Sore itu
Rasa malas ini tak tertahankan. Jika saja, hal yang harus ku urus ini tidaklah penting. Lebih baik berbaring saja. Terpaksa ku tarik sepeda untuk ku kayuh kala itu. Belum juga ku mendorong pedalnya. Tangisan itu pecah. Terdengar rengekannya yang bersautan. Dua makhluk ini menggelendot di kaki ku untuk merajuk. Apa lagi yang ingin mereka inginkan. Pasti ingin ikut bukan?
Ku tarik nafas dalam-dalam, kemudian ku anggukan kepala dengan berat. Senyum diwajahnya kembali terukir. Bergegas mereka menaiki jok belakang. Dan satunya di depan.
Dengan mantap ku kayuh sepedaku. Suasana tak begitu ramai. Hanya beberapa orang yang masih memiliki niat untuk keluar rumah. Tempat tujuan ku sudah dekat.
Tetapi ...
Tetapi...
Ku melihatmu. Bersama temanmu. Duduk dengan asyik di atas motor bututmu. Kami bertatapan. Sebuah senyuman terlempar kepadaku. Ku lemparkan kembali. Ah. Senyuman itu masih sama.
Jangan terbuai.
Eh sumpah gausah dibaca












