The Midnight Library: Let’s Undo The Regrets and Try Another Life
Judul buku : The Midnight Library
Penulis : Matt Haig
Penerbit : Canongate Books Ltd
Jumlah Halaman : 196
Tahun terbit : 2020
Nora’s life has been going from bad to worst. Then at the stroke of midnight on her last day on earth she finds herself transported to a library. There she is given the chance to undo her regrets and try out each of the other lives she might have lived.
Which raises the ultimate question:
With infinite choice, what is the best way to live?
***
Sinopsis
Sebagai salah satu buku best selling versi new york times dan goodreads choice award 2020 kategori best fiction, Matt Haig tidak main-main dengan alur the midnight library. Buku ini menceritakan kisah hidup seorang Nora Seed yang dari awal tidak memiliki episode yang bagus. Hidup Nora Seed sangat lah menarik, tapi dalam tanda kutip “ia mengalami terlalu banyak hal yang membuatnya putus asa” hingga pada suatu malam, Nora memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, bukan akhirat, surga atau neraka yang menyambutnya, tapi sebuah perpustakaan misterius yang hadir diantara hidup dan mati. Perpustakaan itu disebut midnight library. Rak-rak buku disana berderet dan menjulang tak berujung. Perpustakaan ini berisi buku dengan jumlah yang tak terhingga. Mrs Elm, wanita penjaga perpustakaan SMA Nora tiba–tiba berada disana dan membantunya. Membantu Nora memilih buku mana yang perlu ia pilih.
Setiap buku mewakili kehidupan yang berbeda yang membantu Nora untuk menghapuskan seluruh rasa penyesalan yang pernah ia rasakan. Ada terlalu banyak penyesalan yang Nora miliki. Nora menyesal telah putus dengan mantan pacaranya, maka ia memilih sebuah buku dimana ia setuju menikahi mantan pacarnya. Tapi tentu saja hal tersebut tidak seperti yang ia pikirkan. Kehidupan pernikahannya dengan Dan nyatanya tidak seharmonis hubungan mereka layaknya pasangan kekasih. Nora mencoba kehidupan lain dimana ia menjadi seorang atlet renang yang merupakan satu-satunya keahlian yang dia miliki dan bukannya memilih berfilsafat di bangku perkuliahan seperti saat ini. Namun dikehidupan itu, Nora kehilangan kakaknya. Ada kehidupan dimana Nora tinggal di Australia, tapi sahabat satu-satunya yang membuatnya ingin hidup disana telah mengalami kecelakaan setahun silam. Nora mencoba berbagai macam hidup yang sebelumnya ia inginkan. Nora menjadi penyanyi band, dosen filsafat, tergabung dalam tim national geographic dan menjelajahi kutub utara, semua ia lakukan, tapi tidak satupun yang berjalan sebagaimana mestinya, semuanya berakhir dengan dirinya yang kembali ke midnight library dan mencoba kehidupan lain yang mungkin berhasil. Nora terus mengulang hidup lain, ia mencari keberhasilan, kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Beberapa kali nampak berhasil, seperti di kehidupan dimana ia enjadi dosen filsafat yang disegani banyak murid. Atau di kehidupan dimana ia menikah dengan pria yang ia tolak. Dia hidup bahagia dengan Ash dan keluarga kecilnya, Nora bahkan memiliki putri kecil yang cantik. itu adalah kehidupan yang sempurna. Tapi pikiran Nora menunjukkan hal yang berbeda, ia mulai memikirkan bahwa kehidupan yang sedang ia coba jalani rasanya tidak seperti kehidupannya yang asli. Ketika Nora menyiapkan sarapan untuk putrinya ia mulai berpikir bahwa dia sedang merenggut kehidupan Nora lain yang seharusnya ada di posisi itu. Nora ingin kembali ke kehidupan aslinya. Namun ia justru bertemu penjelajah lain yang mengatakan bahwa ia telah melakukan hal itu selama 10 tahun. Nora semakin frustasi, akankah Nora berhasil kembali ke kehidupan asalnya dan menemukan makna hidupnya? yuk simak kelanjutannya didalam buku ini 😊
Cover
Sepengetahuanku, ada beberapa versi sampul yang dipakai dalam buku ini. Namun, semuanya memiliki struktur warna yang sama yakni gold-white-navy. Susunan warna ini membuat sampul buku terlihat elegan dan misterius disaat bersamaan. Illustrasi yang digambarkan juga tidak jauh-jauh dari hal-hal seputar buku. Dalam cover yang terlampir misalnya yang menggambarkan bangunan perpustakaan sebagai interprestasi the midnight library. Selain itu, adapula gambar kucing Nora yang merupakan sosok yang muncul dalam salah satu adegan penting dalam buku. Di versi lain, illustrasi digambarkan dengan adegan dimana Nora mengakhiri hidupnya atau interpretasi lain menganggap bahwa itu adalah Nora yang baru saja datang di midnight library atau juga digambarkan dengan jendela-jendela perpustakaan yang tiap kotaknya menggambarkan adegan-adegan di dalam buku. Terlepas dari sampul mana yang lebih baik, semua sampul tersebut sangat cocok dengan buku the midnight library itu sendiri.
