Kashmir Mountains
This beauty, makes you easily say 'SubhanAllah'

Love Begins
Keni

blake kathryn
h

romaโ
tumblr dot com
ojovivo
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

No title available

Kiana Khansmith

pixel skylines
TVSTRANGERTHINGS
๐ชผ
wallacepolsom
he wasn't even looking at me and he found me
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
Game of Thrones Daily
DEAR READER

Janaina Medeiros

seen from Romania
seen from Belgium
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@zuhrufii
Kashmir Mountains
This beauty, makes you easily say 'SubhanAllah'
Kemarin kemarin beneran lagi down banget ditanyain terus perihal itu. Beneran pingin nangis. Tapi aku pun gatau jawabnya.
Terus barusan ada update kajian Ustad Salim di Malang tanggal 13 Juni. Sungguh Allah Maha Mendengar keluh kesah hamba-Nya yang kerap dilema ini ๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
Bismillah. Langsung sat set daftar meski gatau berangkat sama siapa. Mau menata niat dulu. Bismillah Allah mudahkan, Allah beri jalan.
Keberadaanmu
Jika nanti kamu datang ke dalam hidupku. Datanglah dalam keadaan yang paling jujur. Tidak perlu menampakkan diri sebagai seorang yang sempurna, karena aku lelah jika harus tidak menjadi diriku yang sebenarnya.
Jika nanti kamu kebingungan membuat keputusan. Aku bisa membantumu dengan mempersilakanmu mengajukan pertanyaan. Aku memiliki jawabannya. Dan kamu, memiliki keputusanmu. Sama-sama kita sudah dewasa, jika memang jawaban yang kita dapati tidak membuat kita memantapkan hati. Tidak perlu beralasan agar tidak menyakiti. Kita sudah terbiasa kecewa, bukan?
Jika nanti kamu takut salah mengambil keputusan. Mungkin, ketakutanmu itu bisa dituliskan. Sejak awal kamu datang dan mengajukan penawaran. Ketakutanmu bisa jadi memang ada dalam hidupku. Tapi, besar kemungkinan, ketakutan itu hanya ada di dalam pikiranmu.
Sebab kita sama-sama tahu, kita sudah cukup dewasa untuk bisa mengenal dan membaca pertanda. Akan nampak bodoh sekali jika kita tidak menggunakan logika, hanya mengandalkan rasa yang mudah berubah-ubah suasana.
Jika nanti kamu memilih untuk tetap tinggal dalam hidupku. Ingat-ingat bahwa itu adalah keputusanmu. Tidak ada yang memaksamu untuk mengambilnya. Maka, aku menghargainya dengan bersedia menerima keberadaanmu.
Hidup ini mungkin tidak semudah bayangan kita saat nanti dijalani. Tapi, kita tahu, tidak ada di antara kita yang akan saling menghalangi dan menyakiti. Kita berusaha untuk bahagiakan diri, dengan begitu, kita bisa saling membahagiakan. Bukankah kita sudah sepakat untuk demikian?
Sayangnya, sampai hari ini, aku masih bertanya-tanya tentang keberadaanmu.
Dua hari ini aku hanya ingin menanangis. Karena yang menanyakanmu tidak hanya aku.
Apakah kamu bisa datang lebih cepat?
Aku sungguh tidak tahu kamu siapa, di mana? Di sini?
Mungkin kita perlu menyapa?
Kotak pesanku selalu terbuka.
Pada Hari-hari di Penghujung Ramadhan
"Tau nggak apa yang lebih berat dari Ramadhan? Itu adalah hari-hari setelahnya."
Sebuah inti percakapan ini aku dengarkan dari obrolan seseorang yang aku enggak sengaja dengar.
Kalau direnungkan, benar juga, ya...
Segala kebiasaan baik yang dibangun di bulan Ramadhan, nggak jarang akan terasa berat untuk dilanjutkan di hari-hari setelah Ramadhan berakhir. Istiqomah dalam beribadah, menjaga keberlanjutan kebaikan yang sudah dilakukan, membaca Al-Qur'an one day one juz or more, dan banyak hal baik lainnya yang kadang terasa berat untuk di-maintain.
