Serasa ada yang tak beres, tapi juga tidak mudah untuk menceritakannya kepada siapa pun.
sheepfilms

No title available
Sade Olutola
🪼
AnasAbdin
DEAR READER

JVL
hello vonnie
wallacepolsom
Game of Thrones Daily
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
Stranger Things
d e v o n
$LAYYYTER
TVSTRANGERTHINGS
NASA
Three Goblin Art
i don't do bad sauce passes

pixel skylines

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Maldives

seen from Mexico

seen from United States

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Mexico
seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Iceland
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Malaysia
@yusdevitasari
Serasa ada yang tak beres, tapi juga tidak mudah untuk menceritakannya kepada siapa pun.
Ternyata benar, setiap kita punya cara untuk memeluk diri masing-masing.
Kunci membangun rumah tangga yang harmonis kata ibu, adalah kejujuran.
Itu berarti perlu dibangun, harmonis engga terjadi begitu aja. Perlu dua orang yang sama-sama percaya untuk berbagi satu sama lain.
Ibu pernah bilang "kalau mau rumahmu selalu hangat, pulanglah dengan jujur."
Aku rasa ibu ada benarnya. Kejujuran membawa begitu banyak ketenangan. Ia memang tidak terlihat atau tersentuh, tetapi bisa dirasakan.
Rumah tangga yang jujur itu hangat, nyaman untuk ditinggali. Rumah tangga yang jujur, saling menghargai satu sama lain.
Ibarat sebuah pintu rumah, setiap pasangan pegang kunci yang sama untuk membukanya. Dan kunci itu bernama kepercayaan.
Ketika salah satu kepercayaannya itu rusak, maka hilang juga seluruh ketenangannya.
Jadi, jujur itu tempatnya di hati. Seseorang yang hatinya terbiasa bersikap jujur, ia begitu luas untuk menerima.
Mau pulang capek, mau pulang gagal, mau pulang dengan kalah pun. Setiap hati punya ruang tersendiri untuk mendengarkan.
Kalau mau tenang, pulangkan setiap ceritamu ke rumah.
Di rumah, ada orang-orang yang menunggu kepulanganmu. Mereka yang mencintaimu dengan tulus, dengan segala cerita dan keluhkesahmu.
Bukan orang lain, bukan siapapun, bukan di manapun.
Pulanglah dengan jujur, karena semua ketenangan itu kuncinya ada di kamu.
Selamat bersantap sahur
—ibnufir
Kurasa, asing lebih aku suka daripada sapa yang mengandung banyak variabelnya.
Apa maksudnya?
Iya, variabel. Aku sangat malas ketika harus mencari-cari rumus untuk memecahkan variabel itu. Mengapa kamu begini, mengapa kamu begitu. Mengapa kamu bersikap manis, mengapa kamu terlihat tak peduli. Mengapa kamu singgah, dan mengapa selalu pergi ketempat yang tak pernah kuketahui.
Jujur, aku amat tak suka jika kepalaku dipenuhi riuh pertanyaan. Rasanya menyesakkan saat harus menerka-nerka, sebentar merasa aman, sebentar kemudian merasa tak tenang. Sebentar merasa kau menyukaiku, dan sebentar aku merasa kau hanya membutuhkan aku.
Aku lebih suka asing. Karena dengan asing, aku hanya memiliki satu langkah, yaitu berbalik arah.
Sebab jika kau menyapa, aku memiliki beberapa langkah yang terkadang aku sulit dan merasa kelelahan untuk melewatinya.
Terkadang aku merasa sadar diri dan harus pergi karena kau yang seringkali tiba-tiba menghilang tanpa pesan, tak memintaku untuk menunggumu, seolah kau tak perlu lagi aku. Dan dititik ini lah aku berusaha mencari jalan pulang setelah jauh melangkah ke jalan yang menujumu.
