CeritaJika #22 : Jika Suamimu Seorang Ahli Gizi
Cintailah ahli gizi yang menjadi suamimu. Karena sungguh tidak mudah baginya menjadi ahli gizi, melewati masa kuliah yang dipenuhi makhluk lawan jenis. Kehilangan teman sepermainannya yang memilih jurusan yang terlihat lebih maskulin, serta menghadapi kernyitan alis banyak orang yang menanyakan jurusan apa yang ia pilih. Tidak semua memang.
Jika suamimu seorang ahli gizi, maukah kau menerima segala kekurangan dan kelebihannya? Mungkin ia akan pergi berbulan-bulan lamanya, hanya untuk merawat pasien gizi buruk di daerah yang bahkan kau pun tak tahu dimana letaknya, Maukah kau menunggu, membekap perasaan rindu, menjaga kehormatanmu dan keluargamu ketika ia pergi? Karena mungkin pada saat itu, pasien suamimu sedang dalam keadaan yang tidak menguntungkan dan jika tanpa keluasan hati yang kau berikan untuknya. Keadaan bisa jadi semakin buruk..
Kau juga perlu tahu, Ahli gizi juga manusia biasa, ia yang akan membutuhkan dukunganmu, keceriaanmu, canda-tawamu, guyonanmu, ketika ia dituduh tidak becus menangani seorang pasien diabetes, padahal kunci sukses kesembuhan adalah kedisiplinan si pasien.
Jika kau adalah istri dari seorang ahli gizi. Patut kau ingat, bahwa tidak semua ahli gizi memiliki gizi yang baik. Maka bersiaplah, mungkin ia akan memintamu menghindangkan masakanmu agar ia bisa sejenak lupa dengan rutinitas hariannya yang terkadang melelahkan.
Jangan kau pikir bahwa kau akan selalu hidup dalam suasana “serba ada”, karena tidak ada janji kekayaan di ujung jalan perjuangannya. Kau juga akan menjadi orang pertama yang membangunkannya untuk sholat ketika ia terlalu lelah menyusun komposisi diet pasiennya, menjadikan ia sebagai imam di setiap qiyamullailmu, berdoa dan menangis bersama, berharap yang terbaik untuk keluarga kalian kelak.
Duhai wanita yang bersuamikan seorang ahli gizi. Ingatlah, salah satu faktor kemajuan umat ini adalah asupan makanan yang halal dan baik, maka dukunglah suamimu untuk terus berjuang membangun umat ini dari jalan yang ia pilih.Yakinlah, ia akan berusaha memberikan asupan gizi yang terbaik kepadamu dan juga pada anak-anakmu, karena baginya anak-anak kalian merupakan titipan dari Allah dan harus diolah sebaik mungkin agar kelak menjadi asupan “gizi” yang bermanfaat untuk seluruh umat.
CeritaJika project : klik di sini