Kau sebagai wanita hanya bisa menangis bila berani berargumentasi dianggap durhaka
Claire Keane
Sade Olutola
NASA

Kiana Khansmith
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
🪼
One Nice Bug Per Day
will byers stan first human second
KIROKAZE
No title available
Keni
styofa doing anything

pixel skylines
todays bird
wallacepolsom

oozey mess
sheepfilms
trying on a metaphor

Kaledo Art

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Australia
seen from Israel
seen from Belarus
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from Japan

seen from Malaysia

seen from United States
seen from India

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
@arunikaas
Kau sebagai wanita hanya bisa menangis bila berani berargumentasi dianggap durhaka
SEUSAI
Entah, aku ngga tau harus memberi ini judul apa, tiba-tiba saja dalam pikiran hanya ada usai
Mungkin beberapa dari kalian sudah pernah membaca kisahku, aku gadis yatim piatu yang masih punya 1 adek
Dulu setelah ayah dan ibuku meninggal, aku menaruh harapan hidup bersama seseorang.
Dan suatu hari, hari bahagia itu pun datang, aku menikah dengan seorang pria yang aku cintai
Yaa. Aku sangat mencintainya...
Tetapi, aku tidak lagi memiliki harapan hidup seperti dulu
Aku berada di fase " harapan tak ada tapi ketika bunuh diri aku takut dosa"
Dilaman biru ini, aku bisa bersembunyi namun tetap bisa bercerita
Buu, kini putri kecilmu mengerti betapa beratnya menjadi engkau buu
Yah, ternyata dunia tanpamu terasa berat yaa yah
Dua kata itu hanya bisa ku ucapkan ketika berada di pusara ibu dan ayah
Ternyata menjadi dewasa tanpa kedua orang tua itu menyesakkan, bukan karena aku menyalahkan sebuah takdir, aku selalu yakin takdirMU pasti yang tetbaik untukku
Akkh, entah mengapa ketika mengetik tentang orang tua selalu banjir air mata
Bu, yah putri kecilmu tak selemah dulu walaupun masih sedikit cengeng
Bu, yah Dunia menghantamku berkali-kali, sampai aku pernah tersungkur tapi aku masih bisa terbangun walau harus tertatih-tatih dan membasuh kakiku yang berdarah
Bu, yah
Doakaan putrimu yaa, semoga putrimu tegar dan kuat
Setegar ibu dan sekuat bahu ayah
Bu, yah
Aku mencintaimu
" wanita di dunia ini semua goblok, kecuali adikku" entah bagaimana perasaan sesama wanita bila pernah mendengat kata itu
Aku cemburu? "Entahlah"
Perasaan cemburu atau sakit bila mengingatnya sepertinya beda tipis
Hahaha rasanya hatiku sudah terbiasa
Sering kali ku jawab dengan senyum tipis "kalau aku pintar, mungkin aku tidak menerima mu mas" sambil tersenyum dan tertawa hahaha
Mungkin aku wanita gila yang cemburu dengan adik iparnya sendiri, akh entahlah
Mungkin aku harus terbiasa
Senja selalu mengajarkan rela
Aku tak pernah ingin menyakitimu walaupun hanya dengan kata-kataku,niat saja tak ingin.
Aku memilih menepi sesenggukan dipojokan untuk melegakan hatiku, ayah ibu, aku ingin pulang
Tapi pulang kemana?
Ayah ibu aku ingin dipeluk
Tapi dengan cara apa?
Bila rindu saja aku hanya bisa mengirim sebuah doa
Jangan Siakan
Pesan untuk lelaki yang sudah menikah. Seseorang yang saat ini berada bersamamu adalah seseorang yang dulu kamu pilih dengan sadar. Bahkan, dengan perjuangan. Orang yang menemanimu saat ini adalah orang yang dulu begitu dicintai oleh orang tuanya, diberikan semua yang ia butuhkan, diberikan keleluasaan untuk bergerak mengaktualisasikan dirinya, menjadi dirinya sendiri dengan segala mimpi dan cita-citanya.
