Tidak ada yg paling penting dari panggilan Allah SWT. Karena nikmat sesungguhnya adalah punya kesempatan solat lima waktu tepat waktu berjamaah di masjid. https://www.instagram.com/p/B3cDfxLnmsz/?igshid=1bofn6yvjx1ke
The Bowery Presents

pixel skylines

gracie abrams
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

@theartofmadeline
Cookie Run:Kingdom Official!

tannertan36
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
One Nice Bug Per Day
occasionally subtle
No title available

PR's Tumblrdome
ojovivo
$LAYYYTER
Interview Vampire Daily
cherry valley forever

Andulka

No title available

Origami Around
seen from Malaysia
seen from Bolivia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands
seen from Mexico

seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from South Africa

seen from Mexico

seen from United States
seen from United States

seen from Russia

seen from United States
seen from Ukraine
@akhmadnurhadiputranto
Tidak ada yg paling penting dari panggilan Allah SWT. Karena nikmat sesungguhnya adalah punya kesempatan solat lima waktu tepat waktu berjamaah di masjid. https://www.instagram.com/p/B3cDfxLnmsz/?igshid=1bofn6yvjx1ke
Kita hanyalah debu di luasnya semesta. Kita hanyalah setetes tinta di banyaknya narasi kehidupan dunia. (di Gunung Banyak) https://www.instagram.com/p/B2-PsunpYZl/?igshid=hwfytvj0n6s8
Sejarah terus mencatat kumpulan cerita dari aksara prasasti sampai prosa melodi. Pada waktunya kita hanya bagian terkecil dari sejarah, lantas pahamkah tujuan dasar kita hidup dan diciptakan, jikalau tidak ada sehelai daun pun yg gugur berdasar ketetapan-Nya. (di Borobudur Temple Compounds) https://www.instagram.com/p/B2jGAzznJhn/?igshid=1gy1t178o7d0l
Pada akhirnya kapal bersandar pada tempat, waktu, dan keadaan yang tepat. Karena semesta tahu menaksir aliran untuk tidak lebih cepat atau lebih lambat. https://www.instagram.com/putranto_/p/Bwk1-3BJoR6NszqPcCgPgIY5P9wSO-mI3fxkEw0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=t68rwt89hs7n
It was just like a movie It was just like a song (di Precet Forest Park) https://www.instagram.com/p/BuBHxHCns2oXzUfeOXzKT21DzXN_HYnGIojHSc0/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=dh2qm6ytlpwj
My first love, pray and think. My best partner, discussion and education. Semoga selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT senantiasa sehat, selamat dan bahagia selalu. Aammin
Enjoy your monday, gaes. (di Bromo Tengger Semeru)
Sisi lain kota lamongan, selain warung lalapan nasi uduk yg fenomenal #masjidnamira (di Lamongan)
Weekend jaman now (di Bali, Indonesia)
Memperluas sudut pandang, wawasan, misi tujuan jangka panjang. Saatnya menjadi pengambil keputusan dengan beragam pilihan, opini dan risiko. Bismillah.
Iya Kamu
Namamu memang tidak ada habisnya dalam kata hati, lisan maupun pikiran. Alam sadarku alam mimpiku, semua milikmu andai kau tahu, andai kau tahu rahasia cintaku. Lamunanku selalu ada namamu. Di sela-sela waktu perjalanan lirihku. Mungkin hatiku yang kurang ajar, menginginkanmu tanpa peduli pendapat orang. Tapi benar kata orang jika jatuh hati tak pernah ada dalam rencana manusia, mangsanya bisa siapa saja. Bagai bulu angsa habis tercakar. Memang rasa, ini yang kurang ajar. Dan ini merupakan pertandingan final dengan perasaan adalah pemenangnya dan logika keluar sebagai pecundang.
