tanpaNya, tiada
Mampu apa, kalau tidak dimampukan oleh-Nya? Kepada siapa, kalau bukan kepada-Nya? Hendak kemana, kalau bukan menuju-Nya? Untuk siapa, kalau bukan untuk-Nya? Bagaimana lagi, kalau bukan berdasarkan cara-Nya?
todays bird
hello vonnie
Cookie Run:Kingdom Official!

Origami Around
Sweet Seals For You, Always
Interview Vampire Daily

PR's Tumblrdome

#extradirty
Today's Document

izzy's playlists!

oozey mess
macklin celebrini has autism

No title available
𩵠avery cochrane š©µ
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Noah Kahan

Product Placement
almost home

bliss lane

ellievsbear

seen from Russia
seen from France
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Pakistan
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from Nepal

seen from Malaysia
seen from Croatia
seen from United Kingdom
seen from Ecuador
seen from Pakistan

seen from Sweden

seen from United Kingdom

seen from Venezuela
seen from United States

seen from Spain

seen from Saudi Arabia
@zenithdannadir
tanpaNya, tiada
Mampu apa, kalau tidak dimampukan oleh-Nya? Kepada siapa, kalau bukan kepada-Nya? Hendak kemana, kalau bukan menuju-Nya? Untuk siapa, kalau bukan untuk-Nya? Bagaimana lagi, kalau bukan berdasarkan cara-Nya?
Si TAMPAN dan Si GAGAH
Si TAMPAN dan Si GAGAH Salim A. Fillah āSurat Yusuf dibuka Allah dengan kalimat, āNahnu Naqushshu 'Alaika Ahsanal Qashashā, Kami ceritakan padamu sebaik-baik kisahā, tutur Brother Nouman Ali Khan di hadapan Syaikh Fahd Salim Al Kandary. āDan bukankah di dalam Al Quran ada Surat Al Qashash? Maka apakah hubungan di antara keduanya?ā Ya.
Surat Yusuf mengisahkan seorang anak yang dibuang ke dalam sumur. Surat Al Qashash menceritakan seorang bayi yang dilarung ke dalam Sungai Nil. Surat Yusuf menyebutkan sebab dibuangnya adalah bisik-bisik syaithan kepada sekelompok saudara sang bocah yang diamuk dengki. Surat Al Qashash mempersaksikan bahwa si mungil itu dibuang atas bimbingan wahyu Allah. Surat Yusuf mengisahkan bahwa para kakak lelaki adalah sebab perpisahan dengan orangtua. Surat Al Qashash menceritakan bahwa kakak perempuan adalah sebab pertemuan kembali sang bayi dengan si ibu yang kan menyusui. Surat Yusuf fokus menggambarkan sang Ayah; sedihnya, tangisnya, aduannya kepada Allah, bahkan sejak sang bocah mengisahkan mimpi yang dia tahu akan menyebabkan masalah jika didengar anak-anaknya yang lain. Surat Al Qashash konsentrasi melukiskan Sang Ibu; dukanya, galaunya, doanya; sejak dia melahirkan di suasana adanya Raja yang membunuh bayi-bayi, juga karena mimpi. Di Surat Yusuf kita bertanya, āDi mana ibunya?ā, dan di Surat Al Qashash kita bertanya, āDi mana ayahnya?ā Seakan keduanya bergabung memberi pelajaran berpasangan pada para ayah dan para ibu. Dalam Surat Yusuf, perpisahan dengan ayah akan berlangsung bertahun-tahun lamanya. Dalam Surat Al Qashash perpisahan dengan sang ibu hanya akan terjadi beberapa saat saja. Dalam Surat Yusuf, yang menemukan si bocah di pasar budak adalah seorang Pria Bangsawan, Al 'Aziz. Dalam Surat Al Qashash yang menemukan si bayi adalah Sang Permaisuri, Imra'atu Fir'aun. Kedua penemu, baik di Surat Yusuf maupun Surat Al Qashash sama-sama berkata, ā'Asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu walada⦠Boleh jadi dia akan bermanfaat bagi kita, atau kita ambil saja dia sebagai anak.ā Yusuf menjadi manfaat dengan dijadikan budak. Musa menjadi Pangeran dengan dijadikan anak. Kedua anak itu akhirnya tumbuh dewasa, dan keduanya diuji oleh Allah. Yusuf diuji di dalam istana tuannya, dengan ujian nafsu syahwat. Musa diuji di luar istana ayah angkatnya, dengan nafsu amarah. Yusuf tidak bersalah dalam peristiwa yang menimpanya, sedang Musa dalam Surat Al Qashash bersalah hingga membunuh dalam kejadian yang dialaminya. Keduanya punya saksi. Saksinya Yusuf meringankannya dengan menunjuk baju yang sobek di belakang. Saksinya Musa justru menariknya untuk khilaf nyaris kedua kalinya. Tapi akhirnya Yusuf yang tak bersalah justru masuk