Agency: Strategic Content Group
Come back in, tear.

#extradirty
I'd rather be in outer space 🛸
macklin celebrini has autism
𓃗
tumblr dot com
occasionally subtle
RMH
Noah Kahan
Cosimo Galluzzi
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

oozey mess
Sade Olutola
KIROKAZE
will byers stan first human second
noise dept.

Discoholic 🪩

pixel skylines
Peter Solarz
sheepfilms
todays bird

seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from T1

seen from Australia
seen from Morocco

seen from Australia

seen from Australia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Australia
seen from United States
seen from India

seen from India

seen from Australia

seen from China
seen from United States
seen from Australia

seen from Türkiye
@adyasa-blog
Agency: Strategic Content Group
Come back in, tear.
From 2009.
Agency: BBDO Bangkok
Source: The Inspiration Room
Khayalan Sebuah Kerinduan dalam ‘The Daffodils’ oleh William Wordsworth
The Daffodils adalah salah satu puisi terpopuler William Wordsworth. Puisi ini menceritakan khayalannya menjadi awan yang menikmati keindahan alam, hamparan bunga daffodils lebih tepatnya. Bila membicarakan kekaguman terhadap alam, romantisisme tak bisa dilupakan. Paham ini sangat mempengaruhi William Wordsworth dalam membuat karya-karyanya. Karya-karya yang dibuat ketika revolusi industri sedang berlangsung di Eropa pada pertengahan abad ke-18. Namun bukan hanya industri yang berevolusi, juga sisi kehidupan lainnya. Sisi kehidupan yang tak dihiraukan oleh para kapitalis. Sisi-sisi seperti kehidupan buruh, kesejahteraan anak, perusakan alam, dan standar kesehatan. Sisi-sisi yang hanya menjadi bayangan pada era itu dan menjadi fokus utama para roman untuk mengungkapkannya pada dunia. Karya-karyanya dan William Wordsworth sendiri memang tak bisa dilepaskan dari romantisisme. Dia bersama Samuel Taylor Coleridge menerbitkan Lyrical Ballads yang menjadi titik kebangkitan masa romantis. Sebuah masa dimana pandangan kritis terhadap hal-hal yang terjadi pada saat itu dan mencoba melakukan perlawanan. Dalam kesusastraan, romantisisme mengungkapkan kritik perbandingan masa kini dengan masa lalu, mengungkapkan perhatian terhadap wanita dan anak-anak, kepahlawanan dari keterpisahan seniman atau narrator dari dunia luar, dan menghormati alam yang segar, liat, perawan, dan murni. Hal terakhir inilah yang coba dipaparkan oleh Wordsworth dalam The Daffodils. Baris pembuka puisi ini, ‘I wandered lonely as a cloud’, mengungkapkan bahwa penggambarannya mengenai hamparan daffodil bukan dari sudut pandang manusia, namun dari sudut pandang sebuah awan. Pada baris pertama inilah Wordsworth mengawali kekagumannya terhadap alam dengan kemudian membuat awan seolah-olah menikmati pemandangan, dapat melihat dan merasakan layaknya manusia. Kekaguman Wordsorth terhadap alam dalam The Daffodils juga diungkapkan melalui baris-baris: “…A host, of golden daffodils; Beside the lake, beneath the trees, Fluttering and dancing in the breeze. …” “…Along the margin of a bay: Ten thousand saw I at a glance, Tossing their heads in sprightly dance. …” Pada baris-baris diatas, Wordsworth menggambarkan hamparan bunga daffodil berdansa dan bergerumul seolah-olah mereka hidup. Dia juga mengungkapkannya sebagai sebuah pengalaman yang ia rasakan. Perasaan yang dimiliki pada saat itu: kerinduan terhadap alam yang tenang, damai, dan tenteram. Kerinduan itu dapat ditemukan pada bait: “… For oft, when on my couch I lie In vacant or in pensive mood, They flash upon that inward eye Which is the bliss of solitude; And then my heart with pleasure fills, And dances with the daffodils.” Disini dia mengungkapkan bahwa seringkali dia membayangkan indahnya pemandangan daffodil-daffodil emas. Selain itu, bait diatas juga memberikan informasi bahwa keindahan pada baris-baris sebelumnya hanyalah khayalan, sebuah kerinduan. Dari puisi ini, saya dapat mengetahui bahwa romantisisme, atau