Sometimes when you are traveling, you just want to get out and do an easy walk through the bush #travel #easytraveler #backpacking #backpackers #beautifuldestinations #indonesia #yogyakarta (at Embung Nglanggeran, Gunungkidul Yogyakarta)
hello vonnie

★

⁂
cherry valley forever

blake kathryn
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
wallacepolsom
almost home
will byers stan first human second
noise dept.

shark vs the universe
No title available
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature

JBB: An Artblog!
I'd rather be in outer space 🛸
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
tumblr dot com

if i look back, i am lost
seen from United States
seen from Iraq
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Italy

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Iraq
seen from Canada

seen from United States
@bitterlemonadeid
Sometimes when you are traveling, you just want to get out and do an easy walk through the bush #travel #easytraveler #backpacking #backpackers #beautifuldestinations #indonesia #yogyakarta (at Embung Nglanggeran, Gunungkidul Yogyakarta)
Dari pagi di dapur mulu. Kalau udah di dapur suka khilaf. Dan hasilnya menu buka puasa yg seabrek ini: ada Fla. Acar Nanas. Slash Nanas. Sambal Jawa. Puding. Nuget Pisang. Ikan Asam Manis. Dan nggak tau nanti sore masak apa lagi Mau? 😅 with Intan – View on Path.
Love this place, so much! #eksploremakassar #makassar #travel #famous #beach #indonesia #nofilter #xiaomi #xiaomiredminotes3 #photography (di Tanjung Bira Beach, Bulukumba, Sulsel)
ARWAN. Nggak mau dipanggil mas. Nggak mau dipanggil adek. Lebih tinggi 'sedikit'. Lebih 'itemnya' banyak. Senyumnya menawan kata 'temen2'. Good Driver. Muda Mapan Menarik. Medok is fluent. Mau? #prambanan #temple #travel #explorejogja (at Candi Prambanan)
ARWAN. Nggak mau dipanggil mas. Nggak mau dipanggil adek. Lebih tinggi 'sedikit'. Lebih 'itemnya' banyak. Senyumnya menawan kata 'temen2'. Good Driver. Muda Mapan Menarik. Medok is fluent. Mau? #prambanan #travel #explorejogja #temple #beautifulofindonesia (di Candi Prambanan)
Ayam Bangkok. Ras asli Indonesia #ayam #pet #pecintaayam #pecintaayambangkok #ayamindonesia #ayamlovers
Restu & Wildan. Senyum natural anak-anak #children #people #love #smile #laugh #playing #world #nature #photography
B2Q Chicken Fried Rice #food #friends #travel #makassar #chinesefood #cafe #oldtowncoffee (di Old Town White Coffee)
Steam Mnc Chicken Rice #food #friends #travel #makassar #oldtowncoffee #cafe #chinesefood (di Old Town White Coffee)
Curry Pan Mee #food #friends #travel #chinesefood #cafe #oldtowncoffee #makassar (di Old Town White Coffee)
Tom Yum Crabs Steak #lunch #food #friends #cafe #oldtowncoffee #chinesefood #makassar #travel (di Old Town White Coffee)
🏰 (di Phnom Penh)
Built by Patrick Romero
I need this asap :(
King Palace! 🎎
Ayo coba sini :)))
Kamu cinta dia~
”Kita ini apa?”
“Kita putus ya?”
Kamu mendadak hilang.
Tolong tetap tinggal.
Aku mau kamu
Kompetisi Autonomous
Hello, it’s me, Ruth. Bukan Adele. Aku mantan istri Joshiah, atau Joshi. Eh, bukan. Aku masih istrinya. Sulit ku jelaskan. Akan ku jelaskan nanti. Aku akan menceritakan kenanganku saja, dulu, bersama keluarga besar Joshi yang ‘mewah nan suci’. Tapi akan ku tekankan, aku suka dengan adik Joshi, Sam. Samuel. Ini tentang Sam dan aku.
Kalian tahu? Masa SMA? Ya. Aku satu sekolah dengan Sam, tidak dengan Joshi. Joshi kuliah di Massey University. Beda empat tahun dari Sam dan dua tahun dariku. Ya, tentu saja. Aku senior Sam.
Saat itu kami bertiga tidak saling mengenal, tidak pernah bertemu. Sampai ketika sekolah kami mengadakan turnamen Sains setiap tahunnya. “Autonomous Robot Design” itu tema tahun ke-13. Sam adalah junior, aku senior. Ingat itu. Sam satu-satunya peserta junior yang memberanikan diri mengikuti kompetisi dengan bantuan ke-tiga kawannya. Lynda, Kevin dan Johan. Mereka satu organisasi Club Automotive. Tapi mereka bertiga teman satu kelasku. Kau bayangkan saja betapa terkejutnya kami ketika Mr. Anderson menyebutkan nama Sam
“Dan tim Autonomous 3 adalah satu-satunya team yang tahun ini membawa satu rekannya yang baru bergabung dengan Rutherford. Ini semester pertamamu, Sam?” “Tentu saja Mr. Anderson” jawabnya begitu yakin. Aku mengamatinya. Mungkin memang dia ‘seperti itu’. Typical orang penuh dengan percaya diri, atau berlebihan? “Kau terlalu yakin, Sam” Mr.Anderson menegaskan “Ayahku robot. Aku jelas lebih tahu semua tentang robot daripada kalian semua yang berkompetisi di sini, melawan team kami” Itu berlebihan