Dengan jutaan orang di dunia ini dengan banyak karakter, banyak perbedaan dan banyak kondisi lingkungan, pasti ada kesamaan untuk menemukan 1 rasa nyaman, ya nyaman cuma 1 kata, tapi memiliki beribu makna, beribu rasa, beribu canda. Namun keindahan kepribadian dan tutur katamu memang tidak ada duanya, membuat kaum hawa selalu memuja. Kata rayuan gombal, prosa puisi, irama sajak tidak akan pernah habis meuji keindahanmu. Dengarlah dengar, putar volume suara. Indah sanubarimu menggelegar, di langit Andromeda. Dan akupun terjebak pada elegi malam penuh teka-teki, diiringi suara katak tersapu rayu. Tidak tahu diri jatuh berkali-kali, gara-gara warna-warnimu. Kamu memang cantik hati bagai ibu peri.
Setiap waktu demi waktu dipenuhi irama cuaca, di sejuk terik hari-harimu. Cerianya dunia, dipadu dengan anugerah parasmu. Waktu pagi kuamati butir embun pagi, turun menyerbu. Dan rasaku terus tercuri, bunga candamu. Waktu sore hari menikmati seruput tehmu, saat peluk senja. Dan jelitamu, selalu obrak-abrik rasa. Waktu malam hari saat angin darat menuju laut lepas. Dan memang komponen komposisimu dari dulu sangat pas. Tengah malam hari aku memandang diameter bulan malam ini indah sekali. Persis lembayung sejuk bola matamu, iya kamu. Memang Dari penjuru sisi, pesonamu selalu berpijar. Selama bumi ini, terus berputar. Hanya dengamu mau bersemi menjadi dua sejoli saling menyayangi.
Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia. Bukan untuk disampaikan, hanya dikirimkan lewat doa. Mengapa bersikukuh jika hanya sekuntum rindu tak bertuju. Kita bagaikan orang yang peduli saling stalking dan saling merindu walaupun dengan no mention. Rasa memang punya jalannya sendiri. Ia tak serta merta hadir untuk diutarakan. Kadang rasa hanya untuk dinikmati dalam kesendirian, dengan setumpuk harapan. Aku ingin menjadi bumi. Biarpun tak bersinar, bumi akan selalu menjadi tempatmu bernaung, melindungimu ketika kau sibuk mengagumi bintang.
Kicauan Garuda di Bumi Nusantara, Kapan terbang ke Angkasa?
Seiring dengan didengungkannya saling menjaga kebhinekaan dan menjadi pancasilais. Maka pertanyannya sekarang adalah siapa sebenarnya orang di Indonesia yang benar-benar dinyatakan sebagai seorang yang pancasilais? Apakah semua masyarakat Indonesia adalah pancasilais? Sejak kapan orang dikatakan menjadi pancasilais? Bagaimana bisa masyarakat Indonesia tidak mengilhami semboyan negara mereka sendiri untuk Berbhineka Tunggal Ika? Apa saja agama/suku budaya/etnis di Indonesia yang tidak bisa menjadi pancasilais dan menjaga kebhinekaan? Lalu komunitas/kelompok mana yang berani tidak pancasilas yang berarti tidak mengerti idelogi negaranya sendiri? Mengapa dan Bagaimana negara dengan banyak pulau, banyak suku, banyak budaya, banyak bahasa, banyak kekayaan sumber daya alam yang melimpah yang sudah merdeka sejak 72 tahun lalu belum dikatakan pancasilais dan kurang kebhinekaan? Lalu apakah sudah ada 5 sila yang ada di dada burung Garuda tertanam di dada setiap warga Indonesia?
Mungkin setidaknya kembali ke histori Bumi Pertiwi sedikit menjawab pertanyaan di atas. Mulai dari sejarah masuknya agama hindu masuk Indonesia sampai agama Islam masuk di Indonesia, lalu sejarah berdirinya berbagai kerajaan di Indonesia yang meninggalkan jejak cerita sejarah, dan pastinya perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan Republik Indonesia dengan segala upaya dan jiwa menjadikan Negeri Pertiwi berdaulat dengan asas Demokrasi berideologikan Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Namun kondisi diatas juga menambah akar penyebab segala macam kegaduhan yang lagi tren di negeri ini. Dengan Negara sebesar ini, beribu pulau