Jangan sampai karena dia menikah denganmu. Hidupnya yang dulu berwarna, kini menjadi kelabu. Mimpi-mimpinya yang dulu selalu diupayakan jalannya oleh orang tuanya, kau belenggu, diikatnya hingga tak ada lagi harapan yang tersisa untuk mimpinya menjadi kenyataan. Alih-alih kita membantunya mewujudkan, malah mematikan.
Jangan sampai karena menikah denganmu, ia kehilangan dirinya sendiri hanya karena dituntut untuk terus menjadi seperti apa yang kamu mau. Mendiktenya harus ini dan itu. Mengerdilkannya dengan membuatnya semakin tak berdaya dan tak berarti.Â
Kamu memang tidak mengikatnya dengan tali, tapi keberaniannya telah mati, hatinya telah mengecil, mimpinya telah hilang, dan kepercayaan dirinya telah runtuh. Menikah denganmu, bukannya menjadi bahagia malah sebaliknya.
Orang yang saat ini berada bersamamu, adalah orang yang dulu begitu diperjuangkan oleh kedua orang tuanya. Dibesarkan dari kecil hingga dewasa, saat kamu datang mengambilnya. Mungkin juga saat kamu berhasil memenangkannya, ada orang lain yang saat itu juga begitu mencintainya, memperjuangkannya, dan memperlakukannya dengan begitu terhormat.Â
Tapi kamu tidak, merusaknya, menginjak-injak harga dirinya. Hingga ia tak lagi memiliki energi untuk menghadapi hari demi hari yang begitu kelam. Kamu telah menyia-nyiakannya.Â
Jangan sampai, kita menjadi demikian.
karena aku sangat mudah untukmu
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu, semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
Yah, bu
Aku rindu....
Sebelum kamu tidur ..
Berbicaralah pada Allah ..
Kabarkan pada-Nya tentang hancurnya dirimu hari ini, kabarkan pula pada-Nya soal dosa yang kamu sudah berjanji tidak mengulangi tapi masih saja dilakukan, kabarkan pada-Nya bahwa hatimu kini terluka dan membutuhkan perban dan obat untuk menyembuhkannya.
Katakan pada-Nya bahwa kamu terluka dan menginginkan kesembuhan.
Selamat mengadu dan menyembuhkan luka.
@jndmmsyhd
Ternyata tak ada pria yang dapat menggantikan ayah.... yah, ternyata kadang kala dunia sekeras ini, disaat engkau belum begitu banyak memberikanku pelajaran dqn gusti Allah lebih dulu memanggilmu. Dunia menghantam begitu kerasnya. Jatuh bangun aku dibuatnya yah. Dari manja berusaha menjadi yang terkuat walaupun tertatih...
Yah, putrimu pernah cerita kan bahwa putrimu ini bertemu dengan pria yang mirip dengan ayah?
Putrimu ini pernah sangat antusias bercerita ketika mengunjungi rumah barumu waktu itu
Yah, masih ingat ketika kecil putrimu paling takut dengan hewan apa pun yang melata, sampai besar pun hal itu belum berubah yah, ketika itu tak ada masalah bagi ayah.
Tapi ketika hidup menuntutku untuk dewasa itu menjadi sebuah masalah yah, aku kira pria yang ku ceritakan bisa memaklumi, ternyata tidak yah.
Yah, bolehkah aku bertanya? Bagaimana aku bisa menjadi wanita mandiri tanpa merepotkan pria?
Luka dan Sebuah Tanya
Jangan pernah bertanya bagaimana caraku tetap baik-baik saja meski aku mendapatkan perlukan yang menyakitkan. Aku, tidak pernah merasa baik-baik saja kala terluka. Namun, aku memilih untuk mengadukan semuanya kepada Allaah.