Semua terkejut mendengar jawaban Sam. Tak terkecuali aku. Yang benar saja. Dia mengatakan Ayahnya robot? Mr. Anderson sontak memijat kepalanya yang tidak pusing. Tidak habis fikir dia akan menerima Sam sebagai siswanya. Sam pasti akan dikeluarkan dari Rutherford. Sebentar lagi.
“Ayahmu orang baik, Samy” Aku tahu Mr. Anderson bukan tipe orang yang bisa diajak bercanda. Dia tegas. Gesturnya pun terlihat dia orang yang sangat disiplin juga bijaksana. Sam, kamu gila! Demikian hatiku memakinya. Dia memang gila. “Bagaimana kau tahu. Kau teman Ayahku?” “Aku mengenal Mr. Davis dengan sangat baik” Mr. Anderson sepertinya memang mengenal Sam “Kalau begitu kau juga robot?” Sam menyorotkan matanya tepat di mata Mr. Anderson “Haha tentu saja, terlihat sekali kau temannya. Kaku” Astaga. Sam? “Kau bisa diam? Apakah kita bisa melanjutkan kompetisi ini?” Oh Ruth, mulutmu harusnya diam saja “Atau sebaiknya kau pulang saja, ju-ni-or” “Aku terima tantanganmu, se-ni-or” Dia menyebalkan!
Dari lima team yang berkompetisi tersisa tiga team. Team satu, tiga dan lima. Aku masih melawan Sam. Sam yang menyebalkan. Aku tak menduga dia bertahan sejauh ini. Penonton menyoraki kompetisi ini. Kompetisi semakin tegang, panas dan memacu kami untuk memainkan otak lebih keras lagi. Tapi harus kami akui Sam sangatlah cerdas, dia bukan pintar, dia cerdas. Hingga pukul 03:00 kompetisi berakhir dengan kemenangan ditangan team tiga, team Sam
Aku berjalan dilorong dengan malas, membawa seonggok buku-buku kimiaku, papan tabel periodik dan berpura-pura menelepon pacarku, Beny. Tiba-tiba ada yang menahan lenganku dengan kuat “Ruth” Samy, astaga. Aku melongo. Berani-beraninya dia. Aku hampir melayangkan tanganku yang membawa papan periodik ke arah kepalanya “Apa?” Aku hampir berkata ‘Iblis’ tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutku sedikitpun “Kau mau memukulku?” Aku memiringkan kepalaku karena bingung “Kepalaku akan terluka kalau papan itu benar-benar menghantam kepalaku, Ruth. Kau tahu itu” Itu memang tujuanku, Sam “Kalau kepalaku terluka, aku tidak bisa melawanmu lagi” Kami melewati lorong, kemudian berbelok melewati kantin dan sampai di ujung pintu keluar laboratorium “Ruth” Suara Sam tiba-tiba merendah. Dia aneh “Aku minta maaf. Sepertinya aku sudah menyakitimu karena kekalahanmu di kompetisi” Aku masih tidak peduli, belum! “Hallo, Ruth” Dia mulai melambai-lambaikan tangannya tepat di wajahku “Apa kau tuli?” Tentu saja tidak, aku hanya mengamati apakah kau memang secerewet ini? “Maaf” Dia mengulanginya lagi
“Aku maafkan” Akhirnya aku bersuara “Syukurlah. Ternyata suaramu bagus saat bicara denganku” “Maksudmu?” “Haha jangan tersinggung. Saat di kompetisi kau seperti nenek sihir yang siap menelanku dengan semua jawabanmu. Aku sangat senang kau menjadi lawanku. Aku seperti menemukan lawan yang seimbang. Kau tahu maksudku? Kau cantik” Dia memberikan jeda “Juga cerdas, kau senior yang hebat” Aku tidak suka dipuji. Tapi pujian Sam aku menerimanya. Aku suka “Haha terimakasih” “Wow, kau bisa tertawa?” Kau meledekku? “Haha tentu saja. Seperti sekarang” Aku memukul kepalanya dengan papan. Itu refleks. “Aw” Dia kesakitan “Kau cowok payah” “Ini sakit, Ruth. Apa kepalaku berdarah?” Aku meraba kepalanya. Dan di sela-sela rambutnya tanganku berlumur ‘darah’ aku panik “Ruth?” Aku bingung “Apakah berdarah, kepalaku berdenyut-denyut” “I-iya. Sam. Maafkan aku. Aku tidak sengaja. Aku hanya...” “Ah, sudahlah. Tidak apa-apa. Nanti akan sembuh. Ini hanya luka kecil. Tapi Ruth” dia berhenti berjalan kemudian memelototiku “Gara-gara kau” Dia berhenti lagi “Sekarang aku kehilangan ketampananku” Apa? Aku bengong. Sam tidak marah? “Kau harus ke Unit Kesehatan, sekarang” Aku menariknya tidak peduli kanan kiri memandang kami curiga “Ruth, berhentilah. Hey, Ruth” “Tidak sampai lukamu diobati” Dia melepaskan cengkeramanku “Aw. Sam, kau cowok kasar” “Bukankah tadi kau sangat membenciku saat di kompetisi? Kenapa sekarang kau begitu peduli kepadaku?” Dia berkacak pinggang dengan senyumnya yang aku yakin perempuan yang melihatnya akan jatuh cinta “Aku tahu. Kau menyukaiku! Ayo aku antar kau pulang” “Sam! Apa kau gila?’ “Memang” “Aku bisa pulang sendiri” Aku meninggalkannya
Remang-remang sampai 100 meter jauhnya Sam meneriaki ku hingga semua orang yang berada di sana menoleh ke arahnya maupun kepadaku “Ruth, apa kita bisa berteman? Aku menyukaimu” katanya “Terserahmu saja” Sinting!
Sunset at Makassar Harbour (di Port of Soekarna - Hatta Makassar south Sulawesi)