Di bulan Ramadhan, entah kenapa segala sesuatu tampak lebih mudah dilakukan. Rasanya kayak ada atmosfer penuh berkah yang membuat hati ringan, ada semangat berpadu yang memotivasi untuk terus memperbanyak amalan baik. Lalu, begitu Ramadhan selesai, itulah saatnya tantangan yang sesungguhnya dimulai.
Gimana aku bisa tetap menjaga konsistensi dalam beribadah dan menjalankan rutinitas yang telah terbentuk selama bulan suci ini?
Ya Allah, maaf hamba masih sering merasa seperti kehilangan energi itu begitu Ramadhan berakhir. Padahal, hari-hari setelah Ramadhan adalah ujian sesungguhnya untuk mempertahankan niat baik dan kebiasaan yang sudah dimulai.
Maaf masih sering lalai bahwa apa yang udah dibangun selama Ramadhan harus dilanjutkan, bukan hanya menjadi kenangan indah yang datang setahun sekali.
Maaf masih sering melakukan hal-hal baik hanya karena terbawa suasana sesaat.
Semoga di hari-hari setelah Ramadhan, aku dan kita semua masih tetap bisa menjaga Istiqomah tersebut, menjalankan segala kebiasaan baik yang sudah biasa dilakukan selama bulan Ramadhan, membawanya ke hari-hari pada bulan berikutnya.
It's my 12 year anniversary on Tumblr ๐ฅณ
Dua belas tahun, gais :')
โbagaimana caramu saat diam-diam mengagumi seseorang?โ tanya seorang teman, tiba-tiba.
โbanyak tanda,โ jawabku pelan. โsalah satunyaโฆ aku kembali membuka buku-buku yang lama kutinggalkan.โ
โkenapa harus buku?โ
โkarena di antara halaman-halaman itu, aku belajar menenangkan riuh yang ia tinggalkan, agar namanya tak terus-menerus bergema di kepalaku.โ
โmenarik,โ katanya lirih.
โtapiโฆ untuk kagum yang sekarang, boleh tidak aku tak perlu membuka buku? agar namanya terus bergema di kepalaku?โ
Where home is: A 'Project Hail Mary' review
[DISCLAIMER]
This content contains SPOILERS.
Habis nonton Project Hail Mary, simply karena fomo orang2 di twitter pada ngasih rating ๐
Karena fomo itu juga, I have no expectation on the storyline (but the visuals) dan tidak riset ceritanya tentang apa. Ulasan berikut juga berdasarkan narasi yang kutangkap di filmnya, karena mungkin akan berbeda kalau aku baca bukunya, which might turn out different but this highly unlikely happens anytime soon because I'm on the mission to finish the pile of my unread books.
So the story is, aku overthinking setelah nonton endingnya. Imagine living on the outerspace, alone, for years because of the reasons you didn't know but it turned out you didn't really wanna go, was like... how? Heartbreaking. Meski keputusan itu dilakukan dengan pertimbangan a sampai z and for the greater good?
(Menabung) Buku
Tadi malam mb sara ngirim video adek baby sastya dibacain buku kado aku. Katanya baby sastya seneng banget kalau dibacain buku itu. Dari videonya siiih, nampaknya dia keliatan serius menyimak meski di tahap diceritain gambarnya aja hehe. Alhamdulillah.
Tapi tau gak sih, gegara video itu dan melihat rak bukuku yang semakin penuh dengan buku-buku baru tapi belum dibaca itu, aku jadi semakin semangat membeli menabung buku hehe.
Setahun kebelakang ini, dengan beragam promo ini itu (dan yang enggak pun), entah berapa buku yang sudah kubeli. Bahkan kemarin banget sudah cekout lagi.
Setelah bekerja, nampaknya aku balas dendam. Terkadang, kalau lagi ada waktu panjang, selepas kerja pergi ke gramed, berkeliling sampai capek. Tapi aku sedih juga tau, harga buku mahal banget huhu. Makanya kalau lagi promo aku sering kalap. Menangis.