Tak lain dan tak bukan agar perasaan ku tidak semakin terluka lebih dalam lagi. Aku tidak ingin menyakitinya dengan mengingat-ingat perihal luka yang telah ku terima. Aku ingin melupakan luka itu dengan mengadukan segala keluh serta sesakku kepada Allaah. Sebab, aku ingin bahagia. Sebab, aku ingin tenang.
Kala aku memandang langit dalam-dalam seketika terluka, aku melihat langit begitu luas dan begitu indah. "aku tidak ingin terluka lebih dalam lagi, Allaah. Cukuplah Engkau menjadi saksi, bahwa keadaanku sedang tidak baik-baik saja saat ini."
Air mata yang mungkin ingin sekali tumpah, berakhir dengan sebuah senyum yang merekah. "Alhamdulillaah, terimakasih untuk perasaan tenang ini, Allaah. Terimakasih sudah menguatkan sampai sejauh ini."
Jadi, kala dirimu sedang tidak baik-baik saja. Cobalah berhenti sejenak, pandanglah langit lekat-lekat. Dan mengadulah kepada Allaah dengan seluruh perasaan sakitmu. Agar dirimu kembali tenang, agar hatimu tidak terluka terlalu dalam.
Bagiku tumblr adalah penyembuh ketika tak ada tempat untuk pulang
kepada seseorang yang ku sebut suami, maaf atas kelakuanku yang kadang menjengkelkan, maaf yang kadang membuatmu kesal dan terabaikan... bu, maaf... aku belum bisa merawat putramu dengan baik
Parenting#10 : Tips Mendidik Anak Sukses, Berawal dari Bangun Pagi
1. Perbaikan kualitas generasi selayaknya dimulai dgn kebiasaan bangun di pagi hari. Sebab, generasi unggul bermula dari pagi yang berkualitas.
2. Kebiasaan bangun pagi hendaklah dimulai dari usia dini. Peran Ayah amat dinanti. Ayah yang peduli tak abai dalam urusan bangun pagi buah hati.
3. Jika anak terbiasa bangun siang. Maka keberkahan hidup melayang. Aktivitas ruhani menjadi jarang. Perilaku menjadi uring-uringan.
4. Mulailah dengan malam yang berkualitas. Anak tidak terjaga di ambang batas. Harus buat peraturan tegas. Kapan terjaga dan kapan pulas.
5. Setelah Isya jangan ada aktivitas fisik berlebihan. Upayakan aktivitas yang menenangkan. Membaca atau bercerita yang berkesan.
6. Biasakan berbagi perasaan. Mulai dengan cerita aktivitas harian. Evaluasi jika ada yang tidak berkenan. Sekaligus sarana pengajaran.
7. Buat kesepakatan bangun jam berapa. Lantas, anak mau dibangunkan bagaimana. Jadikan ini sebagai modal membangunkan di pagi harinya.
8. Tutuplah aktivitas malam dengan mendengarkan tilawah. Agar anak tidur membawa kalimat Allah Pemberi Rahmah. Dan terekam dalam memorinya.
9. Pagi pun datang. Jalankan kesepakatan yg dibuat sebelum tidur menjelang. Bangunkan anak penuh kasih sayang. Bangunkan dengan cara yang ia sepakati.
10. Jika anak menolak tuk beranjak, ingatkan akan kesepakatan semalam. Anak siap terima konsekuensi tanpa diancam. Batasi kesenangannya yang berlebihan.
11. Bangunkan anak dengan kalimat Illahi. Agar paginya diberkahi. Jika perlu adzan di telinga kanan dan kiri. Bisikan dengan lembut tembus ke hati.
12. Jika ia segera bangun, jangan lupa apresiasi. Hadiahi dengan doa dan kecupan di pipi. Tak lupa bertanya tentang mimpi. Anak butuh waktu transisi.
13. Jika anak telah terjaga, siapkan aktivitas olah jiwa dan raga. Agar fisik anak bergerak tak kembali ke kasur yg menggoda. Semoga jadi pola kesehariannya.
