Hallo Tumblr, Im back again
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
todays bird

tannertan36
styofa doing anything
we're not kids anymore.
Claire Keane
Sweet Seals For You, Always
macklin celebrini has autism
d e v o n
NASA

★

@theartofmadeline
AnasAbdin
Not today Justin

ellievsbear

❣ Chile in a Photography ❣
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kaledo Art

Janaina Medeiros
seen from Malaysia

seen from India
seen from Canada

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Italy

seen from Sweden

seen from Malaysia
@andiroyd
Hallo Tumblr, Im back again
tentang ayah
tidak banyak saya menulis tentang ayah. jika anak-anak perempuan kerap menyebut bahwa ayah adalah cinta pertamanya, saya tak merasa demikian. tapi, jika dipaksa, mungkin saya bisa sedikit bercerita tentang ayah.
meskipun perasaan saya untuk ayah biasa-biasa saja, saya merasa bahwa saya adalah anak kesayangan ayah. beberapa kali ketika kami hanya berdua, ayah akan memberi "kesenangan-kesenangan" dengan sembunyi-sembunyi. sebutlah es krim, makanan cepat saji, atau sekadar ajakan berkeliling kota.
kupikir, mengendap-endap ini adalah cara agar saudara-saudaraku tak ada yang tahu lalu cemburu. rupanya, itu adalah upaya ayah agar setiap anaknya merasa spesial dan disayang.
ayah juga selalu memaafkan. entahlah berapa banyak kenakalan sudah kami anak-anaknya perbuat. apalagi sewaktu kami remaja dan menjelang dewasa. namun, ayah selalu maklum, menasihati dengan lemah lembut--terkadang kebaikan ayah itu membuat saya tak kapok.
beberapa tahun terakhir, barulah saya tahu bahwa kata ayah, doa seorang ayah dan suami untuk anak-anak dan istrinya itu sangat ampuh. oleh karena itulah, ayah senantiasa berdoa, "ya Allah, ampunilah dosa-dosa istriku, anak-anakku." ayah selalu mendoakan agar kesalahan yang kami perbuat dihapus dari catatan malaikat.
dan bicara tentang malaikat, ayah sering menjadi salah satunya. ayah hadir di setiap pertunjukan menari saya--bahkan ayah pula yang menata rambut saya. ayah membuat saya percaya diri dengan rambut keriting ini, terutama ketika rambut lurus diidentikkan dengan cantik.
ayah membantu saya membuat pekerjaan rumah, tak jarang justru membuatkan. apalagi jika soal prakarya, melukis, membuat puisi, membuat naskah drama, atau membuat koreografi tari. saya masih hafal puisi "gunting" yang ayah tuliskan untuk pe-er puisi di kelas dua. atau, tari "kertarajasa" yang ayah ciptakan untuk pertunjukan di kelas empat.
saat saya lulus sd, ayah menjadi ketua panitia perpisahan. saat saya lulus smp, ayah menjadi ketua panitia buku tahunan. begitulah cara ayah hadir.
lalu suatu ketika saya menerbitkan buku. ayah bersusah payah membacanya. saya yakin ayah pasti tak mengerti isinya, bukan tipikal bacaan ayah. tapi toh, ayah membaca sampai habis. sampai-sampai ayah menanyakan siapa laki-laki yang namanya saya tulis di halaman terima kasih.
dan ayah membela saya sekali lagi. ayah mengerti anak perempuannya jatuh hati. kata ayah, "ayo kita ke kotanya. jalan-jalan. siapa tau nanti kamu tinggal di sana." lalu di lain kesempatan, ayah membeli cinderamata ketika bepergian. diberikannya hadiah-hadiah itu kepada saya. kata ayah, berikanlah untuk laki-laki itu.
ketika saya harus patah hati karena ya, patah hati, ayah membela saya lagi. ayah mendoakan agar saya mendapatkan laki-laki yang baik. saat itulah kemudian mas yunus muncul. mas yunus lalu datang ke rumah, menceritakan rencana hidupnya. tanya ayah, "jadi, kalau ada laki-laki lain yang mau menikah dengan uti, boleh?"
mas yunus tertawa dan menggeleng, "jangan dong, Pak." dan saat itu pulalah, ayah bilang beliau menerima pinangan. kata ayah, insyaallah bersama mas yunus, saya akan menjadi manusia yang sebaik-baiknya saya.
ayah adalah yang menguatkan saya ketika menjelang pernikahan, keraguan mengganggu saya. ayah adalah yang memijat punggung saya ketika saya mengejan di ruang bersalin. ayah adalah yang paling repot ketika ada keluarga yang sakit--hingga sering lupa dengan kesehatannya sendiri.
hari ini, setahun ayah tiada. terakhir kali kami berbicara, ayah berterima kasih dengan begitu tulus karena saya mengepak kopernya. "terima kasih ya, nak."
kalau saya bisa membalas "sama-sama, yah" sekali lagi, saya akan bilang kepada ayah, "terima kasih yah, sudah selalu percaya ketika tidak ada orang lain yang percaya."
semoga lapang di sana ya, yah.
Just finished install this, lets fight Covid 19. Wash your hands frequently and keep it clean and the most important is stay at home #corona #coronavirus #covid19 #cucitangan (at Perumahan Kalibata Indah) https://www.instagram.com/p/B-eBhcIgFauN7QLOmRr8SS5SYdApteYVKj8HfI0/?igshid=160zrpy6ompw7
Posting di Facebook group pecinta tanaman, niatnya mau pamer Sensiveiera a.k.a Snake Plants alias Lidah Mertua tapi malah pada salfok ke Suplir yg gondrong 😁🍀🌱 #gogreen #plants #tanaman #sensiveira #snakeplant #lidahmertua #suplir #fernplant
Pentingnya Mencuci Tangan Pakai Sabun, Sebelum Makan
"Dek. Kalo mau makan, cuci tangan dulu ya pakai sabun"
"Emang, kenapa musti tangan dulu?"
"Biar tangan kita, ga ada kumannya"
"Emang kumannya bisa kliatan?"
"Coba deh liat gambar ini. Tuh roti yang kena tangan yang kotor!"
Dapet di wa, tanpa saya tau siapa penulisnya.
