Mungkin kau telah tertidur; aku baru saja tiba mengistirahatkan lelahku, Nona. Jam menunjukkan waktu malam telah larut, pertanda fajar akan segera menyapa semesta, memberi hidup pada yang tumbuh pun menjadi puisi untuk setiap hati yang merindu. _ Esok, temu menjadi tanda tanya, sama seperti bencana-bencana yang menimpa negri ini; entah kapan akan berakhir? Semoga lekas membaik kata putri kecil di atas atapnya menghindari air yang menelan apa saja; esok apa lagi? Entah apapun itu, setelahnya rencana hanya butuh sebuah doa dan sedikit keyakinan. _ Tak terasa, suara ibu telah lenyap tertidur dengan lelah; aku membenci memikirkanmu, aku membenci tak mendengarnya bercerita lebih khusuk dan kau harus tau aku membenci jika harus membencimu seperti para korup di layar kaca kita; demi kepentingan rakyat ucapnya dulu dan ia benci jika harus mengatakan itu. Sial. _ Mungkin sore nanti aku tak lagi akan menyapamu hingga nanti; entah, semoga tak lama. Maka menepilah dari riuhnya kota, lihat aku dengan segala kurangku— di teras matamu senja dan kita tak pernah begitu asing, mari saling menikmati jarak, mari saling memaknai cinta. Nona. . . —A.a. ____________________________________ #prosapoetica #sajak #puisi #wikipuisi #gilasastra #poetry #writers #aliarba #sajakcinta #unsplash #sajakrindu #vsco https://www.instagram.com/p/B68po5Ln91H/?igshid=5u3nk0gwxfpt










