😭😭😭
Betapa besar kasih sayang Allah pada hambaNya.
Semoga kita termasuk ke dalam hambaNya yang dihapuskan dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang. Aamiin
noise dept.
wallacepolsom

#extradirty
RMH
🪼

roma★
Mike Driver
i don't do bad sauce passes
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Alisa U Zemlji Chuda
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Show & Tell

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space 🛸
Jules of Nature

❣ Chile in a Photography ❣
Cosimo Galluzzi
Sweet Seals For You, Always

pixel skylines

祝日 / Permanent Vacation

seen from United States
seen from Taiwan
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Poland

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@acandlelight
😭😭😭
Betapa besar kasih sayang Allah pada hambaNya.
Semoga kita termasuk ke dalam hambaNya yang dihapuskan dosa-dosanya yang telah lalu dan akan datang. Aamiin
Bab takdir mengajarkan manusia 2 pelajaran berharga, yaitu; belajar menyukai apa yang Allah sukai dan belajar menyukai apa yang Allah takdirkan.
Sebab yang disukai manusia, belum tentu disukai Allah juga. Sebab yang manusia harapkan dan ikhtiarkan belum tentu pada akhirnya Allah takdirkan.
Maka beruntunglah mereka yang sejak awal hingga akhir senantiasa melibatkan Allah dalam menjemput setiap takdir.
Rizqan Kareema
Jangan lupa untuk meminta kepada Allah hati yang lembut kepada diri sendiri.
Hati yang menemani dirinya sendiri. Hati yang mampu untuk berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Hati yang selalu rindu dan mengingatkan diri sendiri untuk kembali kepada Allah sebelum hari kembali.
#FaFirruIlallah
Ya Allah, jauhkan aku dari prasangka-prasangka yang berlebihan terhadap hambaMu yang lain; bisa jadi mereka hanya belum tahu, atau sudah tahu tapi sedang lupa; bisa jadi mereka lebih tahu tapi tawadhu'
Ya Allah jadikan segala urusanku dalam rangka mengenalMu lebih dekat, sangat dekat, hingga tergolong hamba-hambaMu yang dekat di sisiMu; jika urusan itu baik maka jangan Kau palingkan diriku dari menyebut namaMu, pun jika sebaliknya, semoga yang tersebut pertama kali adalah namaMu jua
— Doa, 14 Ramadhan 1446
Carilah tangisan pada malam ini, merendahlah, menunduklah, bukankah ini waktu terbaiknya? Aku mohon, bertahanlah pada malam-malam ini, jangan terburu-buru memejamkan mata di saat yang lainnya masih terjaga kerana mencari ampunan Rabb-nya.
Untuk malam-malam ini saja, sesak dan sakitnya hatimu akan Allah lapangkan, bukankah kamu mencari kelapangan dan kebahagiaan?
Bertahanlah... Ramadan menyisakan sedikit lagi waktunya :'(
Doa-doa untuk Menguatkan Hati
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ “Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘ala diinik” “Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” (HR Tirmidzi)
اَللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِيْ بِنُوْرِ هِدَايَتِكَ كَمَا نَوَّرْتَ ﭐلأَرْضِ بِنُوْرِ شَمْسِكَ أَبَدًا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ “Allahumma nawwir qolbi binuuri hidayatik, kamaa nawartal ardho binuuri syamsika, Abadan abadan, birohmatika Yaa Arhamarraahimiin” “Ya Allah cahayai hati kami dengan cahaya hidayah-Mu seperti engkau cahyai bumi dengan cahaya mentari-Mu selamanya dengan rahmat-Mu, wahai yang Maha Merahmati“
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ ”Rabbana la tuzigh qulubana ba'da idz hadaitana wahablana minladunka rahmatan innaka antal wahhab” “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi” (QS Ali Imran: 8)
Selama Allah condongkan hati kita kepada kebenaran, insyaAllah kemampuan lainnya untuk bisa menjelaskan dan memahamkan akan mengikuti
Jangan lupa cek dan perbaiki niat dalam membaca/menghafal Al-Qur'an!