●Bolu Pisang dan Es Krim ●
"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.
Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.
Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.
Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.
Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.
Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.
Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.
Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.
(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.
Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.
(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)
(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)
(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.
(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)
(Siap, Mbak. Otw dibuat.)
(Berapa harganya?)
(50.000 Mbak.)
(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)
Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.
(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)
(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)
(Oke siap.)
Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.
Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.
Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.
Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugendong saja.
Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.
Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.
Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.
Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.
Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.
Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.
Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.
(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)
Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.
Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.
Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?
Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.
Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.
"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.
"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.
Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.
Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.
Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.
Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.
"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."
"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.
"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.
Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.
"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "
Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.
"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.
Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.
"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.
"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.
"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "
"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."
"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.
"Iya, berapa harganya?"
"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."
"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.
"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.
"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.
Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.
***
Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.
Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.
Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.
Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.
"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.
"Bagus dong, les dimana dia?"
"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."
"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.
"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.
Bu Tia terdiam.
Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.
"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.
"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."
"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."
"Lagi pengen aja."
Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.
Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.
***
Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.
Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.
Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.
Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.
Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.
Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?
Kalender 2020 dari Inspirasi Islami. Sudah termasuk kalender untuk puasa sunnah dan wajib. Bebas untuk diunduh dan dilarang keras untuk diperjual belikan.
Gong Xi Fa Cai #imlek2019 #sincia #lunarnewyear #chinesenewyear https://www.instagram.com/p/B7gF6fiAgd_/?igshid=jpbgb8ef254h
Any man can be a FATHER but it takes by someone special to be a DAD #happyfathersday #selamathariayah #hariayah
Listen to Katy Perry - Passenger by carlyjepsenslave #np on #SoundCloud
Katy sang Britney’s song
Zabaniyah, Malaikat Buruk Rupa Sang Penyiksa dari Dasar Jahanam
