Hai kamu, yang sudah mengikat ku sebulan yang lalu. Sungguh aku masih tidak percaya bahwa prosesnya akan secepat ini. Baru beberapa hari, kamu langsung datang bertemu dan memutuskan mantap untuk lanjut ke jenjang yang lebih serius.
Disaat aku berada pada titik pasrah ku pada-Nya mengenai pendamping hidup. Dia justru mengirim dirimu yang tanpa ku tahu siapa, darimana dan seperti apa kamu.
Meski begitu, ntah kenapa hati ku pun yakin untuk menerima. Ditambah dengan keyakinan dari keluarga besar yang langsung merestui meski hanya ku ceritakan dan belum bertatap muka dengan mu. Aku pun bingung kenapa, tetapi aku yakin bahwa ini bukan semata-mata pilihan ku. Melainkan ada campur tangan Alloh yang membersamai ku untuk yakin kepada mu.
Aku hanya berharap, semoga memang kamu jawaban atas segala doa-doa ku yang selalu ku panjatkan kepada Sang Pemilik jiwa raga ku yaitu Alloh SWT. Jujur saja, awalnya aku ragu. Tapi seperti ada sebuah alasan aku harus menerima mu. Yang saat ini pun aku tidak tahu alasannya itu apa.
Semoga kedepannya, apa yang menjadi hajat kita. Alloh mudahkan segala prosesnya untuk menuju ke hari dimana kamu berjanji di hadapan Alloh untuk mengambil tanggungjawab penuh atas diriku kepada bapak disaksikan keluarga serta malaikat-malaikat di kanan kiri kita.