Terkadang aku merasa bahagia membuncah karena kau yang tiba-tiba meminta waktuku untuk bersamamu, seolah yang kau tatap hanya aku. Dan ya, dititik ini aku selalu mencari cara agar kembali ke jalanmu lagi setelah hampir sampai pada kepulanganku. Sikapmu yang manis seolah meyakinkanku bahwa kau akan menetap, tapi lagi-lagi kau mengulang kepergian.
Kau mengertikan? Aku lebih suka asing. Agar aku tak perlu repot pulang dan pergi ke jalan yang itu-itu lagi. Jadi tolong jangan menyapa. Jika kita tak sengaja harus berpapasan, usahakanlah, anggap saja kau tak melihat aku. Bukankah dulu pun kita begitu?
Asing yang menenangkan.
Tahu nggak kenapa dikasih sedih? Kenapa dikasih luka? Kenapa dikasih yang nggak enak? Karena kalau enak terus nanti nggak belajar. Belajar apa? Menerima. Karena selalu ada hal baik diantara hal-hal tidak baik dalam hidupmu.
Tadi aku habis baca buku, disana tertulis
"Bahkan saat ramalan cuaca mengatakan akan turun hujan seharian, tetap akan ada waktu ketika, jika diamati dengan saksama, KITA BISA MELIHAT HUJAN BERHENTI TURUN.
Walaupun kita didera penyakit dan kesakitan, jika diamati dengan saksama, KITA BISA MELIHAT ADA SAAT-SAAT TANPA RASA SAKIT ITU.
Tapi jika kita berkata kepada diri sendiri, "Aku sakit", atau, "Akan turun hujan seharian," KITA AKAN MERASA HUJAN ATAU RASA SAKIT ITU TIDAK PERNAH BERHENTI.
Sama halnya disaat kita merasa sedih. Nggak mungkin satu hari itu penuh dengan kesedihan kan, pasti ada hal yang membuat tertawa, walaupun cuma sesaat. Kadang hari ini sedih, besoknya sudah nggak apa-apa.
Happiness is a choice. Tapi memperlihatkan kalau kamu tidak baik-baik saja itu juga nggak apa-apa.
Because you are only human...
Best Version of Our Self
"Don't low your standard just because you want to fit with somebody".
Seringkali, seseorang rela menurunkan standarnya hanya untuk bisa diterima oleh orang lain atau oleh sekelompok orang. Saya sadar bahwa tak ada satu pun manusia di dunia ini yang tak ingin diterima kehadirannya. Semua pasti ingin diterima, dihargai dan diakui minimal keberadaannya.
Tetapi, tidak semuanya beruntung menemukan partner atau lingkungan sosial yang kondusif bagi pengembangan dirinya sejak awal. Karena itulah, kita senantiasa mencari dan mencari. Hingga akhirnya menemukan, atau ditemukan.
Untuk urusan pasangan hidup, ingin rasanya ikut menyampaikan; "nilai dan timbanglah segala sesuatunya secara teliti", sesuai nasehat Bapak. Jangan tergesa, atau terampas hatinya sejak awal. Dalam ikhtiar 'memilih & menentukan', posisikanlah logikamu di atas perasaan.
Karena kehidupanmu yang tersisa kini sebelum masuk ke fase berikutnya akan ditentukan sebagian besarnya oleh variable pasangan hidup.
Apakah ibadahmu akan semakin membaik dan meningkat setelah bersamanya? Gunakan pertimbangan implementasi ajaran agama sebagai yang utama. Apakah kamu yakin bisa menjalankan berbagai peran dengan baik setelah menikah dengannya?
Karena menjadi wanita itu tidak mudah, karena kita tak hanya akan menjadi seorang istri saja. Melainkan turut menjalankan peran sebagai ibu, sebagai anak, sebagai menantu, sebagai bagian dari masyarakat, dan sebagai da'i.