Proses dalam membersamai al-Qur'an emang tidak mudah meskipun sudah dipastikan dalam membaca/menghafalnya akan diberi kemudahan namun setiap orang punya kesullitan tersendiri dan cobaanya-pun berbeda-beda oleh karena itu sayang sekali jika niat dan tujuan kita kurang tepat dalam membaca dan menghafalnya.
jika tujuanmu muroja'ah hafalan untuk mutqin nanti setelah mutkin ngapain?
jika tujuanmu membaca al-qur'an untuk segera menghatamkannya nanti setelah khatam ngapain?
Untuk itu jangan lupa selalu perbaiki niat, tilawah al-qur'an dan muroja'ah hafalan adalah pekerjaan seumur hidup tidak ada kata selesai sebelum kita menutup mata di dunia, karena hanya dengan bersamanya hidup akan jauh lebih mudah.
Istiqomah bersama al-qur'an itu mahal, tidak semua orang mampu membelinya karena untuk membayarnya kita tidak memakai uang melainkan waktu yang memang harus diluangkan dan energi yang memang harus disiapkan, kalo katan Abi UBN mah jangan berikan waktu sisa untuk Al-Qur'an, Al-Qur'an sumber kebenaran, kebahagiaan, ketenangan, dan kemuliaan oleh karena itu pastikan kita mendapatkan salah satunya beruntung jika kita mendapatkan semuanya, caranya ya dengan selalu memperbaiki niat kita.
Love.
“Just because the two people didn’t love each other at the time they were married, do you think they’ll never be in love?”
“But I realized that love is the most important thing for people. Everyone has different methods of love, but it’s still the most important thing for everyone.”
“If the two of you can’t love each other wholeheartedly, the both of you will be unhappy.”
Dikisahkan di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang istri bernama Barirah dan suaminya bernama Mughits. Awalnya, keduanya adalah hamba sahaya kemudian Barirah merdeka.
Dalam ilmu fikih, apabila seorang hamba sahaya wanita menikah dengan hamba sahaya laki-laki kemudian hamba sahaya wanita merdeka maka dia memiliki hak untuk memilih apakah dirinya tetap bersama suaminya atau berpisah.
Dan Barirah memilih untuk berpisah.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu mengatakan, “Aku melihat Mughits itu mengikuti Barirah berjalan-jalan di kota Madinah sambil menangis.”, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada beliau, “Wahai Abbas, tidakkah engkau terkejut melihat betapa cintanya Mughits kepada Barirah dan betapa tidak sukanya Barirah kepada Mughits?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun akhirnya berbicara kepada Barirah, “Bagaimana apabila kamu kembali kepada Mughits, wahai Barirah?”
Barirah bertanya, ”Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkan saya?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, ini bukan perintah. Saya hanya memberikan syafaat.”
Barirah berkata, “Saya sudah tidak memiliki hajat dengan beliau (saya ingin menyudahi).”
“Walaupun beliau memberikan ini dan itu tetap saya tidak mau dengannya.” (HR. Bukhari)
Ibrah yang bisa diambil bahwa tidak semua rumah tangga memiliki rasa cinta dari kedua belah pihak, sebagaimana kisah Barirah dan suaminya.
Cinta harus diperjuangkan, pada umumnya apabila suami menunaikan hak istri begitu pun sebaliknya, ini adalah salah satu tujuannya yaitu untuk menumbuhkan rasa cinta, setelah mencari rida-Nya.
Namun, usaha ada batasnya sebab cinta adalah murni pemberian dari-Nya, sebagaimana dalam QS. Ar-Rum: 21, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Allah Subhanahu Wata’ala yang memberikan sehingga jangan sombong, “Wanita mana yang tidak mencintai saya?”
Kegeeran sekali ini. Seganteng apa pun kamu, rasa cinta dari seorang wanita itu bukan tersebab paras tampanmu semata, sebaliknya ada suami yang tidak cinta kepada istrinya sekalipun istrinya cantik luar biasa. Akhirnya bercerai dan menikah dengan wanita yang cantiknya biasa saja namun laki-laki ini cinta kepada istri yang baru dinikahinya.
Bersyukurlah apabila Allah Subhanahu Wata’ala memberikan rasa cinta dalam rumah tanggamu, sebab tidak semua mendapat yang demikian.
Hal ini pun bukan tentang usaha dan jangan mengklaim, “Akulah penakhluk hati wanita.”, sebab hati manusia berada di tangan Allah Subhanahu Wata’ala. Barangkali ada yang berhasil namun hal tersebut bukan usahanya semata, kisah Barirah dan Mughits adalah buktinya.
