Bagaimana dengan berhenti bergaul dengannya? Berdosa kah memutuskan tali silaturahim? Tapi, bagaimana jika masih bergaul dengannya, lalu beralih bermuka dua pada akhirnya. Jadi, bagaimana?
seen from Mexico

seen from United States
seen from Germany
seen from Russia
seen from Singapore

seen from Singapore
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from Brazil
seen from South Korea
seen from United States

seen from Spain
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from China
Bagaimana dengan berhenti bergaul dengannya? Berdosa kah memutuskan tali silaturahim? Tapi, bagaimana jika masih bergaul dengannya, lalu beralih bermuka dua pada akhirnya. Jadi, bagaimana?
Yang kemarin belom kebagian zine kwotsession, monggo langsung PM saya. Tinggal 8pcs lagi soalnya. Kuy takis! 🤓 . *bonus tulis nama gratis lo. Jangan bilang siapa-siapa ya*
Gak semuanya yang asik itu asik ada juga yang sok asik
mudblood
Gagal Paham dengan Chat Mesum Bebby Fey dan Youtuber yang Berakhir Ngamar, Melaney Ricardo: "Gue Temenan Nggak Pernah Kirim Foto Badan Kebuka" - Semua Halaman - Nova
Gagal Paham dengan Chat Mesum Bebby Fey dan Youtuber yang Berakhir Ngamar, Melaney Ricardo: “Gue Temenan Nggak Pernah Kirim Foto Badan Kebuka” – Semua Halaman – Nova
Melaney Ricardo dan Bebby Fey
Nakita.id– Diketahui beberapa waktu lalu, DJBebby Feymembongkar isi pesan atauchat-nya bersama seorangYouTuberternama di aplikasi LINE dan WhatsApp.
Bukanchatbiasa,Bebby FeydanYouTuberyang ramai disebut sebagaiAtta Halilintaritu menjurus ke arahasusila.
Di media sosial Instagramnya,Atta Halilintarkemudian mengunggah…
View On WordPress
Sudut Pandang
Bagiku, orang yang sudah berpegang teguh apa yang sudah diyakini, sulit untuk mengubah pespektifnya. Sebagai contoh, si A menganggap buah terenak itu apel. Tapi si B bilang buah yg paling enak dan banyak khasiat itu pisang.
Kita gabisa memaksa untuk menjadi satu pikiran dengan kita. Sekarang ini lagi happening bgt debat di sosyel media. Ada yg sukanya mengeshare berita provokatif, share berita hoax, adu jari di kolom komentar,dsb. Rasanya jari ini gatel ingin membenarkan, meluruskan. Tapi, apa setelah dibenarkan langsung setuju dengan apa yg kita katakan sesuai perspektif kita? Belum tentu jawabnya. Bahkan bisa jadi debat. Sebetulnya, tidak ada yg salah dengan membenarkan. Bahkan itu harus sesama muslim untuk mengingatkan. Jikalau yg ingin kamu benarkan orangnya sudah kekeuh dg prinsipnya, lebih baik tinggalkan perdebatan.
Apalagi sekarang ini yg sering di adu perihal kepercayaan. Yang sering ke majelis menjelaskan dg ayat Al-Qur’an/Hadits. Yang open-minded menjelaskan dengan teori ilmiah, filsafat, dsb. Dan baiknya, jika kedua orang ini bertemu dan membahas sesuatu lebih baik salah satu harus mengalah.
Karena sampe mulut berbusa pun si open-minded tak akan percaya tanpa teori yg nyata. Padahal, gak semua yg hanya boleh diketahui Allah, diketahui kita juga.
Begitupun si penghadir majlis. Meskipun dijelaskan dengan kasus sosial, teori science, dan logika tanpa ada ayat Al-Quran atau hadits shahih mereka gak akan percaya.
Semua orang sudah ada dalam perspektif masing-masing. Cara yg paling pas untuk menyikapinya, hargai aja. Kalau menurutmu itu bisa menambah wawasan, ya tabayyun-in aja dulu.
Nganterin banyak orang, giliran aku yang butuh ga ada yang mau nemenin. Ke kamu juga akhirnya Lil. Ah, tapi kamunya ga pernah butuh aku ding ya.
Ujar seseorang hari ini, terdengar memilukan.
Ber-Gaul
Ga bisa dipungkiri kalo lingkungan adalah salah satu faktor pembentuk karakter. Keluarga, yang merupakan lingkungan pertama kita pasti sedikit banyak berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Contohnya saya yang dirumah ngelakuin segala sesuatunya sendiri, ga punya ART (re: Asisten Rumah Tangga) tumbuh jadi orang yang ga enakan kalo minta tolong sama orang lain. Mungkin itu cuma contoh kecilnya yang mungkin berbeda tiap individunya. Pas udah mulai gede sekolah dan tetangga sekitar rumah yang jadi lingkungan kedua, selanjutnya seiring bertambah umur makin luas juga lingkungan kita.
Lingkungan yang mau aku bahas disini, ya lingkungan kedua ini. Kenapa? Ya soalnya mungkin ga dipungkiri kalo kita pasti punya keinginan buat tampil baik didepan orang lain, punya banyak temen, disukai orang banyak. Tentunya hal-hal ini memunculkan kebahagiaan buat orang tersebut. Tapiiii, jangan sampe karena pengen banyak orang yang suka, kita menempuh cara yang ga baik. Jangan sampe demi mendapatkan satu sahabat baru tapi mengorbankan sahabat yang lainnya.
Menurutku caranya bisa dengan menyadari kalo kita bukan mahluk yang sempurna, pasti punya kelebihan dan kekurangan. Dan yang paling penting adalah GA MALU BUAT MENGAKUINYA. Kalo sampe saat ini kalian masih belum tau apa kekurangan dan kelebihan diri coba luangin waktunya sebentar aja buat mikirin diri sendiri ini. Hal ini menurutku penting loh, ini juga yang menentukan tingkah laku kita sehari-hari.
Oiya aku ngutip dari kata-kata orang bijak juga “What you're supposed to do when you don't like a thing is change it. If you can't change it, change the way you think about it. Don't complain” :)
Dan karena aku lagi suka nonton Harry Potter, jadinya aku kutip juga kata-kata Sirius Black di seri Harry Potter and the Order of the Phoenix.
Berteman dengan baik adalah memahami kalo setiap manusia itu ga ada yang sempurna, dibalik semua kelebihan pasti ada kekurangan begitupun sebaliknya. Please don’t complain, just prove it.
img source: pinterest.co.uk
Karena dekat, lebih baik dari jauh #temenan (di Malam Minggu)