dan ditambah kekayaan alam yang melimpah bak surga bagi orang” di luar sana, memang sayang sekali keributan/kegaduhan yang terus berlarut ini terjadi, seperti Bapak Presiden yang selalu menyesalkan hal ini terjadi. Lalu kapan Indonesia bisa menjadi macan Asia, menjadi salah satu kekuatan poros dunia yang berhak menjadi salah satu pengambil keputusan-keputusan penting dalam roda internasional. Kita hanya stagnan (terus menjadi negara berkembang) dan terus diatur dikendalikan kepentingan negara asing dan negara maju lainnya. Sebenarnya kita bisa dan berhak atas hal itu, Indonesia mampu mandiri, asalkan kita terus memperkuat kedaulatan, kita bisa menjaga sumber daya alam yang melimpah yang sudah diberikan Sang Maha Kuasa dan jika semua aset negara dikelola dengan baik tanpa dicampuri dan dibumbui oleh asing. Kita bisa saja sejajar dengan negeri Tiongkok sebagai macan Asia, kita mampu menjadi seperti tapi kita tidak mau. Mungkin hanya segolongan orang pemerintahan di negeri ini yang tahu dan paham betul bagaimana mafia di negeri ini berkeliaran sebagai penyelundup dan suruhan/kerja sama negara asing hanya demi mensejahterakan dirinya sendiri dan segelintir golongannya. Walaupun tidak bisa terungkap dengan fakta yang ada tapi kita tidak bisa tutup mata bahwa hal itu telah terbiasa terjadi di mengerogoti negeri ini, dan terus dibiarkan oleh penguasa negeri ini. Maka dari itu, saya hanya berharap banyak memiliki karakteristik Presiden yang tegas dan bijak dalam mengambil keputusan, itu penting untuk negara berkembang seperti Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbicara banyak di mata dunia, tidak dipandang sebelah mata. Bapak Presiden Jokowi sudah maksimal memberikan yang terbaik bagi negeri ini, tapi jika menurut saya beliau masih belum saatnya atau beliau datang pada waktu yang tidak tepat untuk memimpin negeri yang luas ini untuk menjadi negara yang lebih maju. Bukannya tidak mampu dengan karakter beliau yang begitu santun dan sederhana serta merakyat atau sangat dekat rakyat saya kira itu yang banyak diinginkan rakyat jelata seperti saya, tapi dengan kondisi saat ini pada negeri ini masih memerlukan Pemimpin yang berlatar belakang militer yang terkenal tegas dan bisa disegani oleh asing. Ini menjadi penting dan dasar, bagi hubungan internasional serta kekuatan Indonesia di mata dunia. Karakter pemimpin dengan latar belakang birokrat pemerintahan saya kira masih jauh dibawah standar pemimpin kelas dunia, ya kita tahu sendiri bagaimana kualitas pejabat negeri mulai dari aparatur sipil negara, politikus sampai anggota DPR, saya kira kita bisa menilainya kualitasnya seperti apa, dalam hal itu saya mendukung 100% semboyan Bapak Jokowi untuk Kerja, Kerja, Kerja dan revolusi mental para birokrat pemerintahan, ini menjadi fondasi penting jalannya pemerintahan yang bisa melayani masyrakat Indonesia dengan baik, saya kira itu bisa terus dilaksanakan dan menghilangkan mental para birokrat pemerintah yang ..., ah sudahlah. Dalam hal ini, saya berharap ada sosok seperti bapak Gatot Nurmantyo (Jenderal TNI) mau mencalonkan dirinya sebagai calon Presiden Republik Indonesia di tahun 2019, dengan latar belakang militer sebagai panglima jenderal dan kereligiusan beliau saya kira sangat pantas dan sangat siap beliau jika memimpin Bumi Pertiwi, untuk menjadi Negara Indonesia yang lebih maju, mandiri dan berdaulat kuat di mata dunia, tidak mudah digoyang oleh asing, dan kedepannya bisa menjadi macan Asia bahkan dunia. Mengapa saya lebih memilih dari