lebih populer sebagai romantisme, tidak melulu membicarakan dua sejoli yang jatuh cinta; tak hanya berbicara cinta terhadap manusia, tapi juga kepada alam. Dari kupasan ini saya juga mengetahui bahwa pandangan saya selama ini mengenai romantisisme salah. Tadinya saya berpandangan bahwa romantisisme harus selalu mengenai sebuah usaha menciptakan momen tak terlupakan dalam sebuah pengalaman bercinta manusia dengan manusia (bukan kegiatannya fisiknya). Kini, romantisisme, buat saya, dapat menjadi usaha dalam menciptakan momen tak terlupakan dalam mencintai alam dan mencoba melakukan perubahan.
Rest to night
Let's all rest tonight in our sleep Plump your pillows, plump them well indeed Let today's battle find its peace Send it a goodbye with a kiss And tomorrow We're ready to say hello To another battle, another day A little step closer to the dream at bay May we have enough heart In following through no matter how hard Dreams made true by dreamers Never by fear mongers But tonight, Let's rest in our sleep Plump your pillows, plump them well indeed May your dreams find its way In reality, day after day
Honesty in Society of Secrets
The thing with honesty nowadays is that it is so rare even when you're telling the truth, they'd think you're lying...though just a little bit...they will second guess you. I guess people have found comfort living in a society of secrets. People cherish when someone share their secrets just to be splattered around, but still as secrets. The only person who still thinks it's a secret is the secret teller. What about honest opinions? Do they still come around these days? Surprisingly, they do. But the doers are negatively labeled: whiners, bitches, loud mouths, smart mouths, or sometimes assholes. Opinions are now sugarcoated. There's always something behind that praise. What should we do then? The thing is there is no good or bad in this...or in anything for that matter. There're just differences. It's a matter of preferences...in what do you find enjoyment? Hit it!
She gets me
She gets me, man. And that's all that matters.
Tadi & Nanti Nggak ada momen selain sekarang Tadi itu cuma sekarang yang udah lewat Kapan? Barusan Nanti itu sekarang yang belom datang Kapan? Sekarang Yah lewat Nantinya udah jadi tadi Tapi kalo sekarang semudah itu jadi tadi Dan nanti itu jadi sekarang terus jadi tadi juga Sebenernya tadi dan nanti itu ada nggak ya? Jadi sekarang itu selamanya dong Gak guna dong ya menadi? Apalagi menanti? Mending menyekarang aja ya Jelas Pasti Bener Selalu Tapi ya suka-suka sih Kalo gak suka ama yang sekarang, banyak yang menadi-nadi Apalagi yang menanti-nanti Kasian Padahal cuma sekarang yang ada Udah udah Yang tadi gak bisa diubah Yang nanti juga belum tentu Asikin aja yang sekarang Mumpung belom jadi tadi Eh udah lewat lagi barusan Asikin aja yang sekarang Siapa tau jadi nanti Eh udah sekarang Tapi sekarang itu apa ya? Kalo se- itu satu kaya di sepasang yang artinya satu pasang Berarti sekarang itu satu karang Jadi sekarang itu sesuatu yang dikarang Bebas dong Bisa apa aja Tergantung pilihan sudut Pilihan bentuk Pilihan bahan Pilihan kriteria Sesuai selera Jadi yang ada sekarang itu ya selera Berarti yang ada sekarang itu kalo mau diubah bisa dong Kapan ngubahnya? Ya sekarang Gimana caranya? Ya ubah selera Segampang itu ternyata sekarang Ngapain dong dari kemaren pusing sama yang tadi? Dan takut sama yang nanti? Padahal yang sekarang juga bebas
Too Much Shit
I've been through a lot of shit. So far, I've survived. But who knows for how long. I still dream to have a natural death. Yet, sometimes, some shit seem too hard to go through.
Assuming Lies
If you're not telling the truth, it's safe for me to assume you're lying.
Perfumed Shit
You can spray shit with a perfume until the bottle is empty. At the end of the day, it's still gonna smell like shit.
Mungkin Saya Gila
