Masalah terbesar dalam komunikasi itu adalah kita mendengar bukan untuk memahami, tapi lebih sering untuk sekadar menjawab.
Katanya. (via herricahyadi)
NASA
AnasAbdin

JVL

tannertan36
Stranger Things

pixel skylines
tumblr dot com
wallacepolsom
Not today Justin
todays bird
Game of Thrones Daily
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni

Andulka
No title available
Jules of Nature
will byers stan first human second
🪼
No title available
DEAR READER

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Singapore
seen from United States

seen from Germany

seen from Brazil

seen from Germany
seen from Singapore
seen from Italy

seen from Indonesia

seen from United States
seen from Türkiye

seen from France
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Russia
@4dly
Masalah terbesar dalam komunikasi itu adalah kita mendengar bukan untuk memahami, tapi lebih sering untuk sekadar menjawab.
Katanya. (via herricahyadi)
Pernah kesal?, tahu cara mengatasi kekesalan ? , biasanya kaum laki-laki Akan lbh banyak diam jika dia kesal, mereka hanya butuh ketenangan, krn khawatir kata-katanya menyakiti org lain
Tolong hei! menjadi Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di luar itu bukan berarti bebas foto-foto tentang kehidupan keluarganya. Ngurus anak, foto, upload. Masak ini itu, nyuci, nyetrika, anak nangis, anak boker, anak diculik semua di posting. Dear Moms, menjadi Ibu rumah tangga yang bijak saja. Terlalu sepele hidup ini jika selalu disebar luaskan. Andaikan Ibunya Imam Syafi'i dulu sibuk dengan dunia luarnya, mungkin kita tak mengerti hukum fiqih dari beliau. Zaman dulu beda dengan zaman sekarang? Ya, para Ibu terdahulu adalah Ibu-Ibu pencetak generasi Imani. Sedangkan kita? Generasi banci! Diajarkan untuk doyan selfi dan bebas berekspresi??? Jangan sampai masakan kita banyak diketahui orang resepnya, eh anak sendiri ga tau bedakan mana merica mana ketumbar. Baju kita rapi, bagus, cantik, mahal, yang sering kita pamer di sosial media dengan caption #ootd, tapi suami kita tak tahu cara memakai dasinya. Atau malah, rumah kita rapi, bersih, wangi, banyak hiasan sosial media-able, tapi tetangga kita tak satupun pernah datang ke rumah. Belum lagi yang sering upload foto mesra dengan suami. Duh, mesra sih, tapi rela bagi-bagi??? Boleh kok berbagi, tapi jangan lupa diri!
Uni. Lagi nyinyir 2017. (via rumahati)
Like that's
Roket
“Dek, tau Tesla ngga?”
“Tela?”
“-.-”
“wkwkwkwkwkwk. tau tau Mas.” Padahal aku taunya Tesla nama penemu, ternyata maksudnya Mas nama perusahaan.
“Perusahaan teknologi di Amerika itu lho. Kamu suka baca berita teknologi nggak sih?”
“Engga, kalau berita artis aku suka.” jangan ditiru, aku sudah belajar mengurangi hahahaha.
“Hadehhh. Jadi Tesla itu sekarang lagi neliti gimana caranya bikin roket yang ketika dia sudah meluncur bisa mendarat tapi mendaratnya jalan mundur.”
“Wih! Bisa ya!”
“Keren kan? Dia juga bikin mobil yang bisa self-driving. Kamu tinggal tidur dia sudah sampe rumah.”
“Woaaaa!”
“Mereka mikir sudah sampai kesitu ya dek. Negara kita belom.”
“Negara kita masih bingung buat fitnah-fitnah dan berita hoax mas.”
Dari percakapan barusan, aku jadi mikir, soal pemanfaatan waktu dan semangat kita untuk menuntut ilmu. Kerasa jauh banget dari kata maksimal. Udah dibuat apa aja waktu kita? Udah beramal apa aja?