Seseorang berkata kepada Umar radhiyallahu anhu, “Orang ini ingin menceraikan istrinya, suaminya tidak mencintainya.”, Umar radhiyallahu anhu pun mengatakan dengan kalimat teguran, “Apakah rumah tangga itu hanya dibangun di atas cinta, mana penjagaan, pemeliharaan?”, sehingga tidak diperkenankan atau jangan bermudah-mudahan untuk bercerai dengan alasan, “Saya sudah tidak cinta lagi.”
Upayakan dahulu, berjuang kembali untuk menumbuhkan rasa cintanya. Hal demikian bukan berarti tidak menghargai rasa cinta dan bukan berarti apabila sudah tidak ada rasa cinta tetap wajib dipertahankan. Kisah Barirah contohnya, namun perjuangkan dahulu.
Sebagian para ulama mengatakan rasa cinta itu adalah hal yang sangat penting dalam rumah tangga sebab hubungan suami istri itu tidak akan melahirkan buah-buahan ranum dan manis yang diinginkan kecuali dengan adanya kesolidan, kekompakan dan kebersamaan dari suami istri tersebut yang dibangun dari cinta dan kasih sayang maka cinta dan kasih sayang adalah dua sayap kehidupan agar sebuah rumah tangga itu berhasil terbang dan tidak terjatuh dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang penuh dengan aral dan rintangan.
Kehidupan rumah tangga tidak mudah, berat kecuali dimudahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala maka untuk dapat bertahan dibutuhkan rasa cinta. Jika rasa cinta itu tidak ada maka sulit bagi suami atau istri bertahan dalam ketakwaan pada rumah tangga mereka. Asal bertahan, barangkali bisa namun bertahan di atas ketakwaan sangat sulit dan tidak semua orang bisa.
Istri Tsabit bin Qais radhiyallahu anhu mengatakan, “Suami saya tidak ada aib dalam hablum minallah dan hablum minan-nas tetapi saya khawatir kufur setelah beriman.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, ”Maukah engkau kembalikan maharnya?”
Jika mau maka akan dipisahkan. (HR. Bukhari)
Istrinya pun bersedia.
Sebagaimana kisah sebelumnya, Barirah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak memaksa sebab beliau tahu bahwa orang itu berbeda dan rasa cinta itu dibutuhkan untuk bertahan di atas ketakwaan.
Inilah dua sayap kehidupan, sebuah hal yang sangat sulit bagi seekor burung untuk tetap terbang ketika salah satu sayapnya itu patah atau bermasalah. Oleh sebab itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin mereka bersatu tetapi pada akhirnya dikembalikan kepada kedua belah pihak apabila berkaitan dengan rasa cinta.
Utamakan, berjuang dahulu, ketika sudah berjuang tetap tidak lahir rasa cinta maka pilihan terakhir adalah berpisah. Sebelumnya istikharah dahulu, bukan cari pelarian (tidak berkah).
Betapa Islam begitu memuliakan wanita di mana wanita memiliki hak untuk memilih. Kenyamanan seorang wanita diakui oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tidak memaksa, wanita berhak bahagia, berhak bersama sosok yang dicintai dengan kebersamaan yang halal (Cinta bertepuk sebelah tangan oleh Ust. Muhammad Nuzul Dzikri hafidzahullah).
“Kalau kamu diberi pilihan mencintai dan dicintai janganlah memilih. Cari cara untuk sampai ke pilihan mencintai dan dicintai. Karena keduanya, pantas kamu rasakan.” (ajinurafifah hafidzahullah)
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan.
Menikah bukan hanya menyoal menyatukan persepsi. Atau membangun komunikasi.
Bukan pula menyoal maklum-memaklumi. Atau menerima segalanya dengan besar hati.
Menikah adalah perihal nafkah lahir dan batin yang diberikan oleh suami kepada istri. Juga perihal pengabdian dan ketaatan dari istri untuk suami.
Menikah adalah tentang mengubah kebiasaan, mengatur waktu, merencanakan masa depan, mengolah finansial, pun mengambil peran dalam pengasuhan.
Jika segala urusan rumah diberikan sepenuhnya kepada istri, maka bukan penampakan baru lagi. Jika di kemudian hari kita mendapatkan para istri yang hidupnya penuh dengan tekanan, penuh dengan derai air mata, penuh pembangkangan dan penolakan.
