Suatu hari aku mendapatkan gelar menjadi karyawan terbaik.
Hahaha seseorang yang tak pernah diperhatikan mendapat julukan seperti itu membuat ku tersontak kaget.
Kebahagiaan yang ku dapat, apresisasi yang selama ini aku inginkan serta pengakuan kinerja ku yang selalu aku rindukan tercapai hanya dalam satu kalimat.
"KARYAWAN TERBAIK BULAN INI"
Jujur hal itu membuat ku bahagia, kebahagiaan itu membuat ku merasa mampu untuk bertahan di industri ini.
Pengakuan yang jarang aku dengar sebanding dengan kerjaan yang selalu datang silih berganti.
Jadi ketika mendapatkan julukan ini, langit ke 7 adalah tempat aku berada.
Namun apa daya, mimpi di siang hari sama saja seperti merindukan air di padang gurun.
Pengakuan dan gelar yang aku inginkan berubah menjadi sebuah candaan.
Ah mungkin hanya bercanda kata ku dalam hati.
Aku saja yang terlalu memikirkannya, lagi pula toh mereka memang suka bercanda kepada ku. Kembali aku mengingatkan diri dalam hati.
Tetapi masih ada rasa tak puas, rasa marah dan rasa tak terima.
Jika ku pikirkan, mungkin aku memanglah pribadi yang selalu tertawa tapi aku tetap merasa janggal.
Kerja keras ku mungkin memang tak layak sebagai acuan untuk sebagian orang tapi percayalah untuk tahap aku bertahan sampai saat ini, aku telah mengeluarkan banyak keringat, banyak air mata, banyak tenaga dan keluh kesah.
Mungkin kamu tidak sadar tapi aku selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik hanya untuk seonggok pujian dari perusahaan ini.
Sedih dan kecewa saat tau ternyata bukan hasil kerja kerasku yang dipuji, melainkan hanya karena tempat tinggal ku yang jauh dan menjadi bahan olok-olokan. Padahal aku juga berjuang.
Kulihat satu figura yang sama dengan judul yang benar kali ini
"KARYAWAN TERBAIK BULAN INI"
Atasan ku yang berhasil mendapatkan 2 project utama untuk perusahaan ini.
Kebingungan mulai ku rasakan, padahal dalam tim yang sama tapi kinerja kami dinilai berbeda.
Rasa kecewa berkumpul dan mulai menggerogoti hati ku.
Dari situ mulai ku tau saat ini " RAMAH " memiliki arti gampangan dan tak diperdulikan.
Dunia kreatif oh dunia kreatif, kadang tak memiliki batasan untuk melukai dan menjadi sensitif