Ah, pemuda-pemudi di negara lain sudah pada keren-keren dengan karyanya. Tapi masa iya kita nyalahin negara, semuanya kan berangkat dari masing-masing individu.
Waktu beda sama roket, meski sama melesatnya. Waktu nggak bisa jalan mundur, nggak bisa kembali. Yang ada harus lebih bijak memanfaatkan.
Disaat kita nggak bisa move on, mendramatisir perasaan, atau membiru gegara sakit hati, pemuda di belahan dunia lain sedang memburu ilmu pengetahuan dan tekonologi.
Disaat kita empat tahun lamanya nungguin seseorang, yang lain ternyata menggunakan waktu empat tahun yang sama buat bikin start up.
Disaat kita sedang sibuk berperang melawan kemalasan, para pemuda lain bahkan sudah andil berperang dalam medan tempur sebenarnya. Menempa fisik dan mental mereka.
Disaat kita sibuk menggunjing satu sama lain, pemuda-pemudi produktif sibuk mengguncang langit dengan doa dan ide-ide mereka.
Tidak bergeser kaki kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, hingga ditanya tentang empat perkara, tentang umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana dia amalkan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan dan tentang tubuhnya bagaimana dia memanfaatkanya.” (HR. at-Tirmidzi)
Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk memanfaatkan waktu dan mencari ilmu dengan baik.
Jika pria marah dan memutuskan semua akses komunikasi. Apa yang kamu lakikan? Menemuinya dan minta maaf atau membiarkannya saja?
Hmmm, sepertinya memang rata-rata pria begitu, ya? Kalau ia merasa marah dan kecewa, mereka lebih baik ‘menghilang’.
Tak apa, pria butuh waktunya sendiri. Untuk menenangkan pikiriannya, untuk berpikir dengan jernih, berpikir dengan matang langkah apa yang harus mereka pilih.
Bukankah pria memang manusia dengan harga diri yang tinggi? Jadi kurasa mereka memang perlu berpikir dengan tenang, agar langkah yang akan mereka ambil nantinya tidak akan ia sesali, tidak akan membuatnya menjilat ludahnya sendiri.
Lagi pula, mungkin memutuskan komunikasi adalah cara mereka meredam emosinya, agar kata-kata dan tindakannya nanti tidak melukai hati bahkan fisik wanita yang dicintainnya.
Berikan mereka waktu, di sela waktu yang kau berikan, gunakan untuk berpikir pula, jangan lupa berdoa, semoga waktu saat kalian ‘berpisah’ sementara ini membuat hubungan kalian semakin kuat.
“ Lagi pula, mungkin memutuskan komunikasi adalah cara mereka meredam emosinya, agar kata-kata dan tindakannya nanti tidak melukai hati bahkan fisik wanita yang dicintainnya. ”
-well said
*PROMO PAKET JOMBLO ENTENG JODOH* 25 - 28 Januari 2017 *Spesial Price & Cukup Bayar Rp 75,000* 🎬🎆🎬🎆🎬🎆🎬🎆🎬 Assalamualaikum Wr. Wb., Tau Adik Asuh RISKA (AAR)? Kami adalah salah satu departemen Remaja Islam Sunda Kelapa yg bergerak dibidang pendidikan untuk Anak Yatim dan Dhuafa. Kalau tujuan AAR? Kita ingin mendidik adik2 kita agar berakhlak luhur, berfikir kreatif, bermental baja, dan beraksi nyata sehingga dapat meneruskan tongkat estafet agar generasi muslim yang kuat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam terus lahir dan memakmurkan bumi ❤❤❤❤❤💛💛💛💛 Nah, setelah sukses menyelenggarakan Nonton Bareng film animasi "Battle of Surabaya" bersama 300 anak yatim dan dhuafa, *Adik Asuh RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa)* kembali mempersembahkan : *2nd Annual Charity* *Nonton Bareng* *Film "IQRO" Petualangan Meraih Bintang* bersama *Anak Yatim dan Dhuafa*, Meet and greet Pemeran dan Sutradara Film Iqro: Cok Simbara Neno Warisman Mike Lucock Adhitya Putri Raihan Khan Aisha Nurra Datau Sutradara dan juga para pendukung Performance dari divisi tari, musik dan teater Adik Asuh RISKA Official Movie Trailer : https://youtu.be/ervApVH-lG4 Hari/Tanggal : *Minggu, 29 Januari 2017* Pukul: *08.30-12.00 WIB.