penjara, sementara Musa yang bersalah lolos melarikan diri ke Madyan. Kisah Yusuf bermula di luar Mesir, dan berakhir di Mesir. Kisah Musa bermula di Mesir, dan berakhir di luar Mesir. Masyaallah. Saya tulis tadabbur menakjubkan ini dalam bahasa bebas dengan penambahan dengan pengurangan, dengan ketakjuban Syaikh Fahd Al Kandary yang telah menghafal Al Quran sejak usia 15 tahun. Tabaarakarrahman, aktsarallaahu amtsalak ya Ustadz Nouman Ali Khan. Dari kaitan kisah Si Tampan Yusuf dan Si Gagah Musa, tiadakah kita tergerak untuk kian menyimak kisah dan perumpamaan dari Kitab yang menakjubkan? Sumber: https://www.instagram.com/p/BTQrO6TlCl9/ Sumber video yang ditonton ustadz Salim A. Fillah:Ā
masyaaAllah
Alhamdulillah hari ini
Alhamdulillah hari ini bangun pagi,
Alhamdulillah terlahir muslim,
Alhamdulillah masih bisa bernafas,
Alhamdulillah udara bogor bersih,
Alhamdulillah hari ini bisa makan 3 kali,
Alhamdulillah tadi sholat berjamaah
Alhamdulillah hari ini tidak sakit, tidak terluka lahir batin,
Alhamdulillah ayah dan ibu sehat,
Alhamdulillah dosen masuk dan memberi materi dengan baik,
Alhamdulillah diberi pemahaman,
Alhamdulillah praktikum lancar,
Alhamdulillah punya teman-teman yang bisa menegur diri ini,
Alhamdulillah nilai kuis alhamdulillah
Alhamdulillah Allah bersamaku,Ā
Alhamdulillah Allah bersama kita
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah
Alhamdulillah atas segalanya
Rinduku
Pada suatu masa, aku bertanya pada diriku..
Tak rindukah kau pada dirimu, yang bersegera ketika diseru di lima waktuNya?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang meminta penuh harap di sepertiga malamNya?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang rajin tilawah dan mengaji kitabNya?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang rajin membaca dan mengaji alam ciptaanNya?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang tanpa bimbang ragu melakukan kebaikan?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang berprasangka baik terhadap hal-hal di luar kuasamu?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang tiga kali seminggu menghubungi ayah-ibumu meminta restu dan doa mereka atau sekadar bertanya kabar?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang melewatkan waktu-waktu jeda dengan manfaat?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang gembira berkebaikan?
Tak rindukah kau pada dirimu, yang meluangkan waktu untuk mendekatiNya, bukan mendekatiNya di waktu luang?
Tak rindukah.. aku?
Bogor, 18 April 2017
yang dirundung rindu.
Cerita tentangmu tak pernah bisa tuntas kutuliskan, Ayah.
JANGAN DIPERMAINKAN
ākemaren, dia datang ke rumahku, ngobrol sama ayahkuā ālalu bagaimana?ā āaku tolak saja dulu, aku ingin liat, apakah setelah ditolak, dia akan kembali memperjuangkan aku atau tidak.ā
ā
Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan cerita tersebut. Cerita tentang seorang wanita yang mencoba melihat kegigihan pria dengan cara menolaknya terlebih dahulu. Lantas, muncul pertanyaan saya,
āBagaimana jika ternyata sang laki-laki tak kembali, padahal ia sudah memberanikan diri?ā
Tentu, seorang wanita perlu melihat perjuangan seorang pria dalam memerjuangkan pernikahannya. Bukankah begitu bahagianya ketika kita tahu, bahwa ada seseorang yang memerjuangkan kita?
Namun terkadang, kita harus berhati-hati, berpura-pura menolak seorang pria yang datang, bisa juga menjadi sebuah hal yang kurang tepat untuk menguji kegigihannya.
Bagaimana jika akhirnya, karena pria ini ditolak, dia malah berpikir
āapa mungkin karena ibadahku masih kurang?ā
Akhirnya dia berjuang habis-habisan untuk menikah dengan sang wanita. Memperbaiki salatnya demi wanita, memperbaiki dzikirnya demi wanita, memperbanyak sedekah demi wanita, memperbaiki ibadahnya demi mendapatkan cinta wanita.
Kelak, pria seperti ini, akan jauh dari ibadahnya setelah mendapatkan cinta sang wanita. Karena, tujuan menikahnya, adalah untuk seseorang. Dia sudah mendapatkan apa yang diinginkan, lantas kenapa masih harus beribadah?
