Hai! Apa kabar? Hai! Apa kabar?
Pembukaan yang basi, ya? Selalu saja begitu kalo sudah lama tak bertemu. Padahal aku selalu membaca postingan dan unggahan kamu di media sosial. Menanyakan kabar mungkin hanya basa basi saja untuk memulai pembicaraan. Baiklah, ada banyak hal yang ingin aku sampaikan dan buktikan kepada kamu. Sampai sekarang aku masih menyesal atas semua kesalahan yang aku lakukan terhadapmu. Hal ini membuat aku resah. Seperti ingin meminta maaf kepada kamu lagi dan lagi, dan membuktikan bahwa aku tidak akan mengulangiya lagi. Sampai sekarang aku masih berharap banyak denganmu. Berharap kamu bisa memaafkanku, menerima aku (lagi), bertukar cerita, tawa, senyum, dan tangis. Aku berharap bisa menghabiskan waktu denganmu. Aku selalu berdoa untuk itu, semoga saja ada malaikat lewat dan akhirnya dicatat. Hehehe. Kamu benar. Kamu sangat berharga. Wanita yang berproses bersama aku. Dari nol sampai 1, 2, atau 3 tingkat proses itu dilalui. Aku sangat berterima kasih padamu. Aku juga sadar aku sangat egois, ya. Huhuhu maafkan aku! Aku tidak adil sama kamu. Ah! Aku pikir kamu dan hubungan ini akan berlalu begitu saja. Terkubur dengan memori-memori baru dan berusaha untuk ikhlas. Ternyata tidak! Kamu selalu punya tempat dalam diriku. Pada akhirnya aku teringat kembali sajak yang aku berikan padamu. Izinkan aku menulisnya lagi.
suatu malam yang berbeda dua jam
aku dan kau terpisah oleh lautan
membuat dan menunggu jawaban
aku dalam diam menelusuri ingatan-ingatan
ingatan itu menuntunku kedalam inti perasaan
yang akan menjawab siapakah engkau
kau adalah siaran pertandingan bola dini hari,
atau kartun tiap pagi di layar tv
kau adalah embun pagi yang menyelimuti daun,
juga kabut yang disinari matahari
kau adalah selimut saat dingin, dan cahaya dalam gelap
kau adalah aksara disetiap sajak,
juga nada-nada dalam lagu yang kudengar
kau adalah angan-angan, atau harapan dalam kekhusyukan
kau adalah bayangan saat bercermin
Aku, disini sedang menunggumu. Entah sampai kapan aku tidak tahu. Seperti yang kamu bilang "Kalo jodoh gak kemana, Kak". Aku mau menunggu kamu. Aku ingin hadir dengan versi terbaik diriku saat itu tiba.