militer atau TNI bukan dari Polri, mungkin juga sudah banyak yang paham, di tubuh Polri saya kira kurang sehat terlalu banyak kepentingan yang diambil dalam keputusan dan tidak bisa independen dan terlalu tergantung pada pemerintah. Lalu semua itu bisa berhasil, dengan catatan bisa didukung dengan parlemen yang memiliki integritas dan kapasaitas yang bagus pula. Kita lihat saja sekarang bagaimana kualitas anggota DPR sekarang yang saya yakin banyak masyarakat nilai kepercayaan kepada DPR juga semakin menipis atau bahkan tidak ada. Anggota DPR yang tupoksi sebenarnya adalah melayani, menampung dan menyuarakan aspirasi rakyat Indonesia, malah bingung dengan urusan perut dan parpolnya sendiri. Ironisnya, anggota DPR tidak merasa bahwa mereka menjadi beban negara dan seperti anggota parlemen/pejabat negara yang tidak berguna menjalankan fungsi anggaran, legislasi dan lainnya. Berbagai macam berita miring dan kasus korupsi juga menjerat anggota DPR bahkan yang mulia Ketua DPR-RI pun terseret kasus korupsi besar e-KTP yang merugikan puluhan miliar uang negara atau yang berarti uang rakyat Indonesia. Dan sekarang wakil DPR-RI serta koalisi anggotanya ramai-ramai mencari celah untuk menghapus KPK dengan pansus hak angket KPK, ini pekerjaan konyol apalagi yang dilakukan DPR, sungguh tidak jelas arah dan pekerjaan DPR tidak sebanding dengan pendapatan dan beban negara untuk memberikan upah pada yang mulia anggota DPR, itu pun masih ingin meningkatkan anggaran belanja negara untuk pennghasilan anggota DPR, sungguh terlalu. Banyak sekali warga Indonesia dengan kapabilitas dan kapasaitas yang mumpuni yang lebih berhak duduk di gedung DPR-RI kita ambil saja lulusan dari Universitas bonafide Indonesia maupun luar negeri, banyak sekali, dibanding politikus-politikus yang hanya pintar berbicara, namun tidak ada isinya, ijazahnya pun kadang diragukan kevalidannya. Entah tidak ada habisnya pembicaraan negatif untuk Dewan Perwakilan Rakyat di negeri ini. Ditambah lagi dengan pejabat pemerintahan setingkat kepala daerah baik Gubernur, Wali Kota maupun Bupati silih berganti terjerat kasus korupsi, banyak terciduk dengan adanya operasi tangkap tangan, itupun masih diprotes atau dicari celah kembali oleh DPR kalau seharusnya menurut undang-undang tidak diperbolehkan penyadapan. Saya gampang saja berpendapat, negara ini tidak ada DPR masih bisa berjalan dengan semestinya, tapi kalau tidak ada KPK hancur lebur negara ini. Mending tidak ada DPR kalau saja bisa sistem pemerintahan mengakomodirnya. Lalu mau dibawa kemana sebenarnya arah kemajuan bangsa ini, kalau terus begini, mental koruptor ini tidak akan pernah habis jika belum ditumpas sampai akarnya. Kapan seluruh rakyat Indonesia bisa sejahtera? Kapan tanggung jawab negara terhadap pendidikan berjalan dengan semestinya tanggung jawab untuk fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara? Kapan Indonesia nyaman dan meminamalkan kegaduhan diperurlukan pemimpin yang tegas dan tepat mengambil keputusan? Kita berdoa saja kepada Penguasa Alam Semesta untuk terus memelihara negeri ini dan menyayangi negeri ini.
Semoga kita sebagai generasi muda, generasi milineal, generasi yang terus beradaptasi dengan perkembangan IPTEK, ikut secara aktif dengan profesi keahlian kita masing-masing paling tidak dari diri kita sendiri untuk mengembangkan mental yang kuat dan mandiri, mari mewujudkan Indonesia Emas bisa mengaum sebagai macan Asia, dan 10-20 tahun ke depan Garuda bisa terbang ke langit Dunia, tidak termenung bingung dan hanya stay di Bumi Pertiwi.