Sedang, bagi sebagian laki-laki, ketika dia ditolak, dia berfikir
āMungkin tuhan ingin aku belajar menjadi lebih baik lagiā.
Karena, mereka telah berdoa di malam mereka.
Ya tuhan, jika ini baik untukku, maka permudah. Jika tak baik untukku, maka persulit.
Dan ketika sang wanita mempersulit dengan cara berpura-pura menolak, sang pria tau, bahwa pilihan ini buruk menurut Sang Pencipta.
Maka dia pergi, meninggalkan sang wanita, tanpa pernah kembali.
Bagi sang wanita, jelas bahwa si pria ini salah, karena dia tidak gigih. Tapi bagi sang pria, dia merasa benar, karena dia percaya bahwa dirinya telah mengikuti takdir tuhannya.
Sungguh, siapa yang telah melewatkan siapa? Siapa yang telah kehilangan siapa?
Tentang kegigihan, jangan dipermainkan. Cukup dilihat saja, bagaimana cara dia menjaga iman. Jika dia gigih untuk Tuhannya, apalagi untuk wanita yang hanya ciptaannya.
JANGAN DIPERMAINKAN Bandung, 4 Januari 2017
Fitrah Sexualitas
Tentang parenting anak⦠*Euis K Pembina Kliknik Nikah Surabaya
Masih terngiang2 kata bapak baik hati yg mengantar kami ke stasiun tawang tempo hari⦠āMumpung anak masih kecil, jangan sampai salah seperti saya ya. Anak pertama usia 22 thn hafal 18 juz. Anak kedua dan ketiga semua hafidz dan hafidzah. Tuntas 30 juz. Tapi ⦠saya sedih karena untuk sholat saja mereka masih diingatkan dan disuruh. Saya menangis saat saya baru sadar bahwa ada yg terlewat kala itu. *** Fitrah keimanan (dibahas saat workshop) yg harusnya ditanam di 7 tahun pertama hidupnya ternyata lupa saya kawal lebih ketat dan belum tuntas. Dan sekarang kami harus ārestartā dari awal untuk mengulang proses yg terlewatā. Hmm,,,Jazakumullah khairan katsira nasehat berharganya pak,,, Satu hal lagi yg saya dapat saat mengikuti worshop home education based fitrah and tallent di semarang bbrp waktu lalu bersama ust harry. Didiklah anak sesuai fitrah. Fitrah apa? Ada bbrp fitrah. Diantaranya fitrah iman, fitrah belajar, fitrah bakat dan fitrah seksualitas. Fitrah seksualitas? Wow, , , gimana itu? *** Mendidik anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya. Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan. Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2. Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ? Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya. *** Usia 0 - 2 tahun Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya. Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun. Menyusui, bukan memberi asi. Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp. *** Usia 3 - 6 tahun Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya. Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya. Perbanyak aktivitas bersama. *** Usia 7 - 10 tahun Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya. Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, dsb. Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya. Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya. Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb. *** Usia 11 - 14 tahun Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan. Lintas gender. Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya. Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya. * Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain. Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada. Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata. Logis juga sih. Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya. Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah. Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya. Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan. Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana? Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan. Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti. Bisa kakek, atau paman. Sama dengan rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya. *** Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Artinya anak kita sudah ābukanā anak kita lagi. Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita. Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja. Saling mengingatkan, saling menguatkan, saling mendoakan ya teman2. Moga allah mampukan dan bisa mempertanggungjawabkan amanah ini kelak di hari penghitungan.. Selamat berkumpul dan merajut cinta bersama keluarga. Apapun keadaannya, jangan lupa bersyukur dan bahagia ya..
Ų§ŁŲ¬Ł Ų§Ł
Dan kalimat diatas, adalah kalimat penyesalan yang paling ngehits ketika kita diitung amal baik dan buruknya di hadapan malaikat.
Dan bakalan jadi trending topic yang akan kekal selamanya.
Wallahua'lam bissawab
#KataUstadzSihBegituh #UstadzBilangJugaItuAdaDiQuran #JadiSayaPercaya
2016, a farewell
So here we are. In the beginning of the new year, new dreams, new hopes. 2016 was extremely a roller-coaster moment for me (my friend, and my family). A life-changing. A turning point. Ā 2016 merupakan pencapaian-pencapaian 2015 yang menyenangkan. yang greget. yang H2C. yang bener-bener ga nyangka akan bisa selesai dan tercapai.Ā
Alhamdulillah āala kulli haal. I wonder if iām not close enough to You, My Lord. Allah.. I wonder if iām not going through 2016 with support from those lovely people Youāve sent to surround me with their loving hearts, their caring souls, and their infinite kindness and motivation. What will it be like? I feel this past two years was so a-ma-zing. These 2015-2016 was the moment to remember. The contemplations. The decisions. The pursuit of the-meaning-of-life. The struggles. The gratefulness.
And 2016 finally put an end. My themes for 2017 is Hebat-Bermanfaat and all of its derivatives goals. Itās a scaling-up mission from those lovely 2 years. Because I believe that the best way to commemorate those achievement is be a better human being. InsyaAllah..
Last but not least. We humans knew nothing about future. We have dreams, hopes, goals, targets. But Allahās plan is always better. ALWAYS.Ā
Good luck to our 2017
xoxo,
Zenith DN :)
11 weeks
Well, hello world! Its me againĀ with this after-mid-term-euphoria :D Rasanya? Biasa aja. haha.Ā Actually it is ga biasaaa.Ā Deg-degan setelah sekian lama ga ikut exam2 gini. Dan semua orang itu yang kayak ikut les sana-sini, pontang-panting fotocopy, lalala~ lilili~ dan saya begini-begini aja. belajar yang sks tapi bukan-- kamiĀ skd(sistem kebut dua-malam) daan yeah beginilah. Wis lahĀ mugo-mugo bijine apikĀ tur ora ngisin-ngisine wong omah, aamiin.Ā
SadarĀ ga sadar, masa-masa setelah uts perdanaĀ ini kedepannya bakal mempengaruhi peta strategi belajar tiap-tiap mahasiswa tingkat 1. Paling ngga, kita jadi tahu oh si ini pinter ini, si itu pinter itu, dan kemana kita akan melabuhkan pertanyaan ini dan itu. ((((melabuhkan))))
Yang biasanya belajar ini sama si A ,misalnya. setelah tahu nilai si B ternyata jauh di atas nilai si A langsung pindah haluan belajar sama B. Hal kaya gini ga masalah sih ya sebenernya. Cuma lucu aja gitu. Betapa oportunisnya. hahaks.
Anyway, its been 11 weeks being an undergradĀ student and i hope it is not a wrong decision for being one. Actually i am really grateful for standing in this point, berada di antara orang-orang hebat, sekarang hebat, besok lebih hebat lagi insyaAllah. Rasanya baru kemaren masuk SMA dan terbengong-bengong dengan prestasi-prestasi temen-temen baru kita di SMA. Sekarang, lebih banyak lagi. awalnya kita biasa aja ngobrol sama temn baru kta seangkatan, eh hari-hari ke depan ternyata kita tau dia juara olim ini itu internasional, sabuk item beladiri ini itu, juara debat, juara MTQ,Ā juara inovasi bisnis, dan juara-juara lainnya yang bakal bagus banget kl dimasukkin di cv. question is.. aku mahĀ apa? #huft
That moment when you've done writing and want to post it on tumblr, but the connectivity went out and the post was suddenly dissappear. You haven't saved it yet, you dont know where to find it. Nothing on draft nor in queue, refreshed page several times but nothing happened.
what a personal experience .__.