Tapi gapapaa ga sih zuh. Anggap aja ini menabung buat bikin perpus impianmu itu. Perpus kecil di sudut ruangan buat masa depan. Mungkin gak hanya buat aku, tapi juga orang-orang di masa depan. Gapapa gapapa. (Men)Tenang(kan diri) aja.
Excuse meee
Ramadan yang Berbeda
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk bagi hamba-Nya.
Sungguh suatu nikmat yang tiada terkira, bulan Ramadan kemarin merasakan suasana yang berbeda. Terima kasih kepada teman-teman yang sharing kegiatan beribadahnya di sosial media sehingga aku jadi ikutan 'fomo' hehe. Karena sesungguhnya nggak semua kegiatan yang dishare tuh buat 'show off', tapi ada yang berniat untuk berbagi, dan ternyata berdampak ke orang lain buat ikutan. Semoga pahala jariyah ya ๐ฅน
Jadi ceritanya, pas nganter mb yuni ke bengkel buat ambil motor, aku beraniin nanya, "kak gak pengen ...." yang langsung dijawab "eh kak aku sama temen2ku udah rencana" ๐ญ๐ญ๐ญ kok bisaaa yaaa
Akhirnya rencana itu terwujud juga. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Ya meski aku ngikutnya gak setiap hari, dan di akhir2 sempet agak oleng karena ngantuk banget, yaudah anggep aja newbie ๐ Sungguh rasanya pengen tidur mulu karena semalam sebelumnya cuman tidur satu jam (karena ga bisa tidur), ditambah dua jam pagi, dan sekian menit siangnya, jadi agak oleng meski akhirnya tetep aja ga bisa tidur nyenyak.
Ramadan ini benar-benar mensyukuri banyak hal. Rasanya banyak dikaruniai kemudahan dalam menjalankannya, padahal gak ekspek banget bisa se-smooth ini, mengingat tahun-tahun sebelumnya adaaa aja kerjaan dar der dor di kantor. Cuman pr di manajemen waktu tidur aja sih ๐คฃ
Dan satu hal yang bikin aku sama mbak yun heran adalah satu pertanyaan yang sama persis yang kita lontarkan: 'kak kita kok baru sadar setelah sekian lama sih?' ๐ Gak perlu dijawab juga kayaknya masing-masing hati kami tahu jawabnya ๐ญ
Bismillah semoga Allah beri kita semua kesempatan untuk bertemu Ramadan tahun depan dan seterusnya. Semoga Allah ijabah doa dan menerima salat, puasa, dan ibadah-ibadah kita. Semoga Allah mudahkan segala ikhtiar kita untuk beribadah pada-Nya.
Syawal 1447 H
โุฅูููู ููู ุฎููููู ุงูุณููู ูุงููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ููุงุฎูุชูููุงูู ุงูููููููู ููุงููููููุงุฑู ููุขููุงุชู ูููุฃููููู ุงููุฃูููุจูุงุจู ..
memohon doa yang sama
bagaimana rasanya memohon doa yang sama selama sebulan penuh? bagaimana rasanya memohon doa yang sama selama setahun? sepuluh tahun? seumur hidup?
hingga kamu sadar. yang lebih penting bukanlah bilamana doamu dijawab iya sekarang. yang lebih penting adalah undangan Allah untukmu berdoa.
bagimu, memohon doa yang sama tidak masalah. yang penting Allah tetap mengundangmu untuk berdoa.
Di Penghujung Dunia
Kita mulai sadar kalau ternyata selama ini, urusan dunia ternyata begitu melalaikan. Kita tenggelam dalam pikiran yang berpusat pada kehidupan dunia, rasa sakit kita, trauma, kekurangan harta, masalah karier, masalah keluarga, dan berbagai macam perkara yang menyita sebagian besar niat kita.
Niat yang seharusnya bisa kita murnikan sebagai jalan ibadah, justru menguap karena ketidakyakinan kita pada takdir, pada ketetapanNya. Pada hal-hal yang tidak bisa diubah dalam hidup kita. Pada upaya-upaya kita yang mungkin masih samar ujungnya.
Kita menggadaikan hidup kita, menghabiskan waktu berlalu untuk banyak hal yang sia-sia. Selebihnya, kita lupa untuk kembali mengingat bahwa di ujung dunia ini. Nanti, satu-satunya hal yang akan menemani kita adalah amalan.