14. Jalankan pola ini minimal 2 pekan. Agar lama-lama jadi kebiasaan. Insyaa Allah anak bangun pagi dengan kesadaran. Sebab tubuhnya telah menyesuaikan.
15. Jika ayah tak sempat membangunkan, karena harus segera ke kantor kejar setoran, mintalah ibu berganti peran. Agar anak tak merasa diabaikan.
16. Jangan sampai anak tumbuh remaja, punya kebiasaan yang tidak mulia. Bangun pagi selalu tertunda. Sholat shubuh di waktu dhuha. Banyak melamun tak ada guna.
17. Jika terlanjur anak bangun kesiangan. Buatlah rencana bersama pasangan. Konsisten dan tidak saling menyalahkan. Fokus kepada upaya perbaikan.
18. Sebelum terlambat, segera bertindak cepat. Agar masa depan anak selamat. Fokuslah kepada perbaikan pola tidur yang sehat.
19. Jika anak terbiasa bangun pagi sedari dini, itu ciri anak berprestasi. Tak mudah dipengaruhi berbagai pergaulan yang tidak islami.
20. Jadi, tunggu apalagi. Jangan hanya bisa marah dan berteriak. Segera bertindak untuk buah hati. Fokuslah kepada bangun pagi.
Selamat beraksi.
Sumber : Parenting Care
29 Desember 2017 | ©shellymushollia
RTM: Kebaikan di Atas Segala Ke(kurang) baikan
Tulisan ini disarikan dari kajian Rumah Tangga bersama Ust. Afri Andiarto dengan topik “Wa’asyiruhunna bil ma’ruf: Dan pergaulilah istrimu dengan ma’ruf”. Kajian yang jika tidak salah sudah berlangsung bulan lalu. Entah mengapa waktu itu isinya begitu menancap, sehingga saya ingin sharing di sini. Semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya.Â
Ada sebuah redaksi yang menarik saat Allah mendiskripsikan dalam QuranNya Surat An-Nisa ayat 19 mengenai bagaimana kewajiban suami dalam mempergauli istrinya. Dari pemahaman saya yang masih sangat awam di sini, dalam bahasa arab, terdapat beberapa kata yang bermakna “baik”. Selain kata ma’ruf, terdapat kata hasan / ihsan , ada juga kata khoir. Namun, mengapa di sini Allah memilih menggunakan kata “Ma’ruf?
Bahkan tidak hanya satu kali. Di dalam QS. At-Thalaq ayat 6, disebutkan “Wa tamiru bainakum bil ma’ruf”, dan musyawarahkanlah di antara kalian suami istri tentang segala sesuatu dengan cara yang baik”. Lagi-lagi redaksi kata ma’ruf dipergunakan untuk mendeskripsikan tentang hubungan keluarga. Lagi-lagi tentu kita bertanya, mengapa kata ini yang dipilih oleh Allah untuk menjelaskan perihal rumah tangga?
Sebelum kita berpikir lebih jauh terkait maknanya, barangkali kita tarik terlebih dahulu ke sebuah nasihat yang sering disampaikan guru dan ustadz kita saat pernikahan:
“Sebaik-baik laki laki adalah yang paling sabar terhadap istrinya, sementara sebaik baik perempuan adalah yang paling taat pada suaminya”
Mengapa kesabaran yang begitu ditekankan? Sebab seorang laki laki nantinya akan membersamai makhluk yang penuh dengan perasaan dan emosi. Sudah cukup banyak kisah sahabat, salafush shalih yang kena semprot dan omelan istrinya, bahkan tak terkecuali Rasulullah SAW. Maka dari itulah sabar dan sabar adalah kunci dari kesuksesan seorang laki laki dalam menjaga rumah tangganya.