* Tempat: *XXI Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta Selatan* Pendaftaran dibuka s/d *28 Januari 2017* Format Pendaftaran : *Nama_Jumlah Paket_Nama Paket_Alamat Email* Contoh: Rara 2 Paket Jomblo B [email protected] SMS/WA ke : *0856 7427 189* Widy _atau_ *0838 7053 8648* Rara *DONASI KHUSUS Mulai hari ini hingga H-1 :* *Paket JOMBLO A* senilai Rp. ~200.070~ 75.070 (1 Voucher tiket donatur @50.000 + Donasi ke AAR @25.070) *Paket JOMBLO B* senilai Rp. ~250.070~ 100.070 (1 Voucher tiket donatur @50.000 + Donasi ke AAR @50.070) *InsyaAllah didoakan ratusan anak yatim dan dhuafa agar enteng jodoh dan dilancarkan rezekinya* *Berlaku HARI INI sampai H-1 💰Pembayaran : *Bank Syariah Mandiri* (kode bank transfer : 451) No.Rek : *7009960966* a.n Adik Asuh RISKA Kami membutuhkan bantuan dan donasi sahabat semua agar program pendidikan dan beasiswa untuk adik asuh terus dapat berlangsung _Jazakumullah khairan katsiran_ Wassalamualaikum Wr. Wb., *Adik Asuh RISKA* 🎆🎬🎆🎬🎆🎬🎆 ------------------------------------------ Join & Follow Path ID : RISKA Menteng FB : Remaja Islam Sunda Kelapa Twitter : @riskamenteng IG : riskamenteng Web : www.riska.or.id *Muda, Gaul, Berkarya* —
Look different at rooftop – View on Path.
Jgn lupa bersyukur - Pagi ini ganti Olahraga dulu at Taman Suropati – View on Path.
Run For life - workout pagi ini - masih stabil di Track 2Km at Taman Suropati – View on Path.
Yg gak habis pikir ada yg share free trial Happy Diapers tetiba ikut2an Pesan juga , ahaha jiwa kebapak2an sudah ada trnyata #HappyDiapers #UntukPonakan #Barusampai – View on Path.
Ngurusin tentang masa depan, jgn ngurusin Router melulu at Kantor Kelurahan Lb. Buaya – View on Path.
Beginner,moga cepet jd hobby at Taman Suropati – View on Path.
Teruntuk jomblo warrior, kalau boleh abang mau pesen… Sesibuk apapun, di kampus atau di kantor, jangan lupa shalat dhuha… Karena ngelupain kenangan dan move on dari masa lalu juga butuh banyak dzikir dan doa. Sekian~
©Quraners (intermezzo)
Peralatan perangnya udah nambah Gas pooll jgn kasih kendoor at Grha 9, PT. Mora Telematika Indonesia – View on Path.
Nikmatnya bernafas normal
Catatan diary #1
Pagi ini terasa berbeda seperti biasanya. Sudah hampir 5 bulan terbaring dan terhisap dalam roda roda kehidupan bahwa aku yakin bisa survive dan sembuh dari penyakit ini. Penyakit ini terus menggerogoti badan yg dulunya bisa disebut atletis kini tinggal kulit dan tulang. Badan ini terasa ringan, seperti yakin bisa lari sekencang mungkin tapi apa daya untuk berdiri aja butuh usaha yg luar biasa. Sudah gak terhitung lagi ini day ke 150- sekian aku masih bisa tersenyum dan mengucap syukur masih diberikan kehidupan setiap paginya.