Rasanya, doaku akhir-akhir ini adalah meminta kemudahan dalam beribadah. Kemudahan untuk bisa berniat baik dan menjalankan niat itu. Doaku untuk terus bisa berprasangka baik pada setiap hal yang kutemui, pada ketetapan takdir yang kumiliki.
Mulai menata lagi orientasi kehidupan. Mulai menyadari seutuhnya kalau hidup ini benar-benar tidak lama. KG
How Merciful is Allah to Me? | The Name I Need Ep. 1 | Dr. Omar Suleiman...
Awal Ramadan kemarin terlewat di beranda X ada yang rekomendasiin episode ini. Katanya indah sekali. It is, indeed. Di episode pertama ini, Dr. Omar Suleiman menyampaikan dengan sangat indah asma-asma Allah yang setiap hari kita lafalkan. Dengan runut, beliau menjelaskan maknanya serta dengan memahami sifat-sifatNya hendaknya menjadikan kita sebagai hamba yang senantiasa bersyukur.
"Waj'al-hu lanaa hujjatan, wa laa hujjatan 'alainaa, dan jadikan dia (Al Quran) hujjah untuk kami dan jangan jadikan dia (Al Quran) hujjah atas kami"
Sepulang jaga baru terfikir, betapa luar biasanya doa khotmil quran itu. Dibuka dengan meminta dimuliakan dengan Quran dan ditutup dengan meminta Quran dijadikan hujjah untuk kita-bukan atas kita.
Ini seperti dalam lafadz doa bagi pengantin baru "Barakallah lakumaa wa baraka 'alaikumaa, semoga keberkahan untuk kalian berdua dan atas kalian berdua"
Dalam konteks pernikahan, semoga ada keberkahan baik dalam kondisi lapang maupun sempit
Maka dalam konteks Quran, semoga quran menjadi hujjah kebaikan, bukan hujjah keburukan. Semoga yg telah dikaruniakan Al Quran, bisa menjaga dengan sebaik-baiknya. Semoga yg mencintai Al Quran, bisa diberikan kemudahan untuk terus berdekat-dekat dengannya.
Ini refleksi diri saja, melihat beberapa kejadian yg terjadi. Ya intinya hafalan, kedekatan, perjuangan bersama Al Quran itu bukan hanya saat di pondok, di masa-masa ingin sekali khatam, di waktu-waktu iri melihat kawan bisa menghafal Quran; lalu berharap mendapat keuntungan duniawi karena itu semua
Tidak, tapi sepanjang hayat, apapun kondisi kita, untuk menguji, apakah kita yakin dengan janjiNya
Allah akan memuliakan dan merendahkan suatu kaum dengan Al Quran
Jika pun Allah takdirkan bukan di dunia, semoga di akhirat
Adakah hal terindah selain kita bisa menyimak quran, melafalkan dengan baik dan benar, menghafalkannya sehingga saat di putar rekaman atau audio kita secara reflek bisa mengikuti serta memahaminya?
Allahumma irhamnaa bil Quran ๐ญ๐ญ๐ญ
Selalu sukaa baca doa khotmil Qur'an. Cukup panjang, tapi terasa indah sekali saat dilantunkan. Bismillah semoga akhir Ramadan ini bisa baca doa ini.
Tentang Do'a
Ramadhan adalah momen istimewa di mana ia termasuk waktu mustajab pengabulan do'a. Rangkaian ayat-ayat Ramadhan terselip ayat tentang do'a. Maka Ramadhan disebut juga dengan bulan do'a.
Allah telah berjanji pada ayat tersebut untuk mengabulkan do'a setiap hamba yang mau berdo'a. Janji pengabulan do'a telah diberikan.
Berdo'a saja. Yakin saja. Tanpa ada ragu. Sebab ragu itu mengurangi pengabulan do'a, bahkan bisa saja jadi pembatal do'a.
Tumpahkan segala rasa. Tumpahkan segala harapan. Tumpahkan segala keinginan dan kebutuhan. Tumpah ruah semuanya di bulan mulia ini.
Biarlah do'a-do'a kita naik ke langit. Biarkan waktu pengabulan Dia yang atur, mana do'a yang terbaik buat kita.
Teruslah berdo'a, sebab kerajaanNya tidak akan berkurang jika do'a-do'a kita semua Allah kabulkan.
Yogyakarta, 4 Ramadhan 1447 H