Apa kamu yakin ia mampu menjadi support system-mu, dan tak melupakan mimpi²mu serta keinginanmu untuk bisa mengaktualisasikan diri di ranah yang kamu punya minat serta potensi di sana? Apa ia akan mendukungmu? Apa ia mampu memahami karaktermu dan mau terus belajar bersamamu?
Ok, too much question memang untuk diawal.
Saya meyakini, bahwa orang yang tepat untuk kita, justru akan membawa serta membuat kita memunculkan VERSI TERBAIK DARI DIRI KITA SENDIRI, bukan malah membuat kita melemah dan hilang arah.
Untuk urusan lingkungan sosial pun demikian sebenarnya. Cari dan pilih teman² yang bisa meningkatkan kualitas dirimu, bukan yang kamu perlu menyesuaikan diri dengan 'menurunkan atau merendahkan' standar, nilai ataupun prinsipmu ketika bersama mereka. 🌵
Bandung, 8 Oktober 2020 | ba'da Maghrib.
Reminder.
Bismillah.. Dengan segala kerendahan hati, semoga hati yang lapang mampu memaafkan segala khilaf atas diri 🙏 Taqabalallahu minna waminkum 🤗 - Keluarga besar Bunyamin & (almh) Yayah 👴👵 - https://www.instagram.com/p/CAkLh6bnSy2/?igshid=1991gbuc0zbuv
Bismillah.. Teruntuk; Ramadhanku yang tak seperti sedia kala. Meski kedatanganmu disambut dengan keadaan yang berbeda, kami selqlu menerima dengan lapang dada. Lantas, mau bagaimana? Semuanya untuk kebaikan kita, bukan? Illahi Rabbi, terima kasih telah mengizinkan kami beribadah sampai hari ini. Walau banyak masjid dikunci, sholat jum'at diganti dan dianjurkan di rumah untuk isolasi mandiri dan bermuhasabah diri. Namun, (semoga) semakin banyak juga dermawan yang tulus berbagi. Bukan untuk menyaingi, tapi membersihkan segumpal daging yang ada di sini; hati. 📝 Barru, 09 Mei 2020 📸 Barru, 20 Agustus 2019 #tantanganramadhanPL01 #15HariTantanganRamadhanPL #15HTRPL #PejuangLiterasi #HessaKartika https://www.instagram.com/p/B_-DAPUp6oh/?igshid=7xn5gjynqsty
Kalau suatu hari cerminku sedang tidak bening, mohon lakukan satu hal. Kamu tak perlu susah-susah apalagi ikut resah. Kemarilah, kuberi tahu sesuatu.
Mohon bantu menyeka baik-baik. Nasehatilah aku dengan cara-cara yang memungkinkan aku mudah untuk menerimanya.
Karena saat aku kalut, aku mungkin tak akan begitu fokus pada kontennya, tapi bagaimana caramu berbicara denganku—caramu menanggapiku, caramu memberi tahuku.
Akan lebih mudah bagiku untuk bangkit jika kamu pelan-pelan dan penuh perhatian. Aku akan sangat terbantu jika begitu. Bukan dengan kata yang menghujam, apalagi menyerang dengan hal-hal yang pernah kusampaikan dahulu padamu ketika aku baik-baik saja.
Semisal, "dulu kamu bilang A, kok sekarang perilakumu tidak sesuai dengan A? Kamu pernah menasehatiku dengan B, kok sekarang kamu tidak melaksanakan apa yang kamu sampaikan?" Sungguh, ini sebuah hal yang benar namun keliru penempatan.
Terasa makin menekan, :") itu membuat siapapun menjadi tidak nyaman. Bagaimana pun hey!—AKU MANUSIA. Aku tak pernah setara dengan malaikat. Dan naudzubillah jika disamakan dengan perilaku syaitan. Sesekali bisa khilaf, bisa lupa, bisa jatuh, bisa sedih, bisa kecewa, bisa marah, bisa nangis, bisa menunjukkan kecenderungan emosi negatif lainnya.