Genre
Siapapun yang membaca blurb atau synopsis buku ini sudah pasti bisa menyimpulkan bahwa genre buku the midnight library ini adalah fiksi jenis fantasy. Sebab, cerita didalam buku merupakan sesuatu yang tidak nyata dan tidak mungkin terjadi. Namun, penyampaian pesan didalam buku membuat buku ini dipenuhi dengan banyak insight yang menginspirasi pembacanya.
Plot
Pada dasarnya, cerita yang disajikan dalam buku ini memiliki plot maju, akan tetapi adegan dimana Nora menjalani kehidupannya yang lain sedikit membuat hawa plot masa lampau hadir kedalam tengah-tengah cerita.
POV
Point of view atau sudut pandang penyampaian cerita ini adalah sudut pandang orang ketiga yang mana membuat cerita terkesan lebih terbuka sebab dengan sudut pandang orang ketiga membuat pembaca bisa ikut menilai dari berbagai sisi yang dihadirkan dalam alur cerita.
Character
Karakter yang hadir dalam buku ini tidak lain adalah orang-orang disekitar Nora Seed yang merupakan tokoh utama dalam buku ini. Nora Seed sendiri digambarkan sebagai seorang wanita yang mudah putus asa dan mengasihani diri sendiri atas apa yang terjadi dalam hidupnya. Berikut adalah pesan Nora sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Dear Whoever, I had all the chances to make something of my life, and I blew every one of them. Through my own carelessness and misfortune, the world has retreated from me, and so now it makes perfect sense that I should retreat from the world . If I felt it was possible to stay, I would. But I don’t. And so I can’t. I make life worse for people . I have nothing to give. I’m sorry . Be kind to each other . Bye, Nora –hlm 28
Karekter lain yang juga kehadirannya sangat berpengaruh dalam buku ini adalah Mrs Elm. Mrs Elm adalah sosok wanita tua bijak yang selalu memandang positif kehidupan. Adapun salah satu kutipan yang menunjukkan kebesaran hati Mrs Elm.
‘Nora dear, it’s natural to worry about your future,’ said the librarian, Mrs Elm, her eyes twinkling. – hlm 13
Selain itu, dalam setiap kemunculannya, Mrs Elm selalu membawa petuah yang membuat penbaca langsung memikirkan makna dari ucapan tersebut. Beberapa ucapan Mrs Elm yang paling sering muncul adalah berikut ini :
Mrs Elm repeated something she said earlier. ‘Never underestimate the big importance of small things. - 138
Karakter sisanya merupakan orang-orang yang secara langsung berada dalam kehidupan Nora itu sendiri seperti ibunya, ayahnya, kakaknya, dan orang-orang lain yang berperan dalam hidup Nora.
Feeling
Feeling atau perasaan yang aku rasakan selama membaca buku ini bisa dikatakan bercampur aduk. Terkadang, aku mengikuti bagaiamana cara Nora Seed berpikir akan keputusannya. Ketika Nora memutuskan untuk mencoba hidup lain yang ia kira akan berhasil, aku tanpa sadar juga mengamini hal yang sama. Namun, ketika karakter atau suasana lain datang aku juga akan mengikuti arusnya. seperti ketika Mrs Elm yang datang secara tiba-tiba memberikan nasihat-nasihat kecil kepada Nora, aku tanpa sadar juga ikut memikirkannya. Aku ikut mencari apa makna yang terkandung dalam ucapan tersebut dan terkadang mulai menyalahkan Nora akan keputusannya. Simpelnya, terkadang aku mengikuti cara berpikir Nora namun juga kadang menentang apa yang Nora lakukan.
Ending
Ending cerita ini termasuk ending yang paling dinanti-nanti pembaca, yakni ending yang memberikan potongan puzzle terakhir. Setelah ending, pembaca akan bisa merasakan insight dan pesan yang terkandung didalam buku ini.
Moral Value
Dari keseluruhan cerita, ada satu pesan yang paling penting dalam buku ini, bahwa
The game wasn’t over. No player should give up if there were pieces still left on the board. In chess, as in life, possibility is the basis of everything. Every hope, every dream, every regret, every moment of living. – hlm 138
Buku ini menyampaikan sebuah pesan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, seberapa kecil kesuksesan yang kita gapai, atau seberapa buruk kemalangan yang kita dapatkan, hal yang paling penting adalah kenyataan bahwa diri kita masih HIDUP. Semua kemungkinan, dari sukses kecil menjadi sukses besar, dari gagal menjadi sukses, semua itu masih mungkin terjadi ketika kita masih memijak bumi dan berjalan diatasnya. Jadi, selama kita masih hidup, itu artinya kehidupan kita masih akan terus berjalan dan segala kemungkinan dapat terus terjadi. Sekian review buku kali ini, semoga pesan yang disampaikan buku ini melalui ku bisa sampai dilubuk hati terdalam kalian. The last, Kehidupan kita adalah yang paling berharga dibanding apapun didunia ini, karna hanya diri kita sendirilah yang bisa kita miliki seutuhnya.