Mempercayai adanya malaikat merupakan rukun iman yang wajib dilakukan oleh umat islam. Makhluk yang tidak memiliki nafsu ini, jumlahnya lebih banyak dari manusia. Uniknya mereka memiliki tugasnya masing-masing. Ada yang menyampaikan wahyu, memberi rezeki dan lain-lain. Yang jelas mereka adalah makhluk Allah yang tidak pernah berbuat dosa.
Bicara mengenai malaikat, biasanya identik dengan busana putih, sayap indah dan wajah yang rupawan. Namun berbeda dengan malaikat yang bernama Zabaniyah. Alih-alih bercahaya dan rupawan, ia adalah sosok yang sangar dan teramat menakutkan. Namanya memang tidak disebutkan langsung di Al-Quran, namun dengan mendengar kisahnya, semoga mencegah kita untuk berbuat dosa. Penasaran dengan sosok malaikat ini? Simak ulasan berikut.
Diciptakan menyeramkan dan tanpa belas kasihan
Menurut berbagai riwayat, Allah SWT menciptakan malaikat-malaikat Zabaniyah dengan rupa yang sangat mengerikan. Dalam diri Zabaniyah tidak dibuat bagian yang memiliki rasa belas kasihan sama sekali. Kekejaman mereka tidak kenal ampun, penglihatan malaikat Zabaniyah menyambar bagaikan kilat. Selain itu para malaikat ini memiliki gigi seperti tanduk sapi dan bibir menjulur hingga telapak kaki.
Setiap para malaikat ini berbicara, maka akan keluar api dari mulutnya. Tubuh malaikat Zabaniyah sendiri dari bahu ke bahu adalah setara dengan satu tahun perjalanan. Setiap dari mereka membawa rantai-rantai neraka dengan berat tidak terkira dan panas yang luar biasa.
Bawahan malaikat Malik
Seperti yang diketahui, Malik adalah penjaga pintu neraka. Allah SWT kemudian menciptakan para malaikat Zabaniyah untuk membantu Malik. Nama Zabaniyah sendiri memiliki arti mendorong atau menolak, jadi siapapun yang masuk dalam neraka akan di masukan secara paksa tanpa peduli alasan apapun
Jumlah Zabaniyah ada 19 sesuai jumlah huruf dalam basmalah dan semuanya merupakan bawahan sang penjaga neraka. Malik sendiri berarti raja, pemimpin bagi para malaikat Zabaniyah. Ketika Allah SWT memerintahkan sesuatu pada Malik, baik dia dan seluruh malaikat Zabaniyah mengikuti tanpa membantah.
Siksaan pedih Zabaniyah
Malaikat Allah yang satu ini sangat mengerikan, dengan satu tangan Zabaniyah dapat melempar 10.000 orang kafir masuk dalam neraka. Zabaniyah pun juga menggunakan kaki-kakinya untuk menceburkan para ahli neraka. Setiap satu kali lemparan, Zabaniyah menggunakan kaki dan tangannya sehingga 40.000 orang kafir akan masuk ke dalam neraka. Di dalam sana mereka dibakar hingga menjadi luluh dan kemudian lahir kembali. Para ahli neraka ini merasakan akan merasakan panas abadi untuk selama-lamanya.
Namun saat malaikat Zabaniyah melempar para muslim yang berdosa, api tidak mau menyambar tubuh mereka. Adanya kalimat tauhid membuat orang-orang ini tidak tersentuh neraka. Namun karena mereka masih mempunyai dosa, atas perintah Allah SWT, malaikat Malik memerintahkan api neraka membakar kaum muslim yang berdosa itu untuk menyucikan kesalahan yang mereka perbuat. Api neraka diharamkan membakar bagian wajah dan hati karena dengan di sana tempatnya tauhid dan wujud keimanan semasa dunia.
Zabaniyah naik ke alam kubur
Malaikat penyiksa ini juga sempat naik ke alam barzah atas perintah Allah. Bagi para orang tua sudah meninggal namun memiliki anak yang berzina atau bersentuhan bukan muhrim, malaikat Zabaniyah naik dari neraka membawa batu kerikil yang telah dipanaskan puluhan tahun di Jahanam. Batu itu kemudian digenggamkan pada para orang tua tersebut hingga tangannya hancur.
Bukan hanya itu, bahkan saking panasnya kerikil neraka itu hingga meledakkan kepala hingga bagian otak bercecer ke mana-mana. Itulah siksaan pedih dari malaikat Zabaniyah pada penghuni alam barzah. Karena pada dasarnya alam kubur merupakan lubang kecil di kehidupan akhirat kelak.
Kematian iblis dan rantai Zabaniyah
Iblis merupakan makhluk yang ditangguhkan kematiannya oleh Allah SWT. Tapi akhir hayat iblis adalah yang paling pahit. Saat akhir dunia kelak, Allah memerintahkan malaikat maut dan para malaikat Zabaniyah untuk mencabut nyawa iblis. Turunlah mereka dengan 70.000 malaikat bersama rantai-rantai dari neraka. Iblis ketakutan karena para malaikat ini memiliki rupa yang paling mengerikan di alam semesta. Dia lari mengitari dunia menghindari malaikat maut dan Zabaniyah.
Kemudian Iblis berhenti di kuburan Nabi Adam AS dan Siti Hawa. Namun Iblis telah terbelenggu oleh rantai-rantai neraka malaikat Zabaniyah. Kemudian 70.000 malaikat mengerikan serta malaikat maut melemparkan bola-bola api panas neraka ladha. Bumi membara bagaikan api saking banyaknya batu neraka yang dilempar dan begitulah sakaratul maut dari iblis laknat. Dan di neraka, iblis akan mendapatkan siksa berlipat-lipat atas penyesatan yang dia lakukan.
Mendengar cerita malaikat Allah yang satu ini memang mengerikan. Makhluk yang diciptakan tanpa belas kasihan ini bakal meberikan siksa pedih bagi mereka yang berdosa. Memang mengimaninya adalah satu dari rukun iman, tapi kita berdoa semoga jangan sampai bertemu dengan Zabaniyah, aamiin...
Hujan... (at KM 19 Tol Jakarta - Cikampek)
Tee... Sateee.. (at Sate Maranggi Hj. Yetty)
Good morning, happy weekend! (at Stasiun Pasar Minggu Baru)
Having a cold guava juice in the morning! 🍹😄
#pathdaily – View on Path.
Its time to go home (at Jakarta Kota railway station)