Cinta adalah serangkaian pilihan, pada dasarnya kita akan mulai menyukai seseorang dari mulai bentuk fisiknya, lalu kemudian mulai lebih dalam. Mulai dari selera humor, hobi, prinsip, logika dan lainnya.
Dari berbagai hal tersebut kita sudah mulai memilih mana yang sekiranya tepat untuk kita cintai.
Jika pilihan sudah di tentukan, cinta bisa memberikan sensasi yang luar biasa. Bagaimana kita merasa nyaman di dekat orang yang kita cinta atau senyumannya yang seolah membuat kita lupa akan segala masalah.
Dalam menjalin sebuah hubungan ada kalanya ia Sama seperti menaiki pesawat. Akan ada kemungkinan terjadi turbulensi; seperti pertengkaran, ketidak sepahaman, bahkan rasa bosan.
Kita akan sampai pada titik rasa ragu, apakah kita sudah menentukan pilihan yang tepat?! Kemudian kita harus menentukan pilihan kembali, Apakah kita harus terbang bersama orang tersebut, atau melompat dari pesawat?
Jika kita memilih melompat sensasi terjatuhnya akan membuat kita menjadi lebih dewasa, sengsara atau galau dan menyesali semua, atau bahkan akan menjadi sebuah akhir atau awal yang baru.
Namun pada akhirnya kita akan menunggu kembali di suatu bandara, dan akan menaiki pesawat berikutnya,
Lalu kemudian memungkinkan adanya turbulensi lagi, atau justru kali ini tidak ada sama sekali. Atau bahkan kita memilih merubah tujuan penerbangan...
Jika kita memilih tetap terbang dengan orang yang sudah berani untuk menaiki pesawat tersebut, sensasinya pun akan berbeda, dimana kita akan lebih paham terhadap orang yang ada dalam pesawat, belajar sabar, belajar mempertahankan pesawat dari turbulensi dan orang yang ada didalamnya.
Cinta adalah menentukan pilihan setiap harinya, untuk mencintai atau tidak sangat sederhana bukan? Sayang nya tidak.
Pilihan untuk mencintai bukanlah perasaan melainkan sebuah tindakan itulah mengapa sangat sulit.
Kita harus melakukan sesuatu, tidak hanya sekedar membeli/memberi bunga. Dan seringnya kita harus berkorban dan mengesampingkan keinginan diri sendiri.
Terkadang mudah untuk dicintai, terkadang juga sulit.
Tapi pada akhirnya itu menjadi satu pilihan, lalu bagaimana kita tau kalau itu cinta? Sayangnya itu bukan pertanyaan yang harus ditanyakan.
Pertanyaannya adalah; apakah kita memilih untuk mencintai orang tersebut atau tidak? Sekarang! Bukan besok! Tapi hari ini dan seterusnya.
Jika ia, cintai dengan kapasitas yang kamu milikki.Jika tidak, maka berjanjilah satu hal, biarlah jatuhnya membuat kita lebih kuat.
38000ft, waktu itu dari langit abudhabi.