“Wanita harus berani berkata tidak. Dan pria harus berani menghormati keputusannya.”
— (via mbeeer)

blake kathryn
h

No title available
One Nice Bug Per Day
🪼

Kiana Khansmith
Show & Tell
The Bright Sessions
I'd rather be in outer space 🛸
Color Me Curious
Not today Justin

bliss lane
★

tannertan36
almost home

❣ Chile in a Photography ❣
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

if i look back, i am lost

Jar Jar Binks Fan Club
seen from Australia
seen from Bangladesh

seen from France
seen from Jordan
seen from Iraq
seen from India
seen from China
seen from United States
seen from France

seen from United States
seen from Indonesia

seen from Germany
seen from United States
seen from France

seen from Australia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@abuabubukankelabu
“Wanita harus berani berkata tidak. Dan pria harus berani menghormati keputusannya.”
— (via mbeeer)
"Sayang"
- inginku memanggilmu meski mustahil
Jalan
Ada yang setelah sekian lama menunggu, akhirnya berujung temu. Ada pula yang sebaliknya, menunggu seseorang sekian tahun, ternyata digantikan dengan seseorang yang lebih baik. Yang lebih siap. Meski tak terduga sebelumnya.
Ada yang diam-diam mendoakan, menyodorkan proposal di tiap sujud panjangnya pada Allah, ternyata entah bagaimana cara Tuhan mempertemukan, doa-doa itu dikabulkan. Ada yang sudah demikian gigihnya mencintai dalam diam, mendoakan di sepanjang malam, tapi Allah punya suratan lain. Meski takseindah milik Fatimah yang dalam senyap mengagumi Ali, tapi menurutNya–garis ini sudah yang terbaik.
Ada yang sedang menggugu, hatinya baru saja patah. Tapi tetiba, Allah kirim obat merah. Yang perlahan menyembuhkan, yang mau dengan sabar membangun lagi kepercayaan.
Ada yang butuh bertahun-tahun untuk kembali menata serpihan, tak apa, pada akhirnya dia menemukan jalannya. Mungkin romansa bukan genrenya. Tapi tak pernah ada prasangka buruk padaNya. Barangkali, nanti di akhirat Allah simpankan satu yang paling baik untuknya. Biar kali ini ia hidup dengan cinta yang lain; cinta pada ilmu pengetahuan, cinta pada pengabdian, cinta pada kebermanfaatan, cinta pada keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Ada yang sedang menata diri. Biarkanlah, jangan dipanas-panasi.
Ada banyak jalan, ada banyak kisah. Ada banyak yang bisa diambil pelajaran, ada banyak pula yang bisa kita petik hikmah. Setiap kisah, punya air matanya masing-masing, punya tawanya masing-masing.
Selamat menata prasangka baik, selamat menjalani jalanmu dengan sebaik-baiknya! Perdengarkanlah kisahmu nanti, untukku. Agar aku bisa belajar juga dari situ.
“Masih sendiri bukan mengartikan aku belum melupakanmu. Hanya saja aku yang sekarang lebih berhati-hati agar tidak kembali salah memilih seperti aku yang dulu.”
— (via mbeeer)
LIFE :)
Ada yang akhirnya “berhasil” sampai pelaminan,
Adapula yang justru berakhir saat masih diperjuangkan,
Atau bahkan harus diakhiri meski belum pernah dimulai.
“Yah, namanya juga hidup” - people say nowadays
Kalian itu adalah permata, berlian. Jangan pernah iri sama emas sepuhan
Apalagi batu kali.
Kalianlah sebaik-baik perhiasan. Bukan untuk manusia, tapi dunia.
(via creativemuslim)
Attention
Jadi begini, saya mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dulu (apapunnya); pahit manis sedih senang seambyar ambyarnya. Hanya saja saya masih pada logika yang sama, “good girl never hurt another girl”. Jadi cukup ya :) Pandangan saya ke anda tetap sama. Sekalipun ternyata anda adalah superhero yang menyamar & jadi penyelamat dunia, I DON’T CARE :) Let’s never cross each other’s life ever again.
Jadi, berapa banyak wanita yang kamu butuhkan untuk membuatmu bangga menjadi pria?
(via elsasyefira)
Maka sayang, berapa banyak lagi yang akan kamu mainkan agar merasa bosan lalu menjadikan aku sebagai tujuan.?
(via biashujan)
Menjalin suatu hubungan itu butuh dua orang yang kuat. Dan untuk menjadi kuat, itu tanggung jawab masing-masing. - CAKRA - ▪ ▪ ▪ #sabtubersamabapak #sabtubersamabapakmovie
Menuai apa yang kita tanam 🙏
Setiap kalimatnya bikin mikir "Oh, iya ini" "Bener banget!!!" Tuh kan, kuncinya itu bersyukur ❤ - capture from twitter @_azza -
Sayang, memang sudah seharusnya kamu menyesal.
✌
Semoga(KU)