Memang, PR besar. Untuk selalu menjalankan apa yang pernah diucapkan. Selaras, seiring, terintegrasi. Semoga kamu mau memahami ini sekali lagi, aku sedang tidak mencari pembenaran. Jangan pernah lupa, kita ini manusia. Kita terus bergerak, bertumbuh di dalam dunia yang dinamis ini.
Kalau boleh sedikit memohon lagi, 'tolong maklumi aku, kali iniiii saja'. Aku sedang kalut. Lebih baik kamu tanya aku kenapa daripada memberi tahu apa yang harus aku lakukan.
Mendengarkan terlebih dahulu selalu lebih baik dan lebih beruntung bukan? Karena kita bisa memahami sebuah cerita dengan utuh. Tanpa asumsi apalagi penghakiman.
Jadi, tolong ya.
Nanti, bantu aku untuk keluar dari situasi mencekik yang seperti apapun. Bantu aku menyeka noda dipermukaan cermin agar ia kembali bening. Agar jelas memantulkan segala baik-buruk diri, lebih dan cacatnya diri. Dan aku bisa kembali baik-baik saja. Kembali bergerak dan menguatkan siapapun yang membutuhkan.
Bandung, 11 Maret 2020
• Maka sekali lagi ku katakan; menangislah.. Tumpahkan saja semua hal yang menyesakkan dada, jangan sampai ada tersisa. . . Sekuat apapun hatimu menyimpan, tetap saja ia butuh jalan untuk melampiaskan kesesakan. . . Bukankah yang paling tau sabar dan kuatmu adalah dirimu sendiri? . . #BeStrong #YouAreNotAlone 📃 Mks, 070118
• Perahuku berlayar Layarku diterjang badai Satu-satunya hal yang membuatku bertahan adalah "keyakinan" untuk sampai ditujuan; pelabuhan . . Tak apa aku diabaikan Tak apa aku kelelahan Nyatanya; hidup tetap akan terus berjalan Meski sampai titik darah penghabisan . . Waktuku nyaris tenggat Tidurku selalu tak nyenyak Ah, kuat-kuat! Terlalu monoton jika hanya diam di tempat Makassar, 29 Agustus 2017 #takberjudul #H-3 (at Jl. Paccerakkang - Daya)
Rangkul orangnya, jauhi perbuatannya. Happy HANI's day! . . Let's say no to drugs! (at Permata Hijau Permai)
Maka, adakah yang lebih baik mengurus hidup seorang hamba daripada Penciptanya sendiri? . . Yakin dan percayalah, serahkan semua kepadaNya.. -Ust Tengku Hanan Attaki- (at Jl. Paccerakkang - Daya)
Keep down to earth, nak! (at Jl. Paccerakkang - Daya)
Intinya; tau sesuatu itu bukan hanya sekedar melihat, melainkan juga mendengar 🙏 . . From our first experience be a speaker 🙌😘 Thanks @maestroumi to give us the chance 😄😁 #PraktekPKG #latepost (at RADIO Pendidikan Maestro GATE 107,5 Fm)
Ketika hari terakhir MIWF terasa seperti hari silaturahminya orang Barru, meski ada yg tidak termasuk #eh 😅 Baik pertemuan yg dijanjikan ataupun yang sudah ditakdirkan, bersyukurlah; alhamdulillah 😊 . . Baik-baik terus yaa! Semoga hasil perbincangan dalam bundaran segera menemukan "waktu yang tepat" untuk diwujudkan. Aamiin 😊😃 . . Barakallahu fiik.. #OrangBarru #BarruKeren #thelastday #MIWF2017 (at Fort Rotterdam)
Ketika bahagia rasa haru dan haru rasa bahagia, seolah semua rasa sudah lengkap terasa. Bukankah foto ini sudah cukup menjadi bagiannya? Karena cerita, biar tersimpan rapi di hati dan memory kita. Terima kasih sudah membersamai, tetaplah menghebat meski sudah beralih tempat. Saranghae 😘💞 . . . . Demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Makassar periode 2016/2017 Kabinet SETIA. #BEMPKM #SemangatEmpatiAksi (at BEM Poltekkes Kemenkes Makassar)