Sebab mentalnya rusak, fisiknya lemah akibat dari pekerjaan rumah yang dianggap - oleh hampir keseluruhan manusia - adalah tanggung jawabnya.
Padahal rumah adalah tentang bersama. Pekerjaan yang melingkupi di dalamnya adalah tanggung jawab anggota keluarga.
Pun sama ketika seorang suami hanya memposisikan diri sebagai tulang punggung keluarga, sebagai sumber dana, sebagai pencari nafkah. Sehingga mindset yang tertata hanyalah menyoal uang. Untuk kemudian lahirlah sifat dan sikap yang menggurat luka di dalam diri sang istri.
Tidak ingin berperan dalam urusan rumah dan mendidik anak. Tidak ingin meringankan beban istri, tidak ingin berusaha lebih untuk menyenangkan hati istri.
Karena tidak selalu perihal uang yang membuat seorang istri bahagia.
Adakalanya pelukan hangat, bantuan mengurus rumah dan menjaga anak, waktu-waktu yang dihabiskan berdua, janji-janji yang ditunaikan, perasaan-perasaan yang dihargai; adalah bentuk bahagia yang lain.
Karena menikah adalah upaya mengubah kebiasaan. Mengubah semua hal-hal yang pernah dilakukan seorang diri, menjadi kebiasaan yang harus dilakukan berdua bersama pasangan.
Karena menikah adalah upaya memberikan lebih banyak waktu kepada keluarga. Menomorsatukan mereka, menjadi peka terhadap perasaannya.
Karena menikah adalah perihal saling; saling meringankan beban pekerjaan rumah; saling menghargai dalam setiap keputusan; saling menghormati dalam berbagai keadaan.
Karena menikah adalah tentang mengubah kebiasaan. Menjadi tahu dan paham bahwa begitu banyak kebiasaan yang mesti diubah jika telah hidup berkeluarga.
Bukan malah berlaku seenaknya hanya karena dia adalah kepala rumah tangga. Dan bukan pula bertingkah semaunya hanya karena dia adalah seorang wanita yang mesti dimuliakan oleh suaminya.
Karena sungguh, menikah adalan tentang kesadaran untuk mengubah kebiasaan.
Kesadaran untuk mau memahami bahwa sebaik-baik waktu yang dihabiskan seorang laki-laki adalah bersama keluarga dan istri.
Kesadaran untuk mau mengerti bahwa sebaik-baik ketaatan yang mesti dilakukan oleh seorang perempuan adalah ketaatan kepada suami.
06.13 a.m || 13 Juni 2023
Orang-orang boleh mematahkan hatimu, tapi tidak dengan do’a-do’amu.
Bahwasanya senjata orang beriman adalah do’anya. Maka hatimu boleh saja hancur, mata dan pipimu boleh saja basah, tapi ketahuilah kamu memiliki dua tangan yang kapan saja dapat kau angkat. Mintalah, mintalah selalu kepada Allah dan jangan ragu untuk mengakui segala ketidak berdayaanmu di hadapan-Nya. Sebab dirimu sedang meminta pada Dzat yang Maha Kuat.
Mudah bagi-Nya untuk mengubah derai air mata menjadi simpul senyum di wajahmu, my dear.
Laa tahzan~
- catatan khadijah1998 (Januari, 2022)
30 of 365
Pada saatnya nanti kamu akan merasakan juga bagaimana rasanya diperjuangkan oleh seseorang yang sebelumnya di hidupmu bukanlah siapa-siapa. Bahkan sekadar namanya pun tak kau kenal sebelumnya.
Ia yang memenangkan hatimu akan datang; menenangkan keresahanmu perihal kapan penantianmu akan berakhir.
Ia yang menjadi jawaban atas segala doamu akan sampai; menuntaskan kesendirian yang memelukmu selama ini.
Sementara ini kamu hanya diminta bersabar lebih sebentar, diminta menata hati pun diri lebih rapi. Agar ketika dia bertandang, untuknya mampu kau persembahkan sebaik mungkin penyambutan. Agar ketika tiba kedatangannya nanti, tidak ada yang harus saling menunggu (lagi).
Semoga nanti. Perempuan pemalu dan lelaki bijaksana tanpa tebar pesona, akan saling menemukan.
