Sebulir Hikmah
Gaza, ternyata selalu jadi tempat yang banyak mengambil hikmah di dalamnya. Yap, di hari jumat ini, Allah seakan menegur salah seorang hambaNya melalui hamba-hamba terpilihNya.
Di fase hidup yang sekarang, aku selalu memastikan diri bahwa tidak perlu merasa iri dengan capaian orang lain, kecuali pada orang-orang yang punya kesempatan lebih banyak menuntut ilmu dan orang yang Allah amanahkan banyak hafalan Quran nya. Rasanya engga bisa gak iri :')
Akhir-akhir ini entah kenapa tiba-tiba terpikir, "Enak ya yang masih punya Ibu, mereka punya kekuatan doa Ibu. Aku gimana?" karena bagiku, ketika Ibu masih hidup, doa Ibu terasa begitu penting. Tiap ada kesempatan, pasti "Bu, doain aku ya", bahkan untuk banyak hal sederhana.
Dari Gaza, lagi dan lagi aku belajar apa arti keteguhan iman. Bagaimana melapangkan sabar dan tawakal menghadapi segala ujian kehidupan. Mereka yang percaya bahwa apa yang datang dari Allah adalah yang terbaik.
Aku seakan lupa bahwa tak sedikit anak-anak di Gaza yang kehilangan keluarganya. "Hasbunallah wa ni'mal wakil," berapa kali kita mendengar sebaris kalimat ini lewat penduduk Gaza? Seakan keteguhan begitu kuat terasa dalam tiap kalimat yang keluar dari lisannya.
Ketika rasanya ada banyak ketidakmungkinan dalam hidup, jalan buntu, jauh dari harapan, semoga masih Allah perkenankan kita mengambil hikmah-hikmah yang berserakan di tanah Palestina ya :")