Kadang saya pikir saya gila Tapi setelah lihat mereka Sepertinya saya baik-baik saja Kadang saya pikir saya sinting Apalagi kalau lagi pegang gunting Sadar takut mati, langsung saya banting Kadang saya pikir jiwa saya sakit Khususnya kalau masa lalu diungkit Untung masa depan saya kempit Mungkin saya nggak waras Mungkin saya agak lawas Mungkin saya suka keras Mungkin saya jarang lemas Tapi, saya masih punya kelas
If I Got You
Some people live for the hardship Some people live just for the obscurity Some people live for the weakness Some people live just to lose the game Some people think that the spiritual things Confuse what's without And I've been here before But that life's a thrill So full of the meticulous Some people want nothing But I do want everything If it is you baby If I got you baby Some people want zirconium rings Some just want nothing But nothing means everything If I got you Some people search for a valley That promises shortcut to death Some people need three glasses of wine And that's not the only way to prove you miss them Hide me the world on a golden platter And what bad would it be With everyone to share With everyone who truly cares for me If I got you with me baby So everything in this whole wide world do mean something If I got you with me baby
Give Less Fuck
The world doesn't give a fuck about you, until you do. Don't hate, just stop giving a fuck. If you wanna give a fuck, do it for love. Because the fuck you give can backfire. Ain't it better if it backfires love instead. If you can't give a fuck for love to the world, give less fuck.
Damn. Right to my senses.
Seemingly Scarier
Once I lived without the fear of dying That was when I took life for granted I did what I wanted I said what I meant With no care for consequences With no mind for what will happen next I thought I live freely I thought I was a rebel with a cause
But now, when I’ve learned to love Everything and everyone When I’ve learned to let go Become unbinded, unattached I’m afraid that death is lurking around the corner Waiting for me to make a mistake So he can have a chance to take me away from everything and everyone Or even worse, to take everything and everyone away from me
If I met death then I could say, “about time! Where’ve you been?” If I meet him now I’ll say, “not now, man! I ain’t done yet. Gimme a couple more years.”
Is this just a part of growing up and moving on? Or is it really a sign for me to start saying goodbyes and prepare myself for the time I have to sign out?
Sentimen Melankoli
Mencari cinta tanpa pamrih Sama sulitnya Seperti mencari perawan di sarang pelacur Mungkin salah lokasi Mungkin salah definisi Mungkin salah tujuan Yang pasti aku lelah bersenggama Aku ingin bercinta Cinta yang datang karena alam semesta menginginkannya Bukan karena manusia yang memaksakan kehendaknya Cinta yang terus berputar di sekitarku Walaupun aku coba mengabaikannya Cinta yang tak perlu dipertahankan Cinta yang tak perlu diperjuangkan Cih! Manja! Cengeng! Lemah! Nalarku menggelegar Hingar bingar logikaku bawaku gila Lalu aku lupa Dalam kubangan alkohol Rayuan asam membuai khayal Dekapan getah-getah melemaskan otot Selalu kembali ke satu titik Saat keranjang emasku tergeletak di pinggir jalan Naifnya pikiran, tak akan ada bajingan yang berani mengambilnya Keranjang emasku kini hilang Aku tahu ada dimana Tapi tak berani aku mengambilnya Sepertinya ia lebih pantas berada di atas tahta Dan aku seperti pengemis yang memandangi etalase warung mewah Sesekali aku kembali untuk mengagumi Dengan liur yang tertahan di tenggorokan Lalu aku pergi, mengais-ngais makanan Di bak sampah perumahan
A Happy Day
My family's around My friends are in bound My stomach is full I feel like I'm cool The sun is bright Such a good light The clouds are marching City beats make me dancing Good news on TV Radio plays songs for hippies Love, peace, love, peace All in a heart reach Mind is the maker Hip is the shaker Happy day, happy day Today, I feel okay