Kepergian seseorang selalu menjadi pengingat yang baik akan kehidupan dunia yang tak selamanya.
GARDA ADHIKARYA
So its been a while. Lebih tepatnya 14 bulan dari postingan original saya (yang bukan reblog-an) di blog inih *terharu*. Gimana zen? Kangen nulis? Bangettt. Setahun ini tulisan sampai berceceran di notes hp, binder, buku tugas, tissue, bukunya nahla, notes kecil, dimana-mana lah. Cuma ya itu, ga sempet-sempet mampir tumblr untuk menumpahkan segala uneg-uneg dan buah pikir #eaaa
Ga usah berpanjang-panjang ya, setahun ini bener-bener turning point untuk hidup saya, titik belok arah, titik puter balik, yang sebenernya kalau boleh jujur, sayanya juga masih meraba-raba akan bagaimana kedepannya. Life is full of uncertainty ,rite? Mudah-mudahan Allah terus dan terus merencanakan, membimbing, dan memprakarsai kebaikan untuk hidup saya dan temen-temen semua, dunia-akhirat. AamiinĀ
Dan, periode ini adalah periode penting dalam hidup saya. Ketika diterima dan akhirnya dipertemukan dengan +/-4000an mahasiswa baru Garda Adhikarya, orang-orang terdepan yang akan menghasilkan karya-karya unggul demi memajukan bangsa, menjunjung nilai-nilai dan pemahaman yang baik akan hidup dan kehidupan.
Well saya ga terlalu suka bilang ini, tapi, I am really an undergrad student now! For the first time I heard it, I dont even believe it myself. Till someone in my mind spoke to me that I deserved it. I have to go for it, whatever it takes.Ā
So sad. Astagfirullah. Yet we have the mouth and heart to complain why our prayers are not being answered? _____ Today I was restudying the life ofĀ āUtbah Ibn Ghazwan Radiyallahu Anhu, and if you would remember my article about him where I mentioned him founding the city of Basra in Iraq.Ā So, I wanted to share today a very strong reminder of a learned man, the story didnāt mention his name but we ask Allah to reward him and bless him Amin. (Indeed there are people who are not mentioned here but are well known in the Hereafter.) If you are a person who has been asking Allah for something for so long yet you are somehow thinking you are not getting an answer yet, then the first thing you should do would be think of your deeds and how you are doing with your worship, or maybe this story would help you get your priorities straight and right as well. _____ This learned scholar came to Basra in Iraq, people gathered around him and asked why their prayers were not being answered, especially when Allah says in the Qurāan: āCall upon me, I will respond to you.ā[40:60] So this learned man answered them by saying;Ā āO people of Basra! Your hearts have become dead.ā So, the people asked how this had come about. The learned man outlined several reasons for this: āYou recognise Allah but you donāt give Him His due. You recite the Qurāan but you donāt act upon it. You claim to love Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam but you donāt act upon his sunnah. You claim to be the enemy of Satan but you obey him. You claim to have earned entry into Paradise but you donāt make any effort it. You claim to have achieved deliverance from the Hellfire but your misdeeds should see you sent to Hell. You say that death is inevitable but you donāt make preparations for it. You find fault with other people, but you donāt see your own fault. you bury your dead but you donāt learn lessons from it. You avail of the blessings of Allah but you donāt thank Him.ā ______ Sometimes, we just really need to sit down and relax and think for a moment how we are doing with our deeds. Maybe, it is actually us that puts a barrier from what we are asking for. As much as you make duāa for something you want, make as much istighfar as well. in sha Allah. May this strong reminder be enough for us to recheck our deeds and our worship. Amin Zohayma Ā
untuk apa memikirkan orang yang mungkin tidak memikirkan kita?
lebih baik memikirkan dan memperhatikan orang yang jelas-jelas selalu memikirkan kita. orang tua misalnya.