*edisi sok-sokan kuat baca buku beginian di tempat 'bersejarah', tapi lalu nyerah, dapet dua halaman doang, wkwkwk* Merayakan Kehilangan - Brian Khrisna Kehilangan sekalipun, butuh dirayakan, Kan? Kau tahu apa yang didapat setelah adanya kehilangan? Kesadaran bahwa hidupmu tak akan sama lagi, ada bagian dalam dirimu, yang terpaksa dibawa lari. Kau harus percaya "Bahwa sempat dekat denganmu adalah hal paling indah yang pernah terjadi dalam hidupku." Itu barangkali jawabku, atas tanyamu dulu, apakah aku pernah menyesal mengenalmu. "Ada kemudahan yang terlihat dari rona tubuhmu ketika melepas tanganku. Entahlah; mungkin aku yang tak terlalu membekas dalam hatimu. Atau mungkin juga kau sudah menemukan sosok yang benar bagimu, sehingga melepaskanku, kau lakukan tanpa ragu-ragu." Telak, Sebenarnya seberapa bodoh sih, hingga ditinggalkanmu lebih dari sekali, masih tak mampu membuat rasaku mati? "Aku menulis bukan untuk kau baca, bukan untuk membuatmu tersindir, namun kembali tapi, aku menulis untuk melakukan apa yang biasa aku lakukan ketika kau menyapa; membunuh rasa yang perlahan kembali ada." Maaf, jangan merasa tinggi, ketika detik ini aku masih menuliskanmu, tak lain hanya usahaku untuk meniadakan rasaku. "Terima kasih telah datang, kemudian pergi. Terima kasih telah mengajarkan banyak hal bahwa yang baik tak akan selamanya berakhir baik. Tahun ini aku kembali bertemu dengan pertemuan dan perpisahan. Namun di antara semuanya, kepergianmu yang paling aku ingat. Menyadarkanku bahwa aku kuat. Salahmu telah kumaafkan, luka olehmu telah tersembuhkan. Tak perlu lagi merasa bersalah karena meninggalkan aku, tak perlu lagi kau kasihani keadaanku. Aku sudah bahagia sekarang. Terima kasih telah memutuskan untuk pergi." Terima kasih @mbeeer sudah menulis #MerayakanKehilangan