Aku memutuskan menikahi dirimu,
Menikahi seluruh dirimu yang apa adanya,
Menikahi seluruh waktumu yang masih ada,
Menikahi beberapa cerita-cerita masa lalumu yang aku tahu dan juga seluruh masa depanmu yang rahasia,
Aku memutuskan menikahi dirimu,
Seseorang yang dahulu selalu menjadi tanda tanya dalam doa-doaku,
Seseorang yang dahulu begitu aku tunggu untuk menemukanku,
Seseorang yang dahulu dan kini senantiasa menjadi rinai hujan harapan yang bergemuruh dalam dadaku,
Aku memutuskan menikahi dirimu,
Takdir kita telah satu, kau bukanlah persimpangan yang keliru dan mesti ku lewatkan,
Seperti lintasan pertemuan yang melesat, Dia telah menuliskan kita untuk saling berhenti dan terikat,
Samudra yang mesti kita arungi bersama-sama adalah tanggung jawab lekat yang menggungah asa juga menguji iman yang terpahat,
Aku memutuskan menikahi dirimu,
Terus menerus, tak berhenti, tak berubah, tak berakhir ketika waktu dilumat masa,
Ini keputusan yang membawaku kepada perjalanan tumbuh mendewasa,
Ini keputusan yang membuatku menyadari bahwa aku telah membangun satu rumah di dalam jiwamu yang berharga;
Rumah yang berisi mimpi-mimpiku, doa-doaku, ketakukanku, keberanianku dan kejujuranku.
Ini keputusan yang membuatku menyadari bahwa, tak ada lagi aku, yang ada kita, bersama berjalan mengarungi takdir-Nya.
Usai hujan reda, 30 April 2023 17.18 wita