Hormat kepada bapak tukang kebun grak! 🙏🙏🌶🍆🍅🌱🌱🌾🌿☘🍀 #terasbromo #plataran #plataranbromo (di Plataran Bromo)
Aku ingin menjadi bumi. Biarpun tak bersinar, bumi akan selalu menjadi tempatmu bernaung; melindungimu ketika kau sibuk mengagumi bintang.
Berkibarlah, sang saka merah putih tanpa angkuh dan patah. Bersiaplah, membangun rumah dengan tangga yang gagah dan teduh.
Burung Merak Terkondang #pantaikondangmerak #explorengalam #ngalamkipa
Kamu.
Separuh kelopak sang mawar, yang disapa badai berselimutkan gontai, saat aku menahan diri di terpa dan luka oleh senja. Setenang hamparan samudra dan tuan burung camar takkan berhenti bernyanyi saat aku berkhayal sedang bersamamu. Kamu yang jadi salah satu bagian impian dan cita-citaku.
Bukan rahasia bila aku adalah seorang pemimpi dan aku bukanlah satu-satunya di dunia ini, bukan rahasia bila aku menginginkanmu setengah mati, bukan rahasia bila aku menunggumu sampai kamu mau. Walau musim berganti aku kan selalu setia menanti, sungguh hati ini tak mampu ungkapkan semua rasa yang lama terpendam di dada, hanya kamu membuatku merasakan cinta yang sempurna.
Segenap hatiku selalu memujamu, seluruh jiwa kupersembahkan untukmu, sepenuh cinta merindukan dirimu, seutuh gejolak membakar hatiku. Cinta ini telah menjadi candu yang seindah lagu dan membuat tak bisa berpaling darimu. Saat berjumpa dan kamu menyapa indah parasmu hangatkan suasana, buatku tak percaya mimpi indahku jadi nyata. Di tiap kali ku memandang wajahmu, kau selalu membuatku tersipu malu, kau buat aku membisu saat memandangmu. Kulihat disinar matamu tersimpan kekayaan batinmu, di dalam senyummu kudengar bahasa kalbu mengalun bening menggetarkan.
Bukan maksud aku menggapai dirimu masih terlalu jauh ke dalam kisah cinta yang tak mungkin terjadi, tapi salahkahku bila kamu yang ada dihatiku. Bila cinta kita takkan tercipta, kuhanya sekedar ingin tuk mengerti adakahku ada singgah di hatimu, mungkin kau rindukan adaku, adakahku sedikit dihatimu, mungkinkah kau inginkan adaku.
Api cintaku padamu tak pernah padam akan selalu sama setiap kita bertemu. Semua tak kan mampu mengubahku, hanyalah kau yang ada direlungku, hanyalah dirimu mampu membuatku jatuh dan mencinta, kau bukan hanya sekedar indah, kau takkan terganti. Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai yaitu cinta yang hanya mampu dibekap dalam bungkam, lebih memilih mencintai dalam diam.
Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh. Karena mencintaimu adalah sebuah anugerah dan mendampingi hidupmu adalah kebahagiaan. Aku pernah dalam keadaan menunggu kabarmu dan berharap chat-mu penuh dengan kata sayang dan rindu. Kadang, aku ingin seperti tokoh utama dalam novel, yang selalu memiliki kisah cinta yang dramatis tapi manis, dan happy ending
Andaikan aku bisa bersamamu sepenuhnya, seutuhnya aku akan selalu mencintai di setiap momen untuk selamanya. Dan pada saatnya seseorang berhenti berjuang, bukan karena dia telah mendapatkan yang lain. Tapi karena kesadaran dan ketetapan realitas kehidupan. Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa orang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani. Cinta sejati tidak perlu dicari karena sudah menjadi rahasia dan ketetapan, jika dua orang ditakdirkan bersama, maka akan ada takdir hebat dan mengagumkan dari sudut bumi manapun mereka berasal, mereka pasti bertemu.
Dan daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengihkhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.