Kembali lagi ke ayat di atas, jika didefinisikan dan ditafsirkan, kata Ma'ruf bahkan jauh lebih tinggi daripada khair dan Ihsan. Dalam QS Ar-Rahman, kita mengetahui sebuah ayat yang artinya, “Kebaikan dibalas dengan Kebaikan”. Nah, peran suami di sini kelak bahkan harus lebih dari itu. Segala perlakuan istrinya, saat mengomel, saat marah, maka sang suami tidak cukup hanya sabar, namun membalasnya dengan senyuman, kesabaran, canda dan tawa, membantu mengerjakan urusan rumah tangga, serta kebaikan kebaikan yang lainnya. Jadi, makna Ma'ruf di sini adalah melakukan kebaikan yang jauh lebih baik dari apa yang diperbuat pasangannya. Membalas segala perlakuan pasangannya dengan kebaikan. Hal yang teramat luar biasa, mengingat seperti inilah akhlak Rasulullah terhadap para penghinanya, yang betapa tinggi kemuliaan seseorang jika mampu mencapai derajat seperti ini.
Namun apakah dengan begini istri bisa semena-mena dengan emosinya? Tentu saja tidak. Sebaik baik istri pun juga adalah yang paling perlakuan dan pelayanannya pada suaminya. Maka di sinilah asal muasal kenapa surganya istri ada di ketaatannya pada suami. Sebab tanggung jawab suami begitu besar terhadap keluarganya. Pun walaupun demikian bukan berarti suami berbuat semena-mena terhadap istrinya. Ia harus tetap bersikap baik, menyuruh ya menaati sesuai dengan koridor ajaran agama.
Bayangkan saat seorang lelaki menggenggam tangan ayah atau wali dari istrinya, melakukan ijab qabul yang dikenal dengan mitsaqan Ghalidza, maka berpindahlah tanggung jawab dari ayahnya ke dirinya. Maka dia pula yang akan menanggung dosa dosa istrinya, dia yang akan menjadi nahkoda dalam membawa keluarganya ke surgaNya kelak, dia yang akan dimintai pertanggungjawaban pertama olehNya kelak di akhirat. Dia juga yang akhirnya bertanggungjawab penuh terhadap nafkah keluarganya, pendidikan anak-anaknya, memastikan bahwa apa yang ia berikan adalah hal yang halal dan thoyyib.
Tersebab tanggungjawab yang begitu berat itulah maka barangkali karena inilah Surganya seorang istri berada pada ridho suaminya. Dia yang taat pada suaminya, dia yang tidak menolak ketika suaminya meminta hak-nya selama tidak ada udzur syar'i seperti haid, nifas, dan sakit, dia yang selalu berhias utk suaminya, menjaga diri, rumah, dan harta selagi suaminya bekerja, serta dia yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dia yang bahkan dalam banyak kisah salafush-shalih, menawarkan diri di depan suaminya sekalipun mungkin mood nya sedang tidak baik atau bahkan lelah, namun dalam rangka ingin meraih pahala surgaNya, ia kesampingkan segala perasaannya. Dan inilah seringkali yang justru tidak mudah bagi seorang wanita karena dia harus berurusan dengan perasaan dan emosinya, sementara soal kesabaran pun barangkali tak mudah bagi seorang laki-laki karena dia harus berurusan dengan ego pribadi dan sifat ke-lelakiannya.
Maka demikianlah Allah menciptakan laki laki dan perempuan. Dilahirkan dengan penuh perbedaan yang sudah seyogianya bukan untuk diperselisihkan, namun melengkapi satu sama lain, memaklumi kekurangan satu sama lain, serta saling melayani satu sama lain.
Jika kelak seorang laki-laki menjumpai perlakuan yang kurang baik dari pasangannya, maka sudah menjadi tugasnya untuk menjadi yang pertama tersenyum dan sabar untuk pasangannya. Ia harus menjadi orang yang pertama yang menawarkan bantuan kepadanya apapun reaksinya, memeluknya untuk meredam segala amarah ya, mencium keningnya karena ketenangan seorang suami ada dalam kening istrinya.
Pun demikian jika kelak seorang istri menjumpai suaminya yang lelah selepas menafkahi dirinya, maka sudah tugasnya untuk menawarkan dirinya kepadanya. Taat pada perintahnya, mengesampingkan ego dan perasaannya walau dia barangkali sebrnarnya lelah, berusaha mengontrol emosinya walau memang tidak mudah. Sebab surga seorang istri ada pada tangan dan ridho suaminya, sebagai tanda ketawadhuannya.