Terbesit dalam lamunan, mencoba untuk update dan menulis sedikit coretan yg terinspirasi dari buku chicken soup untuk menumpahkan uneg2 agar menjadi bahan instrospeksi bahwa kamu masih disayang dan sedang diperhatiin oleh Allah. Aku mendapat tumor paru2 di sebelah kanan, kata dokternya aku menderita penyakit timoma. Aku dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta untuk dirawat di rumah. Bunda takut di Jakarta. Macet dan bingung mau kemana mana, maklum keluarga kami dari desa dan tidak pernah sakit. Ini pengalaman pertama bagi keluarga saya divonis penyakit yg “agak” berat. Paham kami orang miskin dilarang sakit. Karena biaya dokter dan rumah sakit amatlah mahal bagi kami waktu itu. Apapun yg terjadi kami harus tetap sehat.
Masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki berapa kemoterapi, sinar, rontgen, CT scan, infus, obat obatan, opname dan semua efek sampingnya yg alhamdulillah masih bisa bertahan. Yg jadi problem adalah yg diserang adalah paru paru. Tempat kita bernafas. Coba kalo gak bisa bernafas rasanya gimana. Tahan nafas aja 5 menit, kita akan cepet cepet bwt kembali menghirup udara segar. Saya udah membuktikan kalo ceramahnya ustad ustad tentang nikmat bersyukur masih bisa bernafas dan kita tidak disuruh membayar oksigen untuk hidup itu benar adanya. Oksigen harganya lumayan mahal gaes, apalagi kita setiap hari bernafas. Gak bisa dibayangin berapa tabung oksigen yg harus kita punya. Dan kalimat ini selalu benar, nikmat Tuhan manakah yg kau dustakan ?
Jika kita terus mengeluh yg ada kita malah jadi lebih sakit, bahkan mau berteriak kalo itu sakit juga tidak menimbulkan kesembuhan. Apa dengan berteriak sekeras kerasnya dan semua orang tau kalo itu sakit banget membuat kita merasa perlu dikasihani bahwa kita ini lemah dan tidak berdaya ? Hal ini saya jumpai waktu saya opname kemo yg ke 4, ada pasien kanker prostat yg teriak teriak mengeluh kesakitan dan hampir tiap malam menjerit, kemudian dia mendengkur amat keras yg membuat saya tidak bisa beristirahat. Beliau dulu adalah mantan kepala sekolah yg gagah. Dan dengan sakit kita ditunjukkan alangkah tidak berdayanya manusia di kala sakit. Yang kita yakini sebenernya memang kodratnya kita ini sebagai manusia makhluk yg lemah dan tidak berdaya. Sudah diam saja dan perbanyak istigfar. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Banyak sekali hikmah yg bisa dipetik, sampe saya harus punya oksigen sendiri di rumah. Tabung gas ukuran sedang jadi saksi dan penolong dikala sesak nafas. Manusia itu bener bener tidak berdaya di kala sakit. Mau badannya besar, pernah mendaki gunung, menyeberangi sungai, berenang di lautan, berprestasi baik di bidang akademik maupun karir, jika semua itu diambil subhanallah. Apa lagi yg bisa dan mau disombongkan ? Bener bener sampe gak bisa nafas. Rasanya kalo jiwa ini diambil pahala apa yg bisa dihisap. Kebaikan apa yg bisa jadi penolong. Amalan amalan apa yg membantu untuk meringankan pertanyaan pertanyaan alam kubur yg selalu diterangkan guru agama saat sekolah. Gak kebayang apapun yg ada aku cuma mikir hari ini hari jumat bukan ya. Kalo misalnya hari ini hari jumat alhamdulillah, kalo bukan ya astagfirullah. Pikiran yg kedua yg muncul adalah aku udah shalat belum ya. Waktu itu kejadian jam 2 pagi. Langsung tanpa pikir panjang di tengah sesak nafas yg melanda yg keinget adalah shalat isya. Langsung bayangin shalat isya sambil salam. Terbesit dalam lamunan ya Allah mohon ampun, mohon ampun sambil memejamkan mata. Teringat dalam kajian Islam, Rasulullah saw yg dijamin masuk surga aja setiap harinya mohon ampun, mengucap istigfar 100x. Aku yg gak dijamin aja, ah sudahlah. Gak tau berapa kali. Yg jelas aku jadi lebih tenang, nafasku kembali normal. Malam itu menjadi malam yg panjang. Ibuk dan adek sudah bersiaga di tempat tidurku. Yg ada mereka keras keras membaca doa memegang kaki dan tanganku. Takut kalo aku sampe tidak sadarkan diri. Bibir ini yg ada hanya mohon ampun dan mohon ampun.
