September 2019
2019 tersisa hanya beberapa hari lagi. Sesaat tidak ada yang terlintas di pikiran sejauh mana telah melangkah. I feel stuck, not moving.
2019 sepertinya ujian bagi batin. Tekanan yang datang tak henti kian bertubi. Lebay haha. Ya setidaknya itu yang saat ini dirasakan.
Banyak pelajaran dan pengalaman yang datang, banyak juga kehilangan. Semuanya membuatku semakin yakin akan kuasa-Nya. Menyadari bahwa tidak semua yang terjadi bisa dikendalikan oleh manusia.
Terlintas rasa penyesalan mendalam dari semua ini. Rasa ‘being let behind’ itu kembali menerjang, membuat kata ‘insecure’ berani muncul kembali ke permukaan. Membuat aku merasa tak berharga kembali.
Kepercayaan diri yang susah payah telah terbangun, ternyata runtuh begitu saja. Hei, taukah kamu bahwa aku tidak berteman baik dengan ‘rasa percaya diri’? hehe mungkin kalian tidak pernah tau itu.
Aku bingung. Bagaimana cara untuk menghadapi ini semua? Mencari pengalihan yang pada akhirnya membuatku semakin tersesat, membuat semakin banyak kesalahan. Dan semakin membuatku tidak mengenal orang-orang di sekelilingku. Aku seakan hilang arah.
Aku merasa sendiri. Iya, kita memang terlahir sendiri, dan akan kembali sendiri pula. Tapi, terkadang rasanya berat menjalani hal-hal seperti ini seorang diri. Teman? Aku bahkan tak mengerti apa itu arti ‘teman’. Orang yang ku percaya, ku hargai, pun pada akhirnya akan menjalani hidupnya masing-masing.
Keluarga? Well, rasanya tak cukup tega untuk menuangkan semua rasa kekesalan ini pada keluarga. Mereka yang telah bersusah payah membuatku tumbuh menjadi seseorang yang berarti, tak seharusnya menerima segala keluh kesah yang sedang ku hadapi. Cukup biarkan mereka tenang dengan melihatku tersenyum.
Pacar? Apa itu pacar? Haha, aku skeptis terhadap hal-hal percintaan. Berteman saja aku sulit, apalagi berpacaran haha. Tidak, bukan mereka yang tidak cukup baik, tapi aku, aku yang merasa belum pantas untuk mendampingi seseorang.
Hidup ternyata sebercanda itu. Mungkin karena aku yang terlalu memikirkan hal-hal kecil seperti ini. Mereka yang pernah kubagi secuil kisah hidupku berkata, “sometimes, the only thing that could make you feel better is not to giving a fuck with life.”












