing. Berkuliah di jurusan sastra Indonesia tidaklah seremeh yang masyarakat kira, kok. Jangan ragu menimba ilmu di sini. Ayo masuk sastra Indonesia! ;)
 (*)
 Nadia Almira Sagitta | @Nadia_skinny
 Sastra Indonesia 2012, UI
â
Baca dan reblog cerita dari jurusan lainnya disini ya :)
Entah, lama lama cape juga. Selalu diteror sama kata-kata "eh nin, gua mau cerita" dan bodohnya gua selalu mau dengerin dengan seksama.
Tapi gimana kalo ceritanya dibalik, lu lagi sibuk dengan kehidupanlu terus gua chat "eh, mau cerita dong" pasti dibiarin kan? Di 'entar-entar'in kan?
Gua selalu mikir kalo gua selalu harus ada setiap orang lain butuh dan ternyata hal kayak gitu ga banget, gua selalu mikir gua harus jadi yang pertama jadi orang yang ngerespon cerita mereka.
Tapi ternyata salah besar. Gua baru sadar kalo hidup gua lebih dari sekedar 'nyenengin' orang lain, kehidupan gua cukup menyenangkan kok. Gua punya banyak hobi yang menyenangkan dan keluarga yang (lumayan) harmonis.
Tapi masalahnya bukan itu. Gua juga butuh gelas lain buat nuangin air dari kelas gua, udah kepenuhan. Semuanya gabisa gua aja yang handle, manusia punya batas juga ternyata. Gua pikir gua mampu nanganin semua sendiri, ternyata salah total. Sekaramg gua udah kacau balau.
Kerjaan nangis mulu udah kayak bayi laper, overthink udah jadi sahabat gua. Cape banget dan bawaannya mau tidur terus.
:(
Kita hanyalah akhir yang berharap hampir.
Hanyalah sebuah kebetulan yang berharap disatukan.
Hanya dua buah takdir yang berharap dapat mampir.
Jika semesta tiba-tiba mempertemukan kita, itu semua pasti hanya akal-akalaannya saja. Kau tidak tahu kan semesta isengnya kelewat wajar?
Jika takdir tiba tiba mempertemukan kita kembali, aku harap tak tumbuh lagi rasa yang dahulu pernah ku paksa cabut. Semoga saja jabat tangan tanda pertemanan kita tak berubah menjadi pelukan kerinduan, karena ku tahu...semesta tak pernah sudi kita bersama.