[ 27 Derajat celcius ]
Layaknya rintik hujan yang jatuh beribu-ribu kali, mengeluarkan suara kerinduan untuk awan.
Layaknya awan yang menjerit seperti petir di dalam badai, melontarkan suara kerinduannya untuk langit.
tidak dengan diriku. yang disini, sendiri. hanya diam dan berharap dam membisu, tanpa kata.
27 derajat celcius pukul 9:58 dimalam yang hanya terdengar suara rintik hujan untuk awan. dan awan yang menghiraukan rintik hujan, untuk langit.
bagaimana bisa rintik hujan? bagaimana engkau menahannya? rintik hujan, apa kau baik baik saja?
rintik hujan
aku bangga padamu.
mulai detik ini, aku suka rintik hujan.
yang tidak pernah berhenti menyuarakan kerinduan.
karena saat ini, detik ini, aku hanya diam dalam bisu.
aku tidak dapat mengucapkan kata tersebut kepadamu. karna aku enggan menggangumu dengan kalimat rinduku.
aku hanya diam dalam sendu, karna aku tidak dapat mengucapkan kalimat rindu yang tidak berguna bagimu.
sekeras apapun rindu yang ingin kuteriakan. walaupun,langit, awan dan petir mendengar. Dirimu tetap saja tak pernah mengerti. bahwa, rindu ini untukmu.
yang kulakukan hanyalah menyelipkan namamu di dalam doa sebelum tidur malamku. Agar engkau dapat merasakan rinduku ini.
walau rasa rindumu, bukan untukku
— 27celcius k.b