Waktu pun terus bergulir jam 3 pagi kemudian jam 4 sampai akhirnya adzan subuh berkumandang hati ini mengucap syukur masih diberi kesempatan untuk kembali menemui pagi. Biasanya kalo sehat, aktivitas bangun pagi menjadi hal yg biasa. Bangun, badan terasa Segar, atau masih pegel pegel, mager terus tidur lagi. Bagi orang sakit bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup. Masih diberikan kesempatan di dunia untuk menemui matahari pagi.
Dibalik sakit yg diderita ternyata Allah berikan nikmat yg luar biasa. Nikmat itu berupa ( Bersambung…. )
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Pagi ini, saya membaca status milik kang @akrimni-blog di facebook tentang kang @panduwinarta, seorang rekannya yang harus dipanggil oleh Allah SWT lebih dulu daripada kita setelah berjuang menghadapi tumor. Dan pada statusnya kang akrim, terdapat tulisan dari kang @panduwinarta . Tulisan yang dibuat oleh @panduwinarta sungguh mengingatkan kita, bahwa sebagai manusia harus mengingat, bahwa kita harus mensyukuri apa yang kita punya. entah esok lusa atau bahkan hari ini, nafas kita akan dihentikan dengan seketika, tanpa ada pemberitahuan sama sekali oleh sang pencipta.
“Bagi orang sakit, bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup” Ya, sama dengan orang sehat. Bedanya, orang sakit sadar, bahwa kita dekat dengan kematian, sedang orang sehat, kadang lalai dan lupa bahwa kematian itu sungguh sangatlah dekat dengan kita.
Selamat jalan kang @panduwinarta , semoga tulisan terakhir akang, bisa menjadi pengingat bagi orang banyak, serta menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi akang di akhirat kelak.
“Bagi orang sakit, bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup” Ya, sama dengan orang sehat. Bedanya, orang sakit sadar, bahwa kita dekat dengan kematian, sedang orang sehat, kadang lalai dan lupa bahwa kematian itu sungguh sangatlah dekat dengan kita.
Jika datang seseorang padamu secara tiba-tiba, padahal dia tidak pernah chatting, menggodamu, atau mendekatimu. Sesungguhnya ia telah bersiap-siap dan bersungguh-sungguh untuk menjadi imammu sejak jauh-jauh hari.
Sungguh, dia telah menjaga imannya, agar kelak mengemban tugas untuk bisa menjaga dirimu. (via choqi-isyraqi)
bahagianya menjadi pendamping sahabat dunia akhirat yang baik.
(via dokterfina)
Semoga~
(via duniakuintrovert)
Buku dan Kamu
Susah bagiku untuk memilih antara kamu dan buku. Sebab, melihatmu; aku jatuh cinta. Melihat buku; aku pun jatuh dalam suasana yang sama. Buku-buku membuatku nyaman, seperti sikap-sikapmu itu. Adiktif. Kadang, aku tak lagi bisa membedakan antara dirimu dengan buku. Mengapa kalian begitu identik? Mampu membawaku ke dalam dunia yang serba baru dan unik. Kamu seperti lembaran-lembaran dalam buku; tiap halamannya banyak kata dan kalimat baru. Membuatku merindu. Sedangkan buku itu seperti kamu; yang mampu mengeja aksara kehidupan dengan hikmah dan kesabaran. Ah, kalian, membuatku tak karuan.