Menemani berjuang itu memang nikmat. Disetiap detik, menit, jam, hari, bulan bahkan tahun melalui suka duka, jatuh bangun bersama. Teriring tawa dan tangis diantaranya.
Bahagia setiap saat. Sedih diwaktu tertentu. Tertawa bersama. Menangis dalam dekap(nya). Terlelap dipangkuan. Bersandar di pundak(nya).
Sayang, pintaku tidak berlebihan. Kalau yakin singgahlah. Bila masih meragu, berkelanalah. Karena yakinmu harus sekali seumur hidup, bukan bila bosan sesekali cari (baru) lagi.
Terima kasih
Semoga kamu melalui jalan yang benar, Karena aku menunggu di pintu yang tepat (semoga)
Yang bertahan yang bertahan. Atau. Yaang bertahan yaang.
Ciye Hari Ibu ciyee ♡
Hari Ibu (tahun) kemarin, nggak berbagi ucapan melalui sosmed. Tahun-tahun sebelumnya nggak berbagi juga sih ✌. Tapi, masa sulit kemarin rasanya mau berterimakasih sampai sembah sujud ke kaki mamah (tapi gak kesampaian). Akhirnya berakhir dengan ngucapin "Ciye hari ibu ciye, selamat ya ciye ciye" sambil towel-towelin mamah sampe ketawa 😁. Ya, tahun kemarin segala sesuatunya jadi mikir : "Kok bisa gini ya?" "Ini gimana jalaninya?" dan sebagainya, dsb, etc... Ada suatu waktu, pulang kerja yang pas saat itu rasa-rasanya lebih melelahkan (lelah batin tepatnya). Ketemu Mamah pas mau beli takjil buat berbuka. Tiba-tiba Mamah ngomong begini : "Wes rak sah sedih, kuat ngono lo" sambil ngangkat tangan kayak lagi angkat barbel. Anak gadis Mamah cuma bisa senyum kaku & langsung pulang kerumah. Nyampe kamar langsung "nyungsep" dan mewek 😔. Yah, itu salah satu point kecil titik balik meraih bahagia (lagi). Entahlah sudah tak terhitung berapa banyak usaha yang Mamah lakukan. Entah yang nyata atau doa ditiap sujudnya. Intinya, nggak ada orangtua yang mau anaknya susah, sengsara atau berduka. Sama halnya seperti nggak ada anak yang mau orangtuanya bersedih untuk hal-hal yang sudah dia lakukan. Jadi saat ada orang lain yang menyakiti hati orangtuamu hingga membuatnya menitikkan airmata, itu saatnya untukmu BERHENTI & berkata CUKUP. Yang saat itu (sedang) kamu perjuangkan, relakan. Yang kamu genggam erat, lepaskan. Yang kamu nanti kedatangannya, mulai berhentilah menunggu ; lalu beranjaklah meski (saat itu) tak mudah. Ya, orangtua itu adalah sosok Mamah (bagiku). Yang sampai detik ini nggak mau dibawain hp apalagi smartphone. Yang jadi makin posesif sama anak gadisnya tapi lebih manjain juga ✌. Yang kalau anaknya main ataupun dirumah pasti kena omel (hahaha), pokonya Serba Salah kayak Raisa lah. Doa baiknya setiap detik, semoga Mamah selalu sehat & bahagia lahir batin. Insya Allah, Mamah siap menuai apa yang ditanam. Anak-anak Mamah akan terus mengusahakan yang terbaik sampai kapanpun. Semoga Mamah diberi kesabaran & umur panjang agar menuai hasilnya. Ngepost ini pun mamah juga nggak tahu. Mau dikasih lihat juga mesti ngomel "keciliken orak iso diwoco, kangelan" (hahaha) Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan, Tuhan yang tahu kucinta kau ❤ - BCL
Ibrahim Shakeel Alfatih Pelipur lara kita semua ❤ Punya anak bukan sekedar asik-asik nya aja. Jadi, jangan karena romantisme semata jadi ngebet kewong 😋 - tertanda - Anak Gadis Mamah yang (lagi) nyari pendamping hidup
You see the difference?
Mari meluruskan beberapa gulungan benang kusut. Kenapa akhirnya lebih "meninggikan" tembok? Kau bisa sebut itu "penghalang" tapi aku menganggap itu perlindungan. Jika kau pikir aku (sedang) menertawakanmu, kau salah (besar). Jika harapmu aku (lebih) bahagia sekarang, itu malah BENAR (SANGAT). Dulupun aku bahagia (denganmu). Tak bersama(mu) lagi bahkan membuat segalanya (sangat) menyesakkan. Kau mungkin lupa, sudah tak terhitung berapa mimpi dan angan yang dulu kita coba wujudkan. Ya, Dulu & Kita. Jadi yang kau pikir "menyedihkan", aku sudah rasakan hal itu saat kau tinggalkan (dulu). Terimakasih. Dulu ataupun sekarang, selalu ada pembelajaran yang bisa diambil. Dulu ataupun sekarang, selalu bersyukur adalah salah satu "cara klise" yang mampu membuatku bertahan. Bertahan dari apa yang disebut hawa nafsu. Yang membuat kurang(ku) makin nampak bila (kau) tak mampu membendung(nya). "Cukup sekali saja aku pernah merasa betapa menyiksa kehilanganmu" Raisa - Kali kedua. Mari melangkah. Entah (masih) menunggu atau beranjak, saya pikir kita tahu baik buruknya seperti apa. Setidaknya, sekarang saya tahu bahwa urusan duniawi nggak melulu soal hati. Realistis itu perlu.