Keduanya bahagia dalam ikatan panjang pernikahan. Saling mengingatkan tentang perilaku pada linimasa yang tidak semestinya ditampilkan.
Saling menjaga dalam dunia nyata maupun maya.
Saling bahu-membahu dalam menggapai ridho-Nya.
Semoga nanti, perempuan pemalu dan lelaki bijaksana itu bertemu.
Saling mengingatkan agar senantiasa menjaga batasan dan rasa malu.
Karena keduanya paham, tentang cemburu ialah milik siapa saja.
Dan tentang dunia maya maupun nyata, di sanalah tersebar banyak fitnah.
Dan semoga nanti kita bertemu. Dalam banyak pemahaman bahwa menjaga diri adalah tentang menyeluruh. Tentang aku yang tahu batasanku. Juga tentang kamu yang paham batasanmu.
09:55 p.m || 05 Januari 2022
F. E. Marie
Perasaan Tertinggal.
Sekali lagi, kamu tidak boleh merasa tertinggal hanya karena kamu belum memiliki apa yang telah dicapai oleh teman-teman seusiamu. Sebab, setiap orang memiliki kecepatannya sendiri. Setiap orang memiliki takdirnya yang berbeda-beda.
Kamu tidak boleh merasa rendah bila saat ini kamu belum juga menikah, kamu belum juga memiliki buah hati, kamu belum juga memiliki lainnya. Tidak ada yang harus dilakukan bila kamu belum jua sampai pada titik itu. Bukankah setiap orang memiliki prioritas yang berbeda. Maka sudah sepatutnya kamu pun tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri. Mengapa tertinggal untuk ukuran dunia.
Tidak ada yang lebih cepat dan lebih lambat untuk ukuran dunia wahai diri. Tidak ada standart yang sama untuk setiap orang dalam urusan dunia. Sebab ini hanya dunia, tempat persinggahan sementara. Yang perlu kamu persiapkan adalah bekalmu menuju akhirat. Sudah sejauh apa dirimu menyiapkannya.
Dunia ini tak bernilai di sisi Allaah. Sebab itulah dunia seperti penjara bagi seorang mukmin. Melelahkan. Maka ambila secukupnya pada ukuran duniamu saat ini. Bila Allaah menghendaki kelebihan harta padamu, maka itu sudah menjadi bagian dari rezekimu. Bila Allaah menghendaki menikah diusia muda, maka itu bagian dari takdirmu. Dan pada hal lainnya untuk ukuran dunia.
Jangan bersedih wahai diri, dunia tak pernah lari darimu. Yang perlu kau tangisi adalah kedudukan mu di akhirat nanti. Apakah ia menjadi yang selamat atau sebaliknya..:"
Maka, mulai hari ini. Kamu tidak boleh merasa rendah bila kamu belum jua menikah. Kamu tidak boleh larut dalam kesedihan bila belum jua hamil dan memiliki keturunan. Kamu tidak boleh merasa tertinggal bila belum jua mencapai impianmu.
Yang perlu kamu lakukan adalah terus berikhtiar, berdoa dan bertawakal penuh kepada Allaah. Sebab tidak ada yang mustahil bagi Allaah untuk mengabulkan pintamu. Mudah baginya mewujudkan pintamu. Teruslah meminta wahai diri, meminta untuk selalu dikuatkan dalam menjalani setiap fase kehidupan ini.
Akan kamu temukan seseorang yang selalu mengobati luka orang lain, bahkan sering sekali ia membantu dan membahagiakan orang lain. Bukan karena hidupnya sudah sempurna, ia hanya memilih cara lain untuk menyembuhkan lukanya, berharap dengan ia membantu orang lain maka Allah sendiri yang akan mengobati sakit dan lukanya.
Ia hanya berharap agar Allah saja yang akan memberikan jalan keluar dan obat bagi hatinya, ia menikmati itu, ia senang dengan senyuman orang lain dan bahagianya kehidupan orang lain. Tanpa iri dan hasad
Tidak banyak orang sepertinya, ia mungkin hanya 1 dari ribuan orang. Ada banyak cara untuk menyembuhkan luka dan mendamaikan gemuruh hati, dan itulah jalan yang ia ambil.
@jndmmsyhd
Alhamdulillaah, 18 :“)
5 years ago........