Surabaya, 1 April 2021
03.50
Cukup membingungkan ketika memilih lima buku dari sekian banyak yang saya baca sepanjang 2019. Saya tidak akan mengatakan yang terbaik, karena kalau yang terbaik bisa saja novel, puisi, atau yang lainnya.
Hanya saja yang paling memberi pengaruh bagi hidup saya. Lima buku ini berhasil mematahkan dan mengubah sudut pandang yang saya yakini selama ini.
Buku ini bisa dibilang otobiografi, meski tidak sepenuhnya. Mengisahkan jungkir balik kehidupan Arianna Hufington hingga menjadi salah satu dari 100 wanita berpengaruh di seluruh dunia.
Di puncak kesuksesannya dia mengatakan "Kekayaan dan kekuasaan bukanlah yang dikenang orang ketika sudah mati, melainkan hubungan kita dengan diri sendiri, orang-orang yang dicintai, dan komunitas, atau dengan kata lain thrive - diri kita yang utuh dan bahagia."
Buku ini mengubah pandangan saya tentang konsep memiliki. Ketika sebelumnya saya berpikir bahwa memiliki barang lebih banyak, lebih mewah, lebih mahal, lebih branded dari yang lain adalah sebuah kebahagiaan. Buku ini justru mengatakan sebaliknya. Semakin memiliki sedikit barang, semakin sedikit stres yang diakibatkan karena memilikinya.
".....Kaya atau miskin, tenar ataupun tidak, kita semua hanyalah manusia biasa yang saling bertemu dalam hidup ini."
Buku yang ditulis oleh seorang neurolog dan psikiater yang terbebas dari tahanan nazi ini berhasil mengubah pandangan saya soal bagaimanna merespon penderitaan. Bagaimana ia bisa memaknai dan menemukan alasannya untuk bertahan hidup.
Menurut Frankl "Jika seseorang ditakdirkan untuk hidup menderita, dia harus menerima penderitaan tersebut sebagai tugasnya; tugas yang tunggal dan unik. Dia harus menerima kenyataan bahwa bahkan di dalam penderitaannya dia tetap unik dan hanya satu-satunya di jagat raya. Tidak ada orang yang bisa menanggung dan mengurangi penderitaannya. Kesempatan yang unik terdapat pada caranya menanggung beban tersebut."
Banyak sekali buku-buku yang membahas bagaimana caranya untuk sukses. Dari mulai kerja keras, disiplin, mengoptimalkan bakat, dan juga banyak hal positif lainnya. Bedanya buku ini juga menyorot beberapa hal yang selama ini dianggap negatif dalam meraih kesuksesan. Menariknya dibahas secara lugas dan ilmiah berdasarkan hasil penelitian.
Siapa yang akan lebih cepat berhasil, si baik hati kah, atau pemain yang licik? Barker mengatakan "Ingatlah, perilaku yang buruk itu kuat dalam jangka pendek, tetapi perilaku yang baik akan menang dalam jangka panjang".
Buku ini menceritakan dialog sederhana antara seorang filusuf dan pemuda yang tidak percaya bahwa setiap orang bisa berubah. Ini adalah buku pertama yang karena percakapannya berhasil membuat saya menemukan trauma-trauma saya di masa lalu, berhasil mematahkan pikiran bawah sadar saya tentang apa yang selama ini sudah saya yakini. Membacanya seperti sedang berhadapan dengan seorang psikolog.
Mengutip apa yang dikatakan Adler dalam buku ini "Yang penting bukanlah dengan apa seseorang dilahirkan, namun bagaimana dia memanfaatkannya."
Bagaimana dengan buku favoritmu?
Yuk tulis di kolom komentar buku yang sangat kamu rekomendasikan, beserta alasannya.
—ibnufir