Gedung perfect seiha “A” 2013
Waktu menunjukan pukul 02.06 WIB di layar laptopku, dimana satu hari satu malam telah terlewati bersama orang-orang hebat yang kutemui 3 tahun lalu.
Ya benar, 3 tahun lalu aku bertemu dengan berbagai orang di kota congyang ini, berbagai asal, karakter, watak, dan segalanya yang belum pernah kutemui sebelumnya di kehidupan ku.
Dan mungkin baru di penghujung bulan april, dan di awal blan mei ini kami menghabiskan waktu bersama di bawah satu atap. Tetesan hujan mulai menyentuh tanah di depan teras villa ini.
Mungkin langit merasakan kesedihan yang aku alami saat ini, kesedihan akan hari esok, hari dimana kami akan disibukkan dengan Tugas Akhir, dan waktu kami bertemu akan berkurang,. Bukan, —bukan itu kesedihan sebenarnya, namun kesedihan akan setelah kami di wisuda, kami semua akan berpisah, mungkin bukan dengan waktu yang pendek, karena aku sadar mereka memiliki kehidupan masing-masing yang lebih diutamakan daripada aku (KELUARGA).
Disela-sela kesibukkan ku nanti aku berharap bisa mencoba mengingat hal yang pernah kami alami, dan akan kuselipkan doa untuk kesuksesan mereka, semoga bukan hanya aku yang mencoba mengingat apa yang terjadi 3 tahun ini.
Sebelum kita berpisah jauh, aku ingin kita selalu menjaga masing-masing impian kita, impian yang sebelumnya ingin kita capa sebelum kita bertemu.
Dan ingatlah kita sebagai salah satu pendorong semangat untuk impian kalian.
Yah sudah cukup pemikiran untuk masa depan, sekarang kita kembali pada malam ini, dan jam menunjukan pukul 02.20 WIB, mereka masih berada di ruang tamu untuk menonton film, entah film apa itu, karena aku berada di kamar dengan suara ketikan keybord laptopku. Bukan bermksud untuk tidak ingin berkumpul dengan mereka, namun aku hanya mencoba mencurahkan apa yang aku rasakan lewat tulisan ini, dan berharap aku mengingat apa yang terjadi di beberapa hari ini bersama mereka ketika aku membaca tulisan ini.
Mata ini tak sanggup lagi untuk membendung tangisan ini, entah ini tangis bahagia atau tangis kesedihan. Terserah apa kati kalian tentang diriku, karena tak sanggup lagi tetesan air mata ini mengalir dipipiku.
Tawa, canda, tangis, sedih, bully, hinaan, caci maki, kata-kata kasar dan kotor yang selalu menghiasi keluarga kecil ini selalu menjadi penyemangatku hingga sampai malam ini.
Ku dengar mereka sudah bersiap untuk kembali ke kamar untuk bergegas tidur, namun aku tak tahu apakah mereka benar-benar tidur atau hanya berpindah tempat untuk mengingat segala hal yang terjadi seperti diriku ini.
Terima Kasih Terima Kasih Terima Kasih Terima Kasih Terima Kasih
................... aku tak tahu lagi berapa kata terima kasih yang harus ku ucapkan kepada kalian untuk...
, aku tak tahu untuk apa.....
Mungkin untuk kebahagiaan yang tidak sadar kalian berikan kepada diriku.
SUKSES UNTUK KALIAN SEMUA, DARI TITIK NOL INI KITA BERJUANG, JANGAN PERNAH MENYERAH DENGAN KEADAAN, SEBURUK APAPUN NANTI. YAKINLAH AKAN SELALU ADA PINTU UNTUK KUNCI YANG KALIAN GENGGAM SAAT INI, MUNGKIN BUKAN PINTU YANG KALIAN HARAPKAN, NAMUN PINTU AKAN MENUJU APA YANG SEBENARNYA KALIAN PERLUKAN.
KONTRUKSI GEDUNG “A” 2013
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG